Gejala Jerawat - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 7, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 491.128 orang

Jika kamu memasuki usia remaja, besar kemungkinannya untuk jerawatan. Sekitar 10% remaja memiliki malasah jerawat. Jerawat tidak hanya menjadi masalah untuk anak remaja, tapi juga masalah yang cukup mengganggu bagi orang dewasa.

Faktanya memang jerawatan merupakan pertanda bahwa seseorang beranjak dewasa. Tapi seringkali hal ini bukan perkara biasa jika kita bercermin dan jerawat yang lumayan besar, apalagi jika posisinya yang kurang strategis seperti di dahi atau di pipi, pastinya akan mengganggu penampilan.

Kabar baiknya kamu bisa belajar sedikit tentang jerawat dan apa saja yang boleh dan gak boleh kamu lakukan dengan jerawat kamu. Menjalani beberapa langkah mudah seperti di bawah ini, mungkin kamu akan merasa lebih baik dengan wajah kamu. 

Apa sih Jerawat itu? Bagaimakah bentuknya?

          papula, pustula, komedo hitam, komedo putih, nodul, dan kista adalah tipe-tipe jerawat. Jerawat adalah masalah jerawat yang paling sering ditemukan. Umumnya muncul saat masa pubertas dengan rentang usia 12-24 tahun karena pada masa-masa tersebut ini kelenjar Sebaceous yang berada di dasar folikel rambut mulai aktif.

Kelenjar tersebut memproduksi minyak pada pori-pori wajah dan saat minyak tersebut bersatu dengan kotoran maka proses pembentukan jerawat akan dimulai .

Namun jerawat juga bisa muncul pada usia berapapun. Jerawat bukan penyakit yang berbahaya tapi jerawat bisa menimbulkan bekas di wajah yang bisa menjadi masalah serius khususnya bagi kaum hawa. Penanganan jerawat tergantung dari penyebab dan tingkat keparahannya.  

Kenali macam-macam Jerawat

  • Papula
    benjolan kecil yang terasa menyakitkan. Ukurannya kecil dengan warna merah dan tekstur lunak.

  • Pustula
    adalah benjolan kecil yang pada ujungnya terdapat penumpukan nanah.
  • Komedo
    hitam adalah bintik berwarna hitam yang biasanya muncul di area sekitar hidung. Warna hitam tersebut bukan berasal dari debu atau pun kotoran, melainkan pigmentasi yang terjadi di dalam lapisan pada folikel rambut.

  • Komedo putih
    memiliki tekstur yang lebih keras. Ini disebabkan oleh akumulasi sebum yang mengeras di dalam pori-pori kulit. Jika dilihat sekilas, bintik komedo putih hampir serupa dengan komedo hitam.

  • Nodul dan kista
    termasuk kategori jerawat parah. Nodul adalah benjolan besar yang terbentuk di balik permukaan kulit dengan tekstur keras dan terasa menyakitkan. Sama seperti nodul, benjolan kista juga berukuran besar, namun berisi nanah. Sekilas kista tampak seperti bisul. Umumnya jerawat kista dapat meninggalkan bekas luka permanen di wajah setelah sembuh.

Bagaimanakah proses munculnya Jerawat di kulit?  

Kulit manusia memiliki pori-pori yang menghubungkan kelenjar minyak di bawah kulit dengan lingkungan luar. Pori-pori dan kelenjar minyak dihubungkan oleh folikel. Folikel adalah suatu kantung kecil yang menghubungkan kelenjar minyak dengan pori-pori dan memproduksi cairan.

Kelenjar Sebaceous memproduksi minyak yang disebut sebum. Sebum membawa sel kulit mati melalui folikel ke permukaan kulit. Jerawat muncul saat folikel terhalang oleh sesuatu, dan sel kulit mati yang sudah bergabung dengan sebum yang seharusnya dibawa keluar melalui folikel akan menumpuk.

Tumpukan ini akan menimbulkan infeksi dan membengkak, hal ini lah yang biasa kita sebut dengan jerawat . Jerawat akan bertambah parah saat jerawat dipecahkan.

Propionibacterium acnes (P. acnes) adalah jenis bakteri yang paling banyak menyebabkan jerawat. Beberapa penelitian menunjukan keparahan jerawat ditentukan oleh jenis bakteri yang menjadi penyebab infeksinya. Dan di sisi lain, tidak semua bakteri menjadi penyebab jerawatan’  

Apa saja sih yang menjadi pemicu munculnya Jerawat?  

  • Faktor Hormonal
  • Banyak fator yang menjadi penyebab terjadinya jerawat, namun peningkatan hormone androgen dinilai salah satu penyebab yang paling sering ditemukan. Peningkatan hormon androgen menyebabkan Sebaceous Gland untuk memproduksi lebih banyak sebum, lebih banyak sebum berarti lebih besar kemungkinan untuk jerawatan.

Faktor lain yang menjadi penyebab munculnya jerawat:

  • Obat-obatan yang mengandung androgen dan lithium
  • Efek samping penggunaan kosmetik
  • Stress
  • Perubahan hormone misalnya saat menstruasi
  • Kecanduan merokok
  • Faktor genetik 

Pengobatan Jerawat

Pengobatan jerawat dapat diberikan menurut tingkat keparahannya :

Jerawat ringan

Jerawat ringan seringkali tidak perlu diberikan perawatan khusus karena akan hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 7 hari. Namun jika mengganggu penampilan bisa diberikan gel atau cream anti jerawat yang banyak di jual bebas di pasaran (OTC) seperti :

  • Resorcinol
    Membantu menghilangkan komedo hitam dan putih.

  • Benzoyl Peroxide
    Membunuh bakteri dan mengakselerasi penggantian sel kulit mati dan memperlambat produksi sebum.

  • Salicylic Acid
    Membantu menghilangkan komedo hitam dan putih dan membantu menghilangkan peradangan dan bengkak pada kulit.

  • Retin-A
    Membantu menghancurkan sesuatu yang menjadi penyumbatan pada folikel.

  • Azelaic Acid
    Menghilangkan sumbatan di folikel, menghentikan produksi sebum yang berlebihan dan mencegah pertumbuhan bakteri.

Perlu diingat untuk memulai pengobatan harus dimulai dari yang paling ringan untuk menghindari iritasi kulit.  

Mengobati jerawat yang parah

Untuk pengobatan jerawat yang parah, perlu di lakukan oleh ahli dan tenaga medis khususnya ahli kulit. Contoh pengobatannya adalah :

  • Injeksi kortikosteroid
  • Pemberian antibiotic baik secara oral maupun topical
  • Pemberian Obat kontrasepsi untuk wanita dengan kelainan hormonal
  • Isotretinoin obat ini merupakan obat keras dan harus diberikan oleh ahli 

Mencegah lebih baik daripada mengobati

Lebih baik mencegah daripada mengobati, banyak hal-hal yang bisa kita lakukan sendiri di rumah untuk mencegah munculnya jerawat dari menggunakan berbagai jenis masker hingga melakukan pola hidup yang sehat. Berikut adalah rangkuman dari cara mencegah timbulnya jerawat

  • Mengatur pola makan
  • Memang masih jelas tidak hubungan langsung antara keduanya, namun makanan berlemak, pedas dan tinggi gula dilaporkan memicu munculnya jerawat. Sebaliknya makanan yang kaya akan vitamin A,E dan zinc dilaporkan memiliki property untuk mencegah munculnya jerawat.

  • Rutin membersihkan wajah
  • Rutin membersihkan wajah dapat membantumu terhindar dari masalah kulit termasuk jerawat batu. Bersihkan wajah 2 kali sehari, sebelum beraktivitas dan pada malam hari. Pilih pembersih wajah yang mampu membersihkan kotoran serta minyak pada wajah. Saat sedang berjerawat, hindari penggunaan scrub yang justru dapat mengiritasi kulit.

    Sebelum mencuci muka, kamu sebaiknya mengetahui cara mencuci muka yang benar terlebih dahulu, ya.
  • Hindari memencet Jerawat
  • Menekan jerawat dapat memperparah kondisi jerawatmu. Sering memencet jerawat yang sedang meradang, bukan mengurangi jerawat yang timbul, tapi malah memperparah kondisinya sekaligus meningkatkan risiko kemunculannya.

  • Jangan salah pilih produk kecantikan
  • Salah memilih produk busa memperburuk kondisi kulit berjerawatmu Menggunakan produk kecantikan mungkin dapat memperburuk kulit berjerawat. Coba pilih produk yang mencantumkan label non-comedogenic dan produk bebas minyak. Produk tersebut dinilai dapat membantumu agar terhindar dari masalah jerawat pada kulit.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit