Virus Corona (Covid 19)

Dipublish tanggal: Jan 31, 2020 Update terakhir: Apr 6, 2021 Tinjau pada Feb 13, 2020 Waktu baca: 7 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Covid-19 adalah jenis virus Corona lain selain MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS-CoV (Severe Acute Respiratory Syndrome)
  • Gejala Corona virus yang umum terjadi di antaranya batuk, demam, flu, sakit kepala, mudah lelah, dan anosmia (hilangnya indera penciuman)
  • Virus Corona bisa ditularkan melalui droplet dari penderita Corona virus (Covid 19) seperti batuk atau bersin, serta barang yang telah terkontaminasi virus
  • Dalam menentukan seseorang terjangkit virus Corona atau tidak bisa dilakukan sejumlah langkah pemeriksaan, seperti rapid test dan swab test (PCR)
  • Lakukan vaksin Covid 19 untuk mencegah bahaya virus Corona serta membantu melindungi orang-orang di sekitar yang rentan terhadap virus Covid 19
  • Covid-19 dapat diminimalisir dengan menerapkan protokol kesehatan (3M), yaitu penggunaan masker, rajin cuci tangan, dan menjaga jarak
  • Dapatkan vitamin untuk daya tahan tubuh atau membutuhkan tes Covid 19 melalui HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD

Virus Corona atau Coronavirus adalah sekelompok virus yang merusak saluran pernapasan dan menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan. Beberapa jenis penyakit Coronavirus, antara lain MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome), SARS-CoV (Severe Acute Respiratory Syndrome), dan Covid-19.

Baca juga: Update Virus Corona (Covid-19). Kapan Corona Berakhir?

Iklan dari HonestDocs
Beli Perlengkapan New Normal via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 1

Apa itu virus Corona?

Coronavirus termasuk ke dalam virus zoonosis yang berarti bisa ditularkan melalui hewan ataupun manusia. Seperti pada kasus virus SARS-CoV yang juga pernah terjadi di China, penyebarannya diduga disebabkan oleh hewan musang. Sementara itu, virus MERS-CoV diduga berasal dari unta dan pertama kali terjadi di Arab Saudi. 

Pada bulan Desember 2019 lalu, WHO juga telah mengkonfirmasi bahwa negara yang terkena virus Corona pertama kali dilaporkan terjadi di daerah Wuhan, China dan diduga berasal dari hewan kelelawar yang dikonsumsi dan menular antar manusia. 

Jenis virus Corona baru yang terjadi di China tersebut dikenal dengan sebutan Novel Coronavirus (2019-nCoV). Tetapi tak lama kemudian, WHO kembali merilis nama baru untuk virus Corona yang terjadi di China akhir tahun 2019 dengan nama Covid-19. 

Penularan Coronavirus (Covid 19) dapat lebih rentan terjadi terutama pada orang yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, gangguan hati, obesitas, ataupun mereka yang memiliki sistem imun tubuh yang lemah (penyakit autoimun). 

Itu juga termasuk anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan orang lanjut usia (lansia). Oleh karena itu, menjaga daya tahan tubuh serta menerapkan protokol kesehatan menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah penularan virus Covid-19.

Baca juga: Protokol Kesehatan Covid 19 dalam Menghadapi Risiko Paparan Virus Corona

Iklan dari HonestDocs
Beli Perlengkapan New Normal via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 1

Mengenai Virus Corona (Covid 19)

Penyebab virus Corona

Virus Corona awalnya diperkirakan berasal hewan liar yang berada di pasar hewan, tetapi menurut penelitian, tak hanya ditularkan oleh hewan seperti kelelawar, tetapi Novel Coronavirus 2019 (Covid-19) juga dapat menyebar antar manusia dengan mudah melalui:

  • Udara melalui batuk atau bersin (droplet)
  • Sentuhan dengan penderita virus Corona
  • Memegang benda yang telah terkontaminasi

Meski sempat ada pemberitaan bahwa virus Corona bisa menular lewat mata, tetapi berdasarkan penelitian seorang dokter kesehatan di China menyebut bahwa penularan mata hanya dapat terjadi jika tetesan virus Corona masuk ke mata atau tangan yang kotor menyentuh mata, tetapi bukan dengan tatapan langsung. Oleh karena itu, perlu dipahami bahwa virus Corona memang bisa menular dan harus diwaspadai pula mengenai gejala Corona tersebut.

Baca juga: Mitos Virus Corona (Covid-19) Berdasarkan Data WHO

Gejala virus Corona 

Gejala Corona virus pada setiap orang mungkin bisa berbeda, tergantung jenis virus, tingkat keparahan infeksi yang ditimbulkan, serta sistem imun tubuh dalam melawan virus Corona. 

Hingga saat ini pun, ada sejumlah varian baru virus Corona Covid 19 yang terdeteksi dan dikhawatirkan lebih mudah menular, yakni B117, B1351, dan B1128 yang berasal dari Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.

Secara umum, penderita virus Corona (Covid19) akan mengalami infeksi pada saluran pernapasan atas dengan gejala ringan hingga sedang, terutama flu atau batuk kering.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Beberapa penderita Covid-19 juga mengalami gejala corona virus lain, seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Mudah lelah
  • Tidak merasa fit

Baca juga: Perbedaan Flu Biasa dan Flu pada Gejala Corona (Covid-19)

Gejala virus corona di China (Covid-19) pada awal merebak juga terlihat menyerupai gejala pneumonia dan bronkitis, meliputi sesak nafas, demam tinggi, batuk berdahak, hingga nyeri dada saat bernapas atau batuk. Bahkan dalam kondisi yang parah, infeksi virus Corona dapat menyebabkan hilangnya kesadaran atau pingsan sehingga membutuhkan bantuan ventilator (alat bantu pernapasan).

Tak hanya sebatas itu, saat ini berbagai penelitian terkait virus Corona masih terus dilakukan dan dipantau perkembangannya oleh para peneliti dan lembaga kesehatan terkait. Oleh karena itu, masih ada kemungkinan penderita Covid19 mengalami gejala virus Corona lain, seperti hilangnya indera penciuman anosmia, silent hypoxia, gangguan pencernaan seperti diare, hingga terjadinya gangguan mental seperti halusinasi dan delusi (gangguan psikotik). 

Baca juga: Gangguan Indera Penciuman dan Perasa Diperkirakan Bisa Menjadi Tanda Gejala Covid-19

Cara mengobati virus corona

Sebelum menentukan metode pengobatan yang harus dijalani oleh pasien penderita Covid 19, dokter yang harus diwajibkan menggunakan APD lengkap akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mendiagnosis gejala virus Corona yang dialami, termasuk:

  • Rapid test
  • Pemeriksaan fisik
  • Tes darah
  • Swab test (PCR)

Baca Juga: Prosedur Tahapan Tes Corona Covid-19 dengan Metode PCR


Beberapa ahli kesehatan sempat menyebut kombinasi obat HIV/AIDS, seperti Lopinavir dan Ritonavir, serta obat Malaria (Chloroquine) juga dapat membantu mengurangi gejala corona virus dan menjadi obat alternatif untuk sementara waktu. 

Tetapi hingga saat ini belum ada obat khusus yang diklaim dapat menyembuhkan atau mengobati virus Corona (Covid-19) karena virus Corona hanya bisa dilawan dengan sistem imun tubuh yang kuat serta dibantu dengan berbagai metode perawatan penunjang termasuk pemberian vaksin Covid 19.

Setelah melakukan serangkaian tes pemeriksaan, jika ditemukan gejala virus Corona pada penderita Coronavirus, seperti pada kasus Covid-19, maka pasien harus diisolasi atau dikarantina demi mendapatkan perawatan khusus dan menghindari penyebaran virus yang lebih luas kepada orang lain.

  • Pasien OTG Covid 19 (Orang Tanpa Gejala) diperbolehkan menjalani isolasi mandiri di rumah asal sesuai dengan anjuran dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah
  • Pasien Covid 19 dengan gejala sedang hingga berat perlu mendapat perawatan dan pengobatan di rumah sakit rujukan khusus yang telah ditunjuk pemerintah 

Dengan bertambahnya jumlah kasus Covid 19 di Indonesia bahkan sudah melebihi angka 1 juta kasus, jumlah ketersediaan ruang perawatan dan keberadaan tenaga medis yang mengalami kelelahan juga menjadi hal yang harus diperhatikan selama pandemi Covid 19 masih berlangsung.

Oleh karena itu, kita diminta untuk lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekitar untuk mengurangi penyebaran virus Corona yang semakin merajela. Kesadaran untuk menggunakan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas diharapkan dapat menjauhi kita dan orang terdekat kita dari bahaya virus Corona Covid 19.

Cara mencegah virus corona

Cara mencegah virus Corona yang masih merebak hingga saat ini adalah dengan menerapkan pola hidup sehat dan protokol kesehatan Covid 19 yang ketat. WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga terus menginstruksikan agar penerapan protokol kesehatan (3M) dilakukan secara ketat bagi seluruh masyarakat Indonesia agar penularan virus Covid-19 bisa diminimalisir, yaitu dengan:

  • Menggunakan masker untuk menutup hidung dan mulut
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih
  • Menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain

Para pasien Covid 19 pun segera melapor ke pihak terkait untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat sesuai gejala virus Corona yang dirasakan. Apakah membutuhkan perawatan di rumah sakit atau bisa menjalani isolasi mandiri di rumah. Selain itu, pasien juga diharuskan menjalani isolasi selama 14 hari dengan pengawasan yang ketat hingga hasil tes Covid 19 menunjukkan hasil negatif.

Sementara itu, pemerintah juga perlu melakukan pengujian (testing) secara meluas dan pelacakan kontak (contact tracing) untuk mengetahui titik penyebaran dan mempercepat penghentian laju penularan virus Corona serta kemungkinan semakin banyaknya risiko paparan virus Corona berdasarkan informasi dari tiap pasien Covid 19.

Vaksin Covid 19 untuk bantu lindungi tubuh dari bahaya virus Corona

Selain itu, program pemberian vaksin Covid 19 yang sudah tersedia juga sudah mulai disuntikkan ke berbagai lapisan masyarakat di seluruh dunia termasuk Indonesia dan diharapkan dapat secara efektif membantu mengurangi efek bahaya virus corona (Covid-19) yang lebih parah. 

Baca juga: Kupas Tuntas Vaksin COVID-19: Efikasi, Syarat, dan Efek Samping

Infeksi virus Corona sendiri dapat menimbulkan sejumlah komplikasi atau masalah kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang bahkan risiko kematian. Oleh karenanya, dengan adanya vaksin Covid 19 diharapkan dapat mencegah efek bahaya virus Corona serta membantu melindungi orang-orang di sekitar yang rentan terhadap virus Corona (Covid 19).

Beberapa jenis vaksin Covid 19 yang tersedia di Indonesia, antara lain:

  • Coronavac
  • Oxford-AstraZeneca
  • Sinopharm
  • Moderna
  • Novavax
  • Pfizer-BioNTech
  • Sinovac

Perlu diketahui bahwa proses vaksinasi Covid 19 akan dilakukan secara bertahap sehingga ikuti prosedur yang telah ditetapkan pemerintah. Tata cara penerimaan vaksin Covid 19 juga sangat mudah, baik untuk orang dewasa maupun lansia.

Jika sudah mendapat jadwal vaksinasi, segera kunjungi fasilitas kesehatan yang ditunjuk dan melakukan verifikasi data dengan membawa KTP. Setelahnya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan yang meliputi suhu tubuh dan tekanan darah, kemudian Anda akan menerima vaksin Covid 19 yang umumnya diberikan dalam 2 sesi berbeda.

DIharapkan dengan terlaksananya program vaksin Covid 19 kepada setidaknya 70 persen masyarakat Indonesia, maka akan terjadi herd immunity atau terbentuknya kekebalan tubuh untuk menurunkan risiko penyebaran virus Covid 19 secara lebih meluas. 

Meskipun begitu, setiap orang tetap disarankan untuk menjaga daya tahan tubuh sebaik mungkin termasuk menjaga kesehatan fisik maupun mental. Karena dengan sistem imun tubuh yang kuat diyakini mampu mengurangi risiko terinfeksi virus Corona.

Selain itu, beberapa cara lain yang dapat membantu mencegah penularan coronavirus (Covid19), antara lain:

  • Menutup mulut ketika batuk atau bersin agar tidak menular
  • Hindari keluar rumah terutama ketika sedang tidak fit
  • Istirahat dan tidur yang cukup minimal 7 jam sehari
  • Perhatikan pola makan sehat dengan gizi seimbang
  • Tingkatkan sistem imun tubuh dengan berolahraga teratur
  • Dilarang berbagi alat makan atau barang pribadi lainnya dengan orang lain
  • Berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk menjaga sistem imun tubuh
  • Konsumsi suplemen vitamin yang diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh

Baca juga: Tips Mencegah Paparan Virus Corona Saat Pergi dan Pulang Rumah

Jaga kesehatan dan kebersihan diri sendiri maupun orang terdekat dari virus Corona (Covid 19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung hidung dan mulut, serta menjaga jarak dengan orang lain dan menghindari kerumunan. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta suplemen vitamin.

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, anosmia, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan dan tes Covid 19. 
Untuk mengetahui informasi atau update Corona Covid-19 terkini di Indonesia, bisa dilihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. 
Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih berat. Mari bersama lawan Covid-19!

21 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) Situation Summary. Centers for Disease Control and Prevention. (https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/summary.html)
2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV): What We Currently Know. Medscape. (https://reference.medscape.com/slideshow/2019-novel-coronavirus-6012559)
Chang D, Lin M, Wei L, et al. Epidemiologic and Clinical Characteristics of Novel Coronavirus Infections Involving 13 Patients Outside Wuhan, China. JAMA. Published online February 07, 2020. doi:10.1001/jama.2020.1623. (https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2761043)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app