Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

HIV/AIDS: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Update terakhir: SEP 21, 2019 Waktu baca: 7 menit
Telah dibaca 1.355.429 orang

AIDS  merupakan  salah  satu  kesehatan  masyarakat  yang utama  di  seluruh  dunia  pada  awal  abad  ke  21. 

Hal  ini  disebabkan  karena  penyakit  ini,  menyebabkan  angka kematian yang  sangat  tinggi, jumlah  penderita  yang semakin  meningkat  dalam  waktu singkat dan sampai sekarang belum dapat ditanggulangi dengan tuntas. 

AIDS atau Acquired  Immune Deficiency  Syndrome  adalah  sekumpulan  gejala penyakit  yang menunjukkan  kelemahan  dan  kerusakan system pertahanan tubuh seseorang yang disebabkan oleh HIV (Human Immunodeficiency Virus). 

HIV menyebabkan menurunnya kemampuan tubuh untuk melawan virus, bakteri, dan jamur secara efektif yang menyebabkan timbulnya penyakit. Hal ini menyebabkan tubuh  rentan  terhadap  berbagai jensi tumor dangt;infeksi opurtunistik yang secara normal dapat dilawan oleh tubuh.

Sindrom   immunnodefisiensi   didapat   (Acquired Immunodeficiency Syndrome, AIDS), Sindrome ini pertama kali ditemukan oleh Michael Gottlieb pertengahan tahun 1981 pada penderita  pria  homoseksual  dan  pecandu  narkotik  suntik  di  Los Angles,  Amerika Serikat.  

Sejak  penemuan  ini,  dalam  beberapa  tahun  dilaporkan  lagi  sejumlah  penderita dengan syndrom yang sama dari 46 negara bagian Amerika Serikat lainnya. Penyebaran AIDS terjadi  secara  cepat  ke  berbagai  benua.  

Dampak yang terlihat pada  penderita   beserta keluarganya,   serta   belum   diketahuinya   cara   penanganan   dan pengobatannya  menyebabkan   keresahan   psikosial    yang sangat   besar   di   kalangan masyarakat.

10. Fakta-fakta tentang HIV/AIDS

  1. HIV/AIDS adalah masalah kesehatan yang meresahkan seluruh dunia. Ada 32juta orang terjangkit HIV/AIDS per 2016 di seluruh dunia
  2. HIV tidak sama dengan AIDS
  3. HIV/AIDS belum bisa disembuhkan dan tidak ada vaksin yang dapat mencegah penularan HIV.
  4. Semua suku,ras,sex,etnis,orientasi sexual memiliki kemungkinan yang sama besar dalam terjangkit HIV/AIDS
  5. Penularan HIV/AIDS paling banyak tertular melalui jarum suntik, termasuk tato dan pemasangan anting. Dan yang ke2 adalah melalui hubungan seksual.
  6. HIV merupakan penyumbang terbesar dalam infeksi TBC di seluruh dunia.
  7. HIV/AIDS tidak akan tertular dengan cara memakai peralatan makan yang sama, gigitan nyamuk atau berenang di kolam renang yang sama dengan penderita HIV/AIDS.
  8. Walaupun tidak bisa disembuhkan, namun HIV/AIDS bisa ditangani dengan konsumsi obat ARV yang dikonsumsi seumur hidup.
  9. Saat ini kemungkinan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi bisa diminimalisasi hingga 1%
  10. Saat seseorang tertusuk jarum suntik yang mengandung virus HIV, infeksi HIV bisa dicegah dengan pemberian ARV profilaksis sama seperti terapi ARV pada pasien HIV selama 6 bulan dan diskrining tiap 1 bulan sekali, walaupun tidak menjamin 100% bebas dari infeksi.

Hati-hati penularan HIV/AIDS

Penularan HIV/AIDS itu bisa terjadi melalui beberapa cara, diantaranya:

  1. Hubungan seks dengan orang yang mengidap HIV/AIDS, berhubungan seks dengan pasangan yang berganti-ganti dan tidak menggunakan alat pelindung (kondom)
  2. Kontak darah/luka dan transfusi darah yang sudah tercemar virus HIV
  3. Penggunaan jarum suntik atau jarum tindik secara bersama atau bergantian dengan orang yang terinfeksi HIV
  4. Dari ibu yang terinfeksi HIV kepada bayi yang dikandungnya.

Faktor Resiko lainnya:

  1. Pria dengan homoseksual
  2. Pria dengan biseksual
  3. Pengguna IV drug
  4. Transfuse darah
  5. Pasangan heteroseksual dengan pasien infeksi HIV
  6. Anak yang lahir dengan ibu yang terinfeksi 

Namun walaupun HIV/AIDS sangat berbahaya dan sangat menular, kita tidak boleh mengucilkan Orang Dengan HIV/AIDS dan masih bisa beraktivitas normal sebagaimana orang normal, karena HIV/AIDS tidak akan tertular melalui :

  1. Orang bersalaman  
  2. Berciuman
  3. Orang berpelukan
  4. Makan bersama / piring dan gelas 
  5. Tinggal serumah
  6. Gigitan Nyamuk

Bagaimana mengetahui apakah seseorang sudah tertular HIV atau mengidap AIDS?

Sampai tiga atau enam bulan setelah masuknya virus HIV, belum tentu virus itu bisa ditemukan dalam tubuh karena ia tersembunyi. Masa belum bisa dilihatnya virus itu disebut masa Jendela. 

Walaupun belum bisa terlihat, orang yang sudah tertular HIV bisa menularkannya kepada orang lain. Setelah enam bulan biasanya virus mulai dapat ditemukan/dilihat kalau orang itu menjalani tes darah. 

Belum ada cara lain untuk menemukan virus selain melalui tes darah. Kalau sudah ditemukan, maka pengidapnya disebut HIV positif. Pada masa ini, ia masih bisa hidup normal dan melakukan semua kegiatan seperti biasa. 

Masa HIV positif ini bisa sampai 10 tahun kalau daya tahan tubuhnya kuat. Tetapi bila daya tahan tubuhnya lemah maka orang tersebut bisa cepat terserang berbagai penyakit lain. Tanda yang menyolok pada penderita AIDS adalah

Gejala Mayor:

  • Berat Badan menurun secara drastis
  • Diare > 1 bulan (kronis/berulang)
  • Demam > 1bulan (kronis/berulang)
  • Infeksi saluran nafas bawah yang parah atau menetap

Gejala Minor: 

  • Pembesaran organ hati
  • Kandidiasis oral ditandai dengan lidah kotor berjamur
  • Infeksi THT yang berulang
  • Batuk kronis
  • Adanya kelainan kulit
  • Adanya gangguan kesadaran

Stadium HIV/AIDS dan tes apa saja yang perlu dilakukan untuk menentukan apakah positive HIV atau tidak?

HIV atau AIDS berkembang dalam berbagai stadium.

Stadium satu: Infeksi akut atau seroconvertion

Terdapat dua hingga enam minggu masa jeda (window periode) setelah terpapar dengan human immunodeficincy virus yang mana orang tersebut menjadi terinfeksi. Selama stadium ini, tubuh berusaha untuk melawan virus, hingga menyebabkan gejala awal yang seringkali mirip dengan gejala flu

Stadium ini biasanya berlangsung satu hingga dua minggu dan diikuti oleh stadium tanpa gejala.

Stadium dua: Stadium Asimptomatis/Tanpa Gejala

Jika gejala awal terlalui, hal ini berarti sudah melewati stadium kedua. Infeksi saat ini mengambil kendali tubuh saat sistem kekebalan tubuh kalah dalam perlawanan sepenuhnya. 

Hal ini biasanya terjadi dalam periode yang lama, kadang berlangsung selama sepuluh tahun atau lebih lama, dan selama itu pasien tidak merasakan gejala sama sekali. 

Namun di dalam tubuh, virus secara bertahap menyerang sel-T CD4, yang seharusnya secara normal berada di antara 450 hingga 1400 sel per mikroliter. Ini adalah stadium dimana banyak individu yang terinfeksi tanpa diketahui menularkan virus tersebut ke orang lain.

Stadium Tiga: AIDS

Stadium ketiga secara luas dikenal sebagai AIDS, yang merupakan stadium akhir infeksi ini. Faktor yang menentukan stadium ini adalah saat jumlah sel CD4 turun hingga dibawah 400 per mikroliter.

Bila ada tanda-tanda seperti gejala HIV/AIDS segera hubungi tenaga ahli dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tidak semua dokter memiliki keahlian atau terlatih dalam menangani HIV atau AIDS, tetapi dokter umum dapat mendiagnosa penyakit dan menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya.

Dokter Anda dapat menggunakan berbagai macam tes untuk mendiagnosa HIV/AIDS, secara umum termasuk diantaranya:

  • Tes penapisan/pemeriksaan antibodi atau immunoassay (menemukan infeksi dalam tiga hingga enam minggu setelah paparan)
  • Tes antigen (dapat positif paling awal tiga minggu setelah paparan)
  • Tes RNA (tes yang cukup mahal yang dapat mendeteksi penyakit antara 10 hari setelah paparan)

Pengobatan HIV AIDS yang perlu anda ketahui!

Belum ada obat untuk mengatasi infeksi HIV, tapi ada pengobatan yang bisa memperlambat perkembangan penyakit. Perawatan ini bisa membuat orang yang terinfeksi untuk hidup lebih lama dan bisa menjalani pola hidup sehat. Ada berbagai macam jenis obat yang dikombinasikan untuk mengendalikan virus.

Obat HIV AIDS darurat awal

Jika merasa atau mencurigai baru saja terkena virus dalam rentan waktu 3×24 jam, obat anti HIV bisa menghindari terjadinya infeksi. Obat hiv aids ini bernama post-exposure prophylaxis (PEP) atau di Indonesia dikenal sebagai profilaksis pasca pajanan. 

Profilaksis adalah prosedur kesehatan yang bertujuan menghindari daripada mengatasi.

Pengobatan hiv ini harus dimulai maksimal tiga hari setelah terjadi pajanan (terpapar) terhadap virus. Idealnya, obat ini bisa diminum langsung setelah pajanan terjadi. Makin signifikan pengobatan, maka lebih baik. Tetapi lebih baik kita periksa ke dokter.

Jika hasil tes positif atau reaktif berarti kita terinfeksi HIV. Mereka akan memberi tahu dampaknya pada kehidupan sehari-hari dan bagaimana menghadapi situasi yang terjadi saat itu.

Tes darah akan dilakukan secara teratur untuk mengawasi perkembangan virus sebelum memulai pengobatan. Pengobatan dilakukan setelah virus mulai melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia. Ini bisa ditentukan dengan mengukur tingkat sel CD4 (sel yang bertugas melawan infeksi) dalam darah.

Pengobatan biasanya disarankan setelah CD4 di bawah 350, entah terjadi gejala atau tidak. Jika CD4 sudah mendekati 350, disarankan untuk melakukan pengobatan sesignifikannya. 

Tujuan pengobatan adalah untuk menurunkan tingkat virus HIV dalam darah. Ini juga untuk menghindari atau menunda penyakit yang terkait dengan HIV. Kemungkinan untuk menyebarkannya juga menjadi lebih kecil. berikut obat hiv aids medis yang disarankan.

Obat HIV AIDS Antiretroviral (ARV)

Antiretroviral (ARV) adalah beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi HIV. Obat HIV AIDS ini tidak memberantas virus, tapi memperlambat pertumbuhan virus. HIV bisa mudah beradaptasi dan kebal terhadap satu golongan ARV. Oleh karena itu, kombinasi golongan ARV akan diberikan pada penderita. Beberapa golongan ARV adalah:

1. NNRTI (Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors).

Jenis ARV ini akan bekerja dengan mengatasi protein yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri.

2. NRTI (Nucleoside reverse transcriptase inhibitors).

Golongan ARV ini berfungsi untuk menghambat perkembangan HIV di dalam sel tubuh.

3. Protease inhibitors.

ARV jenis ini akan mengatasi protease, jenis protein yang juga dibutuhkan HIV untuk memperbanyak diri.

4. Entry inhibitors.

ARV jenis ini akan berfungsi menghalangi HIV untuk memasuki sel-sel CD4.

5. Integrase inhibitors.

Jenis ARV ini akan mengatasi integrase, protein yang digunakan HIV untuk memasukkan materi genetik ke dalam sel-sel CD4.

Pengobatan kombinasi ini lebih dikenal dengan nama terapi antiretroviral (ART). Biasanya pasien akan diberikan tiga golongan Obat HIV AIDS ARV. Kombinasi Obat ARV yang diberikan berbeda-beda pada tiap-tiap orang, jadi jenis pengobatan ini bersifat pribadi atau khusus.

Beberapa Obat HIV AIDS ARV sudah digabungkan menjadi satu pil. Begitu pengobatan HIV dimulai, mungkin obat ini harus dikonsumsi seumur hidup. Jika satu kombinasi  ARV tidak berhasil, mungkin perlu beralih ke kombinasi Obat ARV lainnya.

Penggabungan beberapa tipe pengobatan untuk mengatasi infeksi HIV bisa menimbulkan reaksi dan efek samping yang tidak terduga. Selalu konsultasikan kepada dokter sebelum mengonsumsi obat yang lain.

Semua pengobatan untuk HIV memiliki efek samping yang tidak menyenangkan. Jika terjadi efek samping yang tidak normal, Anda mungkin perlu mencoba kombinasi Obat HIV AIDS ARV yang lainnya. Berikut adalah contoh efek samping Obat HIV AIDS yang umumnya terjadi:

  • Kelelahan
  •  Mual
  • Ruam pada kulit
  • Diare
  • Satu bagian tubuh menggemuk, bagian lain kurus
  • Perubahan suasana hati

6 cara melindungi diri sendiri dari penularan HIV

  1. Pelajari bagaimana HIV menyebar
  2. Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang
  3. Lakukan hubungan seks yang aman
  4. Jangan pernah berbagi jarum atau alat suntik
  5. Hindari menyentuh darah dan cairan tubuh orang lain
    Cairan tubuh yang bisamembawa virus HIV meliputi:
    1. Air mani dan cairan praejakulasi
    2. Cairan vagina
    3. Mukus rektum (pelumas alami anus)
    4. ASI
    5. Cairan ketuban, cairan cerebrospindal, dan cairan synovial (biasanya hanya terpapar jika Anda bekerja di bidang medis)
  6. Lakukan perawatan medis jika Anda hamil

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit