Penyebab Hypomenorrhea, Darah Haid Cuma Sedikit

Dipublish tanggal: Sep 5, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Setiap wanita itu unik, karenanya siklus haidnya juga berbeda-beda. Beberapa mungkin mengeluarkan jumlah darah yang cukup banyak ketika datang bulan. 

Tapi di sisi lain, ada pula yang cuma sedikit, dan siklus haidnya biasanya juga singkat saja. Kondisi sedikitnya volume darah yang keluar sewaktu menstruasi ini disebut hypomenorrhea

Menurut buku Clinical Methods: The History, Physical, and Laboratory Examinations, seorang perempuan dikatakan mengalami hypomenorrhea jika volume darah menstruasinya kurang dari 30 ml per siklus. 

Berikut adalah berbagai faktor yang dapat menyebabkan hypomenorrhea:

1.Faktor genetik

Tak heran kalau darah haid yang keluar sedikit saja. Lha wong dulu ibu atau saudara perempuan juga mengalaminya. Kalau ini yang terjadi pada Anda, maka besar kemungkinan penyebab hypomenorrhea adalah karena faktor keturunan.

2.Ketidakseimbangan hormon

Bukan rahasia lagi kalau ketidakseimbangan hormon seringkali menjadi faktor mengapa darah haid yang keluar sedikit saja. 

Kondisi labilnya kadar hormon dalam tubuh ini dapat disebabkan berbagai faktor seperti rendahnya kadar tiroid, hiperprolaktinemia, hingga tingginya kadar insulin maupun androgen dalam tubuh.  

3.Usia

Pada kebanyakan kasus, hypomenorrhea memang wajar dialami oleh remaja yang baru puber atau wanita yang usianya mendekati menopause. Penyebab hypomenorrhea dalam hal ini biasanya karena labilnya kadar hormon datang bulan.

4.Stres 

Stres mampu menekan aktivitas di bagian otak yang bertugas menstimulasi ovarium selama ovulasi untuk mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron. Alhasil, rendahnya kedua kadar hormon tersebut menyebabkan menurunnya volume darah menstruasi.

5.Berat badan turun drastis

Faktanya, tubuh perlu sejumlah lemak supaya bisa menstruasi. Jadi bila tubuh mendadak terlalu kurus, maka itu juga bisa mengganggu kelancaran haid atau membuatnya berhenti total. 

Kondisi ini rata-rata terjadi karena banyaknya aktivitas, gangguan pola makan seperti diet ketat, atau akibat olahraga yang terlalu intens. 

6.Pemakaian alat kontrasepsi

Alat kontrasepsi, khususnya yang hormonal seperti pil KB, injeksi, maupun susuk, semuanya juga berimbas pada volume darah. 

Alasannya karena, alat kontrasepsi hormonal mencegah pelepasan sel telur sehingga otomatis dinding rahim tidak menebal karenanya. Efek tersebut rata-rata dialami oleh Anda yang baru pertama kali memakai KB hormonal.

7.Sedang hamil 

Darah haid cuma sedikit juga bisa jadi pertanda kehamilan. Jadi selama buat yang memang sedang menantikan momongan!

Sedangkan bagi bumil, keluarnya sedikit darah bisa menandakan kalau proses implantasi sedang terjadi. 

Tapi di sisi lain, kondisi tersebut juga perlu diwaspadai apalagi jika disertai kram perut, sebab keduanya merupakan ciri-ciri awal keguguran. Karenanya segera periksa ke dokter bila sampai mengalaminya. 

8.Kegagalan ovarium prematur 

Kegagalan ovarium prematur ditandai dengan hilangnya fungsi normal ovarium sebelum usia 40. Hal ini menyebabkan siklus haid jadi jarang atau bahkan berhenti sebelum seseorang mencapai usia menopause.

9.Sheehan’s syndrome

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, pendarahan hebat misalnya selama atau setelah persalinan, dapat merusak kelenjar pituitari sehingga menyebabkan Sheehan’s syndrome

Sebagai akibatnya, hormon yang dihasilkan kelenjar pituitari jadi berkurang. Kondisi ini juga dapat berdampak pada tiroid. 

10.Gangguan tiroid

Gangguan tiroid, khususnya hipertiroidisme, juga dapat mengurangi volume darah haid yang keluar. Anda mungkin mengalami hipertiroidisme kalau mengalami gejala seperti:

11.Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Sindrom ini terjadi saat kista-kista kecil tubuh di ovarium. Keberadaan kista tersebut pasti mengganggu proses ovulasi, sehingga tak heran bila darah haid yang keluar jadi sedikit saja.

12.Asherman’s syndrome

Penderita sindrom ini umumnya mengalami radang pada endometriumnya, yang mungkin diakibatkan oleh dilatasi dan kuretase (D&C). 

Ketika radang tersebut kemudian menimbulkan jaringan parut, maka volume rongga rahim otomatis berkurang. 

Akibatnya darah haid yang keluar berjumlah sedikit saja. Ciri-ciri Asherman’s syndrome lainnya adalah kram perut hingga infertilitas

13.Stenosis serviks 

Penyebab hypomenorrhea yang terakhir kita bahas ini sebenarnya jarang terjadi. Stenosis serviks ditandai dengan menyempitnya atau menutupnya serviks (leher rahim). 

Hal ini bisa menimpa perempuan yang sebelumnya pernah menjalani operasi serviks atau rahim, seperti prosedur LEEP atau ablasi endometrium

Di samping itu, stenosis serviks juga dapat dipicu oleh rendahnya kadar estrogen selama masa perimenopause. Hal ini membuat darah terjebak dalam rahim dan hanya bisa keluar sedikit demi sedikit. 

Karenanya, bila mengalami kram perut parah disertai sedikit pendarahan, segeralah periksa ke dokter.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Sanctis, Vincenzo & Soliman, Ashraf & Soliman, Nada & Elalaily, Rania & Millimaggi, Giuseppe. (2015). Shortened menstrual cycles (Hypomenorrhea) in two adolescents: Diagnostic and reproductive implications. Italian J Adolescent Medicine. 13. 1-4. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/271766490_Shortened_menstrual_cycles_Hypomenorrhea_in_two_adolescents_Diagnostic_and_reproductive_implications)
6 Common Reasons for Lighter Periods Than Normal. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/can-i-be-pregnant-if-i-had-a-lighter-than-normal-period-2758450)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app