Kesehatan Fisik

Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus, Ketahui Apa Bedanya?

Dipublish tanggal: Jul 20, 2019 Update terakhir: Apr 9, 2020 Waktu baca: 3 menit
Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus, Ketahui Apa Bedanya?

Infeksi bakteri dan virus memiliki banyak kesamaan. Kedua jenis infeksi tersebut masing-masing disebabkan oleh mikroorganisme - bakteri dan virus - dan disebarkan oleh hal-hal seperti:

  • Batuk dan bersin.
  • Kontak dengan orang yang terinfeksi, terutama melalui ciuman dan hubungan seks.
  • Kontak dengan permukaan, makanan, dan air yang terkontaminasi.
  • Kontak dengan makhluk hidup yang terinfeksi, termasuk hewan peliharaan, ternak, dan serangga seperti kutu.

Mikroorganisme juga dapat menyebabkan:

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Berfungsi melindungi sistem pencernaan & memperbaiki fungsi normal saluran pencernaan saat diare, konstipasi, dan penggunaan antibiotika jangka panjang pada bayi, anak-anak ataupun dewasa. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

  • Infeksi akut, yang terjadi dalam jangka waktu singkat.
  • Infeksi kronis, yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau seumur hidup.
  • Infeksi laten, yang mungkin tidak menimbulkan gejala pada awalnya tetapi dapat aktif kembali setelah beberapa bulan dan atau beberapa tahun.
  • Yang terpenting, infeksi bakteri dan virus, dapat menyebabkan penyakit ringan, sedang, dan berat.

Sepanjang sejarah, jutaan orang telah meninggal karena penyakit seperti penyakit pes atau wabah, yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis, dan cacar, yang disebabkan oleh virus variola. 

Baru-baru ini, infeksi virus bertanggung jawab atas dua pandemi besar: epidemi “flu Spanyol” tahun 1918-1919 yang bertanggung jawab terhadap kematian 20-40 juta orang, dan epidemi HIV / AIDS yang sedang berlangsung dan telah menyebabkan kematian pada sekitar 1,5 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2013 saja.

Infeksi bakteri dan virus dapat menyebabkan gejala yang sama seperti batuk dan bersin, demam, peradangan, muntah, diare, kelelahan, dan kram - yang semuanya merupakan cara sistem kekebalan tubuh dalam mencoba membersihkan tubuh dari organisme yang menular. 

Tetapi infeksi bakteri dan virus berbeda dalam banyak hal penting lainnya, kebanyakan disebabkan oleh perbedaan struktural organisme dan cara mereka merespons terhadap pengobatan yang diberikan.

Perbedaan antara bakteri dan virus

Meskipun bakteri dan virus keduanya terlalu kecil untuk dilihat tanpa mikroskop, sejatinya mereka berbeda seperti jerapah dan ikan mas.

Bakteri adalah makhluk sel tunggal yang relatif kompleks, kebanyakan dari bakteri memiliki dinding yang kaku, dan selaput tipis yang mengelilingi cairan di dalam sel. Mereka dapat bereproduksi sendiri. 

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Cefspan 100mg cap 1

Catatan fosil menunjukkan bahwa bakteri telah ada selama sekitar 3,5 miliar tahun, dan bakteri dapat bertahan hidup di lingkungan yang berbeda, termasuk panas dan dingin yang ekstrim, limbah radioaktif, dan tubuh manusia.

Kebanyakan bakteri tidak berbahaya, dan beberapa diantaranya benar-benar membantu dengan mencerna makanan, menghancurkan mikroba penyebab penyakit, melawan sel kanker, dan menyediakan nutrisi penting. Kurang dari 1% bakteri menyebabkan penyakit pada manusia.

Sedangkan virus berukuran lebih kecil: virus yang terbesar masih berukuran lebih kecil dari ukuran bakteri terkecil. Virus memiliki lapisan protein dan inti materi genetik, baik RNA atau DNA. Tidak seperti bakteri, virus tidak dapat bertahan hidup tanpa inang. 

Mereka hanya bisa bereproduksi dengan menempelkan diri ke sel. Dalam kebanyakan kasus, mereka memprogram ulang sel untuk membuat virus baru sampai sel meledak dan mati. Dalam kasus lain, mereka mengubah sel normal menjadi sel ganas atau kanker.

Tidak seperti bakteri, kebanyakan virus memang menyebabkan penyakit, dan mereka cukup spesifik tentang sel-sel yang mereka serang. Misalnya, virus tertentu menyerang sel-sel di hati, sistem pernapasan, atau darah. Dalam beberapa kasus, virus menargetkan bakteri.

Bagaimana cara membedakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan infeksi virus?

Untuk mengetahui secara pasti, infeksi apa yang menyerang tubuh Anda, Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Mungkin Anda tidak berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan apa penyebab terjadinya flu biasa, yang biasanya tidak mengancam jiwa.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Dalam beberapa kasus, sulit untuk menentukan apakah suatu penyakit disebabkan virus atau bakteri karena banyak penyakit - termasuk pneumonia, meningitis, dan diare - dapat disebabkan oleh keduanya. 

Tetapi dokter dapat menentukan penyebabnya dengan menggali riwayat medis Anda dan melakukan pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan darah atau urin dapat dilakukan untuk membantu memastikan diagnosis, atau "tes kultur" jaringan untuk mengidentifikasi bakteri atau virus. Kadang-kadang, biopsi jaringan yang terkena mungkin diperlukan untuk menentukan secara pasti infeksi apa yang sedang terjadi.

Pengobatan infeksi bakteri dan virus

Penemuan antibiotik untuk infeksi bakteri dianggap sebagai salah satu terobosan paling penting dalam sejarah medis. Sayangnya, bakteri sangat mudah beradaptasi, dan penggunaan antibiotik yang berlebihan telah membuat banyak jenis bakteri kebal terhadap antibiotik sehingga menciptakan masalah serius, terutama di rumah sakit.

Antibiotik tidak efektif melawan virus, dan banyak organisasi terkemuka sekarang merekomendasikan untuk tidak menggunakan antibiotik kecuali ada bukti yang jelas tentang infeksi bakteri.

Sejak awal abad ke-20, vaksin telah dikembangkan. Vaksin telah secara drastis mengurangi jumlah kasus baru penyakit akibat virus seperti polio, campak, dan cacar air

Selain itu, vaksin dapat mencegah infeksi seperti flu, hepatitis A, hepatitis B, human papillomavirus (HPV), tetapi pengobatan infeksi virus terbukti lebih menantang, terutama karena virus relatif kecil dan berkembang biak di dalam sel. Untuk beberapa penyakit akibat virus, seperti infeksi virus herpes simpleks, HIV / AIDS, dan influenza, obat antivirus telah tersedia.

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Steckelberg JM. (2017). Bacterial vs. viral infections: how do they differ? (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infectious-diseases/expert-answers/infectious-disease/faq-20058098)
Shmerling RH. (2016). Don’t judge your mucus by its color. (https://www.health.harvard.edu/blog/dont-judge-your-mucus-by-its-color-201602089129)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app