GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI
Kesehatan Fisik

Memahami Dampak Virus Corona (Covid-19) pada Tubuh

Dipublish tanggal: Mar 18, 2020 Update terakhir: Agu 5, 2020 Waktu baca: 6 menit
Memahami Dampak Virus Corona (Covid-19) pada Tubuh

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Gejala virus Corona (Covid-19) cukup mirip dengna gejala influenza/flu biasa, yaitu batuk, demam, pilek
  • Penderita diabetes, asma, hipertensi, atau penyakit kronis lainnya lebih rentan terinfeksi virus Corona (Covid-19) 
  • Virus Corona (Covid-19) tak hanya berdampak pada gangguan pernapasan, tetapi organ tubuh penting lainnya
  • Virus Corona (Covid-19) bisa berada dalam tubuh selama 37 hari sejak paparan virus dan memiliki risiko penularan ke orang lain
  • Pasien virus Corona (Covid-19) harus diisolasi selama 14 hari dan terus dipantau untuk mencegah penyebaran yang lebih luas

Semenjak kasus Corona virus mulai terjadi di wilayah Wuhan, China, Desember 2019 lalu, beragam pemberitaan seputar Covid-19 terus bermunculan. Mulai dari awal penyebarannya yang diduga berasal dari sebuah pasar tradisional di China yang menjual kelelawar, ada pula video yang memperlihatkan orang di tengah jalan tiba-tiba jatuh tanpa sebab, hingga beragam cerita terkait kasus Covid-19 di seluruh dunia.

Berbagai dokter dan ahli kesehatan masih terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan obat dan vaksin yang dapat membantu mengatasi virus mematikan tersebut. Selain itu, semakin bertambahnya jumlah pasien yang naik secara signifikan membuat tenaga medis tentu mengalami kelelahan dan terkuras secara fisik dan emosional. Oleh karena itu, beragam tindakan dan aturan terus dibuat oleh pemerintah di berbagai negara untuk mengurangi risiko penularan, termasuk anjuran menetap di rumah serta melakukan social distance sebaiknya dilakukan dan tidak menganggap remeh virus Covid-19 ini karena memang dampak virus corona makin hari semakin parah.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Virus Corona (Covid-19) sendiri umumnya menimbulkan gejala demam, batuk, pilek, dan sesak nafas, tetapi ada pula penderita positif Coronavirus yang tidak mengalami gejala apapun. Virus Corona ini umumnya rentan terjadi pada mereka yang memiliki sistem imun tubuh yang lemah, terutama orang lanjut usia. Tetapi apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh? Pahami dampak virus Corona (Covid-19) berikut ini.

Dampak virus Corona pada tubuh

Covid-19 merupakan istilah bagi virus Corona, di mana Covid-19 berarti: Co - Corona; Vi - Virus; D - Disease atau penyakit; 19 - Tahun 2019. Coronavirus sendiri adalah sekelompok virus yang dapat menimbulkan gangguan pernapasan pada tubuh manusia. Beberapa jenis penyakit akibat Coronavirus adalah MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS-CoV (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Gejala Covid-19 sendiri juga seringkali menyerupai gejala influenza/flu biasa, sehingga membuat sejumlah orang tidak merasa kesakitan dan tidak menyadarinya. Padahal jika dibiarkan, virus tersebut tentu akan mengganggu fungsi kerja organ paru-paru dan membahayakan keselamatan. 

Kondisi tubuh dan riwayat penyakit pada penderita Coronavirus juga berpengaruh pada mudah atau tidaknnya virus menginfeksi tubuh, termasuk kemampuan fungsi kekebalan tubuh yang dimiliki. Jika seseorang memiliki komplikasi masalah kesehatan, seperti diabetes, asma, hipertensi, atau penyakit kronis lainnya, maka akan lebih rentan terhadap virus Covid-19.

Baca juga: Perbedaan Flu Biasa dan Flu pada Gejala Corona (Covid-19)

Bagaimana cara virus Corona (Covid-19) menyebabkan infeksi pada tubuh?

Virus Corona (Covid-19) yang bisa menyebar melalui paparan tetesan (droplet) dari penderita Covid-19 ketika batuk atau bersin yang mungkin secara tidak sengaja mengenai tangan kita, lalu secara tidak sadar juga menyentuh bagian wajah seperti mata, mulut, ataupun hidung, membuat partikel virus tersebut bergerak masuk ke dalam tubuh. Untuk itu, hindari menyentuh bagian tersebut dan pastikan bahwa Anda telah mencuci tangan terlebih dahulu.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Partikel virus tersebut akan memasuki bagian belakang hidung dan selaput lendir belakang tenggorokan lalu menempel di reseptor tertentu dalam sel. Di situlah awal mulanya tubuh terinfeksi virus Corona (Covid-19). Mulai dari partikel kecil yang tidak terlihat, Coronavirus semakin mencuat dan menempel ke membran sel, lalu memasuki sel tubuh.

Setelah itu, materi genetik pada virus Corona akan mempengaruhi metabolisme sel dan merusak fungsi kerja fungsi kerja tubuh. Tak hanya itu, virus juga akan menyebabkan terjadinya pertumbuhan sel perusak lainnya di dalam tubuh. 

