Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Chloramphenicol: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: SEP 18, 2019 Tinjau pada SEP 18, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.054.470 orang

Definisi Chloramphenicol

Seperti yang Anda ketahui antibiotik merupakan segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Literatur lain mendefinisikan antibiotik sebagai substansi yang bahkan di dalam konsentrasi rendah dapat menghambat pertumbuhan dan reproduksi bakteri.

Berdasarkan sifatnya (daya hancurnya) antibiotik dibagi menjadi dua yaitu Antibiotik yang bersifat bakterisidal, yaitu antibiotik yang bersifat destruktif terhadap bakteri dan Antibiotik yang bersifat bakteriostatik, yaitu antibiotik yang bekerja menghambat pertumbuhan atau multiplikasi bakteri. Khususnya pada artikel ini yang akan membahas antibiotik dengan spectrum luas yaitu Chloramphenicol. Selamat membaca.

Mengenai Chloramphenicol

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Tablet, obat tetes, suntik dan topikal (obat oles)

Kandungan:

Antibiotik

Apa itu antibiotik Chloramphenicol?

Chloramphenicol (kloramfenikol) merupakan antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriostatik yang menghambat sintesis protein dan biasanya digunakan pada penyakit akibat kuman Salmonella dan pada dosis tinggi bersifat bakterisida. Aktivitas anti bakterinya dengan menghambat sintesa protein dengan jalan mengikat ribosom subunit 50S, yang merupakan langkah penting dalam pembentukan ikatan peptida.

Apa saja indikasi pemberian obat Chloramphenicol?

Chloramphenicol merupakan obat pilihan untuk penyakit tifus, paratifus dan salmonelosis lainnya. Biasanya juga untuk infeksi berat yang disebabkan oleh H. influenzae (terutama infeksi meningual), rickettsia, lymphogranuloma-psittacosis dan beberapa bakteri gram-negatif yang menyebabkan bakteremia meningitis, dan infeksi berat yang lainnya.

Obat dalam bentuk Salep Mata dan Tetes Mata biasaya digunakan untuk mengobati blepharitis, catarrhae, konjungtivitis bernanah, traumatic keratitis, trakoma, keratitis ulserativ, uveitis, konjungtivitis, keratitis, dakriosistitis, dan infeksi lain oleh bakteri patogen. Sedangkan pada obat  Tetes Telinga bisa untuk mengatasi Infeksi superfisial pada telinga luar oleh kuman gram positif atau gram negatif yang peka terhadap Chloramphenicol.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

Bagaimana cara menggunakan dan dosis dari obat Chloramphenicol?

Sebelum mengkonsumsi obat ini penting untuk Anda membaca anjuran pemakaian pada kemasan obat atau minum sesuai anjuran dokter. Antibiotik chloramphenicol sebaiknya diminum dalam keadaan perut kosong, yaitu 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan. Sedangkan untuk dosisnya biasanya diatur sesuai usia dan jenis obatnya. Berikut dosis pamakaian obat chloramphenicol:

- Kapsul 250 mg / Sirup 125 mg: Dewasa, anak-anak, dan bayi berumur lebih dari 2 minggu (50 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 3 – 4) dan untuk bayi prematur dan bayi berumur kurang dari 2 minggu (25 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 4).
- Salep Mata: Oleskan 3 sampai 4 kali sehari pada mata.
- Tetes Mata: Teteskan 2 tetes, 3 sampai 4 kali sehari pada mata.
- Tetes Telinga: Teteskan kedalam lubang telinga 2 - 3 tetes, 3 kali sehari.

Jangan mengehentikan pengobatan atau menambahkan dosis obat antibiotik ini tanpa ada ajuran atau saran dari dokter.

Apa saja efek samping dari penggunaan obat Chloramphenicol?

Penggunaan obat Chlorampenicol dapat juga menimbulkan efek samping seperti diskrasia darah yang serius dan sangat fatal dapat terjadi terutama anemia aplastik, reaksi hipersensitif seperti anafilaktik, urticaria, gray syndrome pada bayi premature, dan gangguan gastrointestinal atau gangguan saluran cerna seperti mual, muntah dan diare

Efek samping lain yang mungkin muncul pada penggunaan obat ini yaitu:

- Pusing
- Demam
- Kejang
- Kehilangan kesadaran
- Depresi

Jika terdapat tanda dan gejala-gejala tersebut setelah penggunaan obat antibiotik ini, maka segeralah konsultasikan masalah tersebut ke dokter atau ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang baik dan tepat.

Interaksi Chloramphenicol

Obat ini dapat berinteraksi dengan obat-obatan lainnya termasuk:

  • Obat ini dapat meningkatkan efek obat pengencer darah oral, obat phenytoin dan antidiabetes oral.
  • Hindari penggunaan obat-obatan yang menekan fungsi sumsum tulang selama pengobatan dengan chloramphenicol, karena dapat berakibat fatal.
  • Obat ini dapat mengurangi efek zat besi pada penderita anemia.
  • Obat ini menurunkan efektivitas kerja obat bila digunakan dengan rifampin dan phenobarbital. 

Peringatan dan Perhatian:

Obat chloramphenicol sebaiknya hanya digunakan untuk infeksi yang sudah jelas penyebabnya kecuali bila ada kemungkinan infeksi berat.

Pada penggunaan jangka panjang sebaiknya dilakukan pemeriksaan hematologi atau darah secara berkala.

Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita dengan gangguan ginjal, wanita hamil dan menyusui, bayi prematur dan bayi yang baru lahir.

Penggunaan obat chloramphenicol dalam jangka panjang dapat menyebabkan tumbuhnya mikroorganisme yang tidak sensitif termasuk jamur.

Obat ini Jangan digunakan untuk pecegahan infeksi, pengobatan influenza, batuk, pilek atau infeksi tenggorokan.

Obat tetes chloramphenicol hanya bermanfaat untuk infeksi yang sangat superfisial, infeksi yang dalam memerlukan terapi sistemik.

Letakkan dan simpan obat ini dalam suhu ruangan yang sejuk dan kering serta hindari dari paparan langsung sinar matahari. Terapi dengan kloramfenikol hanya boleh digunakan pada infeksi yang manfaat obat tersebut lebih besar dibandingkan resiko toksiksitas potensialnya. Jika tersedia obat antimikroba yang sama-sama efektif dan secara potensial tidak begitu toksik dibandingkan kloramfenikol, maka sebaiknya obat tesebut digunakan. Semoga bermanfaat.


Referensi

CDC (2015). Recommendations for The Use of Antibiotics for The Treatment of Cholera.

Drugs (2018). Chloramphenicol.

Mayo Clinic (2017). Drugs and Supplements. Chloramphenicol (Oral Route, Intravenous Route, Injection Route).

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp