Riabal tablet (Kombinasi)

Update terakhir: Feb 14, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.043.538 orang

Riabal tablet adalah obat yang digunakan mengobati spasme/kejang pada saluran pencernaan, saluran empedu, dan saluran kemih. Riabal tablet mengandung paracetamol, obat yang memiliki aktivitas sebagai antipyretic sekaligus analgetic, dan Prifinium Bromide, obat antikolinergik yang digunakan untuk mengobati gangguan pada saluran gastrointestinal. Berikut ini adalah informasi lengkap Riabal tablet yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik

Hexpharm Jaya

golongan

Hanya bisa diperoleh dengan resep dokter

kemasan

Riabal tablet dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • dos 10 x 10 tablet

kandungan

tiap kemasan Riabal tablet mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Paracetamol atau acetaminophen 500 mg
  • Prifinium Br 30 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Paracetamol yang dikenal juga dengan nama acetaminophen adalah obat yang digunakan sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat ini tidak dimasukkan sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasinya dianggap tidak signifikan. Cara kerja paracetamol yang diketahui sekarang adalah dengan cara menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX). Enzim ini berperan pada pembentukan prostaglandin yaitu senyawa penyebab nyeri. Dengan dihambatnya kerja enzim COX, maka jumlah prostaglandin pada sistem saraf pusat menjadi berkurang sehingga respon tubuh terhadap nyeri berkurang. Paracetamol menurunkan suhu tubuh dengan cara menurunkan hipotalamus set-point di pusat pengendali suhu tubuh di otak.

Prifinium adalah obat antispasmodic yang digunakan untuk mengobati gangguan pada saluran gastrointestinal, empedu dan saluran kemih. Obat ini termasuk ammonium antikolinergik kuaterner. Prifinium bekerja dengan cara memblok secara selektif muscarinic receptor di saluran gastrointestinal, mukosa empedu dan saluran kemih, serta endometrium.

Indikasi Riabal tablet

Kegunaan Riabal tablet adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Untuk mengobati spasme atau kejang dan hipermotilitas pada saluran pencernaan/gastrointestinal seperti, radang lambung (gastritis), ulkus lambung atau ulkus duodedum, dan radang usus (enteritis).
  • Untuk mengobati spasme atau kejang dan diskinesia pada saluran empedu seperti, radang kandung empedu (kolesistopati termasuk kolesistitis) dan diskinesia kandung empedu serta kolelitiasis (batu kandung empedu).
  • Untuk mengobati spasme atau kejang pada saluran kemih, dan nyeri pada radang pankreas.

Kontra indikasi

  • jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap paracetamol dan prifinium bromida.
  • Obat yang mengandung prifinium bromida tidak boleh digunakan pada penderita glaukoma, retensi urin akut akibat hipertrofi prostat , penyakit jantung berat, dan ileus paralitik.

Efek samping Riabal tablet

Secara umum Riabal tablet bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang, selama diberikan pada dosis yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa efek samping Riabal tablet yang mungkin terjadi :

  • Obat ini bisa menyebabkan kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis yang dianjurkan. Potensi efek samping ini meningkat pada orang-orang yang mengkonsumsi alkohol.
  • Efek samping ringan pada saluran pencernaan misalnya mual dan muntah. Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.
  • Efek samping pada ginjal relatif jarang. Namun pada penggunaan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal termasuk gagal ginjal akut.
  • Efek samping pada kulit kejadiannya jarang. Pada tahun 2013, FDA (US Food and Drug Administration) memperingatkan kemungkinan terjadinya efek pada kulit seperti sindrom stevens-johnson dan nekrolisis epidermal toksik akibat pemakaian obat yang mengandung paracetamol, meski hal ini sangat jarang namun bisa fatal jika terjadi.
  • Beberapa ahli menyarankan untuk menghindari penggunaan obat yang mengandung paracetamol pada penderita asma terutama anak-anak, karena ada kemungkinan menyebabkan peningkatan resiko asma ataupun memperburuk penyakit asma yang telah diderita sebelumnya.
  • Reaksi hipersensitivitas akibat pemakaian obat ini sangat jarang, namun jika terjadi pertolongan medis harus segera diberikan karena bisa menyebabkan syok anafilaksis yang berakibat fatal. Pada orang yang sensitif, obat-obat yang mengandung prifinium bromida bisa menimbulkan reaksi alergi seperti angioedema, urtikaria, hiperemia, dan gatal-gatal.
  • Dalam kasus yang jarang, bisa terjadi reaksi berikut : mulut kering, gangguan akomodasi, konstipasi, panas, takikardia, hipertensi, sakit kepala, asthenia, retensi urin, penglihatan kabur, dan mual.

Baca dosis Riabal tablet, efek terhadap wanita hamil, dan hal apa saja yang harus diperhatikan pasien selama menggunakan obat ini di halaman berikutnya...

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan Riabal tablet adalah sebagai berikut :

  • Pemakaian Riabal tablet harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal.
  • Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang mempunyai penyakit asma.
  • Paracetamol diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI) meskipun dalam jumlah yang kecil. Obat ini adalah pilihan pertama sebagai pereda nyeri dan penurun panas bagi ibu menyusui, namun jika anda ragu berkonsultasilah dengan dokter jika anda ingin menggunakan Riabal tablet saat menyusui.
  • Meskipun efek terhadap perdarahan lambung relatif lebih kecil daripada obat-obat golongan NSAID, ada baiknya obat ini dikonsumsi setelah makan.
  • Jika anda mengkonsumsi alkohol, potensi terjadinya kerusakan hati sangat tinggi terutama pada pemakaian jangka panjang dan dosis yang lebih tinggi.
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal, hipertrofi prostat, hipotiroidisme, gagal jantung kongestif (CHF), aritmia, dan kolitis ulseratif.
  • Riabal tablet dapat mengganggu kemampuan untuk mengemudi atau mengoperasikan mesin.

Penggunaan oleh wanita hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan paracetamol kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung paracetamol oleh ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

interaksi obat

Berikut adalah interaksi Riabal tablet dengan obat-obat lain :

  • Metoclopramide : meningkatkan efek analgetic paracetamol.
  • Carbamazepine, fenobarbital dan fenitoin : meningkatkan potensi kerusakan hati.
  • Kolestiramin dan lixisenatide : mengurangi efek farmakologis paracetamol.
  • Antikoagulan warfarin : paracetamol meningkatkan efek koagulansi obat ini sehingga meningkatkan potensi resiko terjadinya perdarahan.
  • Efek farmakologis prifinium bromida diperkuat oleh obat-obat antidepresan trisiklik (TCA), fenotiazin dan MAOIs.

Dosis Riabal tablet

Riabal tablet diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • 3 x sehari ½-1 tablet.
  • Obat digunakan bersamaan dengan makanan.

Terkait

  • merk-merk obat dengan kandungan zat aktif paracetamol
  • merk-merk obat dengan kandungan zat aktif  prifinium bromida
  • Obat yang termasuk analgetic (pereda nyeri)
  • Obat yang termasuk antipiretik (penurun panas)

Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman - teman anda

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit