Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Kenali Sindrom Reye Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Apr 25, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 714.288 orang

Berhati-hatilah jika anak Anda mengalami kejang hingga penurunan kesadaran setelah terkena infeksi virus seperti flu atau cacar, atau infeksi saluran pernapasan atas, seperti pilek. Kemungkinan anak Anda mengalami penyakit yang biasa disebut dengan sindrom reye. 

Penyakit ini merupakan penyakit yang jarang terjadi atau merupakan penyakit yang langka namun serius yang dapat mempengaruhi fungsi otak dan hati, hal ini paling sering terjadi pada anak-anak yang sembuh dari infeksi virus. Penyakit sindrom reye ini bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani dengan baik.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Tingkat keparahan sindrom reye bervariasi, yang bisa berkisar mulai dari yang ringan hingga yang dapat menyebabkan kematian dalam beberapa jam. Meskipun beratnya penyakit ini bervariasi, sindrom reye merupakan kelainan yang berpotensi mengancam kehidupan sehingga harus dilakukan tindakan yang tepat. 

Berikut artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang sindrom reye dan hal-hal yang harus Anda ketahui tentang penyakit ini. Selamat membaca.

Apa sih Sindrom Reye itu?

Sindrom reye merupakan penyakit yang langka namun serius dan jarang terjadi. Penyakit ini dapat merusak otak dan hati pada anak-anak usia 4 sampai 14 tahun yang terjadi secara mendadak setelah diberikan pengobatan aspirin untuk kondisi seperti flu atau cacar air atau infeksi saluran pernafasan atas. 

Namun saat ini angka kejadian sindrom reye sudah mulai menurun karena penggunaan obat aspirin sekarang tidak disarankan lagi untuk pengobatan demam dan nyeri pada anak-anak.

Apa sih penyebab terjadinya Sindrom Reye?

Penyebab dari sindrom reye masih belum diketahui secara pasti. Namun banyak penelitian menunjukan bahwa penggunaan obat aspirin untuk menangani penyakit virus dapat meningkatkan resiko terjadinya sindrom reye. 

Dugaan lain melibatkan virus-virus tertentu seperti virus influenza atau virus cacar air ditambah dengan pemakaian aspirin. Mengkonsumsi obat aspirin saat anak mengalami influenza atau cacar air atau infeksi saluran pernafasan atas dapat meningkatkan resiko terjadinya sindrom reye.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Apa saja tanda dan gejala-gejala dari Sindrom Reye?

Sindrom reye merupakan penyakit langka yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Terdapat banyak tanda dan gejala-gejala yang perlu Anda ketahui pengenai penyakit ini, seperti:

  • Muntah-muntah
  • Adanya penurunan kesadaran
  • Lemas dan ngantuk
  • Kejang-kejang
  • Diare
  • pernafasan yang cepat
  • Kebingungan atau disorientasi
  • Perubahan suasana hati atau mood (cepat marah)
  • Kehilangan kemampuan bicara
  • Kehilangan fungsi pendengaran.

Pencegahan Sindrom Reye

Meskipun kita tidak mengetahui secara pasti bagaimana mencegah sindrom Reye secara tepat, namun dengan menghindari penggunaan aspirin pada anak-anak khususnya anak yang sedang mengalami cacar air, influenza dan penyakit virus lainnya. 

Secara umum pemberian aspirin sebaiknya tidak diberikan untuk anak-anak maupun remaja, kecuali dengan resep dokter dengan kondisi tertentu. Aspirin terkandung dalam sejumlah obat-obatan yang dijual bebas.  Baca label obat sebelum membelinya, untuk memastikan apakah obat yang hendak anda beli mengandung salisilat atau tidak, terutama karena saat ini banyak obat tanpa resep dokter yang di dalamnya mengandung salisilat.

Jika Anda mendapati anak Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan diatas, segera bawa Anda ke rumah sakit terdekat untuk penanganan yang lebih baik. 

Diagnosis Sindrom Reye

Penegakan diagnosis biasanya dibuat dengan serangkaian pemeriksaan darah, tes urin, serta tes untuk memeriksa gangguan oksidasi asam lemak atau ganggun metabolisme lain. Beberapa tes penunjang juga dapat dilakukan, antara lainnya adalah:

  • CT scan
  • MRI
  • Pungsi lumbal, untuk mengambil sampel cairan dari otak dan membantu menegakan diagnosis
  • Biospi jaringan hati
  • Biopsi kulit, untuk memeriksa jika ada gangguan oksidasi asam lemak dan gangguan metabolisme lain.

Pengobatan Sindrom Reye

Pengobatan sindrom reye ini pada umumnya bersifat suportif dan dilakukan secara bertahap. Penanganan sindrom reye secara umum bertujuan untuk menurunkan efek dari disfungsi metabolik yang sedang terjadi di dalam tubuh. 

Pasien dengan sindrom Reye biasanya dimasukkan ke ruang rawat intensif (ICU) supaya dapat dipantau oleh dokter yang khusus menangani kondisi kritis pada anak-anak. 

Pada kondisi ini, mereka dapat dimonitor untuk perburukan kondisi neurologik dan metabolik. Tujuan utama adalah untuk mengatur ketidakseimbangan elektrolit dan pembengkakan otak dan hati. Pemulihan suhu normal dan pencegahan infeksi juga merupakan prioritas dalam menangani penderita dengan sindrom reye.

Sulit untuk memantau pasien yang mengalami penurunan kondisi khususnya pasien dengan sindrom reye, namun ada beberapa obat yang bekerja untuk menurunkan kadar amonia (amonia adalah salah satu zat kimia yang diketahui meningkatkan pembengkakan otak). 

Selain itu, kasus sindrom Reye yang memberat dan resisten terhadap pengobatan juga mampu disarankan untuk dilakukan cuci darah atau hemodialisis untuk membuang racun yang dipercaya berpengaruh terhadap pembengkakan otak. Berikut beberapa obat yang dapat digunakan dalam menangani sindrom reye:

  • Obat Antikoagulan
  • Obat anticonvulsant
  • Obat diuretik 
  • Vitamin K- untuk defisiensi prothrombin
  • Plasma 
  • Platelet
  • Manitol – untuk mengendalikan hipertensi intracranial

Referensi

Clute, JL. Kidshealth (2014). Reye Syndrome.

Gosalakkal, JA. Kamoji, V. (2008). Reye Syndrome and Reye-Like Syndrome. Pediatric Neurology, 39(3), pp. 198-200.

Mayo Clinic (2018). Diseases and Conditions. Reye’s Syndrome.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit