Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
AHMAD MUHLISIN
Pengobatan

Pengobatan Hepatitis B, Obat Rumahan Hingga Cangkok Hati

Update terakhir: NOV 18, 2019 Tinjau pada NOV 18, 2019 Waktu baca: 6 menit
Telah dibaca 954.953 orang

Pengobatan Hepatitis B, Obat Rumahan Hingga Cangkok Hati

Hepatitis B adalah virus yang menginfeksi hati (liver), sehingga penyakitnya disebut penyakit hepatitis B. Kondisi ini kebanyakan terjadi pada orang dewasa dan menginfeksi dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan, yang disebut hepatitis B akut. Jenis hepatitis ini kemungkinan besar masih bisa disembuhkan. Oleh sebab itu, Anda harus mengetahui bagaimana pengobatan hepatitis B tersebut, sebelum menjadi hepatitis B kronis.

Anda harus mengetahui apa saja gejalanya, karena bisa saja Anda mengidap hepatitis B namun tidak menyadarinya. Gejala yang umumnya terjadi menyerupai flu seperti demam tinggi, sakit kepala, badan terasa sangat lemas, kehilangan nafsu makan, mual, muntah dan lainnya. Lebih lanjut, baca disini: Ciri-ciri dan Gejala Hepatitis B

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Celakanya, jika penyakit ini tidak sesegera mungkin diobati, maka akan memperparah kondisi kesehatan Anda. Timbulnya penyakit-penyakit seperti gangguan liver, sirosis, gagal hati, masalah ginjal, dan kanker hati, menjadi masalah baru yang akan timbul jika Anda tidak segera menanganinya.

Oleh sebab itu, periksakanlah kondisi kesehatan Anda dan ketahuilah bagaimana cara pengobatannya seperti yang akan kami jelaskan berikut ini.

1. Prinsip Pengobatan Hepatitis B

Pengobatan hepatitis B yang efektif dapat bervariasi tergantung pada seberapa aktif virus dan risikonya pada kerusakan hati. Berikut pembagian pengobatan berdasarkan akut dan kronisnya penyakit.

Pengobatan Hepatitis B Akut (Jangka Pendek)

Pengobatan pada kasus ini dilihat dari:

  • Apakah baru saja terinfeksi virus.
  • Memiliki gejala infeksi akut.
  • Memiliki infeksi kronis.

Jika Anda belum pernah mendapatkan vaksin hepatitis B dan merasa telah terkena virus ini, Anda harus mendapatkan suntik hepatitis B immunoglobulin (HBIG) dan suntik vaksin hepatitis B (suntikan pertama dari 3 suntikan vaksin). Hal ini penting dilakukan dengan segera, karena semakin cepat Anda menanganinya setelah paparan, maka akan semakin efektif pengobatannya.

Jika Anda memiliki gejala infeksi akut, pengobatan dengan obat antivirus biasanya tidak diperlukan. Perawatan dirumah seperti makan teratur sambil mengonsumsi makanan sehat, minum banyak air, menghindari alkohol dan obat-obatan terlarang biasanya akan dapat meredakan gejala.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Namun dalam beberapa kasus, dimana kondisi penderitanya sudah cukup buruk, barulah mungkin akan diberi obat untuk mengobati infeksi akut tersebut.

Pengobatan Hepatitis B Kronis (Jangka Panjang) 

Pengobatan hepatitis B ini tergantung pada seberapa aktif virus penyebab hepatitis B di dalam tubuh dan seberapa besar bahayanya pada kerusakan hati. Tujuan pengobatan hepatitis B ini untuk menghentikan kerusakan hati dengan menjaga virus agar tidak berkembang biak.

Obat antivirus digunakan jika virus ini aktif dan Anda berisiko mengalami kerusakan hati, dengan cara memperlambat kemampuan virus dalam berkembang biak. Namun, tidak semua orang yang memiliki hepatitis B kronis melakukan pengobatan dengan cara ini.

Oleh sebab itu, untuk menentukan apakah harus mengonsumsi obat atau tidaknya, Anda harus mengunjungi dokter yang sekaligus akan melakukan tes darah untuk memeriksakan kondisi hati dan aktivitas virus hepatitis B di dalam tubuh Anda.

Beberapa tes atau pemeriksaan dapat mengetahui apakah virus ini berkembang biak dan menyebabkan kerusakan hati. Pada akhirnya akan menentukan pengobatan hepatitis B yang tepat.

Jika kondisi hati sudah rusak parah dan mengancam keselamatan nyawa, maka transplantasi hati menjadi sangat dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan hidup Si penderita. Namun yang harus diperhatikan bahwa tidak semua orang dapat menjadi pendonor untuk hati Anda.

2. Pengobatan Di Rumah

Pengobatan hepatitis B di rumah dapat membantu meringankan gejala dan mencegah penyebaran virus hepatitis B (HBV). Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mengobati hepatitis B di rumah.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Kurangi Aktivitas

Kondisi tubuh yang sudah sangat lemah ditambah beberapa ciri-ciri dan gejala hepatitis B lainnya, menuntut tubuh untuk beristirahat. Tujuannya agar energi yang masih ada dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk melawan penyakit. Lakukan dengan cara seperti ini:

  • Kurangi aktivitas Anda, sesuaikanlah dengan kondisi tubuh. Anda dapat berbaring di tempat tidur atau sekedar duduk santai dikursi.
  • Jika merasa lelah saat bekerja atau sekolah, cobalah untuk mengurangi beban kerja Anda.
  • Hindari olah raga yang berat.
  • Ketika kondisi tubuh dirasa sudah lebih baik, Anda dapat kembali ke aktivitas rutin dengan perlahan-lahan.

Makanan yang Sehat dan Bergizi

Tidak dapat dipungkiri bahwa makanan yang kita makan atau zat gizi sangat mempengaruhi penyembuhan. Oleh karenanya penting sekali memperhatikan hal ini dalam upaya keberhasilan pengobatan hepatitis B.

  • Ketika sakit mungkin kebanyakan orang menjadi mual dan kehilangan nafsu makan. Namun, usahakanlah untuk tetap makan teratur dan memperbanyak makanan-makanan sehat seperti sayuran hijau dan buah-buahan untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak semakin lemah.
  • Biasanya dokter merekomendasikan diet kaya kalori dan kaya protein pada orang yang menderita hepatitis. Imbangilah dengan sambil mengonsumsi makanan yang Anda sukai agar nafsu makan tetap terjaga.

Hindari Dehidrasi

Penting untuk menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik saat terkena hepatitis B, terutama jika Anda muntah. Lakukan cara seperti ini untuk mencegah dehidrasi:

  • Minum banyak air.
  • Minum jus buah dan air kaldu, karena mengandung kalori ekstra.
  • Minum minuman isotonic untuk membantu menggantikan mineral penting (elektrolit) yang hilang saat muntah. Atau Anda juga dapat membuat minuman rehidrasi (oralit) sendiri.

Hindari Alkohol dan Obat-Obatan (Terutama Obat Terlarang)

Hepatitis membuat hati sulit untuk mengolah obat dan alkohol. Jika Anda mengonsumsi obat-obatan (diresepkan atau terlarang) dan minum alkohol saat terkena hepatitis, efeknya akan lebih berbahaya dan memperparah kerusakan hati.

  • Jika Anda menggunakan obat resep, dokter mungkin akan menyuruh untuk berhenti menggunakannya sampai hati Anda sehat kembali. Namun, jangan berhenti minum obat kecuali jika dokter yang menyuruh Anda melakukannya.
  • Tanyakan kepada dokter Anda sebelum minum obat bebas, termasuk produk herbal dan asetaminofen (parasetamol). Asetaminofen dapat membuat penyakit hati menjadi bertambah parah, terlebih jika Anda peminum alkohol.
  • Hindari alkohol sampai dokter menyatakan bahwa hati Anda telah benar-benar sehat.

Kendalikan Gatal Di Kulit

Orang yang menderita hepatitis terkadang mengalami gatal-gatal di kulit. Anda bisa mengendalikan rasa gatal seperti ini dengan menghindari sengatan sinar matahari langsung, mengenakan pakaian katun, atau dengan mengonsumsi antihistamin over-the-counter (obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter) seperti Benadryl atau Chlor-Trimeton (CTM). Sebaiknya konsultasikan dahulu ke dokter sebelum minum obat ini.

3. Obat Hepatitis B

Pengobatan hepatitis B dengan mengonsumsi obat antivirus biasanya tidak dianjurkan untuk orang yang menderita hepatitis B akut. Obat antivirus dapat digunakan untuk infeksi kronis jika virus tersebut berkembang biak dan menyebabkan kerusakan hati, seperti sirosis, atau yang lainnya. Pengobatan ini mungkin tidak akan membantu jika Anda sudah mengalami kerusakan hati yang parah.

The American Association for the Study of Liver Disease telah membuat rekomendasi tentang siapa yang seharusnya menerima pengobatan antivirus untuk penderita hepatitis B kronis. Pertimbangkanlah untuk melihat manfaat pengobatan terhadap risikonya. Pengobatan untuk hepatitis B kronis tidak untuk menyembuhkan penyakit ini, tapi untuk menekan virusnya agar tidak berkembang biak.

Jenis Obat-Obatan

Adapun jenis-jenis obat hepatitis B kronis yang biasa digunakan antara lain:

  • Interferon, seperti interferon alfa-2b dan pegylated interferon alfa-2a.
  • Inhibitor reverse transcriptase nukleosida (NRTI) seperti adefovir, entecavir, lamivudine, telbivudine, dan tenofovir.

Efek samping obat hepatitis B

Seperti halnya obat-obatan lain, obat hepatitis B juga berpotensi menimbulkan efek samping sebagai berikut:

  • Interferon memiliki efek samping seperti, demam, sakit kepala, dan kerontokan rambut. Obat ini juga mungkin dapat menyebabkan masalah mental atau memperburuknya.
  • Untuk penderita sirosis, tidak dapat menggunakan interferon. Tapi bisa menggunakan jenis lain seperti adefovir, entecavir, lamivudine, telbivudine, dan tenofovir.
  • Setelah pengobatan hepatitis B selesai, bisa saja virus dapat menjadi aktif kembali (kambuh).

4. Transplantasi Hati

Cangkok hati (transplantasi hati) berarti mengganti hati yang sudah rusak dengan hati yang masih sehat yang berasal dari orang lain (donor). Transplantasi hati dilakukan untuk mengobati hepatitis B kronis hanya setelah semua pengobatan lain tidak berhasil menanganinya. Transplantasi hati biasanya dilakukan di pusat rumah sakit besar dengan peralatan lengkap. Tentu saja, prosedur ini bertarif sangat mahal.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengobatan hepatitis B. Segera periksakan kondisi kesehatan Anda ke dokter jika merasa mengalami gejala-gejala hepatitis, agar tidak berlanjut ke kondisi yang lebih parah. Istirahat yang cukup diiringi makan makanan yang sehat dan bergizi dapat meredakan gejala hepatitis B dan mencegah virus berkembang biak.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit