Doctor men
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI

Hipertensi Portal: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Aug 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 439.268 orang

Hipertensi dan hepatitis adalah dua kondisi yang berbeda, tapi cukup banyak dialami oleh masyarakat Indonesia. Meskipun gejalanya tidak sama, hepatitis dan hipertensi ternyata bisa saling berkaitan satu sama lain. Kondisi ini disebut dengan hepatitis portal.

Apa itu hepatitis portal?

Hepatitis portal adalah kondisi meningkatnya tekanan darah dalam pembuluh vena porta. Vena porta merupakan pembuluh darah yang berfungsi mengalirkan darah dari organ pencernaan (lambung, usus, limpa, dan pankreas) ke hati.

Jika pembuluh darah itu tersumbat, maka tentunya darah tidak dapat mengalir dengan baik menuju hati. Hal ini menyebabkan tekanan darah pada pembuluh vena porta meningkat.

Semakin tinggi tekanan darah pada vena porta, maka pembuluh darah di sepanjang organ pencernaan akan membengkak. Pembuluh darah vena bisa pecah, memicu perdarahan, hingga berpotensi komplikasi yang mengancam jiwa.

Seseorang dikatakan mengalami hepatitis portal jika tekanan vena porta di atas 5 mmHG. Ada juga yang menyebutkan tekanan normal vena porta berada di antara 5-10 mmHg. Jika lebih dari 12mmHg, maka dapat terjadi komplikasi seperti varises dan asites.

Mengenai hepatitis portal

Penyebab

Penyebab hepatitis portal paling utama adalah sirosis hati. Sirosis hati terjadi akibat munculnya jaringan parut yang menggantikan sel-sel dan jaringan hati yang sehat. 

Jaringan parut tersebut menghalangi aliran darah menuju hati sehingga kerusakan pada hati bisa meluas dan lambat laun berhenti berfungsi. Kondisi ini biasanya diawali oleh hepatitis atau perilaku konsumsi minuman beralkohol.

Hepatitis portal juga dapat disebabkan oleh hal lainnya, yaitu:

Iklan dari HonestDocs
Tanya Dokter Online via HonestDocs

Punya pertanyaan seputar gejala, penyakit, dan obat? Klik di sini untuk memulai konsultasi dengan tim medis HonestDocs!

Tanya dokter
  • Pembekuan darah di vena porta (trombosis).
  • Penyumbatan pembuluh darah yang membawa darah dari hati ke jantung.
  • Infeksi parasit schistosomiasis.
  • Penyakit autoimun, seperti hepatitis autoimun, kolangitis sklerosis primer, dan kolangitis bilier primer.
  • Hiperplasia nodular fokal.
  • Pada beberapa kasus, seseorang dapat mengalami hepatitis portal tanpa alasan yang jelas.

Gejala

Seseorang dengan sirosis hati berisiko lebih tinggi mengalami hepatitis portal. Gejala yang ditimbulkan pun kadang samar-samar sebab mirip seperti gejala penyakit lainnya.

Secara umum, tanda dan gejala hepatitis portal adalah:

  • Perdarahan pada saluran pencernaan, ditandai dengan feses hitam, BAB berdarah, atau muntah darah. Kondisi ini biasanya merupakan pertanda pecahnya pembuluh darah (varises).
  • Asites, yakni penumpukan cairan pada perut (abdomen). Ditandai dengan perut membesar, kram, perut kembung, dan sesak napas.
  • Ensefalopati, yaitu kelainan struktur atau fungsi otak akibat menurunnya fungsi hati. Hal ini menyebabkan penderitanya mudah lupa atau linglung.
  • Turunnya kadar trombosit, yaitu sel darah yang fungsinya membantu proses pembekuan darah.
  • Turunnya kadar leukosit atau sel darah putih.

Jika Anda punya kebiasaan minum minuman beralkohol, Anda berisiko tinggi mengalami sirosis hati di masa mendatang. Hal-hal lainnya yang dapat meningkatkan risiko sirosis hati adalah:

  • Menggunakan jarum untuk menyuntikkan narkoba, terlebih jika digunakan bersama dengan orang lain.
  • Memakai tato atau tindik saat kondisi tubuh tidak sehat.
  • Pekerja rumah sakit atau yang sering bersinggungan dengan jarum atau darah.
  • Ibu menderita hepatitis.
  • Berhubungan seks tanpa kondom dengan banyak pasangan.

Pencegahan hepatitis portal

Menjaga asupan makanan bergizi dan pola hidup sehat dapat membantu mencegah Anda dari risiko hepatitis portal. Berikut berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mencegah hepatitis portal, di antaranya:

  • Hindari minum alkohol.
  • Hindari minum obat resep atau obat bebas tanpa pengawasan dokter. Ada beberapa jenis obat yang dapat memicu kerusakan pada hati, sehingga jangan sekali-kali minum obat sembarangan.
  • Selalu ikuti anjuran dari dokter dan tim medis, termasuk bila Anda sedang diet rendah garam. Anda dapat disarankan untuk membatasi asupan natrium 2 gram per hari. Dokter mungkin juga akan mengurangi asupan protein jika Anda mengalami gejala kebingungan akibat hepatitis portal.
  • Vaksin hepatitis, terutama jika Anda termasuk kelompok berisiko.

Pengobatan hepatitis portal

Ketika Anda mencurigai tanda dan gejala yang mengarah pada hepatitis portal, segera konsultasikan ke dokter. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik perut atau anus untuk memeriksa ada-tidaknya penumpukan cairan tubuh (asites) dan pelebaran pembuluh darah (varises). 

Perlu diketahui bahwa pemeriksaan satu pasien dengan pasien lain mungkin berbeda, sesuai dengan kondisinya masing-masing. Dokter mungkin juga akan melakukan tes darah, USG, CT scan, pemeriksaan jantung, hingga endoskopi guna memastikan penyebabnya.

Sayangnya, sebagian besar kasus hipertensi portal tidak dapat diatasi hingga tuntas. Pengobatan hepatitis portal hanya berfungsi untuk meringankan gejala dan mencegah komplikasi.

Berbagai pilihan pengobatan hepatitis portal meliputi:

1. Terapi endoskopi

Terapi endoskopi merupakan pengobatan lini pertama untuk mengatasi perdarahan varises. Jenis terapi ini terdiri dari 2 cara, yaitu banding dan skleroterapi.

Banding adalah proses di mana dokter spesialis gastroenterologi menggunakan semacam karet gelang untuk memblokir pembuluh darah. Prosedur banding bertujuan untuk menghentikan perdarahan atau varises.

Sedangkan skleroterapi biasanya baru dilakukan jika prosedur banding gagal dilakukan. Skleropterapi adalah proses memasukkan larutan pembeku darah ke dalam varises guna menghentikan perdarahan.

2. Obat-obatan

Selain terapi endoskopi, dokter dapat memberikan obat beta-blocker nonselektif berupa nadolol atau propranolol. Obat-obatan ini dapat diberikan bersamaan atau terlepas dari terapi endoskopi.

Fungsi obat beta-blocker nonselektif adalah menurunkan tekanan darah dan merilekskan pembuluh darah, sehingga risiko perdarahan bisa diminimalisir. Obat ini juga sering diresepkan untuk mencegah perdarahan varises pada pasein berisiko. 

Guna mengobati kebingungan atau perubahan mental pasien, dokter dapat memberikan obat laktulosa. Jika Anda mengalami asites, dokter akan meresepkan obat diuretik guna mengurangi penumpukan cairan dalam tubuh.

3. Transjugular intrahepatic portal-systemic shunt (TIPSS) nonbedah

Jenis terapi ini cukup populer dan dinilai ampuh mengobati hipertensi portal. Terapi TIPPS dilakukan dengan cara memasukkan stent di tengah hati dan membentuk 'jalur baru' bagi darah agar bisa mengalir dari vena porta ke pembuluh darah lain. Hal ini sangat bermanfaat untuk meringankan perdarahan akut pada pasien.


Referensi

WebMD. (2018). What is Portal Hypertension?

Healthline. (2019). Everything You Should Know About Portal Hypertension.

Cleveland Clinic. (2017). Portal HYpertension.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit