Kesehatan Fisik

6 Faktor Risiko yang Dapat Meningkatkan Bahaya Virus Corona (Covid-19)

Dipublish tanggal: Mar 3, 2020 Update terakhir: Jun 4, 2020 Waktu baca: 6 menit
6 Faktor Risiko yang Dapat Meningkatkan Bahaya Virus Corona (Covid-19)

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Tingkat penularan virus Corona (Covid-19) bisa dikatakan cukup mudah karena dapat ditularkan melalui bersin atau batuk
  • Tingkat keparahan virus Corona (Covid-19) akan lebih tinggi atau rentan pada mereka yang memiliki kondisi penyakit tertentu
  • Waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui munculnya gejala virus Corona (Covid-19) umumnya berkisar antara 7-14 hari atau disebut juga masa inkubasi
  • Virus Corona (Covid-19) yang terus meningkat ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi dan berada di status siaga tertinggi
  • Persiapan penanganan kasus virus Corona (Covid-19) meliputi rumah sakit rujukan, alat kesehatan, dan tenaga ahli telah dipersiapkan
  • Penemuan vaksin atau obat antivirus Corona (Covid-19) masih dalam tahap penelitian dan memerlukan waktu yang cukup lama

Ketika kasus virus Corona (Covid-19) yang saat ini telah menyebar ke berbagai negara, termasuk di Indonesia tentu membuat sedikit kekhawatiran akan bahaya virus tersebut bagi kesehatan tubuh. Beragam fakta dan mitos yang beredar luas tentu perlu diamati lebih jauh agar tidak menimbulkan rasa panik pada masyarakat. 

Informasi yang benar dan akurat sangat penting untuk membantu menyikapi kondisi yang ada saat ini sehingga dapat membantu mencegah penyebaran virus semakin meluas. Pemahaman akan bahaya virus Corona (Covid-19) tidak perlu disikapi berlebihan, justru seharusnya dijadikan arahan untuk melawan keganasan virus tersebut.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Blackmores Celery dapat digunakan untuk kesehatan sendi dan meredakan sakit akibat arthirits, encok dan rematik. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores celery 7000 120 1

6 Faktor Risiko yang Dapat Meningkatkan Bahaya Virus Corona (Covid-19)

1. Tingkat penularan virus Corona (Covid-19)

Pada awal muncul kasus Corona akhir Desember 2019 lalu dikatakan bahwa sumber awal virus ini berasal dari kelelawar yang ada di pasar seafood wilayah Wuhan. Diketahui pula bahwa virus ini ternyata bisa menular antar manusia dan dengan cepat menyebar ke berbagai wilayah hingga seluruh wilayah Wuhan mengalami penutupan total (lockdown) sebagai langkah awal pencegahan penyebaran yang lebih luas lagi.

Bahkan penularan virus Corona (Covid-19) dianggap cukup mudah terjadi. Meski tidak menular lewat udara, tetapi patogen virus dapat bertahan di permukaan benda hingga lebih dari 24 jam. Berdasarkan data perbandingan antara virus Corona (Covid-19) dengan SARS yang pernah terjadi di China juga, penyebaran virus Corona (Covid-19) jauh lebih cepat dan masif meski baru menginjak hari ke-20 sejak kasus ini dilaporkan ke WHO. 

Salah satu penyebab utama penularan virus Corona (Covid-19) antar manusia bisa terjadi akibat droplet atau cairan batuk atau bersin dari penderita virus Corona (Covid-19) mengenai bagian tubuh orang lain seperti tangan, hidung, ataupun mulut dan masuk ke dalam paru-paru sehingga menyebabkan infeksi. Inilah salah satu alasan mengapa orang yang sedang batuk atau bersin wajib menutupnya dengan tisue atau siku serta menggunakan masker.

Selain itu, setiap orang yang sedang sakit atau tidak fit juga disarankan untuk menggunakan masker bahkan jika memungkinkan agar tidak keluar rumah dan menghindari keramaian, serta segera memeriksakan diri ke dokter jika setelah beberapa hari belum menunjukkan tanda kesembuhan. Untuk mengurangi kemungkinan terjangkit oleh virus Corona (Covid-19), setiap orang pun disarankan untuk lebih sering mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. 

Baca juga: Cegah Penularan Virus Corona dengan Masker

2. Tingkat keparahan virus Corona (Covid-19)

Dengan jumlah penderita yang terinfeksi virus Corona (Covid-19) mencapai puluhan ribu orang dan beberapa ribu orang meninggal dunia, kasus ini tidak bisa dianggap kecil. Bahkan diasumsikan tingkat kematian akibat virus Corona (Covid-19) mencapai lebih dari 1 persen dan lebih tinggi dari kasus flu biasa. Beberapa orang pun ada yang menganggap remeh gejala yang muncul sehingga sering diabaikan dan tidak memeriksakan diri ke dokter.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Blackmores Celery dapat digunakan untuk kesehatan sendi dan meredakan sakit akibat arthirits, encok dan rematik. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores celery 7000 120 1

Padahal berdasarkan sebuah hasil penelitian terhadap lebih dari 44.000 penderita yang dikonfirmasi positif Corona (Covid-19), ditemukan bahwa sekitar 1 dari 50 orang di China meninggal dunia. Kasus ini dapat lebih parah dan rentan terjadi pada mereka yang memiliki penyakit lain atau mereka yang memiliki sistem imun yang lemah, termasuk orang tua dan ibu hamil.

Menurut penelitian, sebanyak 81 persen kasus Corona (Covid-19) terjadi pada mereka yang menderita penyakit ringan, 14 persen pada penderita penyakit parah, serta 5 persen terjadi pada mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis. Tetapi secara umum, virus Corona (Covid-19) dapat menginfeksi siapapun sehingga kewaspadaan sangat diperlukan untuk mencegahnya.

3. Durasi waktu gejala virus Corona (Covid-19) muncul

Seperti yang sudah sering dijelaskan sebelumnya, bahaya virus Corona (Covid-19) dapat dengan mudah menyebar. Tetapi banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki patogen tersebut di dalam dirinya atau disebut super spreader, karena dalam beberapa kasus virus Corona (Covid-19) tidak selalu menimbulkan gejala. 

Waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui munculnya gejala virus Corona (Covid-19) umumnya berkisar antara 7-14 hari atau disebut juga masa inkubasi. Sementara jika flu biasa, masa inkubasi hanya berkisar 2-3 hari saja. Begitupun dengan SARS yang memerlukan masa inkubasi sekitar 5 hari setelah gejala muncul sebelum menularkan virus tersebut ke orang lain sehingga akan lebih mudah menghentikan penularan virus karena sudah terdeteksi lebih cepat. 

4. Jumlah penderita virus Corona (Covid-19) yang terinfeksi 

Wabah virus Corona (Covid-19) sudah dinyatakan oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) sebagai pandemi dan berada di level siaga tertinggi. Pandemi sendiri merupakan istilah bagi kasus atau wabah penyakit yang mudah menular dan terjadi secara luas karena mengalami peningkatan kasus secara mendadak dengan jumlah penderita yang sangat tinggi bahkan di atas rata-rata dari perkiraan awal. 

Meski saat ini Corona (Covid-19) belum ditetapkan sebagai pandemik atau status bagi penyakit menular yang dapat membahayakan keselamatan banyak orang secara bersamaan dan dengan mudah menular, tetapi berbagai ahli kesehatan sudah mewaspadai hal ini. Salah satu contoh kasus pandemik adalah kasus flu babi (H1N1) yang pernah terjadi di tahun 2009 lalu.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Obat Batuk Pei Pa Koa dapat membantu meredakan batuk berdahak, sakit tenggorokan, melegakan sakit tenggorokan, dan memelihara kesehatan paru-paru. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1

Berdasarkan data yang dirilis oleh situs resmi kesehatan dunia, jumlah kasus virus Corona (Covid-19) terus meningkat. Tak hanya di China sendiri, tetapi kasus Coronavirus ini juga mulai banyak terjadi di Amerika Serikat, Italia, Spanyol, dan Iran dengan jumlah penderita yang semakin bertambah. Dengan cara penularan yang cukup mudah, hal ini tentu mempengaruhi jumlah penderita yang terinfeksi sehingga semakin banyak. 

5. Penanganan kasus virus Corona (Covid-19)

Sejak wilayah Wuhan diketahui menjadi sumber asal virus Corona (Covid-19) ini, pemerintah China segera melaporkan kejadian ini ke WHO untuk diteliti lebih jauh. Begitupun dengan aksi cepat pemerintah China untuk menutup akses masuk dan keluar wilayah tersebut (lockdown) serta menghentikan seluruh kegiatan atau acara besar yang melibatkan banyak orang menjadi langkah yang tepat untuk mengurangi penyebaran virus Corona (Covid-19).

Selain di China, hampir di seluruh negara dilakukan persiapan dan tes pemeriksaan demi mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) secara masif di setiap gerbang kedatangan, misalnya di bandara. Bahkan larangan berpergian atau travel warning ke beberapa negara yang sudah terdapat kasus Corona (Covid-19) juga diberlakukan secara ketat, termasuk pemberhentian sementara pelaksanaan ibadah Umroh di Arab Saudi.

Meski tidak sepenuhnya dapat dicegah, tetapi mengurangi risiko penyebaran tentu penting dilakukan agar penyebaran tidak semakin meluas. Persiapan pemerintah seperti rumah sakit rujukan, alat kesehatan, dan tenaga ahli juga telah tersedia di Indonesia. Sebanyak 100 rumah sakit di berbagai daerah di Indonesia, termasuk 3 di antaranya ada di Jakarta, yaitu RS Sulianti Saroso, RS Persahabatan, dan RSPAD Gatot Subroto. Pemerintah Indonesia juga mempergunakan Wisma Atlet di Kemayoran sebagai rumah sakit darurat.

Baca juga: Indonesia Positif Corona, Perhatikan Informasi Penting Berikut

6. Waktu penemuan vaksin atau obat antivirus Corona (Covid-19) 

Setelah memasuki bulan ke-3 sejak awal diberitakan adanya kasus Corona (Covid-19) atau yang dulunya disebut 2019-nCov belum juga diketahui vaksin atau obat yang tepat untuk mengatasi kondisi ini. Beberapa jenis obat sedang diuji dalam penelitian klinis, tetapi untuk vaksin virus Corona (Covid-19) sendiri mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama. Seperti kasus SARS di tahun 2003 lalu, pengembangan vaksin bahkan membutuhkan waktu sekitar 20 bulan.

Beberapa jenis obat tersebut antara lain remdesivir yang dipakai dalam mengatasi Ebola dan SARS, obat malaria Chloroquine Phosphate, obat HIV dengan kandungan Lopinavir dan Ritonavir, hingga kandungan curcumin pada jahe dan temulawak diperkirakan dapat menjadi bagian dari pengobatan Corona (Covid-19) yang sedang diteliti oleh para ilmuwan. 

Dengan semakin lamanya waktu penemuan vaksin atau obat antivirus, maka risiko bahaya virus Corona (Covid-19) ini masih mungkin terjadi. Oleh karena itu, tindakan pencegahan atau preventif sangat penting dilakukan, termasuk menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri dan orang di sekitar. 

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.    

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. 
Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. 
Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

Sekilas Mengenai Covid-19

Covid-19 atau penyakit yang disebabkan oleh virus Corona telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Virus tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan dengan gejala demam, batuk, bersin, sakit kepalasesak nafas, nyeri dada, hingga menyebabkan pingsan. 

Penularan virus bisa terjadi melalui batuk atau bersin, bersentuhan dengan penderita, serta menyentuh benda yang telah terkontaminasi karena virus dapat bertahan hingga 24 jam di permukaan benda. Untuk mencegah penyebaran virus Corona, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

Baca selengkapnya: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Coronavirus

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app