Kesehatan Fisik

5 Jenis Hepatitis Berdasarkan Penyebab dan Cara Pengobatan

Dipublish tanggal: Jul 4, 2019 Update terakhir: Agu 4, 2020 Tinjau pada Jul 5, 2019 Waktu baca: 4 menit
5 Jenis Hepatitis Berdasarkan Penyebab dan Cara Pengobatan

Apakah Anda tahu mengenai penyakit hepatitis atau yang sering disebut juga dengan penyakit kuning? Hepatitis adalah penyakit menular yang bisa disebabkan oleh infeksi virus atau beberapa hal lainnya, termasuk penyakit autoimun, pengaruh  konsumsi alkohol, zat racun, serta obat-obatan tertentu.

Hari Hepatitis Sedunia diperingati setiap tanggal 28 Juli untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit hati (liver) ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menargetkan agar dunia dapat terbebas dari penyakit hepatitis pada tahun 2030 mendatang.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Hepatitis via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket hepatitis hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h04 hepatitis

Infeksi virus pada hati terbagi menjadi hepatitis A, B, C, D, dan E yang memiliki cara pengobatan masing-masing. Untuk memahami penyakit hepatitis lebih dalam, simak penjelasan mengenai 5 jenis hepatitis berdasarkan penyebab dan cara pengobatan berikut.

5 Jenis hepatitis berdasarkan penyebab dan cara pengobatan

Hepatitis A

Hepatitis A merupakan penyakit akut jangka pendek yang berkelanjutan dan kronis yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV). Jenis hepatitis ini paling sering ditularkan melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh tinja penderita hepatitis A.

Cara pengobatan hepatitis A biasanya tidak memerlukan perawatan jangka panjang, tetapi jika Anda mengalami muntah atau diare, Anda memerlukan hidrasi dan nutrisi yang lebih banyak dari biasanya. Selain itu, vaksin hepatitis A juga tersedia untuk mecegah infeksi hepatitis A dan dikombinasikan dengan vaksin hepatitis B. Baca juga: Cara Mencegah Penyakit Hepatitis

Hepatitis B

Hepatitis tipe B biasanya ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh yang menular, seperti darah, cairan vagina, atau air mani yang mengandung virus hepatitis B (HBV). Hal ini mudah ditularkan melalui suntikan, hubungan seks dengan penderita yang terinfeksi, atau penggunaan pisau cukur dengan penderita hepatitis B.

Hepatitis B kronis tidak memerlukan pengobatan khusus dan dapat diobati melalui obat antivirus, tetapi tetap diperlukan pemantauan medis secara teratur dan berkelanjutan. Hepatitis B dapat dicegah dengan vaksinasi dan dapat diberikan pada bayi yang baru lahir.

Hepatitis C

Penyakit hepatitis C berasal dari virus hepatitis C (HCV) yang ditularkan langsung melalui cairan tubuh penderita yang terinfeksi, bisa melalui penggunaan suntikan narkoba maupun kontak seksual. Cara mengobati hepatitis C adalah dengan kombinasi terapi obat antivirus karena hingga saat ini belum ada vaksin untuk hepatitis C. Penyebab hepatitis C biasanya disebabkan oleh sirosis hati dan kanker hati yang memungkinkan penderita menjalani transplantasi hati.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Hepatitis D

Hepatitis D disebut juga delta hepatitis merupakan penyakit hati yang paling serius dan disebabkan oleh virus hepatitis D (HDV) yang ditularkan melalui kontak langsung dengan darah penderita yang terinfeksi. Hepatitis D langka terjadi dan hanya terjadi bersamaan dengan infeksi hepatitis B, karena tidak dapat berkembang tanpa virus hepatitis B.

Hingga saat ini tidak ada obat antivirus yang dapat mengobati hepatitis D, tetapi obat alpha interferon dapat membantu memperbaiki kondisi penderita hepatitis D. Hepatitis D dapat dicegah dengan pemberian vaksin hepatitis B.

Hepatitis E

Hepatitis E menjadi penyakit yang ditularkan melalui air akibat virus hepatitis E (HEV) yang sering terjadi di wilayah dengan sanitasi buruk. Saat ini belum ada terapi medis yang khusus mengobati hepatitis E karena biasanya infeksi akan sembuh dengan sendirinya.

Tetapi penderita hepatitis E disarankan untuk mendapatkan istirahat yang cukup, minum air yang banyak agar tetap terhidrasi, mendapatkan nutrisi yang cukup, serta menghindari alkohol. Jika wanita hamil menderita hepatitis E maka diperlukan penanganan dan perawatan yang lebih ekstra.

Beberapa tes yang diperlukan untuk mengetahui penyakit hepatitis

5 Jenis penyakit hepatitis memiliki gejala yang hampir sama, sehingga diperlukan diagnosis melalui tes laboratorium untuk mengetahui jenis dan tingkat keparahan hepatitis. Diagnosa diawali dengan pemeriksaan fisik dan mengetahui riwayat medis pasien terlebih dahulu apakah ada kemungkinan penyebab hepatitis.

Jika pasien baru saja berpergian ke luar negeri, ada kemungkinan menderita hepatitis A. Jika pasien baru saja berhubungan seks tanpa kondom, mungkin pasien menderita hepatitis B. Tetapi hal tersebut harus dipastikan melalui pemeriksaan berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Tes darah (Blood tests)

Tes ini berfungsi untuk mendeteksi produksi antibodi pada tubuh dalam melawan penyakit dan menilai fungsi hati dengan memeriksa kadar protein hati dan enzim tertentu, yakni enzim aspartat aminotransferase dan alanin aminotransferase (AST/SGOT dan ALT/SGPT). Jika hati mengalami kerusakan, maka kadar kedua enzim tersebut akan meningkat. 

Biopsi hati (Liver biopsy)

Tes ini berfungsi untuk mengukur tingkat kerusakan hati dan menentukan apakah ada kemungkinan terjadinya kanker hati. Dalam pemeriksaan ini, sampel jaringan hati akan diambil dan diamati dengan menggunakan mikroskop.

Tes asam nukleat (Nucleic acid tests)

Untuk mendiagnosis hepatitis B dan C, tes HBV DNA atau HCV RNA merupakan tes protein dan materi genetik virus yang diperlukan untuk mengetahui kecepatan virus yang berkembang biak dalam hati dan untuk menujukkan seberapa aktif virus tersebut.

Parasentesis (Paracentesis)

Pemeriksaan hepatitis melalui cairan perut yang diekstraksi untuk mengidentifikasi penyebab akumulasi cairan.

Elastografi (Elastography)

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur kekakuan hati dengan memancarkan gelombang suara.

Surrogate markers

Jenis tes darah yang digunakan untuk menilai perkembangan sirosis dan fibrosis.

38 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
ABC of diseases of liver, pancreas, and biliary system: Acute hepatitis. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1119417/)
Hepatitis Types, Symptoms, and Treatments. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/an-overview-of-hepatitis-1760013)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app