HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. SCIENTIA INUKIRANA
Ditinjau oleh
DR. SCIENTIA INUKIRANA

Obat Hepatitis: Informasi Manfaat dan Cara Kerja

Dipublish tanggal: Mar 11, 2019 Update terakhir: Okt 23, 2020 Tinjau pada Mar 22, 2019 Waktu baca: 4 menit

Hepatitis adalah kondisi di mana terjadi peradangan pada hati. Sesuai dengan penyebabnya ada berbagai jenis hepatitis virus, obat-obatan (methyldopa, isoniazid), autoimun (tubuh menyerang diri sendiri), intoksikasi alkohol dan kekurangan α1-antritripsin Hepatitis sendiri terdiri dari hepatitis Akut dan kronis. Hepatitis Akut biasa disebabkan oleh virus hepatitis (A,B,C,D,E) dan virus Eipstein Barr.  Kedua  hepatitis tersebut, memiliki gejala dan perawatan yang berbeda.

Kebanyakan dari Anda yang terinfeksi hepatitis tidak yakin bagaimana mereka bisa mendapat penyakit ini.  Ditambah lagi, tidak semua orang terinfeksi penyakit hepatitis akan memiliki gejala. Biasanya Anda menyadari kondisinya di kemudian hari saat penyakit ini telah jauh berkembang. Sebagian besar kasus hepatitis didiagnosis saat pemeriksaan medis rutin.

Iklan dari HonestDocs
Beli Anti Virus via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 23

Bagaimana cara mengobati hepatitis?

Kebanyakan orang yang menderita hepatitis tidak menyadari kondisinya, sehingga mereka tidak berobat. Padahal jika Anda telah terpapar virus, Anda harus cepat-cepat mendapatkan sedini mungkin untuk mencegah hepatitis akut. Gejala hepatitis akut tidak spesifik hanya seperti sakit flu.

Sebagian besar orang yang tahu bahwa mereka menderita infeksi hepatitis akut mendapatkan pengobatan dengan obat. Pengobatan tergantung pada jenis hepatitis.

Pengobatan hepatitis akut (mendadak dan cepat) dan kronis (lama) berbeda satu sama lainnya. Beristirahat, obat-obatan untuk meringankan gejala dan menjaga asupan cairan yang memadai dianjurkan untuk pengobatan hepatitis virus akut. Pengobatan hepatitis virus kronis mencakup obat-obatan untuk membersihkan virus dan mencegah kerusakan hati lebih lanjut.

obat Hepatitis A

Penyakit ini tidak memiliki langkah penanganan dengan menggunakan obat-obatan khusus karena sistem kekebalan tubuh akan melenyapkan virus dengan sendirinya. Namun, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk meringankan gejala-gejala yang Anda alami.

obat Hepatitis B 

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi. Jika telah didiagnosis positif menderita penyakit ini, Anda pada umumnya membutuhkan obat-obatan untuk jangka panjang (terkadang bertahun-tahun) guna mencegah kerusakan hati.

Efektivitas obat hepatitis yaitu dengan mengamati kadar serum HbeAg (suatu protein dari sel yang digunakan virus ini untuk menempel secara selular)

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31
  • PEG IFN (inferon) , diberikan secara injeksi subkutan (dibawah kulit) lama pengobatan 48-52 minggu dapat menurunkan HbeAg sebesar 30 %
  • Lamivudin , diberikan tablet lama pengobatan ≥ 52minggu dapat menurunkan HbeAg sebesar 91 %
  • Adefovir, deiberikan tablet ≥42 minggu dapat menurunkan HbeAg sebsar 91%
  • Entecavir, diberikan tablet ≥48 minggu dapar menurunkan HbeAg sebsar 82% 

Terapi dengan pegylated-interferon (peg-INF) dan analog nukleotida bekerja sebagai antivirus sekaligus peningkat sistem imun, namun keunggulan dan efek sampingnya berbeda.

Secara umum, peg-INF memiliki waktu pemberian yang pasti dan tidak menimbulkan resistensi (tidak menimbulkan penurunan kerja obat terhadap virus), namun pemberian dilakukan secara suntik di bawah kulit, memiliki banyak efek samping dan kontraindikasi. 

Sebaliknya, analog nukleotida diberikan secara oral dengan efek samping minimal, tetapi lama terapi lebih panjang dan memiliki risiko resistensi obat (penurunan kerja obat terhadap virus).

obat Hepatitis C

Pengobatan standar untuk hepatitis C kronis berupa kombinasi terapi antivirus yang terdiri dari pegylated-interferon (peg-INF) dan ribavirin, terkadang disebut dengan terapi PEG/riba.

Interferon adalah protein yang biasanya terdapat dalam tubuh untuk melawan infeksi dan terutama untuk membantu sistem kekebalan tubuh melawan HCV guna mencegah komplikasi. Obat ini terdiri dari:

  • Injeksi peginterferon alfa-2a (Pegasys)
  • Injeksi peginterferon alfa-2b (PegIntron, Sylatron)
  • Injeksi interferon alfa-2b (Intron A)

Obat-obatan ini digunakan dalam kombinasi dengan obat antivirus. Tidak ada versi generik dari obat-obatan ini di pasaran. Peginterferon terdiri dari interferon yang dikombinasikan dengan komponen lain yang membuat obat bertahan lebih lama dalam tubuh dan juga membantu mengurangi efek samping. Ada beberapa efek samping umum, meliputi:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31
  • BAB kehitaman
  • Menggigil
  • Batuk
  • Gangguan psikiatri (depresi, sedih berkepanjangan, mudah tersinggung)
  • Demam
  • Nafsu makan berkurang

Obat-obatan antivirus analog nukleosida. Berhati-hatilah dalam menggunakan Ribavirin jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung atau kehamilan. Obat ini bisa menyebabkan resiko cacat lahir dan juga menyebabkan pertumbuhan kerdil pada pasien anak-anak. Resiko ini bisa dialihkan dari pria kepada pasangan wanitanya saat pembuahan. 

Obat Hepatitis D 

Pengobatan hepatitis D juga tidak dilakukan dengan pemberian antivirus, melainkan dengan pemberian Interferon seperti pada kasus hepatitis B. Selain itu dokter mungkin akan meresepkan obat untuk meringankan gejala-gejala yang Anda alami.

Obat Hepatitis E

Sama halnya dengan hepatitis A, Penyakit ini tidak memiliki langkah penanganan dengan menggunakan obat-obatan khusus karena sistem kekebalan tubuh akan melenyapkan virus dengan sendirinya. Namun, dokter mungkin akan meresepkan obat ribavirin untuk meringankan gejala-gejala yang Anda alami.

Mungkin masing-masing hepatitis bisa diobati secara optimal menggunakan obat-obatan diatas, namun tentu saja penanganan hepatitis secara menyeluruh membutuhkan konseling dokter untuk mengukur dan mengevaluasi keadaan pasien secara menyeluruh. Pada hepatitis yang sudah mengalami kerusakan hati yang luas perlu dilakukan pencangkokan hati.


10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Samji, et. al. Medscape (2017). Viral Hepatitis. (https://emedicine.medscape.com/article/775507-overview)
Kahn, et al. Healthline (2017). Hepatitis. (https://www.healthline.com/health/hepatitis)
Davis, C. MedicineNet (2016). Hepatitis (Viral Hepatitis, A,B, C, D, E, G). (https://www.medicinenet.com/viral_hepatitis/index.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Buka di app