Diazepam: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 8, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 672.125 orang

Kejang pada anak memang sangat mengkhawatirkan, karena kejang pada anak merupakan suatu kegawat daruratan medis yang membutuhkan penanganan yang segera. Biasanya jika seorang anak mengalami kejang untuk pertama kalinya, ia akan diberikan obat yang dimasukan ke dalam anus dan reaksi kejang akan hilang dengan sekejap. Obat tersebut dikenal dengan Diazepam (Diazepam rectal), Diazepam memang merupakan obat yang digunakan untuk menghentikan kejang pada anak, tetapi penggunaan Diazepam lebih dari untuk menghentikan kejang saja. Untuk lebih jelasnya, mari di simak artikel yang satu ini. 

Mengenal obat Diazepam

Diazepam adalah obat golongan Benzodiazepine yang biasanya menghasilkan efek sedasi (obat penenang). Diazepam biasanya digunakan untuk mengobati berbagai kondisi termasuk kecemasan, sindrom akibat berhenti dari kecanduan alkohol, sindrom “sakau” akibat kecanduan benzodiazepine, kejang otot, kejang, kesulitan tidur, dan sindrom kaki gelisah. Diazepam juga dapat digunakan untuk menyebabkan kehilangan ingatan selama prosedur medis tertentu. Diazepam dapat digunakan dengan cara diminum, dimasukkan ke dalam anus, disuntikkan ke otot, atau disuntikkan ke pembuluh darah. Ketika diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah, efek Diazepam dimulai dalam satu hingga lima menit dan bertahan hingga satu jam. Ketika dikonsumsi dengan cara diminum, mungkin membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk bekerja.

Diazepam pertama kali dibuat oleh Leo Sternbach dan dijual oleh Hoffmann-La Roche dengan nama Valium. Valium telah menjadi salah satu obat yang paling laris di dunia sejak diluncurkan pada tahun 1963. Di Amerika Serikat Diazepam adalah obat dengan penjualan terlaris di antara tahun 1968 dan 1982, perusahaan Diazepam menjual lebih dari dua miliar tablet pada tahun 1978 saja. Pada tahun 1985, paten akan obat Diazepam yang hanya boleh dijual di bawah nama Valium berakhir, dan sekarang ada lebih dari 500 merek yang tersedia di pasaran. Diazepam masuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagai obat yang paling efektif dan aman yang dibutuhkan dalam dunia kesehatan 

Pada kondisi apa saja seseorang diresepkan Diazepam?

Sesuai dengan cara kerja Diazepam yang bekerja dengan meningkatkan aktivitas asam gamma aminobutyric (GABA), yang mana merupakan zat kimia khusus di dalam sistem sarah yang dapat mengirim sinyal ke seluruh sistem saraf Anda. Jika Anda tidak memiliki cukup GABA, tubuh Anda mungkin dalam keadaan tereksitasi sehingga menyebabkan tubuh Anda mengalami gangguan seperti kecemasan, mengalami kejang otot, atau mengalami kejang seperti pada penyakit epilepsi. Ketika Anda menggunakan obat ini, Anda akan memiliki lebih banyak GABA di tubuh Anda. Sehingga dapat membantu mengurangi gejala-gejala seperti di atas.

Secara umum, Diazepam baik itu oral, rectal ataupun injeksi digunakan untuk mengatasi gejala-gejala seperti:

  • Mengatasi kejang-kejang
  • Dapat digunakan juga untuk mengobati status epileptikus (epilepsi)
  • Mengobati ketergantungan benzodiazepine atau obat penenang lainnya
  • Mengurangi gejala putus alkohol akut, seperti agitasi akut, tremor, dan halusinasi
  • Mengobati kecemasan dan kepanikan
  • Membantu mengobati insomnia (sulit tidur)
  • Sebagai penghilang kejang otot rangka yang disebabkan spasme refleks patologi lokal (trauma)
  • Obat pramedikasi untuk memberikan efek sedasi, anxiolysis, atau amnesia sebelum operasi atau prosedur medis tertentu, seperti endoskopi
  • Membantu mengobati kejang akibat overdosis obat atau keracunan zat kimia berbahaya

Hal yang perlu Anda ketahui sebelum mengkonsumsi obat Diazepam

Diazepam memiliki banyak efek samping. Selalu beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki alergi terhadap obat apa pun, termasuk obat golongan benzodiazepin lainnya. Nama merek umum untuk benzodiazepin lainnya yaitu Xanax, Librium, Klonopin, Dalmane, dan Ativan.

Diazepam dapat berinteraksi dengan banyak obat, jadi gunakan Diazepam dengan hati-hati jika Anda memiliki kondisi medis tertentu seperti:

  1. Anda tidak boleh menggunakan Diazepam jika Anda memiliki kondisi yang disebut myasthenia gravis. Yaitu penyakit saraf yang menyebabkan kelumpuhan secara bertahap
  2. Anda tidak boleh mengonsumsi Diazepam jika Anda menderita glaukoma sudut sempit akut. Katakan kepada dokter Anda tentang gejala mata lainnya
  3. Anda mungkin tidak boleh mengkonsumsi Diazepam jika Anda memiliki penyakit paru-paru yang parah, penyakit hati, atau apnea tidur
  4. Kondisi lain yang perlu diketahui dokter Anda adalah masalah jantung, kejang, penyalahgunaan alkohol atau narkoba, dan depresi
  5. Jika Anda berusia 65 tahun atau lebih, bicarakan dengan dokter Anda tentang obat lain yang dapat berfungsi sebagai pengganti Diazepam
  6. Diazepam tidak aman digunakan jika Anda sedang hamil atau menyusui. Mengkonsumsi Diazepam selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir dan gejala penarikan pada bayi baru lahir. Karena Diazepam masuk ke ASI, Anda tidak boleh menyusui saat mengkonsumsi Diazepam
  7. Anak-anak yang lebih muda dari 6 bulan tidak boleh mengonsumsi Diazepam

Efek Samping apa saja yang dapat ditimbulkan dari penggunaan Diazepam?

Efek samping yang paling sering muncul dari penggunaan Diazepam adalah mengantuk, kelelahan, kelemahan otot, dan gerakan yang terputus-putus (disebut ataksia). Namun, beritahukan dokter Anda jika Anda memiliki efek samping yang tidak biasa, seperti:

  • Gelisah
  • Depresi
  • Sakit kepala
  • Berbicara cadel
  • Sembelit
  • Mual
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Pusing
  • Gangguan tidur
  • Kejang otot
  • Mimpi buruk
  • Mulut kering
  • Hilangnya gairah seksual
  • Kesulitan buang air kecil
  • Diare
  • Perubahan selera makan

Efek samping yang serius dari Valium juga bisa terjadi. Jika Anda memiliki salah satu efek samping ini, segera hubungi dokter Anda atau segera dapatkan bantuan medis:

  • Kelemahan ekstrim atau mengantuk
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Pingsan
  • Pembengkakan wajah, bibir, atau lidah
  • Depresi yang memburuk
  • Serangan panik
  • Kemarahan
  • Halusinasi (melihat hal-hal yang tidak ada)
  • Delusi (percaya hal-hal yang tidak benar)
  • Ketidakmampuan untuk buang air kecil

Berapa dosis dan cara penggunaan obat Diazepam?

Diazepam tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan bentuk cair (injeksi maupun rectal). Anda dapat mengkonsumsi Diazepam sebelum atau sesudah makan. Dalam bentuk tablet, Diazepam tersedia dalam dosis 2 -, 5, dan 10 miligram (mg). Dosis Anda akan tergantung pada kondisi yang Anda miliki dan respons Anda sendiri terhadap penggunaan Diazepam.

  • Dosis Diazepam untuk dewasa untuk mengobati gangguan cemas menyeluruh dapat berkisar dari 2 hingga 10 mg, dikonsumsi dua hingga empat kali sehari
  • Dosis Diazepam untuk dewasa untuk mengobati gejala penarikan alkohol mungkin 10 mg tiga hingga empat kali sehari selama 24 jam diikuti oleh 5 mg yang diambil tiga hingga empat kali sehari sesuai kebutuhan
  • Dosis Diazepam untuk dewasa untuk mengobati kejang otot bisa berkisar dari 2 hingga 10 mg, digunakan tiga sampai empat kali sehari
  • Dosis Diazepam untuk dewasa untuk mengobati kejang bisa berkisar dari 2 hingga 10 mg, digunakan dua sampai empat kali sehari
  • Orang yang lebih tua atau orang-orang dengan penyakit kronis mungkin memerlukan 2 hingga 2,5 mg satu atau dua kali sehari
  • Dosis Anak-anak untuk kejang:
    • Untuk usia 2 sampai 5 tahun, dosis yang dianjurkan adalah 0,5 mg /kg berat badan
    • Untuk usia 6 sampai 11 tahun, dosis yang dianjurkan adalah 0,3 mg /kg berat badan
    • Untuk usia lebih dari 12 tahun, dosis yang dianjurkan adalah 0,2 mg /kg berat badan dan dapat diulangi setelah 4 atau 12 jam

Informasi di atas bukanlah pengganti petunjuk dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis profesional apalagi menyangkut penggunaan obat yang harus disertakan dengan resep dokter.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit