Risiko Penyakit Serius di Balik Kulit Gatal

Dipublish tanggal: Sep 21, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit

Rasa gatal yang muncul pasti membuat Anda merasa tidak nyaman. Apalagi jika rasa gatal yang hebat muncul saat Anda sedang berada dalam acara atau rapat yang penting, pastinya akan sangat mengganggu. 

Gatal-gatal atau pruritus merupakan sebuah kondisi yang sudah sering terjadi. Pruritus menimbulkan ketidaknyamanan, mengakibatkan gangguan tidur, kecemasan, dan depresi

Apabila Anda mengalami gatal-gatal dalam waktu yang cukup lama dan disertai dengan beberapa gejala lain, maka Anda sebaiknya berhat-hati dengan kondisi tersebut. 

Pasalnya, rasa gatal tersebut dapat menjadi tanda dari penyakit serius, seperti gangguan ginjal. 

Rasa gatal dapat muncul diberbagai area tubuh Anda. Biasanya, kulit yang kemerahan atau timbul ruam merupakan gejala yang sering muncul akibat rasa gatal. 

Pada dasarnya, kondisi gatal-gatal dapat hilang dengan sendirinya, atau akan mereda setelah pemberian obat-obatan bebas. 

Namun, pada beberapa kondisi tertentu, rasa gatal akan bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama dan dapat menjadi pertanda dari penyakit serius lainnya yang sedang Anda alami. 

Faktor di balik rasa gatal 

Mengetahui penyebab dari rasa gatal yang muncul merupakan hal yang sangat penting. Dengan mengenali penyebabnya, Anda dapat dengan mudah menentukan langkah yang tepat sebagai penanganan akan kondisi tersebut. 

Salah satu penyebab gatal yang paling sering terjadi adalah gigita serangga. Akan tetapi, masih banyak hal lain yang menyebabkan Anda mengalami gatal-gatal, di antaranya: 

Penyakit pada kulit 

Rasa gatal yang muncul dapat disebabkan oleh penyakit kulit, seperti eksim, kudis, psoriasis, folikulitis, dan prurigo. 

Gatal-gatal akibat penyakit kulit biasanya hanya timbul pada area kulit tertentu yang diiringi dengan gejala iritasi kulit, kemerahan atau bintik-bintik pada kulit. 

Kulit kering 

Kulit kering ata xerosis juga menjadi pemicu dari rasa gatal yang Anda alami. 

Kondisi ini biasanya terjadi akibat fakotr lingkungan, seperti udara yang memiliki kelembapan yang rendah, mandi atau mencuci dalam waktu yang cukup lama, serta berada dalam ruangan ber-AC secara terus menerus. 

Gangguan saraf 

Gatal-gatal juga dapat disebabkan oleh gangguan saraf dalam tubuh, seperti multiple sclerosis, saraf terjepit, atau herpes zoster

Penyakit dalam

Penyakit dalam juga ternyata dapat menyebabkan Anda mengalami gatal-gatal di sekujur tubuh. 

Beberapa penyakit dalam yang mengakibatkan rasa gatal meliputi hepatitis, sirosis, penyakit celiac, anemia defisiensi besi, gagal ginjal, gangguan tiroid, leukimia, dan limfoma. 

Reaksi alergi atau iritasi terhadap bahan tertentu 

Gatal-gatal juga dapat muncul sebagai reaksi alergi terhadap suatu bahan yang tidak cocok dengan kulit Anda. 

Misalnya alergi iritasi yang terjadi akibat bahan pakaian yang Anda gunakan, bahan kimia yang terkandung dalam sabun, produk kecantikan, alergi terhadap makanan, obat atau pada tanaman tertentu. 

Perubahan hormon saat hamil 

Pada wanita hamil, rasa gatal bisa saja muncul pada bagian perut, lengan, paha, dan payudara. Rasa gatal yang muncul ini disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan. 

Selain itu, terdapat juga beberapa masalah kulit yang dapat terjadi saat hamil, seperti urtikuria, pruritus, dan plak yang menimbulkan adanya ruam dan gatal pada paha dan perut bagian atas. 

Pada umumnya, rasa gatal tersebut akan mereda setelah melahirkan. 

Menopause 

Gatal-gatal juga dapat terjadi akibat perubahan hormon saat seorang wanita mengalami menopause

Infeksi 

Infeksi menjadi salah satu hal yang memicu terjadi gatal-gatal. Infeksi yang terjadi meliptui cacar, kurap, dan jamur. 

Kondisi psikologis 

Mungkin hal ini tidak banyak diketahui oleh sebagian orang, namun nyatanya kondisi psikologis seseorang mampu menyebabkan munculnya rasa gatal. Kondisi psikologis yang terjadi, seperti depresi dan gangguan kecemasan (hipokondria). 

Tips untuk mencegah gatal menetap pada kulit 

Ketika rasa gatal muncul, menggaruk menjad pilihan pertama Anda untuk mengatasinya. Namun, hal tersebut bukanlah cara yang tepat untuk meredakan rasa gatal yang Anda alami. 

Justru menggaruk kulit yang gatal akan menimbulkan luka, berbekas, dan bahkan terinfeksi. Untuk menangani rasa gatal yang muncul, Anda harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.

Di bawah ini terdapat beberapa panduan umum yang bisa Anda ikuti untuk menangani rasa gatal yang Anda alami: 

  • Tidak menggaruk area kulit yang gatal, tetapi diusap. 
  • Tidak mengonsumsi makanan peda, kafein, dan minuman keras dalam jumlah yang banyak, karena dapat memberi pengaruh pada aliran darah yang menyebabkan rasa gatal akan bertambah parah. 
  • Mengompres bagian kulit yang gatal dengan air dingin. 
  • Memotong kuku agar tidak menimbulkan luka saat Anda tidak dapat menahan diri untuk menggaruk bagian kulit yang gatal. 
  • Membatasi waktu mandi dengan tidak lebih dari 20 menit dan menggunakan air yang tidak terlalu dingin atau panas. 
  • Menghindari penggunaan pakaian yang terbuat dari bahan wol atau yang terlalu ketat akan menambah rasa gatal pada kulit Anda. 
  • Mengoleskan pelembap sehabis mandi agar kulit tetap lembap.
  • Menggunakan sabun dengan kandungan yang ringan agar kulit tidak mengalami iritasi. 
  • Menggunakan sprei dengan permukaan yang lembut. 
  • Mengelola stres agar tidak berlebihan sehingga tidak membuat rasa gata semakin memburuk.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan obat-obatan untuk meredakan rasa gatal yang Anda alami, seperti obat-obatan antihistamin dan krim kortikostreoid yang dijual bebas di pasaran. 

Namun, akan lebih baik untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika gatal-gatal yang Anda alami muncul tanpa penyebab yang jelas. Terutama jika rasa gatal menyebabkan gangguan tidur dan luka di kulit. 

Di dokter, Anda bisa menginformasikan hal-hal berikut agar diagnosis semakin mudah, yaitu waktu gatal muncul, gejala yang menyertai, daftra obat-obatan yang digunakan dalam waktu dalam terkahir, pola makan, pernah mengunjungi tempat tertentu, dan pernah melakukan kontak dengan bahan yang berisiko menimbulkan rasa gatal atau hewan peliharaan. 

Apabila rasa gatal yang muncul diduga sebagai tanda dari penyakit serius, maka dokter akan meminta Anda untuk menjalani pemeriksaan tambahan, meliputi pemeriksaan kaar zat besi dalam darah, pemeriksaan fungis tiroid, fungsi ginjla, atau Rogten untuk memeriksa kelenjar limpa. 

Tidak jarang dokter merekomendasikan calcibeurin inhibitors (penghambat kalsineurin) guna menekan sistem imun tubuh agar dapat meredakan peradangan pada kulit. 


36 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Parasites: Cercarial dermatitis (also known as swimmer's itch). Centers for Disease Control and Prevention. http://www.cdc.gov/parasites/swimmersitch/faqs.html.
Cunningham FG, et al., eds. Dermatological disorders. In: Williams Obstetrics. 25th ed. New York, N.Y.: McGraw-Hill Education; 2018. https://www.accessmedicine.mhmedical.com.
Fazio SB, et al. Pruritis: Etiology and patient evaluation. https://www.uptodate.com/contents/search.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app