Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Inflammatory Bowel Disease - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: NOV 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.666.255 orang

Apa itu Inflammatory Bowel Disease

Inflammatory bowel disease (IBD) adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan dua jenis gangguan yang melibatkan peradangan kronis pada saluran pencernaan. Terdapat dua jenis IBD yaitu Kolitis ulseratif dan penyakit Chron.

Mengenai Inflammatory Bowel Disease

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Berfungsi melindungi sistem pencernaan & memperbaiki fungsi normal saluran pencernaan saat diare, konstipasi, dan penggunaan antibiotika jangka panjang pada bayi, anak-anak ataupun dewasa. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Kolitis ulseratif dan penyakit Crohn biasanya melibatkan diare berat, nyeri perut, kelelahan, dan penurunan berat badan. IBD dapat membuat anggota tubuh menjadi lemah dan kadang-kadang menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. 

Peradangan yang berkepanjangan menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan.

Terdapat dua jenis IBD yaitu:

  1. Kolitis ulseratif. Kondisi ini menyebabkan peradangan dan luka jangka panjang di lapisan terdalam usus besar dan dubur
  2. Penyakit Crohn. Jenis IBD ini ditandai oleh peradangan pada lapisan saluran pencernaan yang sering menyebar ke jaringan pada saluran cerna.

Apa yang menyebabkan terjadinya Inflmaatory Bowel Disease?

Penyebab pasti IBD hingga saat ini tidak diketahui, tetapi munculnya IBD dikaitkan dengan sistem kekebalan tubuh yang rusak. Sistem kekebalan berfungsi untuk menyerang organisme asing, seperti virus dan bakteri, untuk melindungi tubuh. 

Pada IBD, sistem kekebalan tubuh merespon terhadap lingkungan sel-sel sehat di dalam tubuh, yang menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan.

Pada orang dengan IBD peradangan saluran pencernaan tetap terjadi bahkan ketika tidak ada infeksi. Sistem kekebalan menyerang sel-sel tubuh itu sendiri sehingga dikenal sebagai respons autoimun

IBD juga dapat terjadi ketika peradangan tidak hilang setelah infeksi sembuh yang dapat bertahan selama bertahun-tahun.

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Berfungsi melindungi sistem pencernaan & memperbaiki fungsi normal saluran pencernaan saat diare, konstipasi, dan penggunaan antibiotika jangka panjang pada bayi, anak-anak ataupun dewasa. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Faktor resiko lainnya terkait timbulnya IBD antara lain:

  1. USia 50 tahun ke atas
  2. Riwayat keluarga
  3. Merokok
  4. Penggunaan obat anti inlflamasi non-steroidal
  5. Faktor makanan dan lingkungan

Apa Gejala yang ditimbulkan pada Inflammatory Bowel Disease?

Gejala utama yang ditimbulkan pada penderita IBD diantaranya:

  1. Diare bercampur dengan dengan darah, lendir dan nanah.
  2. Nyeri kram di perut, terutama sebelum buang air besar.
  3. Kelelahan, akibat efek samping obat atau penyakit itu sendiri
  4. demam.
  5. Kehilangan nafsu makan
  6. Penurunan berat badan  disebabkan tubuh tidak menyerap nutrisi
  7. Sering merasa kenyang
  8. Anemia
  9. ulkus mulut.

Gejala lainnya yang dapat timbul terkait penyakit Chron yaitu:

Striktur

Striktur terjadi ketika ada peradangan yang sedang berlangsung dan kemudian penyembuhan di usus yang dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut sehingga dapat membuat bagian usus menyempit.

Fistula

Fistula adalah saluran atau lorong yang tidak normal yang menghubungkan satu organ internal dengan organ lainnya, atau ke permukaan luar tubuh. Ini lebih umum pada orang dengan Penyakit Crohn.

Bagaimana Cara mencegah Inflammatory Bowel Disease

Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah IBD terkait autoimun. Namun perubahan gaya hidup dari faktor resiko dapat membantu mencegah perburukan gejala.

Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah IBD antara lain:

  1. tidak merokok
  2. Mengonsumsi makanan sehat dan berserat seperti ikan, sayur, dan diet buah-buahan
  3. Pemberian suplemen tambahan seperti multivitamin, Omega-3
  4. Rajin berolahraga
  5. Mengurangi konsumsi kacang-kacangan
  6. Tidak mengonsumsi alkohol

Bagaimana cara mengobati Inflammatory Bowel Disease

Terdapat beberapa jenis obat-obatan yang digunakan sebagai terapi IBD diantaranya:

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Berfungsi melindungi sistem pencernaan & memperbaiki fungsi normal saluran pencernaan saat diare, konstipasi, dan penggunaan antibiotika jangka panjang pada bayi, anak-anak ataupun dewasa. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Obat Antiinflmasi Obat antiinflamasi adalah langkah pertama dalam pengobatan IBD. Obat ini mengurangi peradangan pada saluran pencernaan. Namun, mereka memiliki banyak efek samping. Obat anti-inflamasi yang digunakan untuk IBD antara lain Sulfasalazine

IMunomodulator Penekan kekebalan (atau imunomodulator) mencegah sistem kekebalan tubuh menyerang usus dan menyebabkan peradangan. Kelompok ini termasuk obat yang memblokir TNF. 

TNF adalah bahan kimia yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan peradangan. Kelebihan TNF dalam darah biasanya tersumbat, tetapi pada orang dengan IBD, kadar TNF yang lebih tinggi dapat menyebabkan lebih banyak peradangan.

Obat lainnya seperti Tofacitinib adalah pilihan yang lebih baru yang bekerja dengan cara unik untuk mengurangi peradangan.

Imunosupresan Penekan kekebalan dapat memiliki banyak efek samping, termasuk ruam dan infeksi. Antibiotik digunakan untuk membunuh bakteri yang dapat memicu atau memperburuk gejala IBD.

Antidiare atau Laksatif Obat anti diare dan laksatif juga dapat diberikan pada terapi simtomatik

Suplemen

Suplemen vitamin dan mineral dapat membantu kekurangan gizi. Misalnya, suplemen zat besi dapat mengobati anemia. Jenis pengobatan lainnya apabila terapi obat-obatan tidak memberikan perbaikan klinis yaitu dengan teknik bedah.

Pembedahan terkadang diperlukan untuk orang dengan IBD. Beberapa jenis operasi yang dilakukan pada IBD meliputi:

  1. strictureplasty untuk melebarkan usus yang menyempit
  2. penutupan fistula
  3. eliminasi usus yang terkena pada penyakit chron’s
  4. pengangkatan kolon atau rektum pada kolitis ulseratif

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit