Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI
Kesehatan Fisik

Penyebab Perut Kembung dan Cara Mengatasinya

Update terakhir: SEP 22, 2019 Tinjau pada SEP 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.101.264 orang

Penyebab Perut Kembung dan Cara Mengatasinya

Perut kembung terjadi ketika terdapat gas yang berlebihan pada saluran pencernaan yaitu pada lambung dan usus. Timbulnya gas yang berlebihan itu memiliki banyak penyebab, mengetahui penyebabnya akan mempermudah bagi kita untuk mengatasi perut kembung yang sedang dialami.

Gas (flatus) dihasilkan oleh lambung dan usus akibat proses pemecahan makanan menjadi energi. Secara normal semua orang akan membuang gas limbah tersebut melalui kentut, beberapa orang mungkin lebih sering kentut dari yang lain. By the way, sudah berapa kali Anda kentut hari ini?? Apakah jumlah kentut Anda itu normal?? -tidak perlu dijawab :D- Patokan normal buang gas (kentut) ini yaitu antara 6 sampai 20 kali per hari.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

Apabila terdapat kelebihan gas pada lambung atau usus bagian atas, maka dapat mengakibatkan perut kembung, terasa begah dan sendawa yang berlebihan. Sedangkan kelebihan gas pada bagian usus yang lebih rendah dapat juga mengakibatkan perut kembung dan meningkatnya frekuensi kentut. Kelebihan gas dari salah satu lokasi usus dapat menyebabkan kram atau sakit perut, melilit, dan seringkali tanpa pola yang jelas.

Penyebab Perut Kembung

Inilah beberapa penyebab perut kembung yang paling sering :

Udara yang tertelan

Jika banyak udara yang tertelan namun tidak bersendawa, maka udara akan melewati saluran pencernaan dan dilepaskan melalui anus (kentut). Namun jika jumlahnya berlebihan, maka akan menyebabkan perut kembung dan cegukan.

Gas yang berlebihan pada usus bagian atas biasanya akibat gas yang masuk bersamaan dengan menelan makanan, minum atau mengunyah permen karet. Pada bayi gas yang berlebihan didapatkan dari minum dot, posisi menyusui yang tidak tepat atau menangis berlebihan. Gas pada usus yang lebih rendah merupakan produk sampingan normal dari aktifitas bakteri terhadap makanan yang tidak dicerna hingga mencapai usus besar. Gas usus yang berhubungan dengan aktifitas bakteri terdiri dari hidrogen, karbon dioksida dan metana.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

Makanan Penyebab Kembung

Beberapa makanan mengandung zat-zat yang tidak sepenuhnya dapat dicerna sampai mereka ditindaklanjuti ( dimetabolisme ) oleh bakteri pada usus besar, di mana makanan akan dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana, termasuk gas. Makanan yang paling sering menimbulkan gas (menyebabkan perut kembung) antara lain (jika dimakan berlebihan):

  • Produk susu yang mengandung laktosa
  • Makanan kemasan yang mengandung laktosa , seperti roti , sereal , dan salad dressing .
  • Fruktosa dan sorbitol , yang ditemukan di beberapa buah-buahan dan juga digunakan sebagai pemanis
  • Sayuran seperti asparagus, brokoli, toge, kol, kembang kol, mentimun, paprika hijau, bawang, kacang polong, lobak, dan kentang mentah .
  • Buncis dan kacang-kacangan lainnya.
  • Minuman berkarbonasi, minuman buah, bir, dan anggur merah.
  • Gorengan dan makanan berlemak .
  • Gula.
  • alkohol

Sembelit Sembelit atau konstipasi ini dapat menyebabkan kembung tetapi umumnya tidak meningkatkan gas. Pembahasan lebih lanjut silahkan baca: Sembelit atau Konstipasi

Obat atau suplemen gizi. Obat-obatan tertentu, serta suplemen diet, dapat menyebabkan kembung dan gas sebagai efek samping.

Kondisi medis atau penyakit. Perut kembung karena gas usus yang berlebihan yang ditandai dengan sendawa atau kentut lebih dari 20 kali sehari - kadang-kadang menunjukkan gangguan pencernaan seperti:

  • Penyakit celiac, yaitu penyakit yang berhubungan dengan sistem imun tubuh dengan konsumsi gluten
  • Dumping syndrome, kondisi setelah operasi yang mengakibatkan glukosa melewati usus halus terlalu cepat.
  • Usus buntu
  • Alergi makanan atau intoleransi
  • GERD (Gasoesofageal Refluks Disease) adalah asam lambung yang naik ke esophagus.
  • Gastroparesis (sering pada orang dengan diabetes) yaitu gangguan persyarafan pada lambung sehingga menyebabkan gangguan pencernaan
  • Irritable bowel syndrome, gangguan pencernaan paling sering oleh kecemasan
  • Intoleransi laktosa
  • Tukak lambung (sakit mag yang parah hingga menyebabkan perlukaan atau sariawan)

Perubahan kadar hormon. Sering kali dialami oleh wanita, yaitu munculnya perut kembung tepat sebelum periode menstruasi karena tubuh mereka menahan cairan. Perut kembung juga terjadi pada wanita hamil.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

ikan kembung yang tak bikin kembung

Cara Mengatasi Perut Kembung

Untuk dapat mengatasi perut kembung dengan efektif maka harus mengetahui terlebih dahulu apa yang menyebabkan perut kembung yang sedang Anda alami, sesuai dengan yang disebutkan di atas.

Jika ternyata Anda menduga penyebabnya adalah karena mengkonsumsi makanan penyebab perut kembung secara berlebihan, maka untuk sementara harus menghindarinya.

Namun demikian secara umum dapat menggunakan obat untuk mengatasi perut kembung, yaitu obat yang mengandung simetikon, sebuah obat yang bekerja melarutkan gelembung gas, sehingga dapat mengurangi perut kembung, simetikon biasanya terdapat pada obat mag.

Kapan Harus Ke Dokter?

Perut kembung itu sendiri jarang merupakan tanda atau gejala dari kondisi yang serius. Namun dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan malu karena sering kentut.

Namun, hubungi dokter jika perut kembung terus-menerus atau bertambah parah, atau jika kembung terkait dengan muntah, diare, sembelit, penurunan berat badan, darah dalam tinja (BAB Berdarah) atau perut mulas berlebihan.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit