Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
AHMAD MUHLISIN

Eritromisin : Kegunaan, Dosis dan Efek Samping

Update terakhir: OCT 16, 2019 Tinjau pada OCT 16, 2019 Waktu baca: 6 menit
Telah dibaca 1.660.946 orang

Ertiromisin obat apa?

Eritromisin adalah obat antibiotik dari golongan makrolida yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Antibiotik yang diproduksi oleh Streotomyces erythraeus ini memiliki efek bakterisidal dan bakteriostatik terhadap beberapa bakteri gram positif maupun gram negatif. Juga digunakan sebagai obat pengganti bagi mereka yang alergi terhadap antibiotik jenis penisilin.

Pada penggunaan di laboratorium maupun secara klinis eritromisin efektif menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri, diantaranya:

  • Bakteri gram positif seperti: Corynebacterium diphtheriae, Corynebacterium minutissimum, Listeria monocytogenes, Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Streptococcus pyogenes.
  • Bakteri gram negatif seperti: Bordetella pertussis, Haemophilus influenzae, Legionella pneumophila, Neisseria gonorrhoeae.
  • Mikroorganisme lainnya seperti: Chlamydia trachomatis, Entamoeba histolytica, Mycoplasma pneumoniae, Treponema pallidum, Ureaplasma urealyticum.

Ikhtisar Obat Eritromisin

Jenis obat Antibiotik tipe makrolidum
Kategori Obat resep
Kegunaan Membasmi bakteri penyebab infeksi
Konsumen Dewasa dan anak-anak
Sediaan Tablet, injeksi, syrup, salep mata, salep kulit
Merek Erytromycin, Erysanbe, Zapphire, Tromilin, Throcidan, Tamaret, Rythron, Medoxin, Konithrocin, Ilosone

Mekanisme Kerja

Eritromisin yang sudah dicerna dan diserap oleh tubuh akan bekerja dengan cara menembus membran sel bakteri dan mengikat sub unit ribosom 50 S dan 70 S atau dekat dengan area P atau donor tRNA sehingga pengikatan tRNA ke area donor terhambat. Dengan demikian bakteri tidak dapat melakukan translasi tRNA.

Kondisi ini menyebabkan bakteri tidak dapat mensintesis protein sehingga pertumbuhannya terhambat dan kemudian mati.

Indikasi atau Kegunaan Eritromisin

Kemampuannya menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri gram positif maupun negatif seperti diketahui sebelumnya membuat antibiotik ini dapat digunakan untuk mengatasi beberapa jenis infeksi bakteri pada tubuh berikut:

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • Memiliki riwayat hipersensitif/ alergi terhadap kandungan eritromisin.
  • Menderita gangguan fungsi hati.
  • Sedang menjalani pengobatan dengan terfenadine, astemizole, pimzide atau cisapride.

Dosis Eritromisin dan Cara Penggunaan

Eritromisin tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis berikut:

  • Tablet: 250 mg dan 500 mg.
  • Kapsul: 250 mg dan 500 mg.
  • Syrup: 200 mg/ 5 mL dan 400 mg/ 5 mL.
  • Injeksi: 500 mg/ 10 mL (vial)
  • Salep mata: 5 mg/ gr.
  • Salep kulit: 20 mg/gr atau 40 mg/ gr.

Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai dosis yang paling tepat untuk mengatasi penyakit yang di derita. Tentunya setelah mempertimbangkan berbagai aspek seperti, umur, jenis kelamin, berat badan dan indikator kesehatan lainnya. Penggunan eritromisin dapat secara parenteral (suntik), oral (mulut) ataupun topikal (kulit).

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Parenteral (suntik)

Dosis untuk infeksi yang diduga akibat bakteri

  • Dewasa: dalam bentuk eritromisin laktobionat: 15-20 mg/ kg/ hari, hingga 4 g/ kg/ hari untuk infeksi yang lebih parah. Dapat juga diberikan sebagai infus selama 6 jam berselang 20-60 menit. Tipe oral digunakan untuk tahapan selanjutnya.
  • Anak-anak: 12,5 mg/kg 4 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan untuk infeksi yang lebih parah. Untuk bayi 0-1 bulan dosisinya 10-15 mg/kg 3 kali sehari.

Oral (melalui mulut)

  • Propilaksis (pencegahan) untuk infeksi streptokokal pada demam rematik dan jantung
    • Dewasa: untuk mereka yang alergi antibiotik tipe penisilin dan sulfonamid dosisnya 250 mg dua kali sehari.
    • Anak-anak yang alergi penisilin dan sulfonamid: umur 1 - 2 tahun 125 mg dua kali sehari.
  • Infeksi saluran pernapasan, kulit dan jaringan lunak
    • Dewasa: 1-2 gr per hari dibagi dalam 2-4 dosis kemudian ditingkatkan hingga 4 gr per hari untuk infeksi yang lebih parah. Dosis > 1 gr harus dibagi menjadi 2 dosis atau lebih.
    • Anak-anak: 30-50 mg/kg per hari dalam 2-4 dosis, dapat ditingkatkan hingga dua kalinya untuk infeksi yang parah. Untuk umur < 2 tahun 500 mg per hari dalam dosis yang dibagi. Umur 2-8 tahun 1 gr per hari dibagi dalam beberapa dosis.
  • Infeksi jerawat
    • Dewasa:  250 mg per hari. Dapat ditingkatkan hingga 500 mg untuk infeksi yang lebih parah.

Optalmik (mata)

  • Perawatan dan propilaksis dari infeksi pada mata
    • Dewasa: salep mata 0,5% digunakan dengan memberikan kurang lebih 1 cm pada kedua kelopak mata bagian bawah sebanyak 6 kali sehari.
  • Perawatan dan propilaksis pada konjungtivitis neonatorum
    • Anak-anak: salep mata 0,5%, diberikan kurang lebih 1 cm pada kelopak mata bagian bawah, kemudian pijat perlahan agar salep eritromisin menyebar.

Topikal (kulit)

  • Perawatan jerawat:
    • Dewasa: salep 2-4% diaplikasikan pada area yang berjerawat 1-2 kali sehari. Hentikan penggunaan jika kondisi memburuk atau jika tidak ada perubahan selama 6-8 minggu penggunaan. Maksimum penggunaan hingga 6 bulan.

Aturan pakai eritromisin:

  • Untuk obat oral, dianjurkan dikonsumsi saat perut kosong untuk memaksimalkan penyerapannya. Namun jika terjadi reaksi mual atau sakit perut, konsumsi obat ini bersamaan dengan makan.
  • Dianjurkan untuk banyak minum air putih setelah minum obat ini.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis eritromisin pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Eritromisin

Eritromisin umumnya ditoleransi dengan baik, namun dapat berbeda pada masing-masing orang. Terdapat beberapa ada efek samping yang mungkin muncul dan perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Nyeri dan kram perut.
  • Mual dan muntah.
  • Diare.
  • Stomatitis.
  • Maag.
  • Anoreksia.
  • Melena.
  • Perubahan detak jantung (melambat/ semakin cepat).
  • Pruritus ani (gatal anus).
  • Pankreatitis ringan.
  • Disfungsi hati.
  • Aritmia ventrikel.
  • Urtikaria.
  • Ruam.
  • Gangguan pendengaran.
  • Vertigo.

Efek Overdosis Eritromisin

Penggunaan secara berlebihan dalam sekali minum dapat menyebabkan overdosis. Jika gejala seperti nyeri perut parah, pingsan dan kesulitan bernafas, segera hubungi kegawatdaruratan medis untuk mendapatkan pertolongan medis.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sebelum menggunakan obat ini, sampaikan pada dokter jika Anda memiliki alergi pada obat ini atau sedang menggunakan antibiotik tipe makrolidum lainnya seperti azytromicin.
  • Sampaikan juga pada dokter jika Anda sedang mengalami masalah pada ginjal, jantung, hati atau masalah pada otot seperti miastenia gravis.
  • Obat ini dapat mempengaruhi detak jantung, konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki masalah jantung.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat eritromisin boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Eritromisin merupakan obat kategori B untuk ibu hamil menurut FDA. Hal ini berarti studi pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan.
  • Eritromisin dapat terekstraksi pada ASI ibu menyusui. Untuk itu penggunaan obat ini untuk ibu menyusui sebaiknya jika sangat diperlukan saja.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan eritromisin, diantaranya:

  • Obat yang mempengaruhi ritme detak jantung seperti, amiodarone, dofetilide, cisapride, pimozide, propafenone dan quinidine.
  • Obat antijamur, kalsium channel blocker, anti kejang dapat memperlambat pembuangan eritromisin dari tubuh.
  • Meningkatkan konsentrasi karbamazepin dalam darah.
  • Meningkatkan toksisitas teofilin dan ergotamin.
  • Meningkatkan waktu protrombin jika digunakan dengan warfarin.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp