Batuk Lebih Dari 2 Minggu, Hati-Hati Gejala Tuberkulosis

Update terakhir: Mar 21, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.021.301 orang

Bagi setiap orang penting sekali untuk menjaga tubuh agar selalu sehat dan bugar. Tubuh yang sehat umumnya memiliki kekebalan tubuh yang baik dan rentan terserang berbagai macam penyakit. Sedangkan tubuh dengan kekebalan tubuh atau imunitas yang lemah sangat mudah terserang oleh berbagai macam penyakit, baik dari virus, bakteri dan lain-lain.

Salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan kejadian khususnya di Indonesia yaitu penyakit Tuberkulosis. Walaupun terjadi peningkatan kejadian namun kebanyakan orang masih banyak yang belum mengetahui bahaya dari penyakit ini. Berikut pada artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai penyakit Tuberkulosis. Berikut penjelasannya. Selamat membaca.

Apa sih penyakit Tuberkulosis itu?

Tuberculosis merupakan penyakit infeksi bakteri menahun yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, suatu basil tahan asam yang ditularkan melalui udara. Kemudian, masuk ke saluran napas dan bersarang di jaringan paru. Penyakit tuberculosis ini biasanya menyerang paru tetapigt;dapat menyebar ke hampir seluruh bagian tubuh termasuk meninges, ginjal, tulang, nodus limfe. Komplikasi. Penyakit tuberkulosis paru bila tidak ditangani dengan benar akan menimbulkan komplikasi seperti pleuritis, efusi pleura, empiema, laringitis dan tuberkulosis usus.

Penderita tuberkulosis di kawasan Asia terus bertambah. Sejauh ini, Asia termasuk kawasan dengan penyebaran tuberkulosis (TBC) tertinggi di dunia. Negara-negara dengan angka kasus TBC tertinggi berada di Asia, diantaranya Bangladesh, China, India, Indonesia, dan Pakistan. Jumlah penderita TBC di Indonesia merupakan ketiga terbesar di dunia setelah India dan China. Dan di Indonesia angka kematian akibat penyakit tuberkulosis meningkat setiap harinya.

Apa sih yang menyebabkan penyakit Tuberkulosis?

Penyakit tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Kuman TBC cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. 

Bagaimana cara penularan penyakit Tuberkulosis?

Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembangbiak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.

Terjadinya tuberkulosis berawal saat seseorang terpapar pertama kali dengan kuman TBC. Percikan dahak yang terhirup sangat kecil ukurannya, sehingga dapat melewati sistem pertahanan mukosilierbronkus, dan terus berjalan sehingga sampai di alveolus dan menetap disana. Infeksi dimulai saat kuman TBC berhasil berkembang biak dengan cara membelah diri di paru, yang mengakibatkan peradangan di dalam paru. 

Apa saja tanda dan gejala pada penderita Tuberkulosis?

Pada penyakit tuberkulosis diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan dari gambaran klinis, pemeriksaan mikrobiologi dan hasil radiologi. Namun untuk tanda dan gejala yang biasa muncul pada penderita tuberkulosis yaitu:

  • Batuk lebih dari 2 minggu
  • Batuk darah
  • Sesak nafas
  • Nyeri dada
  • Keringat malam
  • Demam
  • Penurunan nafsu makan
  • Berat badan menurun
  • Badan terasa lemas

Jika terdapat tanda dan gejala seperti yang telah di sebutkan di atas, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Bagaimana cara mengobati penderita Tuberkulosis?

Apabila diagnosis telah ditegakkan, maka pengobatan harus segera dilakukan. Obat yang digunakan untuk TBC digolongkan atas dua kelompok yaitu obat primer dan sekunder. Obat primer untuk TBC yaitu:

  • Isoniazid (INH)
  • Rifampisin
  • Etambutol
  • Streptomisin
  • Pirazinamid

Sebagian besar penderita TBC sembuh dengan obat-obat ini. Selain itu ada juga obat sekunder untuk TBC yaitu kanamisin, capreomycin, levofloxacin, etionamida, sikloserin, moksifloksasin. Penggunaan obat-obat primer dan sekunder tergantung dari tingkat keparahan TBC yang diderita.
Biasanya penderita TBC dapat sembuh total selama kurang lebih enam bulan dengan mengonsumsi obat-obatan primer setiap hari. Namun tidak perlu khawatir karena pemerintah Indonesia sudah menyediakan obat-obatan ini di setiap Puskesmas.

Bagaimana cara mencegah penularan penyakit Tuberkulosis?

Seperti yang Anda ketahui penyebaran penyakit ini terjadi melalui udara yang tercemar oleh Mycobacterium tuberculosis yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk. Oleh karena itu penting untuk mencegah terjadinya pencemaran penyakit ini melalui beberapa hal sebagai berikut:

  • Menutup mulut dengan sapu tangan bila batuk serta tidak meludah atau mengeluarkan dahak di sembarangan tempat dan mengurangi aktivitas kerja serta menenangkan pikiran
  • Membuang ludah di tempat yang tertutup, dan apabila ludahnya bercampur darah segera dibawa ke puskesmas atau ke rumah sakit.
  • Bayi yang baru lahir dan anak-anak kecil harus diimunisasi dengan vaksin BCG karena vaksin tersebut akan memberikan perlindungan terhadap tubuh anak.
  • Tidak melakukan kontak udara dengan penderita. Bagi Anda yang masih sehat, sebaiknya membatasi interaksi dengan orang yang menderita TBC atau Anda dapat menggunakan alat pelindung diri seperti masker ketika Anda harus kontak dengan mereka.
  • Rumah harus memiliki ventilasi udara yang baik, sehingga sinar matahari pagi dapat masuk ke dalam rumah.

Semoga dengan adanya artikel ini bisa memberikan tambahan pengetahuan Anda mengenai bahaya dari penyakit tuberkulosis. Semoga bermanfaat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit