Lamivudine: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Apr 20, 2019 Update terakhir: Jan 21, 2020 Waktu baca: 4 menit

Obat antiretroviral adalah obat yang digunakan untuk pengobatan infeksi oleh retrovirus, terutama pada HIV. Obat-obatan HIV dapat membantu menurunkan viral load Anda, melawan infeksi, dan meningkatkan kualitas hidup Anda.

Obat-obatan ini dapat menurunkan peluang Anda untuk menularkan HIV, tetapi jika Anda salah mengkonsumsinya, Anda masih bisa menularkan HIV kepada orang lain.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Dapatkan Obat Alergi Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 11

Tujuan pemberian obat-obatan ini adalah untuk mengontrol pertumbuhan virus, melihat tingkatkan seberapa baik sistem kekebalan tubuh Anda bekerja, memperlambat munculnya gejala dan mencegah penularan HIV ke orang lain.

Nah, pada artikel ini akan membahas salah satu obat antiretroviral yang biasa digunakan untuk menangani suatu infeksi virus. Obat tersebut yaitu Lamivudine. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai, kegunaan, dosism dan efek samping obat Lamivudine. Selamat membaca.

Kegunaan obat Lamivudine

Obat Lamivudine digunakan bersama dengan obat lain untuk mengobati infeksi human immunodeficiency virus (HIV) pada orang dewasa dan anak-anak usia 3 bulan dan lebih tua. Lamivudine juga dapat digunakan untuk mengobati infeksi hepatitis B.

Lamivudine termasuk dalam kelas obat yang disebut nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NRTIs). Obat ini bekerja dengan cara mengurangi jumlah HIV dan hepatitis B dalam darah.

Walaupun Lamivudine tidak menyembuhkan HIV, lamivudine dapat mengurangi peluang Anda untuk memperoleh sindrom imunodefisiensi (AIDS) dan penyakit terkait HIV seperti infeksi serius atau kanker.

Menggunakan obat-obatan ini bersamaan dengan melakukan hubungan seks yang lebih aman dan membuat perubahan gaya hidup dapat mengurangi risiko penularan atau penyebaran virus HIV atau hepatitis B kepada orang lain.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Dosis obat Lamivudine

Obat Lamivudine merupakan obat yang diberikan berdasarkan resep dari dokter. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet oral dan larutan oral. Berikut dosis obat Lamivudine yang biasa diberikan:

  • Dosis oral untuk Infeksi HIV
    • Dewasa: 150 mg dua kai sehari atau 300 mg sekali sehari, dalam kombinasi dengan ARV lain.
    • Anak: usia > 3 bln <14 kg: 4 mg / kg dua kali sehari. Sebagai tab: 14-21 kg: 75 mg dua kali sehari; 22-30 kg: 75 mg di pagi hari dan 150 mg di malam hari; > 30 kg: 150 mg dua kali sehari. Maks: 300 mg setiap hari. Dosis diberikan dalam kombinasi dengan ARV lain.
  • Dosis oral untuk Hepatitis B kronis
    • Dewasa: 100 mg sekali sehari. Untuk pasien dengan infeksi HIV bersamaan: 150 mg dua kali sehari atau 300 mg sekali sehari.
    • Anak: 2-17 tahun 3 mg / kg sekali sehari. Maks: 100 mg setiap hari.

Bacalah petunjuk penggunaan obat sesuai yang tertera pada kemasan obat atau resep dokter. Simpan dan letakkan obat pada tempat yang sejuk atau pada suhu ruangan.

Hindari paparan langsung sinar matahari serta jauhkan dari jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan. Periksa dan perhatikan selalu tanggal pemakaian sebelum mengkonsumsi obat.

Efek samping obat Lamivudine

Seiring dengan efek obat yang digunakan, setiap obat-obatan dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan, yang kadang-kadang menimbulkan efek yang serius.

Namun, setiap orang umumnya dapat menimbulkan reaksi yang berbeda-beda terhadap dosis obat yang sama. Seperti halnya dalam penggunaan obat Lamivudine yang juga memiliki beberapa efek samping, sebagai berikut:

Jika setelah menggunakan obat Lamivudine terdapat tanda dan gejala seperti yang telah disebutkan diatas atau terdapat tanda dan gejala lain yang menetap dan memburuk, segera datangi dokter atau layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Interaksi obat Lamivudine

Ada beberapa obat-obatan yang harus dihindari saat mengkonsumsi obat Loxoprofen. Karena hal tersebut dapat menyebabkan efek berbahaya pada tubuh Anda. Contoh obat ini termasuk:

  • Penurunan ekskresi ginjal dengan Trimetoprim dosis tinggi.
  • Anemia berat dapat terjadi bila digunakan bersamaan dengan Zidovudine.
  • Kegagalan pengobatan dan timbulnya resistansi dapat terjadi dari rejimen Lamivudine dan Tenofovir tiga kali sehari dengan Abacavir atau Didanosine.
  • Dapat antagonis dengan aksi antivirus Zalcitabine.
  • Dapat meningkatkan efek buruk Emtricitabine.

Perhatian dan peringatan Lamivudine

  • Hindari penggunaan obat ini untuk penderita yang memiliki riwayat alergi terhadap obat Lamivudine atau riwayat alergi obat-obatan lainnya.
  • Sebelum menggunakan obat ini sebaiknya Anda memberi tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda konsumsi baik itu vitamin, herbal, obat dari resep dokter atau tanpa resep dokter. Karena beberapa obat dapat menimbulkan efek samping jika dikombinasikan dengan obat Lamivudine.
  • Sebelum menggunakan obat ini beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda seperti hepatomegali, hepatitis atau faktor risiko lain untuk penyakit hati dan anak dengan riwayat atau faktor risiko pankreatitis.
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda hamil, merencanakan hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda hamil saat menggunakan Lamivudine, hubungi dokter Anda. Anda tidak boleh menyusui jika Anda terinfeksi HIV atau jika Anda menggunakan Lamivudine.
  • Jangan menambah, mengurangi atau menghentikan dosis pengobatan tanpa ada saran dan anjuran dari dokter. Karena hal tersebut dapat memperburuk munculnya efek samping.
  • Obat ini memiliki efek samping sakit kepala. Oleh karena itu hindari penggunaan obat ini saat melakukan aktivitas seperti mengemudi dan aktivitas berat lainnya.

Jika setelah menggunakan obat ini tidak terdapat perbaikan atau terjadi perburukan terhadap kondisi kesehatan Anda. Segera konsultasikan kembali ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Semoga bermanfaat.


8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Buka di app