Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Methylprednisolone: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Update terakhir: NOV 11, 2019 Tinjau pada NOV 11, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.843.469 orang

Methylprednisolone / Methisoprinol

Bagi kita yang menderita penyakit radang seperti radang tenggorokan hingga radang sendi, Methylprednisolone mungkin tidak asing di telinga. Karena obat yang satu ini diresepkan untuk berbagai jenis penyakit dan penggunaannya cukup luas, sangat penting bagi kita untuk mengetahui berbagai karakteristiknya. Mari simak detil obat methylprednisolone berikut ini...

Apa itu Methylprednisolone / Methisoprinol?

Methylprednisolone / Methisoprinol merupakan obat yang termasuk dalam golongan kortikosteroid. Golongan obat ini merupakan obat yang meredakan peradangan yang dapat digunakan dalam penanganan berbagai penyakit, terutama penyakit-penyakit berbasis peradangan ataupun penyakit-penyakit di mana radang merupakan salah satu gejala utamanya. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Methylprednisolone antara lain digunakan dalam penanganan Penyakit Paru Obstruktif Kronik  (PPOK), Croup, radang sendi, lupus, psoriasis, colitis ulcerosa, alergi, gangguan fungsi kelenjar endokrin, dan gangguan lain pada kulit, mata, paru, lambung, sistem saraf dan juga sel darah.

Penggunaan steroid dalam jangka panjang akan melemahkan sistem imunitas tubuh karenanya Methylprednisolone tidak boleh diberikan pada keadaan infeksi tidak terkontrol, hipersensitivitas terhadap Methylprednisolone, infeksi jamur sistemik, serta pada pemberian vaksin virus hidup yang dilemahkan.

Di Indonesia, Methylprednisolone termasuk dalam golongan obat keras yang hanya dapat diperoleh melalui resep dokter.

Seringkali kita mudah mendapatkan obat ini di apotek meskipun tanpa resep, tetapi hal ini sangat tidak dianjurkan karena Methylprednisolone merupakan obat yang bekerja secara sistemik dan memiliki efek pada berbagai fungsi tubuh serta dapat menimbulkan banyak efek samping yang tidak diharapkan bila digunakan tidak sesuai peruntukannya dan dalam dosis yang aman.

Dosis dan cara penggunaan Methylprednisolone / Methisoprinol

Methylprednisolone umumnya beredar dalam bentuk sediaan tablet 2 mg, 4 mg, 8 mg dan 16 mg. Ada pula Methyprednisolone dalam bentuk sediaan injeksi (Depo-Medrol) 40 mg yang lebih jarang digunakan.

Besarnya dosis Methylprednisolone yang diberikan, berapa kali sehari dan berapa lama sangat bergantung pada penyakit yang hendak ditangani, usia dan berat badan pasien serta kondisi kesehatan pasien. Karenanya sangatlah penting untuk menggunakan obat ini atas anjuran dan di bawah pengawasan dokter. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Dosis awal pada  pasien dewasa umumnya berkisar antar 4-48 mg setiap harinya dan bergantung pada jenis pasien, diagnosis dan kondisinya. Pada anak dan pasien lansia, sangatlah diperlukan pertimbangan dokter sebelum mengkonsumsi obat.

Sedangkan pada penanganan Multiple Sclerosis, dosis awal untuk orang dewasa umumnya adalah 160 mg dibagi menjadi satu atau dua kali pemberian, kemudian setelah 1 minggu, dosisnya dapat diturunkan menjadi 64 mg setiap dua hari sekali. 

Efek samping Methylprednisolone / Methisoprinol

Semua obat dapat menimbulkan efek samping, terutama bila diberikan dalam dosis besar dan dalam jangka waktu yang panjang. Methylprednisolone merupakan obat golongan steroid yang dapat mempengaruhi berbagai fungsi tubuh kita.

Efek samping yang dapat terjadi pada penggunaan Methylprednisolone antara lain adalah sebagai berikut.

  • Nyeri kepala
  • Mual dan muntah
  • Kenaikan berat badan
  • Rasa bingung dan gelisah
  • Bengkak pada pergelangan kaki, kaki, maupun tangan
  • Gangguan pada kulit seperti jerawat dan kulit rapuh
  • Rasa haus berlebihan
  • Infeksi
  • Tekanan darah tinggi
  • Kelemahan otot
  • Depresi
  • Reaksi alergi terhadap Methylprednisolone; dapat berupa ruam kulit, rasa gatal dan bengkak pada wajah, bibir dan atau lidah
  • Gangguan mood berupa depresi, kecemasan, euphoria, perubahan kepribadian dan psikosis
  • Gangguan pada mata berupa gangguan penglihatan dan nyeri mata
  • Kesulitan buang air kecil ataupun berkurangnya produksi air kencing
  • Diabetes Mellitus (penyakit gula)
  • Nyeri pada panggul, punggung, iga, bahu, lengan ataupun tungkai
  • Gangguan penyembuhan luka
  • Berkurangnya kadar kalium dalam darah
  • Gangguan hormonal

Bila Anda menjalani pengobatan penyakit dengan menggunakan Methylprednisolone, berkonsultasilah secara teratur dengan dokter yang merawat agar perkembangan kondisi, keluhan serta kemungkinan efek samping yang terjadi dapat terpantau. 

Selanjutnya, jika Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas, terutama bila gangguannya menetap atau cukup serius seperti reaksi alergi, segeralah berkunjung ke klinik atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan yang tepat. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Penting untuk diingat bahwa efek samping ini umumnya terjadi pada terapi jangka panjang dan tidak terjadi pada setiap pasien. Tetapi perlu juga dicermati bahwa Methylprednisolone merupakan obat yang memerlukan pertimbangan yang matang dan pengetahuan yang menyeluruh sebelum digunakan.

Karenanya, sangat tidak dianjurkan untuk memulai terapi menggunakan Methylprednisolone tanpa konsultasi dan kontrol dengan dokter. Selain itu, bila Methylprednisolone digunakan dalam terapi jangka panjang, obat ini tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba melainkan perlu dikurangi dosisnya secara bertahap sebelum benar-benar menghentikan penggunaannya.

Interaksi Methylprednisolone / Methisoprinol dengan obat dan bahan lain

Sangatlah penting untuk menginformasikan dokter yang merawat mengenai obat-obatan yang Anda konsumsi untuk memastikan Methylprednisolone tidak mempengaruhi efek kerja obat-obatan yang diminum ataupun sebaliknya.

Pada penderita kencing manis, sering ditemukan bahwa gula darahnya menjadi lebih sulit dikendalikan ketika menjalani penanganan penyakit lain yang menggunakan Methylprednisolone sehingga memerlukan penyesuaian dosis obat diabetesnya. Begitu pula halnya dengan pemberian Methylprednisolone pada mereka yang menderita tekanan darah tinggi.

Vaksin yang dibuat dari virus yang dilemahkan tidak boleh diberikan pada mereka yang mengkonsumsi Methylprednisolone, terutama dalam jangka panjang.

Contoh vaksin-vaksin yang termasuk golongan ini antara lain adalah vaksin flu, cacar air, dan MMR (Measles, Mumps, Rubella). Selain itu, ada pula obat-obatan yang sebaiknya tidak diberikan bersama Methylprednisolone seperti Cyclosporine, Troleandomycin, Ketoconazole, Aspirin, Warfarin, Heparin, Phenobarbital, Phenytoin dan Rifampin.

Perhatian penggunaan Methylprednisolone / Methisoprinol

Efek Methylprednisolone pada janin dan bayi yang menyusu tidak diketahui secara pasti. Untuk penggunaan Methylprednisolone pada kedua kondisi tersebut, sangat diperlukan pertimbangan dari dokter yang merawat apakah manfaat pengobatan dengan Methylprednisolone lebih besar dari kemungkinan timbulnya efek yang tidak diinginkan baik pada janin maupun bayi.

Pada pasien lansia dan pasien dengan kondisi khusus seperti gangguan ginjal dan hati, diperlukan pertimbangan dari dokter yang merawat dan kemungkinan penyesuaian dosis.

Demikian sudah kita pelajari mengenai Methylprednisolone dan berbagai manfaat dan kegunaannya. Ada banyak penyakit yang hanya bisa dikontrol dan diredakan menggunakan obat ini ataupun kortikosteroid jenis lain.

Bila memerlukan penganganan menggunakan Methylprednisolone, terutama dalam jangka panjang, rajinlah berkonsultasi dengan dokter Anda agar kondisi selalu terpantau dan Anda dapat mendapatkan manfaat penuh dari obat ini.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp