Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Peppermint - Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: OCT 21, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.192.168 orang

Peppermint adalah tanaman aromatik yang terdiri dari campuran water mint dan spearmint.

Tanaman ini digunakan untuk menambah rasa atau aroma pada makanan, kosmetik, sabun, pasta gigi, obat kumur, dan produk lainnya. Di samping itu, tanaman peppermint mungkin memiliki beberapa kegunaan dalam dunia kesehatan.

Daun peppermint (Mentha piperita) dapat digunakan untuk membuat teh dalam bentuk kering atau segar. Daun peppermint berasal dari Eropa, namun saat ini peppermint dibudidayakan di seluruh dunia.

Mengenai Peppermint

Golongan

Herbal

Kemasan

Minyak ekstrak,kapsul,kapsul dengan enteric coating

Kandungan

  • mentol (40,7 persen)
  • menthone (23,4 persen)
  • menthyl acetate
  • 1,8-cineole
  • limonene
  • beta-pinene
  • Beta-caryophyllene

Manfaat Peppermint

Peppermint dapat diekstrak menjadi minyak yang disebut dengan minyak atsiri peppermint. Seperti minyak esensial lainnya, minyak atsiri peppermint tidak dapat digunakan dengan cara dikonsumsi secara langsung. Minyak atsiri harus diencerkan sebelum dioleskan ke kulit.

Peppermint adalah obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan seperti :


Memiliki efek menenangkan.

Peppermint digunakan untuk mengobati perut kembung, nyeri haid, diare, mual, gangguan cemas yang berhubungan dengan depresi, nyeri otot, gangguan saraf, pilek, gangguan pencernaan, dan penyakit peradangan pada saluran cerna (IBS).


Gangguan pencernaan

menurut University of Maryland Medical Center (UMM) peppermint memiliki khasiat untuk merilekskan otot perut dan meningkatkan aliran empedu, sehingga membuatnya cocok untuk mengatasi gangguan pencernaan.

Namun, peppermint tidak boleh digunakan oleh orang dengan penyakit refleks gastroesofageal (GERD), yang memiliki penyebab berbeda.


Sindrom iritasi usus

Studi ilmiah telah menyebutkan bahwa peppermint, dalam berbagai bentuk, dapat membantu mengobati gejala sindrom iritasi usus besar (IBS).


Kondisi kulit

Minyak peppermint banyak digunakan untuk mengatasi iritasi kulit dan gatal-gatal, serta mengurangi kemerahan. Minyak esensial peppermint harus selalu diencerkan sebelum dioleskan ke kulit.


Sakit kepala dan migrain

Mengoleskan minyak peppermint yang telah dilarutkan ke dahi telah terbukti efektif dalam pengobatan sakit kepala. Minyak peppermint dapat membantu meringankan gejala sakit kepala karena tegang. 

Salah satu penelitian menemukan minyak peppermint sama efektifnya dengan Tylenol atau parasetamol untuk menghilangkan rasa sakit.


Pilek dan flu

Menthol, komponen kimia utama peppermint, adalah dekongestan yang efektif. Dekongestan adalah zat yang dapat mengurangi pembengkakan selaput lendir di hidung, sehingga membuatnya lebih mudah bernafas.

Menthol juga memiliki khasiat ekspektoran. Ekspektoran berfungsi untuk melonggarkan saluran pernafasan dan mengeluarkan lendir dari paru-paru. Ekspektoran juga dapat mengatasi gejala batuk.

Dosis Peppermint

Dosis peppermint untuk orang dewasa.

  • Untuk sindrom iritasi usus besar (IBS): satu atau dua kapsul dengan dosis 0,2 mL atau 180-225 mg minyak peppermint yang diminum tiga kali sehari.
  • Untuk kejang selama endoskopi: Kapsul yang mengandung 0,2 mL minyak peppermint dapat diminum 4 jam sebelum melakukan pemeriksaan endoskopi.
  • Untuk sakit perut: Produk spesifik yang mengandung 90 mg minyak peppermint dan 50 mg minyak jintan (Enteroplant), diminum dua atau tiga kali sehari hingga 4 minggu.
  • Untuk ketidaknyamanan puting karena menyusui: Gel minyak peppermint (0,2%) dapat dioleskan pada puting setiap hari selama 2 minggu.
  • Untuk sakit kepala dan migren: 10% minyak peppermint dalam larutan etanol diterapkan di dahi dan pelipis, diulang setiap 15 hingga 30 menit.

Dosis untuk anak-anak

  • Untuk sindrom iritasi usus (IBS): Satu atau dua kapsul berlapis enterik yang mengandung 0,2 mL minyak peppermint per kapsul diminum tiga kali sehari selama 2 minggu oleh anak-anak berusia lebih tua dari 8 tahun.

Efek samping Peppermint

Daun peppermint aman bila digunakan sebagai obat jangka pendek (hingga 8 minggu). Keamanan menggunakan daun peppermint jangka panjang tidak diketahui.

Peppermint dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti dada terasa terbakar, dan reaksi alergi termasuk kemerahan, sakit kepala, dan sariawan.

Interaksi Peppermint

peppermint dapat berinteraksi dengan beberapa obat, termasuk:

  • cyclosporine, obat yang digunakan oleh penerima transplantasi organ untuk mencegah terjadinya reaksi penolakan organ.
  • Pepcid, Zantac, dan obat lain yang mengurangi asam lambung
  • obat diabetes yang menurunkan gula darah
  • obat untuk hipertensi, atau tekanan darah tinggi
  • obat-obatan yang dimetabolisme oleh hati
  • Seharusnya peppermint tidak digunakan bersamaan dengan antasida karena beberapa suplemen peppermint tersedia dalam bentuk kapsul. Lapisan kapsul mungkin rusak terlalu cepat jika pasien juga menggunakan antasida, sehingga meningkatkan risiko terjadinya efek samping peppermint.

Perhatian

  • Kehamilan dan menyusui: sangat aman untuk mengkonsumsi peppermint dalam jumlah yang biasanya ditemukan dalam makanan selama kehamilan dan menyusui. Namun, tidak cukup diketahui tentang keamanan penggunaan peppermint dalam jumlah yang lebih besar. 

Sebaiknya jangan menggunakan peppermint dalam jumlah yang lebih besar jika Anda sedang hamil atau menyusui.

  • Masalah pencernaan di mana perut tidak menghasilkan asam klorida (achlorhydria): Jangan gunakan minyak peppermint yang dilapisi enterik jika Anda memiliki kondisi ini. Lapisan enterik mungkin larut terlalu dini dalam proses pencernaan.
  • Diare: Minyak peppermint yang dilapisi enterik dapat menyebabkan dubur terasa terbakar, jika Anda mengalami diare.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp