Infeksi Telinga: Gejala, Penyebab, Pengobatan

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Infeksi Telinga: Gejala, Penyebab, Pengobatan

Infeksi telinga adalah salah satu penyakit yang umum terjadi. Meskipun sering menyerang anak-anak, namun infeksi telinga juga bisa terjadi pada orang dewasa. Artikel ini akan membantu memberikan penjelasan mengenai gejala, penyebab, pengobatan dan pencegahan infeksi telinga pada orang dewasa.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang infeksi telinga, terlebih dahulu kita ketahui dulu struktur normal telinga. Telinga adalah salah satu bagian tubuh yang paling sensitif. Organ sensorik ini harus dirawat dengan baik untuk menghindari berbagai masalah, seperti infeksi telinga. Telinga terdiri dari tiga bagian utama: telinga luar, telinga tengah dan telinga bagian dalam. Fungsi pendengaran telinga terjadi melalui mekanisme sebagai berikut: Gelombang suara pertama kali ditangkap oleh struktur telinga luar, kemudian dihantarka ke telinga tengah lalu ke telinga bagian dalam sehingga suara itu diubah menjadi sinyal listrik dan sampailah ke otak sehingga kita bisa mendengar.

Sejumlah masalah medis atau penyakit dapat mempengaruhi fungsi pendengaran ini salah satu masalah yang sering terjadi adalah infeksi telinga, baik telinga luar ataupun infeksi telinga tengah.

Jenis-Jenis Infeksi Telinga

Secara garis besar ada dua jenis infeksi telinga yang terjadi pada orang dewasa, yaitu mulai dari yang terseing infeksi telinga luar (otitis eksterna), kemudian infeksi telinga bagian tengah (otitis media).

Infeksi Telinga Luar (Otitis Eksterna)

Infeksi telinga luar juga dikenal sebagai telinga perenang, karena merupakan masalah umum yang terjadi pada perenang. Hal ini terjadi ketika air yang terkontaminasi masuk ke telinga luar, kuman akan berkembang biak untuk tumbuh dan berkembang karena suasana lembab dan hangat. Infeksi juga bisa terjadi akibat mengorek telinga terlalu kuat atau secara kasar.

Infeksi Telinga Tengah (Otitis Media)

Infeksi telinga tengah paling sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang mempengaruhi telingan bagian tengah yang berada di balik gendang telinga, yang berisi tulang-tulang getar, ruangan dan saluran tuba eustachius yang menghubungan rongga telinga dengan tenggorokan. Ketika bakteri atau cairan terjebak di bagian telinga ini, maka bisa terjadi infeksi di situ.

Gejala Infeksi Telinga pada Dewasa

Gejala Infeksi Telinga Luar

  • Sakit pada telinga yang terkena
  • Gatal pada telinga yang terkena
  • Bengkak atau kemerahan pada telinga luar
  • Telinga berair (cairan atau nanah)
  • Gangguan pendengaran sementara
  • Demam

infeksi telinga luar

Gejala Infeksi Telinga Tengah di Dewasa

Penyebab Infeksi Telinga pada Dewasa

Penyebab Infeksi Telinga Luar

Telinga perenang sering disebabkan oleh bakteri yang biasanya ditemukan di dalam tanah dan air. Infeksi virus atau jamur lebih jarang terjadi. Kondisi berikut ini dapat mempermudah terjadinya infeksi:

  • Teliga terlalu lembab
  • Reaksi sensitivitas atau alergi
  • Lecet atau goresan di liang telinga

Penyebab Infeksi Telinga Tengah di Dewasa

Penyebab tersering adalah masalah pada tuba eustachii ketika mengalami bengkak atau bahkan menyempit (hingga tertutup), kondisi ini mempromosikan pembentukan cairan berlebihan di telinga tengah. Hal ini disebabkan oleh:

Obat Infeksi Telinga pada Dewasa

Obat Infeksi Telinga Luar

Obat tetes telinga. Dokter biasanya meresepkan obat tetes telinga yang memiliki kombinasi kandungan seperti steroid, antibiotik, obat antijamur atau larutan asam, tergantung pada tingkat keparahan dan jenis infeksi.

Analgesik atau Pereda nyeri. Untuk meredakan nyeri, anda bisa menggunakan obat bebas penghilang rasa sakit, seperti naproxen , Ibuprofen, atau Acetaminophen (Parasetamol). Jika Anda mengalami sakit yang parah, dokter akan meresepkan obat pereda nyeri yang lebih kuat.

Obat Infeksi Telinga Tengah

Obat tetes telinga. Seperti pada kasus infeksi telinga luar, dokter juga biasanya meresepkan beberapa obat tetes telinga seperti Aurodex (antipyrine-benzocaine-gliserin) didalamnya ada antibiotik dan pereda nyeri. Digunakan pada keadaan gendang telinga masih utuh.

Analgesik atau Pereda nyeri. Sama seperti cara mengobati infeksi telinga luar.

Operasi. Ketika infeksi telinga tidak dapat disembuhkan dengan obat biasa, dokter mungkin mempertimbangkan prosedur yang disebut tympanostomy, yakni melubangi gendang telinga agar cairan yang tertahan di dalam telinga tengah bisa mengalir keluar. Prosedur ini dilakukan di bawah anestesi umum (bius).

Pencegahan Infeksi Telinga pada Dewasa

Mencegah Infeksi Telinga Luar

  • Jangan berenang di air yang terkontaminasi dan selalu menggunakan pelindung telinga saat berenang.
  • Pastikan telinga Anda kering dan bersih. Miringkan kepala untuk mengeluarkan air dan usaplah secara lembut dengan kain yang lembut.
  • Cuci tangan Anda setiap kali ingin menyentuh telinga.
  • Hindari iritasi telinga. Jangan gunakan cutton buds secara berlebihan
  • Hindari mengorek liang telinga dengan kuku, sudut peniti, klip kertas atau jepit rambut.

Mencegah Infeksi Telinga Tengah

  • Berhenti merokok dan hindari asap rokok.
  • Obati pilek, alergi atau sinusitis.
  • Jangan letakkan benda asing di telinga.
  • Cuci tangan secara teratur.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Ear Infection Treatments, Antibiotics, & Medications. WebMD. (https://www.webmd.com/cold-and-flu/ear-infection/understanding-otitis-media-treatment)
Chronic ear infection: Symptoms, causes, treatment, and prevention. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/322913.php)
Ear Infection in Adults: Symptoms, Causes, Diagnosis & More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/ear-infection-adults)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app