Doctor men
Ditulis oleh
MELIANTY IPARDJO
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Kesehatan Fisik

Urin Sedikit Saat Buang Air Kecil, Normal Atau Tidak?

Update terakhir: NOV 18, 2019 Tinjau pada NOV 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 898.836 orang

Pernahkah Anda merasa saat buang air kecil, jumlah volume urin (air kencing) Anda yang keluar sedikit? Tahukah Anda apa saja yang menjadi penyebab urin sedikit saat buang air kecil? 

Siapa saja termasuk Anda mungkin akan merasa khawatir ketika Anda mendapati diri sendiri atau keluarga Anda mengalami keluhan tersebut dan mungkin sempat terpikirkan oleh Anda apakah urin sedikit saat buang air kecil adalah hal yang biasa-biasa saja dan normal atau sebuah pertanda bahwa Anda mengidap penyakit serius.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Perlu Anda ketahui bahwa di dalam tubuh Anda terdapat organ yang disebut kandung kemih atau tempat penampung air seni dimana apabila telah penuh maka secara alami otot-otot di sekitarnya akan memberi sinyal ke otak agar Anda segera buang air kecil. 

Biasanya respon yang diberikan otak ke tubuh dapat berupa perasaan tidak nyaman pada perut bagian bawah, misalnya perut menjadi mulas, pinggang pegal, perut kembung dan mual. 

Jika anda masih menunda-nunda untuk buang air kecil, anda akan mengalami kesulitan buang air kecil setelahnya. Sebenarnya masih banyak penyebab lain yang membuat seseorang buang air kecil sedikit-sedikit.

Apa itu urin sedikit?

Urin sedikit atau yang lebih dikenal dengan sebutan oliguria adalah istilah medis untuk penurunan jumlah volume urin  (air kencing), yakni kurang dari 400 mililiter selama 24 jam atau kurang dair 0,5ml/kgBB/jam

Sedangkan keadaan dimana tidak adanya urin dikenal sebagai anuria, yakni kurang dari 50 mililiter dalam periode 24 jam dianggap anuria.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apa penyebab urin sedikit (oligouria)?

Oligouria merupakan gejala dari Acute Kidney Injury (AKI). Ada banyak penyebab potensial oliguria, mulai dari gejala sementara hingga gejala penyakit yang serius.Penyebab AKI sendiri dibagi menjadi 3 kategori besar

  • Faktor prerenal
  • Faktor renal (intrinsik)
  • Faktor post renal

Faktor prerenal dapat diakibatkan oleh gangguan iatrogenik yang menyebabkan gangguan proses pengaturan produksi kencing oleh ginjal yang diakibatkan oleh obat –obat yang mengecilkan pembuluh darah (cyclosporine, tacrolimus), penghambat prostaglandin (NSAID) atau obat hipertensi golongan ACEI .Kondisi dehidrasi juga menyebabkan AKI prerenal

 

  • Kematian jaringan akut pada tubuler ginjal yang diakibatkan iskemia (kekurangan oksigen) jangka panjang, obat, atau racun
  • Penyakit glomerolus primer
  • Lesi pada pembuluh darah atau sumbatan pembuluh darah
  • Racun eksogen seperti aminoglikosida, ampothericin B, bahan kontras
  • Racun endogen seperti hemoglobin, myoglobin, asam urat
  • Penyumbatan kandung kemih- katup uretral teganggu
  • Gangguan syaraf pada kandung kemih
  • Penyumbatan kedua ureter

 

 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

 

  • Dehidrasi Dehidrasi adalah penyebab paling umum dari penurunan volume pengeluaran urin. Biasanya dehidrasi terjadi ketika Anda menderita diare, muntah, atau penyakit lain sehingga Anda kekurangan cairan dalam tubuh Anda.  Ketika hal tersebut terjadi, ginjal Anda akan menghemat pengeluaran cairan tubuh, termasuk dengan cara menunrukan jumlah cairan yang dikeluarkan melalui proses buang air kecil.
  • Infeksi atau trauma Infeksi atau trauma juga bisa menjadi penyebab urin sedikit, tetapi tidak secara umum. Infeksi atau trauma pada saluran kemih dapat menyebabkan tubuh mengalami syok dan mengurangi aliran darah ke organ-organ tubuh Anda.  Shock adalah keadaan darurat medis dan membutuhkan perhatian dan tindakan segera.
  • Obstruksi Saluran Kemih Terjadi ketika urin (air kencing) tidak dapat meninggalkan saluran kemih Anda karena adanya sumbatan. Hal tersebut juga dapat berpengaruh pada satu atau kedua ginjal Anda dan biasanya menghasilkan penurunan jumlah volume pengeluaran urin.  Penurunan jumlah volume pengeluaran urin tergantung pada seberapa cepat obstruksi terjadi. Selain itu, penyumbatan saluran kemih juga dapat menyebabkan gejala lain, seperti nyeri pada tubuh Anda, mual, muntah, dan juga demam.
  • Obat-obatan Beberapa obat dapat menyebabkan produksi urin Anda lebih sedikit. Obat-obatan yang diketahui mungkin dapat menyebabkan kondisi ini termasuk obat anti radang seperti NSAID, obat tekanan darah tinggi, seperti angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitor, dan gentamisin, yang merupakan antibiotik. Jika obat yang Anda konsumsi menyebabkan urin Anda yang keluar menjadi lebih sedikit, Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda tentang hal tersebut.  Dokter Anda mungkin akan mengganti obat Anda atau menyesuaikan dosisnya. Jangan pernah mengubah dosis obat Anda atau berhenti meminum obat Anda tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan Anda harus memperoleh pertolongan medis?

Anda harus mencari pertolongan medis darurat jika Anda merasa bahwa tubuh Anda mungkin mengalami syok. Hal tersebut bisa disebabkan oleh infeksi serius atau trauma yang membutuhkan perawatan medis yang cepat, misalnya gejala sulit buang air kecil muncul disertai darah setelah kecelakaan atau terjatuh dalam posisi duduk.

Anda juga harus mencari bantuan medis segera jika Anda merasakan sulit buang air kecil atau setelah berhari-hari merasa sulit kencing karena mungkin terjadi sumbatan total yang menghalangi saluran kemih Anda. 

Saluran kemih yang tersumbat harus segera dilakukan perawatan/tindakan segera untuk mencegah kerusakan serius pada ginjal. 

Hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami penurunan jumlah volume pengeluaran urin bersama dengan pusing, denyut nadi cepat, atau pusing.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit