ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR. VINA SETIAWAN
Kesehatan Fisik

Muncul Wabah Baru dari Cina "Pneumonia Wuhan", Kenali Gejalanya

Dipublish tanggal: Jan 21, 2020 Update terakhir: Agu 5, 2020 Tinjau pada Feb 20, 2020 Waktu baca: 4 menit
Muncul Wabah Baru dari Cina "Pneumonia Wuhan", Kenali Gejalanya

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Virus corona dapat menyebabkan penyakit yang ringan seperti flu biasa hingga penyakit berat seperti MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS-CoV (Severe Acute Respiratory Syndrome)
  •  Gejala pneumonia Wuhan yang muncul pada penderita meliputi demam, sesak napas, hingga batuk yang menandakan adanya infeksi di paru-paru.
  • Karena termasuk virus baru, belum ada vaksin yang dapat membantu mencegah pneumonia Wuhan.
  • Cara terbaik untuk mencegah pneumonia Wuhan adalah dengan menjaga kebersihan dan kesehatan diri.
  • Jika Anda atau anggota keluarga mengalami demam atau gejala lainnya mirip pneumonia, terutama setelah bepergian ke wilayah yang terkena wabah, segera periksakan diri ke dokter.

Menjelang perayaan tahun baru sebagai festival terbesar di Cina, warga di pusat Kota Wuhan dihebohkan dengan mewabahnya virus misterius mirip pneumonia. Hingga artikel ini ditulis, sebanyak empat orang dilaporkan meninggal dunia dan ratusan orang dilarikan ke rumah sakit akibat timbulnya gejala mirip penyakit pneumonia. Karena ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, penyakit ini kerap disebut dengan pneumonia Wuhan.

Apa penyebab pneumonia Wuhan?

Kasus pneumonia Wuhan pertama kali ditemukan pada seorang wanita yang bepergian dari Kota Wuhan, Cina ke Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan. Awal mula munculnya virus penyebab pneumonia akut ini masih belum bisa dipastikan. Namun setelah diteliti lebih lanjut, wabah ini disebabkan oleh infeksi virus corona tipe baru bernama Novel Coronavirus (2019-nCoV).

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Melansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, virus corona dapat menyebabkan penyakit yang ringan seperti flu biasa hingga penyakit berat seperti MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS-CoV (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Baca Selengkapnya: MERS-CoV Mengancam Dunia, Penyakit Apakah Itu?

Virus corona umumnya menular dari hewan ke manusia, bisa dari hewan unta, kucing, dan kelelawar. Namun, bukan berarti virus corona yang mewabah di Negara Tirai Bambu tersebut sudah pasti disebabkan oleh hewan tersebut.

Para ahli menduga bahwa virus penyebab pneumonia Wuhan mungkin tidak se-mematikan jenis virus corona lainnya, seperti virus SARS. Namun, wabah ini tetap harus diwaspadai mengingat penyebarannya terjadi sangat cepat.

Buktinya, penyebaran virus penyebab pneumonia Wuhan diketahui telah menyebar hingga ke sejumlah kota seperti Beijing, Shanghai, dan Shenzhen. Lebih parahnya lagi, beberapa negara lain ikut terkena dampaknya.

Cara penularan pneumonia Wuhan

Penularan pneumonia Wuhan diduga kuat berkaitan dengan pasar ikan laut Huanan di Kota Wuhan. Namun, beberapa pasien yang positif terinfeksi justru membantah sempat mengunjungi pasar tersebut sebelum akhirnya terkena gejala.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa penularan pneumonia Wuhan diperkirakan berasal dari hewan yang terkontaminasi kemudian menular ke manusia. Hal ini karena virus corona secara umum hanya dapat ditularkan dari hewan ke manusia saja.

Tetapi Zhong Nanshan, seorang ilmuwan terkenal dari National Health Commision, memperingatkan bahwa virus ini bisa saja menular dari satu orang ke orang lain - meskipun memang belum terbukti.

Tanda dan gejala pneumonia Wuhan

Dilihat dari gejalanya, infeksi virus yang ditemukan baru-baru ini cenderung mirip seperti gejala pneumonia pada umumnya. Gejala pneumonia Wuhan yang muncul pada penderita meliputi demam, sesak napas, hingga batuk yang menandakan adanya infeksi di paru-paru.

Pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut yang menyebabkan kantung paru-paru (alveoli) terisi cairan atau nanah. Secara umum, tanda dan gejala pneumonia adalah:

  • Demam, berkeringat, hingga menggigil
  • Batuk, kadang disertai dengan dahak berwarna hijau, kuning, atau bahkan darah
  • Sesak napas
  • Napas berat dan cepat
  • Nyeri tajam di bagian dada, sering kali terasa memburuk saat bernapas atau batuk
  • Penurunan nafsu makan, kelelahan, dan tidak bertenaga
  • Mual dan muntah

Baca Selengkapnya: 9 Gejala Pneumonia yang Harus Dicermati

Jika seseorang mengalami demam atau salah satu dari gejala tersebut dan diketahui baru saja bepergian dari wilayah yang terkena wabah, maka sebaiknya pasien segera dibawa ke rumah sakit untuk isolasi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Anti Virus via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 23

Bagaimana cara mencegah pneumonia Wuhan?

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa bukan tidak mungkin jika wabah di Wuhan, Cina akan sampai ke tanah air. Mobilisasi yang tinggi, terutama ke wilayah yang terkena wabah seperti Cina, menjadi salah satu faktor risiko penyebaran dan penularan.

Agar itu tidak terjadi, pemerintah telah melakukan kewaspadaan dini dengan menyediakan 135 thermal scanner di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Bandara di seluruh Indonesia, terutama yang mempunyai akses langsung dari Cina. Penumpang juga akan diberikan kartu kewaspadaan kesehatan (health alert card) dan diminta untuk memantau sekaligus melapor jika terjadi keluhan soal kesehatannya.

Karena termasuk virus baru, belum ada vaksin yang dapat membantu mencegah pneumonia Wuhan. Salah satu cara termudahnya adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan Anda serta keluarga.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena infeksi virus corona, antara lain:

  • Rajin cuci tangan dengan sabun, terutama sebelum mengolah makanan, sebelum dan sesudah makan, serta setelah bersalaman dengan orang sakit.
  • Hindari kontak langsung dengan hewan dan produk hewani seperti daging dan telur.
  • Hindari menyentuh hewan liar atau hewan yang sudah mati setelah disembelih.
  • Gunakan sarung tangan saat menyentuh hewan atau mengolah produk hewan menjadi makanan.
  • Pastikan semua makanan benar-benar dimasak hingga matang sempurna untuk membunuh bakteri yang tersimpan dalam bahan makanan, terutama telur dan daging.
  • Pakai masker saat sedang sakit atau berada di tempat umum.
  • Menutupi hidung dengan saputangan atau tisu saat batuk dan cuci tangan sesegera mungkin.

Baca Juga: Etika Batuk dan Bersin Agar Tidak Merugikan Orang Lain

Walaupun letak Cina cukup jauh dari Indonesia, risiko penularan infeksi virus corona akan tetap ada dan bukan hal tidak mungkin untuk sampai ke tanah air. Yang terpenting, masyarakat diminta agar tidak panik tapi tetap waspada. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami demam atau gejala lainnya mirip pneumonia, terutama setelah bepergian ke wilayah yang terkena wabah, segera periksakan diri ke dokter.

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin. 
    

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app