Tanda dan Gejala Penyakit Celiac Tidak Hanya Kembung dan Diare

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Tanda dan Gejala Penyakit Celiac Tidak Hanya Kembung dan Diare

Penyakit celiac termasuk kondisi serius yang memerlukan perhatian lebih lantaran dapat menimbulkan sejumlah efek buruk, terutama malnutrisi. Kenali dan cermati dengan saksama berbagai gejala penyakit celiac yang dapat bervariasi pada setiap individu.

Penyakit celiac adalah penyakit langka yang terjadi lantaran adanya kesalahan respon imun tubuh terhadap protein gluten yang terdapat pada gandum dan kerabat dekatnya seperti gandum hitam (rye) dan jelai (barley).

Selain langka, penyakit celiac juga bisa dibilang dengan penyakit autoimun yang unik. Mengingat gejalanya yang sangat bervariasi antar individu bahkan sering hadir tanpa gangguan pencernaan yang menjadi karakteristik khasnya, melainkan timbul penyakit kulit yang disebut dengan dermatitis herpetiformis.

Ketahui lebih lanjut beragam gejala penyakit celiac berikut ini

1. Diare

Diare menjadi gejala penyakit celiac yang paling umum dan biasanya terjadi tepat setelah makan. Timbulnya gejala ini kerap disebabkan oleh malabsorpsi atau ketidakmampuan tubuh penderitanya untuk menyerap nutrisi dari makanan. Bila tak segera ditangani, kondisi ini pun dapat berubah menjadi diare kronis yang berlangsung hingga lebih dari 4 minggu.

Pada beberapa kasus lainnya, penyakit celiac justru dapat menyebabkan konstipasi lantaran beberapa faktor, seperti rusaknya vili usus atau karena diet bebas gluten, Gluten free, yang dapat mengurangi asupan serat.

2. Perut Kembung dan Bergas

Penyakit celiac dapat menyebabkan peradangan di saluran pencernaan yang seringkali ditandai dengan gejala perut kembung dan bergas. Curigai apabila mendapati kondisi demikian selepas mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. Mungkin saja pertanda tubuh mengalami intoleransi gluten atau justru mengidap penyakit celiac.

3. Kelelahan

Penyerapan nutrisi yang buruk membuat penderita penyakit celiac rentan mengalami kelelahan dan gangguan tidur. Lambat laun, kondisi ini pun dapat berimbas pada menurunnya berat badan hingga mengakibatkan anemia defisiensi besi yang akan semakin memperparah keadaan yang telah ada.

4. Dermatitis Herpetiformis

Dermatitis herpetiformis adalah suatu penyakit vesikobulosa yang ditandai dengan lepuhan-lepuhan kecil berisi air yang sangat gatal dan secara klasik terlihat di bokong serta permukaan ekstensor pada siku juga lutut. Lebih dari 90% pasien dengan kondisi seperti ini diketahui memiliki enteropati terkait sensitivitas gluten pada pemeriksaan endoskopi.

Maka tak heran, gejala dermatitis herpetiformis ini menjadi indikator kuat yang mengarah pada diagnosis penyakit celiac. Bahkan, mereka dengan penyakit celiac bisa saja mengembangkan masalah kulit seperti ini tanpa disertai dengan berbagai gejala klasik yang berhubungan dengan saluran cerna.

5. Depresi

Gejala penyakit celiac nampak begitu melekat pada masalah gastrointestinal serta konsekuensi malabsorpsi seperti anemia. Namun nyatanya, gejala penyakit ini dapat pula meluas hingga ke masalah psikologis, seperti stres dan depresi.

Para ahli mengungkapkan bahwa, kondisi ini bisa jadi merupakan konsekuensi dari malnutrisi yang memengaruhi fungsi normal otak, termasuk kurangnya asam amino triptofan, vitamin B hingga buruknya aliran darah ke otak.

Beberapa gejala penyakit celiac lainnya diantaranya seperti nyeri sendi dan osteoporosis akibat menurunnya penyerapan kalsium dan vitamin D, mati rasa, kesemutan hingga gagal tumbuh atau keterlambatan perkembangan yang dapat dialami oleh bayi maupun anak-anak.

Penerapan manajemen penyakit celiac yang tepat

Hingga saat ini belum tersedia obat yang dapat menyembuhkan penyakit celiac. Oleh karena itu, penderitanya diwajibkan untuk mematuhi diet bebas gluten guna memperbaiki nilai nutrisi, mengurangi gejala dan menekan mortalitas.

Beberapa jenis makanan bebas gluten yang dapat dikonsumsi diantaranya seperti sayur dan buah-buahan segar, daging merah, daging ikan dan daging unggas segar, telur, susu, kacang-kacangan dan biji-bijian yang belum di olah serta berbagai produk olahan dengan label "gluten-free".

Bicarakan lebih jauh dengan dokter atau ahli gizi, terkait berbagai makanan alternatif yang sehat dan kaya nutrisi sebagai kebutuhan penting bagi setiap tubuh dengan sensitivitas gluten maupun penyakit celiac.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Celiac Disease: Symptoms, Causes, Diagnosis, Treatment, Risk Factors. WebMD. (https://www.webmd.com/digestive-disorders/celiac-disease/celiac-disease)
Celiac disease: Symptoms, diagnosis, diet, and treatment. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/38085.php)
9 Signs and Symptoms of Celiac Disease. Healthline. (https://www.healthline.com/nutrition/celiac-disease-symptoms)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app