Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Sakit Perut Akibat Terlalu Gugup - Penyebab, Gejala, & Obat

Update terakhir: DEC 9, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.225.059 orang

Pendarahan subdural terjadi ketika darah terkumpul di permukaan otak Anda tepat di bawah tengkorak. pendarahan subdural dapat mengancam jiwa. Pendarahan subdural biasanya disebabkan oleh cedera kepala.

Pendarahan subdural bersifat akut atau kronis. pendarahan subdural akut biasanya terbentuk karena cedera kepala yang parah. Sekitar 20 hingga 30% orang yang mengalami pendarahan subdural akut akan kembali normal tanpa gangguan saraf apapun. Pendarahan subdural kronis terjadi karena cedera kepala ringan. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Bagaimana pendarahan subdural bisa terjadi?

pendarahan subdural terjadi ketika pembuluh darah di antara tengkorak dan permukaan otak Anda pecah. Pendarahan subdural dibagi menjadi dua jenis berdasarkan waktu terjadinya :

Pendarahan subdural akut

Jika Anda mengalami cedera otak utama, area ini dapat terisi dengan darah dan menyebabkan gejala yang mengancam jiwa. Kondisi ini disebut pendarahan subdural akut. Pendarahan subdural akut adalah tipe pendarahan subdural yang paling berbahaya. pendarahan subdural akut biasanya disebabkan oleh:

  • kecelakaan mobil
  • pukulan ke kepala
  • Jatuh

pendarahan subdural akut terbentuk dengan cepat, dan gejalanya muncul segera. Sekitar 50 hingga 90 persen orang yang mengembangkan pendarahan subdural akut meninggal karena kondisi atau komplikasinya.

Pendarahan subdural kronis

Pendarahan subdural kronis biasanya disebabkan oleh cedera kepala ringan atau berulang. Pendarahan subdural kronis sering terjadi pada orang dewasa lanjut usia yang berulang kali jatuh atau mengalami trauma di kepala. Beberapa pendarahan subdural kronis terjadi tanpa sebab yang jelas.

Tingkat yang lebih tinggi dari kondisi ini pada orang dewasa yang lebih tua juga mungkin karena otak menyusut seiring bertambahnya usia. Sehingga menyebabkan munculnya ruang ekstra di tengkorak, memungkinkan pembuluh darah menjadi lebih mudah rusak saat mengalami cedera kepala. Gejala pendarahan subdural kronis tidak segera terlihat dan mungkin tidak muncul selama beberapa minggu pertama.

Pendarahan subdural kronis lebih mudah diobati daripada pendarahan subdural akut. Namun, mereka masih dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Gejala pendarahan subdural

Pendarahan subdural akut menyebabkan gejala segera. Namun, orang dengan pendarahan subdural kronis mungkin tidak memiliki gejala sama sekali.Gejala umum pendarahan subdural adalah:

  • bicara cadel
  • kehilangan kesadaran atau koma
  • kejang
  • mati rasa
  • sakit kepala parah
  • kelemahan
  • masalah penglihatan

Anda harus pergi ke dokter segera jika Anda memiliki gejala-gejala ini. Gejala-gejala ini juga merupakan tanda dari kondisi kesehatan yang sangat serius lainnya. Gejala pendarahan subdural kronis bisa sangat mirip dengan gejala demensia, stroke, tumor, atau masalah lain di otak.

Bagaimana cara mencegah terjadinya pendarahan Subdural

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya pendarahan subdural adalah dengan melindungi diri dari cedera kepala dengan menggunakan peralatan keselamatan yang tepat saat bekerja. Contohnya adalah pelindung kepala, sabuk pengaman dan helm sepeda atau motor. Orang dewasa yang lebih tua harus berhati-hati untuk menghindari jatuh.

Lakukan beberapa langkah berikut untuk melindungi anak kecil dari cedera kepala dengan:

  • Menggunakan sabuk pengaman saat berkendara
  • Memasang penghalang di tangga agar anak tidak jatuh
  • Melarang anak-anak agar tidak memanjat meja atau permukaan tinggi agar tidak jatuh
  • Menambahkan padding ke atas meja dan ujung meja yang tajam

Bagaimana penanganan pendarahan subdural?

Diagnosa
Pendarahan subdural dapat didiagnosis menggunakan tes pencitraan, seperti CT tanpa kontras. Pemindaian ini bertujuan untuk mengevaluasi:

  • otak
  • tengkorak
  • pembuluh darah

Pemeriksaan CT scan ini juga dapat mengungkapkan jika ada pendarahan di otak Anda. pola pendarahan yang khas pada pendarahan subdural adalah gambaran menyerupai bulan sabit.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan darah lengkap. Tes hitung darah lengkap dapat mengukur jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih, dan jumlah trombosit Anda. Tingkat sel darah merah yang rendah dapat menunjukkan kehilangan darah yang signifikan.

Pengobatan

Operasi otak bedah saraf

Seseorang dengan pendarahan subdural biasanya membutuhkan pembedahan. Untuk kasus akut, orang tersebut kemungkinan akan menjalani kraniotomi. Kraniotomi adalah prosedur pembedahan yang dilakukan dengan cara membuka tempurung kepala untuk menghilangkan bekuan darah dari darah yang bocor dan memperbaiki pembuluh darah yang rusak.  Kraniotomi adalah prosedur yang berisiko. Namun dalam beberapa kasus, prosedur ini diperlukan untuk menyelamatkan hidup seseorang.

Burr hole surgery

Untuk pendarahan subdural kronis atau ketika pendarahan akut lebih kecil dari 1 cm, seorang ahli bedah dapat menggunakan burr hole surgery. Dalam prosedur ini, ahli bedah akan mengebor sebuah lubang kecil ke tengkorak dan memasukkan tabung karet untuk mengalirkan darah.

Penggunaan obat anti kejang

Setelah operasi, dokter biasanya akan meresepkan obat anti-kejang. Seseorang mungkin perlu minum obat selama beberapa bulan atau tahun. Minum obat obat anti kejang dapat membantu mencegah kejang yang dapat menyebabkan pendarahan subdural lain.

Dokter biasanya meresepkan obat untuk membantu mengurangi pembengkakan di sekitar otak, yang dapat membantu mencegah atau mengurangi tekanan pada tengkorak pada beberapa hari setelah operasi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit