GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI
Kesehatan Fisik

Perbedaan Flu Biasa dan Flu pada Gejala Corona (Covid-19)

Dipublish tanggal: Mar 12, 2020 Update terakhir: Agu 4, 2020 Waktu baca: 5 menit
Perbedaan Flu Biasa dan Flu pada Gejala Corona (Covid-19)

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Flu biasa lebih sering menyerang anak-anak, sementara flu yang menjadi salah satu gejala virus Corona (Covid-19) lebih banyak dialami oleh orang lanjut usia (di atas 65 tahun)
  • Gejala yang dialami oleh penderita flu umumnya mendadak dengan masa inkubasi yang cukup singkat yaitu sekitar 2-4 hari, sementara gejala flu pada Covid-19 disertai dengan demam ataupun sesak nafas dengan masa inkubasi sekitar 2-14 hari
  • Flu biasa atau flu pada Covid-19 sama-sama menyebabkan gangguan pernapasan dan dapat menular melalui udara akibat cairan (droplet) yang keluar akibat bersin ataupun batuk
  • Obat dan vaksin flu biasa sudah ada, sementara obat dan vaksin virus Corona (Covid-19) masih dalam tahap uji klinis
  • Karena memiliki gejala yang mirip, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter demi mendapatkan kepastian kondisi

Influenza atau flu memang cukup sering dialami oleh banyak orang dan umumnya terjadi pada anak-anak hampir di setiap pergantian musim. Flu sendiri juga memiliki gejala yang mirip dengan batuk pilek biasa (common cold) yang memiliki gejala hidung tersumbat, pilek, demam, bersin, batuk, lemas, hingga sakit kepala. Tetapi umumnya gejala flu terjadi secara mendadak dan dapat mudah menular ke orang lain. 

Gejala flu biasa sebenarnya dapat hilang sendiri dalam waktu kurang dari satu minggu, tetapi penderita flu disarankan untuk beristirahat di rumah, mengonsumsi makanan sehat dan menambah asupan vitamin C, serta minum air putih yang banyak. Tetapi jika kondisi tersebut tak kunjung membaik atau masih dirasakan dalam waktu yang cukup lama, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Imboost merupakan suplemen yang digunakan untuk terapi suportif agar daya tahan tubuh meningkat dan memulihkan kondisi setelah sakit. Imboost mengandung Echinaceae dan Zinc Picolinate.

Imboost force tablet 4

Hal tersebut dikarenakan gejala flu juga menjadi salah satu gejala Coronavirus (Covid-19) yang muncul selain batuk dan demam. Belum lagi tidak semua orang mengalami gejala yang sama atau bahkan penyakit muncul tanpa gejala tertentu. Oleh karena itu, kewaspadaan akan munculnya gejala perlu diperhatikan lebih mendalam dengan bantuan tes pemeriksaan kesehatan, terutama melihat kembali riwayat perjalanan ke daerah yang rawan akan virus Corona.

Baca juga: Berita Terbaru & 10 Fakta Mengenai Virus Corona yang Perlu Diketahui

Meski gejala flu biasa (common cold) dan gejala virus Corona (Covid-19) terbilang mirip terlebih sama-sama menyebabkan gangguan pernapasan, tetapi keduanya berasal dari jenis virus yang berbeda. Untuk mengetahui lebih dalam seputar gejala flu pada flu biasa dan Covid-19, berikut ini ringkasannya.

Persamaan antara Flu Biasa dan Flu pada Covid-19

Gejala umum yang muncul

Baik flu biasa maupun flu pada Covid-19 memiliki gambaran yang hampir mirip karena keduanya sama-sama menganggu saluran pernapasan. Beberapa gejala flu yang mungkin muncul bisa berupa demam, batuk, lemas, hingga sakit kepala, tetapi terkadang flu juga bisa muncul secara mendadak tanpa gejala tertentu.

Transmisi atau penularan

Flu biasa maupun flu pada Covid-19 dapat ditularkan melalui tetesan/cairan (droplet) yang keluar ketika penderita batuk, bersin, ataupun saat berbicara. Oleh karena itu, penderita flu disarankan menggunakan masker mulut dan menutup mulut ketika batuk atau bersin. Selain itu, ada baiknya untuk menghindari kontak langsung, seperti bersalaman dengan penderita flu serta menjaga jarak sekitar 1,5 meter untuk mengurangi risiko penularan. 

Penularan juga bisa terjadi ketika menyentuh permukaan atau benda yang telah terkontaminasi di mana cairan tersebut mungkin telah menempel pada tangan atau benda-benda di sekitar (gagang pintu, tombol lift, meja, alat kantor, dan lain-lain), sehingga membersihkan secara rutin dapat membantu mengurangi risiko penyebaran ke orang lain.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk dan Flu via HDmall

Dapatkan Obat Batuk dan Flu Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 9

Cara pencegahan

Cara mencegah penularan flu biasa ataupun flu akibat Coronavirus adalah dengan rajin mencuci tangan menggunakan air bersih dan sabun. Jika sedang batuk atau bersin, sebaiknya menutupinya dengan siku tangan agar mengurangi risiko penularan. Selain itu, hindari kontak dengan orang lain serta beristirahat di rumah juga menjadi pilhan yang tepat untuk mencegah penularan terhadap orang lain.

Perbedaan antara Flu Biasa dan Flu pada Covid-19

Gejala yang lebih spesifik

Gejala flu biasa umumnya berupa batuk, bersin, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, hingga lemas. Sementara Covid-19 yang juga memiliki gejala flu sebagai salah satu gejalanya juga mungkin disertai demam, sesak nafas, batuk, sakit kepala, nyeri otot, radang tenggorokan, pilek, hingga rasa sakit di seluruh bagian tubuh.

Penyebab

Flu biasa bisa disebabkan oleh beberapa jenis virus influenza yang mudah menyebar melalui udara (batuk atau bersin). Bahkan flu juga dapat ditularkan melalui kontak dengan hewan yang sudah terinfeksi seperti H1N1 (flu babi), H5N1 (flu burung), dan lainnya. Sementara kasus Covid-19 yang mulai muncul akhir Desember 2019 ini disebabkan oleh virus corona jenis lain yang juga pernah menjadi penyebab penyakit MERS dan SARS beberapa waktu lalu yang menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan. 

Baca juga: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Coronavirus

Masa inkubasi

Masa inkubasi adalah masa ketika infeksi mulai terjadi hingga munculnya tanda atau gejala pada tubuh. Flu biasa atau influenza biasanya hanya terjadi dalam waktu yang singkat (2-4 hari), sementara flu pada Covid-19 mungkin muncul pada 2-14 hari setelah paparan. Hal tersebut menandakan flu sebenarnya dapat lebih mudah menyebar daripada virus Corona. 

Usia penderita

Penderita flu umumnya dialami oleh anak-anak dan ibu hamil, tetapi penderita Covid-19 lebih banyak dialami oleh mereka yang sudah berusia lanjut (65 tahun ke atas). Selain itu, memiliki riwayat penyakit atau kondisi kesehatan lain yang mendasari dapat meningkatkan risiko yang lebih parah terhadap infeksi virus Corona. Tetapi keduanya akan lebih rentan dialami oleh penderita yang memiliki sistem imun tubuh yang lemah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Obat Batuk Pei Pa Koa dapat membantu meredakan batuk berdahak, sakit tenggorokan, melegakan sakit tenggorokan, dan memelihara kesehatan paru-paru. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1

Baca juga: Yang Perlu Diketahui Seputar Kasus Corona (Covid-19)

Tingkat angka kematian

Menurut data dari WHO, tingkat angka kematian atau mortalitas pada penyakit flu tergolong cukup rendah, tetapi berbeda dengan yang terjadi di Indonesia, seperti yang dikatakan oleh Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, bahwa kasus flu di Indonesia jauh lebih tinggi (tanpa menyebut jumlah) dan hal tersebut bisa dipengaruhi oleh sarana prasarana dan kualitas layanan kesehatan yang ada di sekitar.

Di Amerika Serikat umumnya kasus flu berada di bawah 0,1 persen, sementara tingkat angka kematian (mortality rate) pada kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai 3-4 persen (di luar perkiraan awal WHO sebesar 2 persen).

Cara pengobatan

Hingga saat ini, obat dan vaksin untuk mengatasi Covid-19 masih diuji. Meski beberapa obat lain seperti obat HIV, obat malaria dikatakan dapat membantu mengatasi virus Corona, tetapi hal tersebut belum terbukti secara pasti. Selain itu, beberapa bahan alami seperti rempah-rempah yang mengandung kurkumin berupa jahe, temulawak, kunyit, dan lainnya yang juga disarankan hanya bisa menjadi salah satu bahan untuk memperkuat daya tahan tubuh.

Umumnya hanya dapat dilakukan melalui beragam tips pencegahan, seperti rajin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, menghindari keramaian atau kontak langsung seperti bersalaman, serta hindari menyentuh bagian wajah dengan tangan. Selain menjaga kebersihan, untuk mencegah penularan virus Corona juga disarankan untuk menjaga kesehatan tubuh dengan mengonsumsi vitamin yang dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh.

Baca juga: Obat HIV Bisa Bantu Atasi Virus Corona

Tetapi untuk obat antivirus atau vaksin flu sudah ada dan bisa digunakan untuk mencegah infeksi flu (influenza), terutama pada anak-anak di atas 6 bulan. Dalam mempercepat penyembuhan flu, umumnya penderita flu dapat diberikan paracetamol atau ibuprofen yang tersedia dalam berbagai merk.

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.    

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. 
Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. 
Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

Sekilas Mengenai Covid-19

Covid-19 atau penyakit yang disebabkan oleh virus Corona telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Virus tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan dengan gejala demam, batuk, bersin, sakit kepala, sesak nafas, nyeri dada, hingga menyebabkan pingsan

Penularan virus bisa terjadi melalui batuk atau bersin, bersentuhan dengan penderita, serta menyentuh benda yang telah terkontaminasi karena virus dapat bertahan hingga 24 jam di permukaan benda. Untuk mencegah penyebaran virus Corona, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

Baca selengkapnya: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Coronavirus


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
CNN. Is it allergies, the flu or the coronavirus? How to tell the difference. (https://edition.cnn.com/2020/03/11/health/coronavirus-cold-allergies-flu-difference-symptoms-wellness-trnd/index.html). 11 Maret 2020
CDC. Update: Public Health Response to the Coronavirus Disease 2019 Outbreak — United States, February 24, 2020. (https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/69/wr/mm6908e1.htm)
Livescience. How does the new coronavirus compare with the flu? (https://www.livescience.com/new-coronavirus-compare-with-flu.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app