Arthritis - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Jan 17, 2019 Update terakhir: Nov 5, 2020 Tinjau pada Feb 28, 2019 Waktu baca: 3 menit

Radang Sendi- Definisi, Gejala dan Pengobatan

Penyakit nyeri-nyeri apdagt;sendian sangat banyak dikeluhkan terutama pada usia lanjut. Nyeri pada persendian bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya peradangan sendi. Bantalan tulang yang semakin rapuh dan kering mengakibatkan gesekan sehingga menimbulkan gejala dan kesulitan untuk melakukan aktivitas.

Sendi adalah suatu perhubungan antar tulang satu dengan tulang lainnya. Sendi juga menstabilkan fleksibilitas gerakan motorik dan membatas adanya oversterch pada bagian tulang. Area persendian terdiri dari bantalan tulang halus yang berfungsi untuk menjaga artikulasi. Selain itu terdapat ligamen yang berbentuk seperti serabut atau pita yang mengikat tulang sendi.

Sendi juga dilengkapi oleh cairan pelumas yang dinamakan cairan sinovial. Cairan ini memiliki fungsi utama untuk menjaga kelenturan gerakan tulang dan persendian. Tetapi semakin beranjak tua usia kita, cairan sinovial dapat semakin kering sehingga menimbulkan rasa kaku dan hambatan dalam gerakan sendi.

Jenis-Jenis Persendian

            Total jumlah sendi pada manusia mencapai 360 sendi yang terdiri dari:

  • Sendi peluru
  • Sendi luncur
  • Sendi putar
  • Sendi engsel
  • Sendi kaku
  • Sendi pelana 

Penyebab Radang Sendi

            Penyebab terjadinya radang sendi disebabkan oleh inflamasi yang berulang pada salah satu atau lebih di daerah persendian. Peradangan disebur juga akibat dari infeksi bakteri dan virus yang menganggu kekebalan tubuh sehingga infeksi tersebut menyerang persendian hingga menimbulkan radang. Penyebab lain yang juga sering terjadi adalah akibat dari pengaruh autoimun dimana sistem kekebalan tubuh merusak sel-sel sendi yang baik sehingga menyebabkan gejala.   

Gejala Radang Sendi

            Munculnya radang sendi dapat terjadi pada satu bahkan lebih daerah persendian. Gejalanya dapat bervariasi bergantung sumber dan jenis penyakit yang menyertai radang sendi. Gejala yang dapat ditemukan saat muncul peradangan antara lain:

  • Sendi menjadi bengkak
  • Daerah kulit sekitar sendi berwarna kemerahan
  • Terasa hangat dari perabaan luar
  • Nyeri tekan
  • Nyeri pinggang
  • Otot leher kaku
  • Nyeri saat daerah sendi digerakan
  • Tidak dapat berjalan (akibat radang sendi lutut)
  • Otot sekitar menjadi kaku
  • Demam ringan
  • Nafsu makan menurun

Beberapa jenis penyakit peradangan sendi yang sering ditemui antara lain:

  • Osteoarthritis

Peradangan sendi lutut yang sering terjadi pada usia lanjut akibat penurunan cairan sinovial dan penyempitan celah sendi.

  • Gout

Gout terjadi pada daerah ibu jari kaki yang sangat nyeri akibat peningkatangt;asam urat

  • SLE

Kelainan autoimun Lupus eritematous sistemik yang disertai peradangan sendi atau arthritis.

  • Rheumatoid arthritis

Peradangan sendi bersifat autoimun yang dapat menimbulkan bengkak sendi dan kerusakan tulang rawan. Dominan terjadi pada wanita usia 40 tahun keatas, tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada laki-laki.

Diagnosis Radang Sendi

            Dokter akan menanyakan lama riwayat nyeri atau bengkak pada persendian dan adanya keterbatasan gerak sehingga sulit melakukan aktivitas. Dokter juga melakukan pemeriksaan fisik seperti mendeteksi area sendi yang meradang, tes gerak, dan mendeteksi adanya gejala sistemik lainnya yang menyertai.

            Hingga saat ini, pemeriksaan dengan pencitraan seperti foto rontgen, CT- scan, dan MRI menjadi pilihan untuk menentukan jenis, ukuran, dan lokasi peradangan yang menimbulkan gejala beragam tersebut. Pemeriksaan darah juga tidak lupa dilakukan untuk memeriksa adanya gangguan sistemik atau kelainan autoimun seperti pada penyakit SLE atau rheumatoid arthritis yang sering disertai radang sendi.

Pengobatan Radang Sendi

            Obat yang digunakana sebagai terapi radang sendi ditentukan oleh jenis penyakit dan gejala yang dialami. Pada kondisi radang sendi akibat gangguan autoimun seperti SLE atau rheumatoid arthritis, penggunaan obat kortikosteroid menjadi pilihan utama bertujuan untuk mengurangi peradangan. Salah satu obat SLE yang dikenal adalah DMARD (Disease Modifying Antirheumatic Drug) misalnya hydroxychlorquine, methotrexate dan obat kortikosteroid lain seperti prednisone.

            Pada peradangan sendi lainnya, pemberian obat nonsteroid anti inflamasi seperti parasetamol atau ibuprofen menjadi pilihan dengan tujuan untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak. Penggunaan salep atau krim yang dioleskan di daerah radang juga sangat membantu.

            Apabila masih tidak ada perbaikan dengan obat-obatan, tindakan operasi perlu dilakukan untuk menjaga bentuk tulang agar tidak terjadi tulang rapuh atau pengapuran.

           

 

 


39 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
William C. Shiel Jr., MD, FACP, FACR, Arthritis (https://www.medicinenet.com/arthritis/article.htm).
Natalie Butler, RD, LD, Arthritis (https://www.healthline.com/health/arthritis), 14 August 2017.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app