Tifus (Typhus) - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Mar 28, 2019 Update terakhir: Nov 9, 2020 Tinjau pada Apr 19, 2019 Waktu baca: 4 menit

Tifus adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri riketsia. Berbeda dengan sakit tipes yang mungkin Anda dengar. Penyakit tipes disebabkan oleh infeksi bakteri salmonella typhi akibat makan makanan yang tidak hygiene, sedangkan penyakit tifus disebabkan oleh gigitan kutu.

Kutu atau tungau adalah jenis hewan invertebrata yang dikenal sebagai arthropoda. Saat salah satu hewan arthropoda yang terinfeksi dengan bakteri rickettsia menggigit tubuh Anda, Anda dapat tertular penyakit tifus. Menggaruk gigitan serangga dapat melukai kulit dan menyebabkan bakteri mengakses aliran darah. Begitu berada di aliran darah, bakteri akan bereproduksi dan tumbuh.

Ada tiga jenis tifus:

  • Tifus epidemik (kutu-borne)
  • Tifus endemik (murine)
  • Tifus scrub

Jenis tifus yang menginfeksi tergantung dari jenis kutu yang menggigit Anda. Setiap kutu memiliki jenis bakteri yang berbeda.

Wabah tifus biasanya hanya terjadi di negara berkembang atau di daerah miskin, sanitasi buruk, dengan populasi yang padat.  Tifus yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius, dan berpotensi fatal. Penting untuk pergi ke dokter jika Anda curiga diri menderita tifus.

Apa penyebab seseorang menderita tifus?

Tifus tidak ditularkan dari orang ke orang seperti pilek atau flu. Ada tiga jenis tifus yang berbeda, dan masing-masing jenis disebabkan oleh bakteri yang berbeda dan ditularkan oleh jenis arthropoda yang berbeda.

  • Tifus yang ditularkan melalui kutu epidemi

Jenis ini disebabkan oleh Rickettsia prowazekii dan dibawa oleh kutu badan. Jenis tifus ini dapat ditemukan di seluruh dunia, khususnya di negara padat penduduk dengan tingkat sanitasi yang buruk.

  • Tifus endemik

Atau dikenal sebagai tifus murine, jenis ini disebabkan oleh Rickettsia typhi dan dibawa oleh kutu tikus atau kutu kucing. Jenis tifus ini dapat ditemukan di seluruh dunia, khususnya di negara padat penduduk dengan tingkat sanitasi yang buruk.

  • Tifus scrubbing

Jenis ini disebabkan oleh Orientia tsutsugamushi dan dibawa oleh tungau dalam tahap larva. Jenis tifus ini lebih banyak ditemukan di Asia, Australia, Papua Nugini, dan Kepulauan Pasifik. Tifus ini juga disebut penyakit tsutsugamushi.

Kutu atau tungau menjadi pembawa bakteri ketika mereka memakan darah orang yang terinfeksi (epidemi tifus) atau tikus yang terinfeksi (salah satu dari tiga bentuk tifus yang disebutkan di atas).

Jika Anda bersentuhan dengan arthropoda pembawa bakteri ini (misalnya, dengan tidur di seprai yang penuh kutu), Anda dapat terinfeksi melalui gigitan kutu, dan juga dapat tertular melalui kotorannya. Jika Anda menggaruk kulit di area tempat kutu atau tungau maka bakteri di kotorannya dapat memasuki aliran darah  melalui luka kecil di kulit Anda.

Baca juga: Penyebab Tifus (Tipes) dan Cara Mencegahnya

Gejala tifus

Jenis tifus yang berbeda, memiliki gejala yang berbeda pula. Tetapi gejala umum yang ditimbulkan oleh ketiga jenis tifus meliputi:

Gejala-gejala tifus epidemi biasanya muncul secara tiba-tiba, contohnya:

Gejala tifus endemik endemik akan bertahan selama 10 hingga 12 hari dan sangat mirip dengan gejala epidemi tifus tetapi biasanya tidak terlalu parah. Gejalanya meliputi:

Gejala yang muncul pada orang dengan tifus scrub meliputi:

Rata-rata masa inkubasi untuk penyakit ini adalah 5 hingga 14 hari. Ini berarti bahwa gejala biasanya tidak muncul hingga lima hingga 14 hari setelah Anda digigit. Wisatawan yang menderita tifus saat bepergian ke daerah dimana penyakit ini sering ditemukan, mungkin tidak mengalami gejala sampai mereka kembali ke rumah. Inilah sebabnya mengapa penting untuk memberi tahu dokter Anda mengenai riwayat perjalanan Anda, jika Anda memiliki salah satu gejala di atas.

Baca jugai: Ciri-ciri dan Gejala Penyakit Tipes

Bagaimana cara mencegah terkena tifus?

Selama Perang Dunia II, vaksin diciptakan untuk mencegah tifus epidemi. Namun, jumlah kasus yang menyusut telah menghentikan pembuatan vaksin. Cara termudah untuk mencegah tifus adalah dengan menghindari hama yang menyebarkannya. Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan :

  • menjaga kebersihan pribadi
  • mengendalikan populasi hewan pengerat di lingkungan Anda(tikus)
  • menghindari perjalanan ke daerah-daerah di mana wabah tifus merebak
  • menggunakan pengobatan doksisiklin sebelum Anda bepergian ke daerah yang memiliki wabah tifus/
  • Gunakan obat serangga yang dapat membunuh tungau atau kutu apapun yang mungkin bersarang pada kasur atau baju Anda.

Diagnosa

Tifus cukup sulit untuk didiagnosa karena gejalanya mirip dengan penyakit menular lainnya, seperti:

Oleh karena itu penting untuk melakukan tes diagnostik untuk mengetahui secara pasti jika Anda terinfeksi tifus. Pemeriksaan yang dapat Anda lakukan meliputi:

  • biopsi kulit: mengambil sampel kulit untuk diuji di laboratorium
  • Western blot: tes untuk mengidentifikasi keberadaan tifus
  • uji imunofluoresensi: menggunakan pewarna fluoresen untuk mendeteksi antigen tifus dalam sampel serum yang diambil dari aliran darah
  • tes darah lainnya: hasil dapat menunjukkan adanya infeksi

Pengobatan tifus

Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, angka kesembuhan tifus sangat baik. Anda dapat menggunakan obat antibiotik untuk membunuh bakteri yang menyebabkan terjadinya tifus. Antibiotik yang paling umum digunakan untuk mengobati tifus meliputi:

  • Doxycycline (Doryx, Vibramycin): pengobatan lini pertama
  • Chloramphenicol: tidak boleh digunakan pada ibu hamil atau menyusui
  • Ciprofloxacin (Cipro): digunakan untuk orang dewasa yang tidak dapat menggunakan Doxycycline.

17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app