6 Obat Pneumonia Alami yang Ampuh Redakan Gejala

Dipublish tanggal: Agu 21, 2019 Update terakhir: Okt 27, 2020 Tinjau pada Okt 23, 2019 Waktu baca: 3 menit
6 Obat Pneumonia Alami yang Ampuh Redakan Gejala

Pneumonia adalah infeksi paru yang sering disebut juga dengan paru-paru basah. Demam, badan menggigil, batuk berdahak, sesak napas, hingga gejala penumonia lainnya tentu membuat aktivitas sehari-hari jadi terganggu. Dokter mungkin sudah meresepkan obat pneumonia untuk membantu melawan bakteri dalam tubuh. Sembari menunggu reaksi obat, Anda juga boleh mencoba berbagai obat pneumonia alami yang tak kalah tokcer berikut ini.

Deretan obat pneumonia alami yang patut dicoba

Pengobatan rumahan memang tidak dapat mengatasi pneumonia, tapi setidaknya membantu meringankan gejala. Perlu dicatat juga bahwa obat pneumonia alami ini juga tetap tidak dapat menggantikan perawatan medis dari dokter.

Iklan dari HonestDocs
Beli PARATUSIN 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Paratusin tablet 3

Dengan kata lain, Anda tetap perlu mengikuti anjuran dokter sembari melakukan terapi alternatif ini. Berikut berbagai obat pneumonia alami yang bisa Anda coba di rumah:

1. Teh madu

Dalam kondisi sehat sekalipun, tubuh membutuhkan asupan cairan yang cukup agar tidak dehidrasi. Apalagi saat mengalami pneumonia, memenuhi kebutuhan cairan dapat membantu melunakkan lendir di paru-paru.

Untuk mengatasinya, buatlah obat pneumonia alami versi Anda sendiri dengan mencampur segelas air, teh, dan madu. Ya, Anda bisa membuat secangkir teh madu guna menghangatkan tubuh sekaligus meredakan gejala pneumonia.

Minuman sederhana seperti air putih, teh hangat, atau sup ayam juga bisa memberikan efek serupa. Hindari minum minuman berkafein dan alkohol karena dapat memperparah dehidrasi.

Baca Selengkapnya: Demi Kesehatan, 5 Teh Herbal Ini Wajib Dikonsumsi

2. Kunyit

Kunyit telah lama dipercaya berkhasiat untuk mengatasi beragam masalah pernapasan. Para ahli menemukan bahwa kunyit memiliki sifat antiradang yang dapat melawan infeksi sekaligus mengurangi iritasi di paru-paru akibat pneumonia.

Iklan dari HonestDocs
Beli PARATUSIN 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Paratusin tablet 3

Rempah-rempah ini bisa dikonsumsi dalam bentuk suplemen, teh kunyit, atau diolah ke dalam berbagai jenis masakan. Berikut cara membuat teh kunyit sebagai obat pneumonia alami:

  • Masukkan 1 sendok teh (sdt) bubuk kunyit ke dalam segelas air panas, lalu aduk rata
  • Tunggu selama 10 menit sampai agak dingin.
  • Tambahkan sedikit madu atau potongan lemon supaya rasanya lebih segar.
  • Tambahkan sejumput lada hitam untuk meningkatkan penyerapan dalam tubuh.
  • Minum secara teratur.

Hati-hati, terlalu banyak mengonsumsi kunyit bisa memicu sakit perut pada sebagian orang. Coba dulu sedikit demi sedikit dan lihat reaksinya. Kalau muncul gejala yang mengganggu, segera kurangi dosisnya.

3. Teh jahe

Jahe juga tak kalah bermanfaat daripada kunyit dalam hal meredakan gejala pneumonia. Jahe terbukti mengandung senyawa antiradang dan analgesik yang mampu meredakan nyeri.

Berikut cara membuat teh jahe sebagai obat pneumonia alami:

  • Potong atau parut jahe secukupnya, lalu masukkan ke dalam gelas atau teko
  • Tambahkan air panas, lalu biarkan selama 20 menit sampai agak dingin
  • Saring dan sajikan dengan menambahkan sedikit madu atau potongan lemon
  • Minum secara rutin

Baca Selengkapnya: 10 Manfaat Jahe yang Diakui Dunia Medis

4. Kumur air garam

Kumur air garam, atau bahkan hanya dengan air saja, dapat membantu membilas lendir dan kuman di tenggorokan. Bila dilakukan secara rutin, obat pneumonia ini juga bisa meredakan batuk dan iritasi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Berikut cara membuat air garam untuk kumur-kumur:

  • Larutkan 1/4 sampai 1/2 sdt garam ke dalam segelas air hagnat
  • Aduk hingga rata
  • Kumur-kumur selama 30 detik, lalu buang
  • Lakukan minimal 3 kali sehari dan rasakan perubahannya

5. Teh peppermint

Teh peppermint juga bisa menjadi obat pneumonia alami andalan dan patut Anda coba. Peppermint memiliki sifat dekongestan, antiradang, dan anti nyeri yang semuanya berfungsi untuk membantu meredakan iritasi serta mengeluarkan lendir dari paru-paru.

Cara membuat teh peppermint untuk mengatasi gejala pneumonia adalah sebagai berikut:

  • Cuci dan potong-potong daun mint, lalu masukkan ke dalam gelas atau teko
  • Tambahkan air panas dan diamkan hingga 5 menit
  • Saring dan sajikan dengan menambahkan madu, lemon, atau susu supaya rasanya lebih sedap

Bukan cuma air tehnya saja yang bermanfaat, sekadar menghirup uap teh peppermint juga bermanfaat, lho! Hangatnya uap teh peppermint dapat membantu melonggarkan jalur pernapasan Anda. Setelah itu, tenggorokan dijamin lebih lega dan napas pun lancar.

6. Kopi

Minum secangkir kopi di pagi hari tidak hanya membuat mata melek, tapi  juga bisa membantu meredakan sesak napas. Anda mungkin jadi bertanya-tanya, bagaimana bisa?

Kandungan kafein dalam kopi ternyata bertidak seperti obat bronkodilator bernama theophylline. Kafein diketahui dapat membantu membuka saluran udara di paru-paru sehingga pernapasan jadi lancar. Efek ini mampu bertahan hingga 4 jam setelah minum kopi, lho!

Baca Juga: 9 Gejala Pneumonia yang Harus Dicermati

60 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
World Health Organization. (2019). Pneumonia [Fact sheet]. (https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/pneumonia)
Sattar SBA, et al. (2019). Bacterial pneumonia. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513321/#article-27356)
Pneumonia can be prevented — vaccines can help. (2018). (https://www.cdc.gov/pneumonia/prevention.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app