ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN
Kesehatan Fisik

Virus Corona Kian Mewabah, Jenis Virus Apakah Ini?

Dipublish tanggal: Jan 23, 2020 Update terakhir: Mar 7, 2020 Tinjau pada Feb 20, 2020 Waktu baca: 4 menit
Virus Corona Kian Mewabah, Jenis Virus Apakah Ini?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Coronavirus atau virus corona adalah virus yang dapat menginfeksi hidung, sinus, hingga tenggorokan atas.
  • VIrus corona diketahui hanya menginfeksi hewan unta, kucing, hingga kelelawar. Namun, lambat laun dapat berevolusi hingga menginfeksi manusia.
  • WHO resmi mengganti nama coronavirus dengan Covid-19, yang artinya Corona Virus Disease yang ditemukan pertama kali tahun 2019.
  • Secara umum, gejala virus corona penyebab pneumonia Wuhan adalah demam, sesak napas, dan batuk-batuk.
  • Rajin mencuci tangan pakai sabun atau hand-sanitizer bisa membantu mencegah penularan virus corona.

Virus corona diketahui sebagai penyebab wabah pneumonia Wuhan yang tengah menjadi perbincangan dunia saat ini. Sebetulnya, virus corona sudah lama ada, tapi virus yang mewabah di China ternyata berbeda dengan virus corona penyebab SARS atau MERS. Karena penyebarannya terjadi begitu cepat, bukan tidak mungkin jika penyakit ini akan sampai ke Indonesia. Lantas, apa saja gejala virus corona itu?

Apa itu virus corona?

Coronavirus atau virus corona adalah virus yang dapat menginfeksi hidung, sinus, hingga tenggorokan atas. Disebut coronavirus karena virus ini memiliki "Corona" yang artinya mahkota.

Mahkota tersebut merupakan protein S atau spike protein yang tersebar di sekeliling permukaan virus. Protein itulah yang bertugas untuk menginfeksi manusia.

Pada awalnya, coronavirus diketahui hanya menginfeksi hewan unta, kucing, hingga kelelawar. Namun, lambat laun dapat berevolusi hingga menginfeksi manusia secara langsung seperti pada kasus SARS dan MERS. 

Ada banyak jenis virus corona yang dapat menginfeksi manusia, yaitu:

  • 229E (alpha coronavirus)
  • NL63 (alpha coronavirus)
  • OC43 (beta coronavirus)
  • HKU1 (beta coronavirus)
  • MERS-CoV (beta coronavirus yang menyebabkan MERS)
  • SARS-CoV (beta coronavirus yang menyebabkan sindrom pernapasan akut berat / SARS)

Selain 6 jenis tersebut, pada 9 Januari 2020 ditemukan virus corona jenis baru yang sempat diberi nama 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). Namun, baru-baru ini, WHO resmi mengganti nama 2019-nCoV dengan Covid-19 pada Rabu (12/2/2020).

Covid-19 merupakan singkatan dari Corona Virus Disease dan angka 19 berarti muncul pertama kali di tahun 2019. Virus tersebut menjadi penyebab pneumonia Wuhan yang hingga saat ini terus mewabah ke beberapa negara di sekitarnya.

Baca Selengkapnya: Muncul Wabah Baru dari Cina "Pneumonia Wuhan", Kenali Gejalanya

Bagaimana cara penyebaran virus corona?

Awalnya, virus corona hanya dapat menginfeksi tubuh hewan seperti unta, kucing, atau kelelawar. Namun, berkat kemampuan evolusinya, jenis virus ini dapat menginfeksi manusia bahkan diduga juga bisa menular antar manusia.

Secara umum, kebanyakan jenis virus corona menyebar dengan cara yang sama seperti pilek. Berbagai cara penyebaran virus corona antara lain:

  • Batuk atau bersin, tanpa menutupi mulut.
  • Menyentuh atau bersalaman dengan orang yang sedang sakit atau terkena infeksi coronavirus.
  • Menyentuh benda-benda yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh hidung, mata, atau mulut. Virus dari benda dapat berpindah ke permukaan kulit hingga masuk ke dalam tubuh

Melansir dari WebMD, hampir semua orang dapat mengalami infeksi coronavirus setidaknya sekali seumur hidup, terutama anak-anak. Namun, tingkat keparahan gejala yang ditimbulkan tentu tergantung dari jenis virus corona mana yang menginfeksi tubuh. 

Tanda dan gejala virus corona

Dilihat dari gejalanya, ciri-ciri infeksi virus corona mirip seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) atau flu biasa. Virus ini biasanya tidak dapat bertahan lama dalam tubuh, hanya sekitar 2-4 hari lalu sembuh.

Melansir dari CDC, tanda dan gejala virus corona dalam tubuh adalah:

Berbeda dengan itu, infeksi coronavirus (Covid-19) yang terjadi di Kota Wuhan, China, menimbulkan gejala mirip pneumonia. Penderita mengalami gejala berupa demam, sesak napas, hingga batuk-batuk. Karena itulah, penyakit ini juga disebut dengan pneumonia Wuhan.

Menurut CDC, seseorang berisiko terkena penyakit pneumonia Wuhan jika mengalami gejala berikut:

  • Demam dan mengalami gejala infeksi saluran pernapasan bawah lainnya, seperti batuk atau sesak napas. Gejala tersebut muncul setidaknya 2 minggu setelah bepergian ke Kota Wuhan atau wilayah yang terkena wabah, atau setelah melakukan kontak langsung dengan orang yang diduga terinfeksi virus corona.
  • Demam atau gejala infeksi saluran pernapasan bawah lainnya selama 2 minggu setelah melakukan kontak langsung dengan orang yang sudah didiagnosis terinfeksi coronavirus.

Baca Juga: 6 Obat Pneumonia Alami yang Ampuh Redakan Gejala

Cara melindungi diri dari infeksi virus corona

Hingga saat ini belum ada satupun vaksin yang dapat mencegah virus corona. Terlebih, infeksi Novel Coronavirus (Covid-19) lebih rentan dialami oleh orang-orang yang sistem imunnya lemah, seperti anak-anak dan lansia.

Untuk melindungi diri dan keluarga dari infeksi coronavirus, lakukan beberapa upaya pencegahan berikut ini:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir bersuhu hangat, atau bisa juga dengan menggunakan hand-sanitizer.
  • Jangan pernah menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan secara langsung.
  • Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit.
  • Perbanyak minum air putih.
  • Istirahat cukup.
  • Hindari bepergian ke negara-negara yang sedang terkena wabah virus corona untuk sementara waktu.

Situasi terkini virus corona Covid-19

Per tanggal 2 Maret 2020, total kasus virus corona Covid-19 mencapai 89.074 kasus di seluruh dunia. Tak hanya di China, virus mengerikan yang satu ini bahkan telah menyebar hingga ke hampir seluruh belahan dunia.

Sampai saat ini, infeksi Covid-19 telah merenggut 3.048 jiwa. Kabar baiknya, sekitar 45.110 orang yang menjalani perawatan berhasil pulih. Hal ini membuat para tim medis terus mengupayakan pengobatan virus corona untuk menekan jumlah kasusnya. 

Coronavirus penyebab pneumonia Wuhan terus menyebar dengan cepat. Bahkan, penyakit mematikan ini dikonfirmasi sudah masuk ke tanah air dan menjangkiti 2 warga Negara Indonesia.

Meskipun pemerintah telah melakukan upaya pencegahan, tetap waspadai gejala virus corona. Segera periksakan diri jika merasa tubuh Anda bermasalah - terlebih setelah mengunjungi Kota Wuhan atau wilayah lainnya yang terkena wabah.

Untuk informasi dan laporan mengenai COVID-19, harap menghubungi hotline virus corona Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) di nomor 021-5210411 atau 0812-1212-3119.
Khusus untuk area Jakarta, Anda bisa menghubungi nomor 112 dan 119 EXT 9.

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Healthline. The Latest on the Coronavirus: Cases Top 45,000. (https://www.healthline.com/health-news/what-to-know-about-the-mysterious-coronavirus-detected-in-china). 12 Februari 2020.
Medical News Today. What to know about coronaviruses. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/256521.php). 31 Januari 2020.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app