Mengapa virus Corona (Covid-19) bisa menyebabkan gangguan pernapasan?

Ketika virus memasuki tubuh dan semakin meningkat jumlahnya, dampak virus corona ini tentu akan menyebabkan infeksi di beberapa bagian sel tubuh. Hal ini pula yang menyebabkan munculnya gejala seperti batuk dan sakit tenggorokan. Adanya infeksi pada tubuh sendiri umumnya juga ditandai dengan terjadinya demam atau meningkatnya suhu tubuh (di atas 38 derajat celcius).

Selain itu, virus juga menyebar secara progresif ke bagian saluran pernapasan, terutama paru-paru. Ketika virus masuk ke paru-paru, selaput lendir akan meradang dan merusak alveoli (kantung paru-paru) sehingga akan menyebabkan paru-paru harus bekerja lebih keras untuk menjalankan fungsi dalam memasok oksigen ke seluruh tubuh serta membuang kandungan karbon dioksida yang dikeluarkan dengan cara dihembuskan melalui nafas.

Jika terjadi pembengkakan pada paru-paru, hal tersebut akan membuat aliran oksigen menjadi terhambat bahkan menyebabkan area pada paru-paru terisi cairan, nanah, dan sel-sel mati. Itu juga menjadi faktor penyebab infeksi paru-paru atau pneumonia. Bahkan pada beberapa kasus Covid-19, penderita juga mengalami sesak nafas sehingga harus menggunakan dengan alat bantu pernapasan (ventilator). Tetapi yang sulit dideteksi adalah ketika tubuh tidak menunjukkan gejala apapun sehingga membuat penyebaran Covid-19 terjadi dengan sangat cepat. 

Berapa lama waktu yang dibutuhkan tubuh untuk pulih dari virus Corona (Covid-19)?

Partikel atau patogen virus Corona mungkin akan mengendap dalam sistem pernapasan tubuh penderita Coronavirus selama 37 hari (5 minggu) sejak pertama kali terpapar dan bisa menularkannya ke orang lain dalam durasi waktu tersebut. Hal ini pun mungkin bisa menjadi penyebab kekambuhan virus Covid-19 pada beberapa pasien yang sudah dinyatakan sembuh sebelumnya.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Dalam pengambilan sampel pernapasan (spesimen) sendiri rata-rata dilakukan selama 20 hari dan itu menjadi bagian penting dalam memutuskan waktu isolasi dan lamanya waktu pengobatan yang dibutuhkan. Tetapi secara umum, pasien positif Covid-19 membutuhkan waktu isolasi selama 14 hari dan terus dipantau di ruang isolasi untuk mencegah penyebaran virus ke orang lain.

Baca juga: 6 Faktor Risiko yang Dapat Meningkatkan Bahaya Virus Corona (Covid-19)

Apakah virus Corona (Covid-19) dapat berdampak pada bagian tubuh lain?

Iya. Tak hanya bagian paru paru yang akan mengalami gangguan pernapasan, tetapi virus Covid-19 juga dapat menyebabkan infeksi menyebar ke bagian lain seperti hidung hingga rektum melalui selaput lendir. Infeksi sel pada sistem pencernaan juga mungkin terjadi dan menimbulkan gejala seperti diare. Bahkan virus juga dapat masuk ke aliran darah, tetapi belum diketahui apakah virus dapat bertahan pada darah atau tinja karena masih dalam peninjauan.

Sumsum tulang serta beberapa organ lain seperti jantung, hati, ataupun ginjal juga mungkin mengalami peradangan akibat infeksi virus Covid-19 bahkan langsung menyebabkan kerusakan. Tubuh sendiri memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melawan infeksi. Tetapi jika kekebalan tubuh terlalu kuat, maka peradangan yang terjadi justru akan menyebabkan hilangnya fungsi organ tubuh itu sendiri sehingga bukan hanya rusak karena virus tetapi juga oleh sistem daya tahan tubuh.

Hingga saat ini belum diketahui apakah dampak virus Corona (Covid-19) berpengaruh pada otak, tetapi karena virus Covid-19 ini masih satu kelompok dengan virus SARS yang pernah mempengaruhi fungsi otak, maka kemungkinan virus Covid-19 dapat menimbulkan infeksi pada otak dan sistem saraf perlu diteliti lebih jauh.

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.    

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. 
Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. 
Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

Sekilas Mengenai Covid-19

Covid-19 atau penyakit yang disebabkan oleh virus Corona telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Virus tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan dengan gejala demam, batuk, bersin, sakit kepala, sesak nafas, nyeri dada, hingga menyebabkan pingsan

Penularan virus bisa terjadi melalui batuk atau bersin, bersentuhan dengan penderita, serta menyentuh benda yang telah terkontaminasi karena virus dapat bertahan hingga 24 jam di permukaan benda. Untuk mencegah penyebaran virus Corona, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

Baca selengkapnya: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Coronavirus


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
NY Times. What Does the Coronavirus Do to the Body? (https://www.nytimes.com/article/coronavirus-body-symptoms.html). 12 Maret 2020
Bloomberg. Coronavirus Can Live in Patients for Five Weeks After Contagion. (https://www.bloomberg.com/news/articles/2020-03-12/coronavirus-can-live-in-patients-for-five-weeks-after-contagion). 12 Maret 2020

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app