Kenali Hipotensi Dari Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Update terakhir: Feb 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 851.823 orang

Hipotensi adalah istilah medis untuk kondisi tekanan darah rendah (kurang dari 90/60 mmHg). Ukuran tekanan darah dinyatakan dengan dua kombinasi angka sistolik/diastolik. Angka sistolik menunjukkan tekanan pada arteri saat jantung memopa darah. 

Rentang normal angka sistolik adalah 90 – 120 mmHg. Sedangkan angka diastolik menunjukkan tekanan pada arteri jantung berelaksasi sebelum memompa darah kembali. Rentang normal untuk angka diastolik adalah 60 – 80 mmHg.

Penyebab dari Hipotensi

Tekanan darah Anda dapat bervariasi sepanjang hari, semakin meningkat saat beraktifitas, serta bergantung pada jenis aktifitas dan kondisi psikologis yang sedang dirasakan. Tekanan darah rendah, pada kebanyakan kasus adalah bukan sebuah permasalahan kesehatan yang berarti. 

Tetapi kadang tekanan darah rendah dapat menyebabkan seseorang merasa pusing atau sangat lelah. Pada kasus seperti ini, tekanan darah rendah dapat menjadi pertanda adanya permasalahan kesehatan yang membutuhkan pengobatan karena beberapa kondisi dapat membahayakan apabila tidak tertangani segera. Kondisi tersebut antara lain:

  • Kehamilan, karena adanya peningkatan suplai darah untuk janin
  • Perdarahan dalam jumlah banyak
  • Serangan jantung atau adanya kelainan pada katup jantung sehingga menyebabkan gangguan sirkulasi darah
  • Syok yang disertai dengan dehidrasi
  • Reaksi alergi yang parah (anafilaktik syok)
  • Infeksi pada saluran peredaran darah
  • Gangguan endokrin misalnya penyakit tiroid atau diabetes
  • Konsumsi obat-obatan golongan beta-bloker dan nitrogliserin untuk terapi penyakit jantung, golongan diuretic, obat antidepresi, dan obat untuk mengatasi disfungsi ereksi.
  • Kekurangan asupan nutrisi, terutama asam folat dan vitamin B-12

Macam Hipotensi

Terdapat beberapa macam hipotensi, tergantung pada penyebab dan faktor lainnya, yaitu:

  • Hipotensi orthostatic/postural, adalah hipotensi yang disebabkan oleh penurunan tekanan darah secara drastis ketika terjadi perubahan posisi dari duduk atau berbaring ke posisi berdiri
  • Hipotensi postprandial, adalah penurunan tekanan darah secara tiba-tiba setelah makan. Biasanya terjadi pada orang berusia lanjut, orang dengan tekanan darah tinggi, atau yang mengidap Parkinson
  • Hipotensi akibat kesalahan sinyal pada otak (neutrally mediated hypotension), adalah kelainan yang menyebabkan tekanan darah menurun setelah berdiri dalam waktu lama atau karena kejadian yang mengganggu emosi. Kondisi ini dapat terjadi pada orang dewasa dan anak-anak, karena adanya kesalahan komunikasi antara otak dan jantung
  • Hipotensi akibat kerusakan sistem saraf (multiple system atrophy with orthostatic hypotension) atau sindrom Shy-Drager, yang merupakan kelainan langka yang menyebabkan kerusakan progresif pada sistem saraf autonom, yang berperan untuk mengatur tekanan darah, detak jantung, pernapas, dan pernapasan.  

Gejala dari Hipotensi

  • Pusing
  • Berkunang-kunang
  • Kelelahan
  • Mual
  • Pandangan kabur
  • Wajah pucat
  • Keringat dingin
  • Konsentrasi menurun
  • Kehilangan kesadaran

Faktor risiko dari Hipotensi

  • Usia lebih dari 65 tahun lebih berisiko mengalami hipotensi postural atau hipotensi postprandial
  • Konsumsi obat untuk terapi darah tinggi, seperti golongan alfa-bloker, memiliki efek samping hipotensi
  • Adanya penyakit tertentu seperti diabetes atau Parkinson

Terapi atau penanganan dari Hipotensi

Hipotensi yang tidak menunjukkan tanda atau gejala, biasanya tidak memerlukan penanganan. Tetapi apabila menunjukkan gejala-gejala seperti diatas, pengobatan dilakukan berdasarkan penyakit penyebabnya. 

Tujuan terapi hipotensi adalah untuk menaikkan tekanan darah dan mengurangi munculnya gejala. Terdapat beberapa cara untuk meningkatkan tekanan darah, antara lain:

  • Konsumsi lebih banyak garam karena kandungan Natrium pada garam dapat meningkatkan tekanan darah. Sebelum menambah konsumsi garam sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu karena kelebihan konsumsi garam dapat menyebabkan gangguan pada jantung
  • Menjaga asupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi dan meningkatkan volume darah
  • Bergerak perlahan dari posisi berbaring/duduk ke posisi berdiri
  • Terapi obat-obatan sesuai dengan penyakit penyebab hipotensi
  • Memakai kaos kaki kompresi, yaitu berupa kaos kaki elastis (stocking) yang dapat meningkatkan sirkulasi aliran darah dan tekanan darah

Pencegahan agar tidak terkena Hipotensi

  • Memperbanyak minum air dan mengurangi konsumsi alkohol
  • Makan makanan bergizi
  • Memperhatikan perubahan posisi tubuh. Bergerak perlahan saat hendak berganti posisi dari duduk/berdiri ke berdiri. Sebaiknya tidak duduk dengan menyilangkan kaki dalam waktu lama
  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dari badan
  • Makan dalam porsi kecil dan rendah karbohidrat untuk mencegah tekanan darah menurun secara tiba-tiba setelah makan (hipotensi postprandial), serta menghindari asupan makanan tinggi karbohidrat seperti kentang, nasi, pasta, dan roti.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Apakah Anda ingin booking rumah sakit?

Booking setidaknya 24 jam sebelumnya untuk menghemat waktu Anda Pesan

Tidak menemukan rumah sakit yang Anda cari? Tambahkan rumah sakit di sini