Kesehatan Fisik

Penyakit Anemia: Pengertian, Penyebab, dan Gejala

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Agu 4, 2020 Tinjau pada Mei 16, 2019 Waktu baca: 4 menit
Penyakit Anemia: Pengertian, Penyebab, dan Gejala

Anemia adalah suatu kondisi tubuh yang terjadi ketika sel-sel darah merah (eritrosit) dan/atau Hemoglobin (Hb) yang sehat dalam darah berada di bawah nilai normal (kurang darah). Nilai normal hemoglobin pada pria dewasa 13- 17,5 gr/dl dan pada wanita dewasa 12-15,5 gr/dl.

Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Jika seseorang kekurangan sel darah merah, atau hemoglobin yang normal, maka sel-sel dalam tubuh tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup, akibatnya tumbullah gejala anemia. Gejala anemia seperti lemah, letih dan lesu terjadi karena organ-organ tidak mendapatkan apa yang mereka butuhkan untuk berfungsi dengan baik, yaitu oksigen dan nutrisi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Dapatkan Obat Jantung Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 10

Kurang darah (anemia) ini berbeda dengan darah rendah. Darah rendah merupakan rendahnya tekanan darah, sedangkan anemia adalah kurangnya sel darah merah atau hemoglobin seperti telah disebutkan di atas. Hal ini perlu perjelas di sini karena masih banyak pasien yang salah dalam mengartikan anemia (kurang darah).

Penyebab Anemia

Terdapat lebih dari 400 jenis anemia berdasarkan penyebabnya, yang secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

1. Kehilangan Darah

Sel darah merah dapat hilang ketika seseorang mengeluarkan darah atau berdarah oleh sebab apapun seperti kecelakaan, terluka, dsb. Namun perdarahan dapat terjadi perlahan-lahan dalam jangka waktu yang panjang, dan ada kalanya tidak terdeteksi. Ini disebut sebagai pendarahan kronis yang biasanya disebabkan oleh :

  • Penyakit pencernaan seperti maag, wasir, gastritis (radang lambung), dan kanker 
  • Penggunaan obat anti-inflamasi (OAINS) seperti aspirin atau ibuprofen, yang dapat menyebabkan gastritis dan perdarahan di saluran pencernaan.
  • Menstruasi dan melahirkan pada wanita, terutama jika perdarahan menstruasi yang berlebihan.

Baca juga: BAB Berdarah

2. Kurangnya Produksi Sel Darah Merah

Anemia bisa terjadi karena kurangnya kuantitas dan kualitas sel darah merah, yakni kurangnya produksi sel darah merah atau terganggunya pembentukan hemoglobin. Selain itu mungkin juga terbentuk sel darah merah dan hemoglobin yang tidak bagus sehingga fungsinya tidak optimal.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Penyebab anemia jenis ini biasanya terkait dengan kekurangan mineral dan vitamin yang dibutuhkan dalam memproduksi sel darah merah dan hemoglobin. Kondisi yang terkait dengan penyebab anemia ini antara lain :

  • Anemia sel sabit
  • Anemia defisiensi besi
  • Kekurangan vitamin B12, asam folat
  • Masalah sumsum tulang dan stem cell
  • Kondisi kesehatan lain

3. Kerusakan Sel Darah Merah

Ketika sel-sel darah merah rapuh dan tidak dapat menahan stres rutin dari sistem peredaran darah, maka sel tersebut dapat pecah secara prematur dan menyebabkan anemia hemolitik. Anemia hemolitik dapat muncul saat lahir atau berkembang di kemudian hari, dan terkadang tidak diketahui penyebabnya. Penyebab anemia hemolitik yang telah diketahui antara lain :

  • Kondisi yang diwariskan (diturunkan), seperti anemia sel sabit, thalassemia, leukima, hemolisis.
  • Stres seperti infeksi, obat-obatan, racun ular atau laba-laba, atau makanan tertentu.
  • Racun dari penyakit hati lanjut (liver kronis) atau penyakit ginjal.
  • Serangan yang tidak tepat oleh sistem kekebalan tubuh (disebut penyakit hemolitik pada bayi baru lahir, ketika itu terjadi pada janin yang dikandung wanita hamil).
  • Cangkok vaskular, katup jantung prostetik, tumor, luka bakar parah, paparan bahan kimia, hipertensi berat, dan gangguan pembekuan darah.
  • Dalam kasus yang jarang terjadi, pembesaran limpa dapat menjebak sel darah merah dan menghancurkan mereka sebelum waktunya beredar habis.

Faktor Risiko Anemia

Berbeda dengan penyebab anemia, faktor risiko berikut ini meningkatkan peluang seseorang untuk terkena anemia :

  • Kekurangan vitamin. Kekurangan zat besi, vitamin B12 dan asam folat meningkatkan resiko anemia.
  • Gangguan usus. Gangguan usus akan mengganggu penyerapan nutrisi, seperti penyakit Crohn dan penyakit Celiac, akibatnya dapat meningkatkan risiko anemia.
  • Menstruasi. Wanita yang masih menstruasi risiko anemianya lebih besar daripada laki-laki dan wanita pasca menopause, karena menstruasi menyebabkan hilangnya sel darah merah.   
  • Kehamilan. Ibu hamil memiliki risiko anemia defisiensi besi karena zat besi harus melayani peningkatan volume darah serta pembentukan hemoglobin janin. 
  • Penyakit kronis. Penyakit kronis seperti kanker, gagal ginjal atau hati, dll. Biasa berupa anemia defisiensi besi.
  • Riwayat keluarga. Memiliki penyakit anemia seperti anemia sel sabit.
  • Faktor-faktor lain. Riwayat infeksi tertentu, penyakit darah dan gangguan autoimun (Baca: Penyakit Lupus), alkoholisme, paparan bahan kimia beracun, dan penggunaan beberapa obat dapat mempengaruhi produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia.

Baca juga: Anemia Pada Ibu Hamil

Ciri-Ciri Atau Gejala Anemia

Seseorang yang mengalami anemia bisanya memiliki ciri-ciri dan gejala anemia sebagai berikut :

  • Kelelahan
  • Lemah dan cepat capek
  • Pucat
  • Konjuctiva anemis atau terlihat lebih putih
  • Mudah mengantuk
  • Sakit kepala
  • Tangan dan kaki dingin
  • Pingsan
  • Pusing, terutama ketika orang tersebut berdiri
  • Sesak napas, terutama saat beraktivitas
  • Detak jantung cepat atau jantung berdebar, terutama pada saat beraktivitas.
  • Nyeri dada
  • Penurunan konsentrasi dan daya ingat

Gejala anemia terkadang tidak jelas, terutama pada orang muda yang secara fisik terlihat sehat, padahal tingkat hemoglobinnya bisa jatuh secara signifikan tanpa menunjukkan gejala anemia sama sekali. Dalam kasus lain, gejala anemia dapat berkembang secara bertahap selama beberapa bulan atau tahun.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Kapan Harus Ke Dokter?

Jika Anda mengalami beberapa gejala anemia seperti di atas sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter. Dokter akan memeriksa lebih lanjut apakah benar Anda mengalami anemia atau penyakit lain yang memiliki gejala yang mirip. Untuk mendiagnosis anemia, dokter akan merekomendasikan :

1. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan conjunctiva mata, pemeriksaan akral tangan dan kaki, pemeriksaan jantung (frekuensi detak jantung, irama jantung), paru-paru (pernafasan), hati, limpa, ginjal untuk menentukan tingkat keparahan. 

2. Pemeriksaan Darah Lengkap (CBC)

Pemeriksaan darah lengkap (Complete Blood Count/ CBC) digunakan untuk menghitung jumlah sel-sel darah merah, kekentalan darah (hemtokrit), hemoglobin (Hb). Pemeriksaan ukuran dan bentuk sel darah merah dengan melihat MCH (Mean Corpuscular Haemoglobin) dan MCHC (Mean Corpuscular Haemoglobin concentration).

Nilai Normal Hematokrit

  • Pria = 38,8-50%
  • Wanita = 34,9-44,5%

Nilai Normal Hemoglobin (Hb)

  • Pria = 13-17,5 gram per desiliter (g/dl)
  • Wanita = 12-15,5 gram per desiliter (g/dl)

Beberapa sel darah merah juga dapat diperiksa ukuran, bentuk dan warnanya. Pemeriksaan ini dapat membantu menentukan diagnosis. Sebagai contoh, pada anemia defisiensi besi, sel darah merah lebih kecil dan lebih pucat warnanya (anemia hipokrom mikrositer). Dalam kasus anemia defisiensi vitamin, sel darah merah berukuran besar dan jumlahnya sedikit (anemia megaloblastik).

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Anemia: Causes, symptoms, and treatments. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/158800.php)
Anemia: Causes, Symptoms, Diagnosis, Treatments. WebMD. (https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-anemia-basics)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app