Otot Berkedut - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Apr 13, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Waktu baca: 5 menit

Otot-otot tubuh terdiri dari serat yang dikendalikan oleh sistem saraf. Stimulasi atau kerusakan saraf dapat menyebabkan serat otot Anda bergerak-gerak tanpa disengaja, atau disebut dengan berkedut. Otot berkedut disebut fasikulasi otot yang melibatkan kontraksi otot kecil di tubuh.

Kebanyakan kedutan otot terjadi tanpa disadari dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun dalam beberapa kasus, kedutan otot mungkin menunjukkan terjadinya kelainan pada sistem saraf. Jika itu terjadi, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter guna memastikan penyebabnya.

Mengenai otot berkedut

Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan otot berkedut. Kedutan otot yang kecil biasanya disebabkan oleh kondisi medis yang kurang serius. Namun, kedutan otot yang lebih parah sering kali merupakan pertanda dari kondisi medis yang serius.

Penyebab otot berkedut yang tergolong ringan

Penyebab otot berkedut yang paling umum meliputi:

  • Aktivitas fisik, menyebabkan asam laktat menumpuk di otot yang digunakan selama latihan. Kondisi ini paling sering terjadi pada lengan, kaki, dan punggung.
  • Stres dan kecemasan yang sering disebut "kutu saraf." Perasaan cemas atau stres juga dapat mempengaruhi otot tubuh.
  • Konsumsi terlalu banyak kafein dan stimulan lainnya, dapat menyebabkan otot-otot di bagian tubuh mana pun berkedut.
  • Kekurangan nutrisi tertentu, terutama kekurangan vitamin D, vitamin B, dan kalsium. Terutama di kelopak mata, betis, dan tangan. 
  • Dehidrasi, terutama pada otot-otot tubuh yang lebih besar seperti kaki, lengan, dan dada.
  • Nikotin yang ditemukan dalam rokok dan produk tembakau lainnya, dapat menyebabkan otot berkedut terutama di kaki.
  • Iritasi pada kelopak mata atau permukaan mata, dapat menyebabkan kejang otot di sekitar mata.
  • Efek samping obat-obatan tertentu, termasuk kortikosteroid dan pil estrogen, dapat memicu kejang otot. Kedutan mungkin mempengaruhi tangan, lengan, atau kaki.

Kejang otot akibat penyebab-penyebab di atas biasanya tergolong ringan dan mudah diatasi. Biasanya, kedutan akan mereda setelah beberapa hari.

Namun, Anda harus segera periksa ke dokter Anda jika mencurigai bahwa otot berkedut disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu. Dokter akan mengganti dosis menjadi lebih rendah atau menggantinya dengan obat lain. Anda juga harus menghubungi dokter jika Anda merasa kekurangan gizi.

Penyebab yang lebih serius

Beberapa kejang otot dapat dipicu oleh penyebab yang lebih serius. Gangguan ini sering dikaitkan dengan masalah pada sistem saraf, yang meliputi otak dan sumsum tulang belakang.

Gangguan pada otak dan sumsum tulang belakang dapat merusak saraf yang terhubung ke otot-otot Anda, sehingga menyebabkan otot berkedut. Beberapa kondisi langka namun serius yang dapat memicu otot berkedut meliputi:

  • Distrofi otot, yaitu sekelompok penyakit bawaan yang merusak dan melemahkan otot seiring waktu. Mereka dapat menyebabkan otot berkedut di wajah dan leher atau pinggul dan bahu.
  • Penyakit Lou Gehrig, juga dikenal sebagai amyotrophic lateral sclerosis. Ini adalah kondisi yang menyebabkan sel-sel saraf mati. Kedutan dapat mempengaruhi otot di bagian tubuh manapun, tetapi biasanya terjadi pada lengan dan kaki terlebih dahulu.
  • Atrofi otot tulang belakang, kondisi yang merusak sel-sel saraf motorik di sumsum tulang belakang dan dapat mempengaruhi kontrol gerakan otot. Atrofi otot tulang belakang bisa menyebabkan lidah berkedut.
  • Sindrom Isaac, mempengaruhi saraf yang menstimulasi serat otot sehingga otot sering berkedut. Kejang paling sering terjadi pada otot lengan dan kaki.

Kedutan otot biasanya bukan keadaan darurat, tetapi kondisi ini bisa disebabkan oleh kondisi medis yang serius. Segera periksakan diri Anda ke dokter jika kedutan otot tergolong kronis atau persisten.

Diagnosis otot berkedut

Saat periksa ke dokter, dokter akan menanyakan berbagai hal seputar gejala otot berkedut yang Anda alami. Dokter juga akan menanyakan hal-hal berikut:

  • Kapan otot Anda mulai berkedut
  • Di bagian tubuh mana kedutan terjadi
  • Seberapa sering kedutan itu terjadi
  • Berapa lama kedutan itu berlangsung
  • Gejala lain yang mungkin Anda alami

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengumpulkan riwayat kesehatan Anda. Beri tahukan dokter  tentang kondisi kesehatan Anda sejelas-jelasnya.

Dokter mungkin juga akan menyarankan untuk menjalani tes diagnostik tertentu jika mereka mencurigai kedutan otot yang Anda alami disebabkan oleh kondisi medis yang cukup serius. Beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan meliputi:

  • Tes darah untuk mengevaluasi kadar elektrolit dan fungsi tiroid
  • Pemeriksaan MRI
  • Pemeriksaan CT scan
  • Elektromiografi untuk menilai kesehatan otot dan sel-sel saraf yang mengendalikannya

Tes-tes diagnostik ini akan membantu dokter dalam menentukan penyebab otot berkedut yang Anda alami. Jika otot Anda terus-menerus berkedut dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, kemungkinan otot berkedut disebabkan oleh kondisi medis yang serius.

Penting untuk mendiagnosis dan mengobati masalah sesegera mungkin. Penanganan sejak dini dapat membantu meningkatkan tingkat kesembuhan dan memberikan Anda pilihan pengobatan yang lebih bervariasi.

Pengobatan otot berkedut

Otot berkedut biasanya tidak memerlukan penanganan khusus. Sebab biasanya, gejala kedutan otot cenderung mereda dalam beberapa hari.

Namun, Anda mungkin memerlukan perawatan jika mengalami penyakit tertentu yang menyebabkan otot berkedut. Penanganannya pun akan disesuaikan dengan penyebabnya masing-masing.

Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk meringankan gejala. Jenis obat-obatan yang mungkin diresepkan oleh dokter meliputi:

  • Kortikosteroid, seperti betametason (Celestone) dan prednison (Rayos)
  • Pelemas otot, seperti carisoprodol (Soma) dan cyclobenzaprine (Amrix)
  • Penghambat neuromuskular, seperti incobotulinumtoxin A (Xeomin) dan rimabotulinumtoxin B (Myobloc)

Pencegahan otot berkedut

Kedutan otot tidak selalu bisa dicegah. Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan risiko munculnya gejala otot berkedut, antara lain:

1. Konsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang

Pastikan untuk selalu mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang, seperti:

  • Buah dan sayuran segar.
  • Biji-bijian utuh sebagai sumber karbohidrat untuk menghasilkan energi.
  • Protein dalam jumlah sedang. Dapatkan sebagian besar protein dari sumber yang tidak berlemak, seperti ayam dan tahu.

2. Tidur yang cukup

Kebanyakan orang memerlukan 6-8 jam tidur setiap malam untuk tetap sehat. Tidur dapat membantu memulihkan tubuh secara keseluruhan serta memberi waktu bagi saraf tubuh untuk beristirahat.

3. Kendalikan stres

Untuk dapat mengurangi stres dalam hidup, cobalah teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau Tai Chi. Berolahraga setidaknya 3 kali seminggu dinilai ampuh mengurangi stres. Jika stres dan kecemasan tak kunjung mereda, mintalah bantuan terapis atau psikolog. 

4. Batasi asupan kafein Anda

Hindari minum minuman berkafein atau makan makanan yang mengandung kafein. Terlalu banyak asupan kafein dapat memicu otot berkedut.

5. Berhenti merokok

Nikotin adalah stimulan ringan yang memengaruhi sistem saraf pusat Anda. Oleh karena itu, berhenti merokok mulai sekarang untuk membantu menurunkan risiko Anda terkena berbagai penyakit. m

6. Mengganti obat

Bicarakan dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat stimulan, seperti amfetamin, dan mengalami kedutan otot. Dokter mungkin akan meresepkan obat lain yang tidak menyebabkan otot berkedut sehingga aman bagi tubuh Anda.


21 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
MedlinePlus, Muscle Twitching (https://medlineplus.gov/ency/article/003296.htm).
Gregory Minnis, DPT, Muscle Twitching (https://www.medicalnewstoday.com/articles/324641.php), 7 March 2019.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Dok kalo kedutt itu kenapa ya dok kadang ditangan di kaki diperut gt kenapaa dok
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis
Buka di app