Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Hepatitis Autoimun - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: NOV 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.062.019 orang

Ada banyak virus yang dapat menyebabkan beberapa jenis hepatitis. Namun terdapat pengecualian pada Hepatitis autoimun. Jenis penyakit hati ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda menyerang sel-sel di hati Anda. 

Hepatitis autoimun adalah kondisi kronis yang dapat menyebabkan sirosis (jaringan parut) hati. Dan pada akhirnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan seseorang mengalami gagal hati.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apa penyebab Hepatitis Autoimun?

Hepatitis autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda mengira bahwa sel-sel hati merupakan benda asing dan menciptakan antibodi untuk menyerang sel-sel hati tersebut. 

Dokter tidak tahu persis mengapa kondisi ini dapat terjadi. Namun, faktor-faktor risiko terjadinya penyakit ini telah diidentifikasi, termasuk:

  • riwayat keluarga dengan hepatitis autoimun
  • riwayat infeksi bakteri atau virus
  • Perempuan
  • penggunaan obat-obatan tertentu, seperti minocycline

Kondisi autoimun lainnya dapat menyebabkan gejala penyakit hati dan juga berkaitan dengan perkembangan hepatitis autoimun. Penyakit-penyakit ini termasuk:

  • Graves disease
  • Tiroiditis
  • kolitis ulserativa
  • diabetes tipe I
  • radang sendi
  • Scleroderma
  • penyakit radang usus
  • lupus erythematosus sistemik
  • Sindrom Sjogren

Tanda dan gejala Hepatitis Autoimun

Gejala hepatitis autoimun berkisar dari gejala yang ringan hingga berat. Pada tahap awal munculnya penyakit, Anda mungkin tidak mengalami gejala apapun, tetapi pada tahap selanjutnya, gejala dapat muncul tiba-tiba. Gejala hepatitis autoimun meliputi:

  • Pembesaran hati (hepatomegali)
  • Pembuluh darah abnormal pada kulit (spider angioma)
  • Distensi perut (pembengkakan)
  • Urin berwarna gelap
  • Tinja berwarna pucat

Gejala tambahan yang mungkin muncul termasuk:

  • Kulit dan mata yang menguning (jaundice)
  • Gatal yang disebabkan oleh penumpukan cairan empedu
  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri sendi
  • Ketidaknyamanan pada daerah perut

Bagaimana cara mencegah terjadinya Hepatitis Autoimun?

Sampai saat ini masih belum diketahui cara yang tepat untuk mencegah terjadinya hepatitis autoimun. Konsultasikan kembali ke dokter Anda mengenai hepatitis autoimun.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Bagaimana cara mengobati Hepatitis Autoimun?

Diagnosa Hepatitis Autoimun

Sulit untuk membedakan hepatitis autoimun dengan beberapa penyakit lain seperti hepatitis. Karena gejalanya sangat mirip dengan virus hepatitis. Untuk membuat diagnosis yang tepat, pemeriksaan darah diperlukan untuk:

  • Menyingkirkan infeksi virus hepatitis
  • Menentukan jenis hepatitis autoimun yang Anda miliki
  • Pemeriksaan fungsi hati

Tes darah juga dapat digunakan untuk mengukur kadar spesifik antibodi di dalam darah Anda. Antibodi yang terkait dengan hepatitis autoimun meliputi:

  • Anti- antibody otot halus
  • Anti- antibody liver ginjal tipe 1
  • Anti- antibody nuklir

Tes darah juga dapat dilakukan untuk mengukur jumlah antibodi imunoglobulin G (IgG) dalam darah Anda. Antibodi IgG dapat membantu tubuh melawan infeksi dan peradangan.

Biopsi hati terkadang diperlukan untuk mendiagnosis hepatitis autoimun. Biopsi dapat memperlihatkan jenis dan tingkat keparahan kerusakan hati dan peradangan. 

Prosedur ini melibatkan mengeluarkan sepotong kecil jaringan dari hati Anda dengan jarum panjang dan mengirimkan potongan jaringan tersebut ke laboratorium untuk pemeriksaan.

Pengobatan Hepatitis Autoimun

Pengobatan dapat memperlambat, dan menghentikan kerusakan hati. Sekitar 65 hingga 80 persen penderita hepatitis autoimun akan menjalani proses remisi. Namun, proses remisi bisa memakan waktu hingga tiga tahun.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Obat imunosupresan

Obat imunosupresan dapat digunakan untuk menghentikan serangan sistem kekebalan tubuh. Termasuk obat-obatan seperti 6-mercaptopurine dan azathioprine. Mengkonsumsi obat imunosupresan dapat membahayakan kemampuan tubuh Anda untuk melawan infeksi lain.

Kortikosteroid

Kortikosteroid, biasanya diberikan dalam bentuk prednison. Obat ini dapat langsung mengobati peradangan pada hati. Obat kortikosteroid juga dapat berfungsi sebagai imunosupresan. 

Anda mungkin perlu mengonsumsi obat prednison selama minimal 18-24 bulan. Beberapa orang juga harus terus mengkonsumsi obat seumur hidup untuk mencegah hepatitis autoimun yang berulang.

Prednisone dapat menyebabkan efek samping yang serius termasuk:

  • Diabetes
  • Osteoporosis
  • Tekanan darah tinggi
  • Kenaikan berat badan

Transplantasi Hati

Transplantasi hati dapat mengobati hepatitis autoimun. Namun, penyakit ini kadang dapat kambuh setelah melakukan tindakan transplantasi.

Komplikasi potensial dari hepatitis autoimun yang tidak diobati dapat termasuk beberapa hal sebagai berikut:

  • gagal hati
  • jaringan parut hati (sirosis)
  • kanker hati
  • peningkatan tekanan darah di vena portal, yang memasok darah ke hati
  • Pembesaran vena di perut dan kerongkongan (varises esofagus)
  • akumulasi cairan di perut (asites)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini