Kenali Sindrom Reye Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Dipublish tanggal: Feb 5, 2019 Update terakhir: Agu 5, 2020 Tinjau pada Mar 25, 2019 Waktu baca: 3 menit

Berhati-hatilah jika anak Anda mengalami kejang hingga penurunan kesadaran setelah terkena infeksi virus seperti flu atau cacar, atau infeksi saluran pernapasan atas, seperti pilek. Kemungkinan anak Anda mengalami penyakit yang biasa disebut dengan sindrom reye. 

Penyakit ini merupakan penyakit yang jarang terjadi atau merupakan penyakit yang langka namun serius yang dapat mempengaruhi fungsi otak dan hati, hal ini paling sering terjadi pada anak-anak yang sembuh dari infeksi virus. Penyakit sindrom reye ini bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani dengan baik.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Tingkat keparahan sindrom reye bervariasi, yang bisa berkisar mulai dari yang ringan hingga yang dapat menyebabkan kematian dalam beberapa jam. Meskipun beratnya penyakit ini bervariasi, sindrom reye merupakan kelainan yang berpotensi mengancam kehidupan sehingga harus dilakukan tindakan yang tepat. 

Berikut artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang sindrom reye dan hal-hal yang harus Anda ketahui tentang penyakit ini. Selamat membaca.

Apa sih Sindrom Reye itu?

Sindrom reye merupakan penyakit yang langka namun serius dan jarang terjadi. Penyakit ini dapat merusak otak dan hati pada anak-anak usia 4 sampai 14 tahun yang terjadi secara mendadak setelah diberikan pengobatan aspirin untuk kondisi seperti flu atau cacar air atau infeksi saluran pernafasan atas

Namun saat ini angka kejadian sindrom reye sudah mulai menurun karena penggunaan obat aspirin sekarang tidak disarankan lagi untuk pengobatan demam dan nyeri pada anak-anak.

Apa sih penyebab terjadinya Sindrom Reye?

Penyebab dari sindrom reye masih belum diketahui secara pasti. Namun banyak penelitian menunjukan bahwa penggunaan obat aspirin untuk menangani penyakit virus dapat meningkatkan resiko terjadinya sindrom reye. 

Dugaan lain melibatkan virus-virus tertentu seperti virus influenza atau virus cacar air ditambah dengan pemakaian aspirin. Mengkonsumsi obat aspirin saat anak mengalami influenza atau cacar air atau infeksi saluran pernafasan atas dapat meningkatkan resiko terjadinya sindrom reye.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Apa saja tanda dan gejala-gejala dari Sindrom Reye?

Sindrom reye merupakan penyakit langka yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Terdapat banyak tanda dan gejala-gejala yang perlu Anda ketahui pengenai penyakit ini, seperti:

  • Muntah-muntah
  • Adanya penurunan kesadaran
  • Lemas dan ngantuk
  • Kejang-kejang
  • Diare
  • pernafasan yang cepat
  • Kebingungan atau disorientasi
  • Perubahan suasana hati atau mood (cepat marah)
  • Kehilangan kemampuan bicara
  • Kehilangan fungsi pendengaran.

Pencegahan Sindrom Reye

Meskipun kita tidak mengetahui secara pasti bagaimana mencegah sindrom Reye secara tepat, namun dengan menghindari penggunaan aspirin pada anak-anak khususnya anak yang sedang mengalami cacar air, influenza dan penyakit virus lainnya. 

Secara umum pemberian aspirin sebaiknya tidak diberikan untuk anak-anak maupun remaja, kecuali dengan resep dokter dengan kondisi tertentu. Aspirin terkandung dalam sejumlah obat-obatan yang dijual bebas.  Baca label obat sebelum membelinya, untuk memastikan apakah obat yang hendak anda beli mengandung salisilat atau tidak, terutama karena saat ini banyak obat tanpa resep dokter yang di dalamnya mengandung salisilat.

Jika Anda mendapati anak Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan diatas, segera bawa Anda ke rumah sakit terdekat untuk penanganan yang lebih baik. 

Diagnosis Sindrom Reye

Penegakan diagnosis biasanya dibuat dengan serangkaian pemeriksaan darah, tes urin, serta tes untuk memeriksa gangguan oksidasi asam lemak atau ganggun metabolisme lain. Beberapa tes penunjang juga dapat dilakukan, antara lainnya adalah:

  • CT scan
  • MRI
  • Pungsi lumbal, untuk mengambil sampel cairan dari otak dan membantu menegakan diagnosis. 
  • Biospi jaringan hati
  • Biopsi kulit, untuk memeriksa jika ada gangguan oksidasi asam lemak dan gangguan metabolisme lain.

Pengobatan Sindrom Reye

Pengobatan sindrom reye ini pada umumnya bersifat suportif dan dilakukan secara bertahap. Penanganan sindrom reye secara umum bertujuan untuk menurunkan efek dari disfungsi metabolik yang sedang terjadi di dalam tubuh. 

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Pasien dengan sindrom Reye biasanya dimasukkan ke ruang rawat intensif (ICU) supaya dapat dipantau oleh dokter yang khusus menangani kondisi kritis pada anak-anak. 

Pada kondisi ini, mereka dapat dimonitor untuk perburukan kondisi neurologik dan metabolik. Tujuan utama adalah untuk mengatur ketidakseimbangan elektrolit dan pembengkakan otak dan hati. Pemulihan suhu normal dan pencegahan infeksi juga merupakan prioritas dalam menangani penderita dengan sindrom reye.

Sulit untuk memantau pasien yang mengalami penurunan kondisi khususnya pasien dengan sindrom reye, namun ada beberapa obat yang bekerja untuk menurunkan kadar amonia (amonia adalah salah satu zat kimia yang diketahui meningkatkan pembengkakan otak). 

Selain itu, kasus sindrom Reye yang memberat dan resisten terhadap pengobatan juga mampu disarankan untuk dilakukan cuci darah atau hemodialisis untuk membuang racun yang dipercaya berpengaruh terhadap pembengkakan otak. Berikut beberapa obat yang dapat digunakan dalam menangani sindrom reye:

  • Obat Antikoagulan
  • Obat anticonvulsant
  • Obat diuretik 
  • Vitamin K- untuk defisiensi prothrombin
  • Plasma 
  • Platelet
  • Manitol – untuk mengendalikan hipertensi intracranial

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Slightham, C. Healthline (2016). Reye’s Syndrome. (https://www.healthline.com/health/reye-syndrome)
Mayo Clinic (2018). Diseases and Conditions. Reye’s Syndrome. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/reyes-syndrome/symptoms-causes/syc-20377255)
NHS Choices UK (2016). Health A-Z. Reye’s Syndrome. (https://www.nhs.uk/conditions/reyes-syndrome/)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app