Apakah Tendinitis Bisa Kambuh?

Dipublish tanggal: Agu 9, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Apakah Tendinitis Bisa Kambuh?

Apa itu Tenditinis?

Tendinitis atau tendonitis adalah kondisi akut di mana tendon yang menghubungkan otot ke tulang meradang. Peradangan ini dapat menyebabkan rasa sakit, hilangnya respom mobilitas pada tendon, dan kekuatan yang menurun pada otot dari mana tendon muncul.

Apa itu Tendon? 

Tendon adalah tali berserat dari kolagen yang berfungsi sebagai jangkar fleksibel di dalam dan di sekitar sendi tubuh. Merekdatang dalam berbagai bentuk dan ukuran, dari yang kecil yang memungkinkan gerakan jari, hingga yang lebih besar, seperti tendon Achilles, yang membantu kita berdiri atau berjalan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Ada banyak alasan mengapa tendon dapat menjadi meradang dan sering terasa menyakitkan. Rasa sakit cenderung dirasakan paling mendalam di tempat insersi di mana tendon menempel pada tulang. Bisa juga dirasakan kuat di mana otot dan tendon terhubung.

Nyeri pada Tendinitis

Tendinitis biasanya terjadi setelah cedera berulang pada area seperti pergelangan tangan atau pergelangan kaki. Ini menyebabkan rasa sakit dan pegal di sekitar sendi. Beberapa bentuk umum tendinitis dirasakan setelah olahraga yang meningkatkan risiko nyeri tendon. 

Apa yang menyebabkan Tendinitis ? 

Penyebab tendinitis yang paling umum adalah gerakan yang berlebihan dan berulang pada berbagai aktivitas olahraga atau. Faktor risiko tendonitis berasal dari gerakan berulang, trauma, cedera termal pada tendon, penggunaan antibiotik tertentu (seperti levofloxacin dan ciprofloxacin), dan merokok. 

Tendinitis juga dapat terjadi pada orang dengan penyakit seperti rheumatoid arthritis, obesitas, dan diabetes.

Beberapa jenis tendinitis yang paling umum seperti :

1. Tenis elbow

Tenisnelbow atau epikondilitis lateral adalag inflamasi pada tendon yang menempel pada epicondyle sisi lateral pada siku. Yang disebabkan gerakan putaran berlebih akibta olahraga atau gerakan berulang. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

2. Rotator cuff tendinitis (swimmer’s shoulder, tennis shoulder)

Rotator cuff tendinitis disebabkan oleh olahraga yang membutuhkan gerakan lengan di atas kepala berulang kali. Gerakan berulang ini menyebabkan peradangan pada rotator cuff, sekelompok otot yang mengontrol rotasi bahu. 

3. Tendonitis peroneal 

Tendonitis peroneal adalah peradangan pada tendon yang terletak di sisi pergelangan kaki dan kaki. Penggunaan tumpuqn yang berlebihan seperti mendaki gunung atau banyak kegiatan lainnya dapat menyebabkan tendinitis peroneal.

4. Tenosynovitis De Quervain 

Tenosynovitis De Quervain adalah peradangan tendon yang menimbulkan rasa nyeri di sisi ibu jari pergelangan tangan. Tenosynovitis De Quervain disebabkan oleh gerakan berulang-ulang di pergelangan tangan dan tangan, seperti mengangkat anak-anak kecil dari bawah ketiak. 

Dokter mendiagnosis tendinitis dengan riwayat medis Anda, pemeriksaan fisik, dan tes pencitraan. Langkah pertama dalam perawatan adalah mengurangi rasa sakit dan pembengkakan

Beristirahat, menutup dan mengangkat daerah yang terkena, dan obat-obatan dapat membantu mengurangi nyeri. Kompres dingin sangat membantu untuk cedera parah di awal serangan nyeri. Perawatan lain termasuk USG, terapi fisik, suntikan steroid, dan pembedahan dilakukan apabila terapi awal tidak membantu. 

Apakah Tendinitis dapat kambuh lagi?

Kekambuhan pada tendinitis yang berulang tentu menjadi persoalan dan keluhan yang perlu dihindari. Kekambuhan juga dapat dicurigai adanya tendinitis kronis. Beberapa hal yang menyebabkan kekambuhan kembali seperti:

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores celery 7000 120 1
  1. Kurangnya pemanasan sebelum olahraga berat. 
  2. Pengobatan tendinitis awal yang belum sempurna
  3. Gerakan berlebihan yang berulang pada bagian sendi yang sama
  4. Adanya penyakit penyerta yang semakin parah seperti diabetes atau rematik sendi. 

Karena tendinitis sebagian besar disebabkan oleh penggunaan berlebihan, cara terbaik untuk mencegahnya terjadi kembali adalah dengan menghindari atau memodifikasi kegiatan yang menyebabkan masalah. 

Seorang dokter, fisioterapi, dan terapis okupasi dapat memberikan saran untuk memodifikasi aktivitas sehari-hari. Latihan rentang gerak dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi kekakuan.

Cara terbaik untuk menghindari tendonitis kronis adalah dengan mengambil langkah-langkah untuk menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan kondisi tersebut. 

Jika ini tidak memungkinkan, maka pastikan Anda melakukan peregangan sebelum aktivitas. Peregangan pemanasan diperlukan sebelum Anda berolahraga. 

Pencegahan Tendinitis

Ambil langkah-langkah sederhana ini untuk menurunkan kemungkinan terkena tendinitis berulang seperti:

  1. Lakukan pemanasan sebelum berolahraga.
  2. Hindari gerakan yang terlalu sering dan berulang.
  3. Perhatikan postur tubuh dan gerakan saat bekerja atau menggunakan alat
  4. Jangan berada di posisi yang sama terlalu lama.
  5. Gunakan peralatan yang tepat di tempat kerja dan selama kegiatan atletik.

Jika Anda mulai merasakan nyeri tendinitis, hentikan aktivitas Anda. Beristirahatlah selama 20 menit dengan kompres dingin dan istirahat.

19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Barnes DE, et al. Percutaneous ultrasonic tenotomy for chronic elbow tendinosis: A prospective study. Journal of Shoulder and Elbow Surgery. 2015;24:67.
Langer PR. Two emerging technologies for Achilles tendinopathy and plantar fasciopathy. Clinics in Podiatric Medicine and Surgery. 2015;32:183.
Rubio-Azpeitia E, et al. Adult cells combined with platelet-rich plasma for tendon healing: Cell source options. Orthopaedic Journal of Sports Medicine. 2017;5:2325967117690846.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app