Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Tipes: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: OCT 13, 2019 Waktu baca: 6 menit
Telah dibaca 1.697.363 orang

"Anak saya terkena gejala tipes". Anda mungkin sudah sering mendengar kalimat tersebut atau bahkan mengucapkannya sendiri ketika ada seorang anak yang terkena demam pada malam hari, sementara pada siang hari demam tersebut hilang dengan sendirinya.

Namun, sebetulnya apa yang dimaksud dengan sebutan "tipes" tersebut? Apa saja ciri-ciri dan gejala tipes yang perlu diwaspadai? Bisakah kita mengobati tipes di rumah? Tenang, semua jawaban tersebut bisa Anda dapatkan pada ulasan berikut ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

L-Bio merupakan obat yang digunakan untuk melindungi sistem pencernaan dan memperbaiki fungsi normal saluran pencernaan ketika mengalami kondisi diare, konstipasi dan penggunaan antibiotika jangka panjang pada bayi, anak-anak ataupun dewasa. Dapatkan GRATIS ongkir tanpa mininum belanja dan untuk semua jenis pengantaran!

Rangkuman Penyakit Tipes

Jenis penyakit Penyakit menular
Gejala Demam atau panas suhu tinggi, sakit kepala, nyeri otot, sakit perut, tidak nafsu makan, sembelit atau diare, ruam berupa bintik-bintik merah muda kecil, pegal-pegal, lemas, rasa kebingungan
Penyebaran Menular melalui makanan atau air yang terkontaminasi
Umum Bagi Anak-anak dan dewasa
Obat Antibiotik dan Antibiotik penisilin, Levofloxacin/Ciprofoxacin (tidak untuk ibu hamil), Ceftriaxone (untuk anak-anak)
Spesialis Dokter Penyakit Infeksi, Penyedia Perawatan Primer (PCP), dan Dokter Pengobatan Darurat

Apa itu tipes?

Tipes termasuk penyakit menular dan pernah menjadi masalah yang cukup serius di Indonesia. Dalam dunia medis, penyakit tipes lebih dikenal dengan istilah demam tifoid (typhoid fever).

Demam tifoid atau tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella, khususnya Salmonella typhi, yang menyerang bagian saluran pencernaan. Bakteri penyebab tipes ini dapat berkembang biak dalam sel-sel darah putih di berbagai organ tubuh.

Ketika hal itu terjadi, seseorang biasanya akan mengalami demam yang berlangsung lama, perasaan lemah, sakit kepala, sakit perut, masalah buang air besar, serta gangguan kesadaran

Mengenal tipes

Penyebab

Penyebab tipes atau demam tifoid yang paling utama adalah infeksi bakteri Salmonella typhi, yakni jenis bakteri yang juga menjadi penyebab keracunan makanan. Bakteri ini mampu bertahan hidup selama beberapa minggu di alam bebas, seperti di dalam air, es, sampah, maupun debu.

Bakteri Salmonella typhi dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi (foodborne disease). Ketika seseorang yang terinfeksi tidak mencuci tangan dengan bersih sebelum mengolah atau menyentuh makanan, kemudian makanan tersebut dikonsumsi oleh orang lain, maka orang tersebut berisiko tertular penyakit tipes.

Bakteri penyebab tipes dapat dimusnahkan melalui proses pemanasan dengan suhu 60°C selama 15 – 20 menit. Oleh karena itu, disarankan untuk memasak makanan sampai benar-benar matang, terutama pada daging.

Salmonella typhi merupakan salah satu penyebab infeksi paling sering di daerah tropis, khususnya di tempat-tempat dengan tingkat higienitas yang buruk. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penyebab tipes yang paling utama adalah rendahnya kesadaran masyarakat tentang kebersihan dirinya sendiri maupun lingkungan.

Faktor risiko

Selain karena faktor kebersihan tangan dan makanan, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit tipes, yaitu:

  • Penduduk negara berkembang, seperti India, Asia Tenggara, Afrika, Amerika Selatan dan area lainnya yang memiliki tingkat kebersihan yang rendah.
  • Anak-anak, terutama balita.
  • Pekerja atau orang yang mengunjungi area dengan wabah demam tifoid.
  • Melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi atau baru saja terinfeksi tipes.

Gejala

Gejala tipes atau demam tifoid dapat berbeda-beda pada setiap orang dan seringnya tidak khas. Inilah yang membuat dokter maupun praktisi kesehatan kerap salah mendiagnosis penyakit yang satu ini.

Bahkan, ada beberapa orang yang tidak mengalami gejala sama sekali ketika terkena penyakit tipes. Kondisi ini disebut dengan asymptomatic carrier.

Namun, ada beberapa ciri-ciri dan gejala tipes yang mudah dikenali, di antaranya:

1. Demam

Ciri-ciri tipes yang paling utama adalah munculnya demam yang makin lama makin tinggi hingga mencapai 39-40° C. Demam karena tipes umumnya menurun pada pagi hari, tapi akan kembali meningkat pada sore hingga malam hari.

Pada beberapa kasus, demam ini dapat berlangsung selama 3 minggu.

2. Gangguan pada saluran pencernaan

Ciri-ciri tipes juga bisa dideteksi dari masalah pencernaan, meliputi:

  • Sakit perut
  • Bau mulut tak sedap
  • Bibir kering dan pecah-pecah
  • Lidah ditutupi selaput putih kotor
  • Perut kembung karena adanya pembesaran hati dan limfa
  • Sembelit atau diare (kecenderungannya, sembelit pada orang dewasa dan diare pada anak-anak)

3. Gangguan kesadaran

Pada beberapa kasus, ciri-ciri dan gejala tipes membuat penderitanya mengalami penurunan kesadaran. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat memburuk dalam beberapa minggu.

Jika tidak segera ditangani dengan baik, penderita dapat mengalami komplikasi berupa pendarahan internal atau pecahnya sistem pencernaan (usus) yang dapat membahayakan nyawa.

Selain ketiga gejala di atas, ada ciri-ciri tipes lainnya yang perlu Anda ketahui, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Tidak nafsu makan
  • Muncul ruam berupa bintik-bintik kecil berwarna merah muda
  • Badan pegal-pegal
  • Lemas
  • Kebingungan, seperti disorientasi tempat dan lingkungan

Dengan pengobatan yang tepat, gejala penyakit tipes ini dapat membaik dalam waktu 3-5 hari ke depan. Bahkan tipes juga bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan, hanya saja waktu penyembuhannya bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sampai sepenuhnya pulih.

Namun, ini bukan berarti semua ciri-ciri tipes bisa diabaikan begitu saja. Hati-hati, gejala tipes bisa kambuh sewaktu-waktu, memburuk, hingga memicu komplikasi yang mengancam jiwa.

Pencegahan tipes

Secara umum, demam tifoid dapat dicegah dan ditangani dengan baik jika adanya kesadaran masyarakat untuk memulai pola hidup bersih. Berbagai cara mencegah tipes antara lain:

  • Rajin mencuci tangan
  • Hindari minum air yang tidak diproses dengan benar
  • Hindari minum dengan es batu yang tidak jelas asalnya
  • Hindari konsumsi buah dan sayuran yang tidak dicuci maupun diolah dengan baik
  • Masaklah makanan hingga matang

Jagalah kebersihan diri Anda sendiri untuk melindungi diri Anda dan orang-orang di sekitar. 

Pengobatan tipes

Jika Anda mengalami ciri-ciri dan gejala tipes seperti yang disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebabnya, meliputi:

  • Tes Widal, diperlukan untuk mengidentifikasi bakteri Salmonella typhi pada kultur darah.
  • Tes antibodi, seperti tes Tubex diperlukan untuk memeriksa DNA typhoid pada darah.

Ketika ditemukan adanya bakteri Salmonella typhi pada darah, maka dokter akan memberikan pengobatan sesusai dengan keparahan gejala dan kondisi masing-masing pasien

Beirkut ini pilihan pengobatan tipes yang dapat diberikan, yaitu:

1. Terapi antibiotik

Satu-satunya cara mengobati tipes yang paling efektif adalah dengan pemberian antibiotik. Pasalnya, penyakit tipes disebabkan oleh infeksi bakteri dan bakteri dapat dilumpuhkan dengan antibiotik.

Beberapa jenis antibiotik yang dapat diberikan oleh dokter antara lain:

  • Levofloxacin atau Ciprofoxacin (Cipro). Antibiotik ini tidak disarankan untuk ibu hamil.
  • Ceftriaxone (Rocephin). Dapat diberikan untuk mengatasi gejala tipes pada anak.

2. Memperbanyak minum air putih

Diare adalah salah satu gejala tipes yang paling umum. Oleh karena itu, penderita disarankan untuk memperbanyak minum air putih untuk menjaga hidrasi tubuh. Minum air putih yang cukup juga dapat membantu meredakan demam akibat tipes.

3. Operasi

Walau kadang dapat sembuh dengan sendirinya, tipes juga dapat memicu komplikasi yang disebut dengan perforasi usus. Perforasi usus adalah kondisi ketika usus mengalami peradangan hebat dan pada akhirnya pecah atau berlubang.

Ketika ini terjadi, isi dalam usus akan keluar dan memenuhi rongga perut. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa sakit perut parah, mual, muntah, hingga infeksi sepsis. 

Penderita tipes yang mengalami perforasi usus membutuhkan operasi sesegera mungkin. Sebab jika tidak, komplikasi atau bahaya tipes ini dapat mengancam nyawa penderita.

4. Vaksinasi

Pengobatan tipes juga bisa dengan vaksinasi, terutama untuk para pendatang dari negara maju ke daerah yang rawan akan penyebaran demam tifoid. Ada beberapa macam vaksin yang tersedia yaitu:

Vaksin vi polysaccharide diberikan pada anak usia di atas 2 tahun lewat suntikan. Vaksin tipes ini mampu bertahan selama 3 tahun, sehingga perlu disuntik ulang setiap 3 tahun.

  • Vaksin Ty21a

Vaksin Ty21a diberikan pada anak usia 6 tahun ke atas dengan cara diminum (oral). Vaksin tipes jenis ini diberikan dengan 3 dosis yang masing-masing diselang 2 hari. 

Sama seperti vaksin vi polysaccharide, vaksin Ty21a juga mampu bertahan selama 3 tahun. Hindari minum antibiotik 7 hari sebelum dan sesudah pemberian vaksin Ty21a.


Referensi

Baby Center India (2017). Typhoid in babies and toddlers.

Centers for Disease Control and Prevention (2013). Typhoid Fever.

Hoeker, J. Mayo Clinic (2018). How can I protect my baby from infant botulism?

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit