​10 Fakta Mengenai Virus Corona yang Perlu Diketahui

Dipublish tanggal: Jan 27, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Feb 19, 2020 Waktu baca: 5 menit
​10 Fakta Mengenai Virus Corona yang Perlu Diketahui

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Rajin cuci tangan dengan air bersih dan sabun setidaknya dapat membantu mencegah penularan virus corona (Covid-19) 
  • Virus corona (Covid-19) lebih rentan menyerang lansia dan mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah
  • Virus corona (Covid-19) memiliki jenis virus corona yang sama dengan SARS dan MERS
  • WHO merilis nama baru, Covid-19 untuk kasus coronavirus yang terjadi di China yang sebelumnya bernama 2019-nCov
  • WHO meningkatkan status Corona (Covid-19) ke level tertinggi akibat semakin banyak negara baru yang terjangkit virus Corona bahkan menetapkan Covid-19 sebagai pandemi

Belakangan ini berita mengenai virus Corona terus menjadi perhatian masyarakat di seluruh dunia. Bagaimana tidak, virus yang diduga telah menyebar ke berbagai negara seperti Jepang, Hong Kong, Thailand, Australia, Vietnam, Eropa, Amerika Serikat hingga Iran dan Korea Selatan ini telah dinyatakan ada beberapa pasien positif terinfeksi virus Corona.

Meski di awal WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) belum menetapkan status darurat global, tetapi status itu telah diganti menjadi darurat kesehatan global. Bahkan beragam travel warning dan peringatan akan bahaya virus Corona ini terus diupayakan. Untuk itu, pihak WHO terus bekerja sama dengan para ahli kesehatan di China dan seluruh dunia untuk membantu mengatasi wabah virus Corona.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Baca juga: Update Terbaru Covid-19

10 Fakta Mengenai Virus Corona yang Perlu Diketahui

1. Rajin cuci tangan dan gunakan masker

Virus corona mudah sekali menular melalui udara seperti bersin atau batuk. Maka dari itu, rajin cuci tangan dengan air bersih dan sabun setidaknya dapat membantu mencegah penularan virus corona. Selain itu, gunakan masker dengan benar. Pastikan bahwa mulut dan hidup telah terlindungi oleh masker tersebut dan buang masker setelah dirasa sudah tidak higienis, lalu cuci tangan kembali. Jika sedang batuk atau bersin, tutup mulut dengan lengan tangan bagian dalam atau telapak tangan lalu segera bersihkan tangan agar virus atau kuman tidak menular ke orang lain. 

Baca juga: Cara Cuci Tangan Yang Benar

2. Memiliki jenis virus corona yang sama dengan SARS dan MERS

Penyakit MERS dan SARS yang pernah merebak beberapa tahun lalu ternyata juga berasal dari corona virus. Tetapi untuk tingkat keparahannya sendiri masih belum bisa diprediksi karena membutuhkan penelitian lanjutan. Virus MERS-CoV yang pertama kali dilaporkan berasal dari daging atau susu unta, sementara kasus SARS di tahun 2002-2003 awalnya dilaporkan terjadi di China yang mungkin berasal dari kelelawar dan musang. Begitupun dengan kasus 2019-nCoV ini yang diduga berasal dari penularan virus akibat menyentuh atau mengonsumsi daging hewan yang telah terinfeksi virus corona.

Baca juga: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Coronavirus

3. WHO meningkatkan status Corona (Covid-19) ke level tertinggi

Kasus Coronavirus yang telah menyebar hampir ke 100 negara membuat dunia menjadi waspada, termasuk WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) yang meningkatkan level status risiko virus Corona ke level tertinggi, bahkan saat ini Covid-19 berstatus pandemi (wabah yang menyebar begitu luas). Hal ini dikarenakan hampir setiap harinya muncul kasus baru di beberapa negara yang sebelumnya 'terlihat aman' dari penyebaran virus Corona, termasuk di New Zealand, Meksiko, hingga Nigeria. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk dan Flu via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 9

4. Awal penyebab penyebaran virus corona

Awal munculnya virus corona mulai diketahui pada Desember 2019 lalu, virus 2019-nCoV yang diduga berasal dari sebuah pasar tradisional yang menjual makanan laut dan hewan liar di Hubei, wilayah Wuhan, China. Virus corona yang pada awalnya diduga hanya bisa menular dari hewan ke manusia ternyata juga diklaim bisa menular antar manusia terutama melalui batuk atau bersin karena penyebarannya yang sangat mudah melalui udara. Tetapi baru-baru ini sempat beredar pula berita bahwa ada kemungkinan senjata biologis yang sedang dipersiapkan China mengalami kebocoran dan menyebabkan penyebaran virus ini.

5. Lebih rentan menyerang lansia dan mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah

Virus corona memang lebih rentan menyerang orang lanjut usia (lansia) dan anak-anak karena daya tahan tubuh yang lebih lemah. Tetapi kondisi yang sama tidak menutup kemungkinan bisa juga terjadi pada orang dewasa sehingga setiap orang perlu memperhatikan kesehatan diri sendiri dan tidak mengganggap remeh virus ini. Kondisi dapat semakin parah jika penderita coronavirus juga memiliki riwayat penyakit kronis, seperti penyakit paru-paru, penyakit diabetes, maupun memiliki sistem imun yang lemah.

Baca juga: 6 Penyebab Sistem Kekebalan Tubuh Menurun

6. Acara besar tahunan termasuk perayaan tahun baru pun dibatalkan

Terkait dengan wabah virus corona yang sudah menginfeksi ribuan orang, pemerintah China pun membatalkan seluruh pertemuan publik skala besar, termasuk Festival Musim Semi (Spring Festival) pada 25 Januari lalu di China. Hal ini menyebabkan tidak adanya perayaan Tahun Baru China yang umumnya menjadi momen berkumpulnya keluarga dan waktu liburan untuk berpergian ke luar kota. Selain itu, taman bermain Disneyland Shanghai, Forbidden City, maupun Great Wall juga ditutup.

7. Mengalami gejala gangguan pernapasan

Fakta mengenai virus corona lainnya adalah Covid-19 memiliki gejala menyerupai penyakit pneumonia atau radang paru-paru, beberapa gejala lain yang muncul pada penderita virus corona (Covid-19), antara lain demam tinggi, batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, hingga hilang kesadaran (pingsan). Aliran oksigen yang terhambat tentu akan membuat penderita menjadi sulit bernapas, sehingga ditemukan beberapa kasus penderita corona virus langsung terjatuh dan sesak napas.

8. Penanganan awal jika mengalami gejala virus corona

Selain mengalami gangguan pernapasan, penderita coronavirus juga mungkin merasakan mual, muntah, dan diare atau bahkan tidak mengalami gejala apapun. Maka dari itu, jika merasakan badan tidak fit ada baiknya untuk segera memeriksakan kesehatan ke dokter karena penanganan dini sangat penting dalam mengurangi tingkat keparahan. Masa inkubasi virus corona (Covid-19) terjadi selama 2-14 hari sehingga perawatan pasien virus corona harus dilakukan secara khusus dan hati-hati dalam ruangan isolasi agar tidak menular.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1

9. WHO merilis nama baru untuk kasus coronavirus (Covid-19)

Setelah sebelumnya dikenal dengan nama Novel Coronavirus, WHO merilis nama baru yaitu Covid-19, yang berarti: Co - Corona; Vi - Virus; D - Disease atau penyakit; 19 - Tahun 2019. Tahun 2019 tepatnya 31 Desember 2019, WHO menerima informasinya mengenai wabah coronavirus di China dan saat ini coronavirus sudah dinyatakan sebagai ancaman kesehatan global.

10. Pencegahan penyebaran dilakukan hampir di semua negara

Untuk membantu mencegah masuknya virus corona ke negara lain, hampir semua negara di dunia membentuk langkah pencegahan dengan mengecek kesehatan seluruh penumpang maskapai penerbangan terutama yang berasal dari wilayah China dan penumpang asal China. Salah satunya melalui alat thermal scanner untuk mengecek suhu tubuh apakah berada dalam batas normal atau tidak. Jika suhu badan melebihi suhu normal dan dicurigai menderita virus corona, tentunya akan dilakukan langkah lanjutan termasuk tindakan interogasi dan isolasi.

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin. 

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. 
Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. 
Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

Sekilas Mengenai Covid-19

Covid-19 atau penyakit yang disebabkan oleh virus Corona telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Virus tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan dengan gejala demam, batuk, bersin, sakit kepalasesak nafasnyeri dada, hingga menyebabkan pingsan. 

Penularan virus bisa terjadi melalui batuk atau bersin, bersentuhan dengan penderita, serta menyentuh benda yang telah terkontaminasi karena virus dapat bertahan hingga 24 jam di permukaan benda. Untuk mencegah penyebaran virus Corona, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

Baca selengkapnya: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Coronavirus

8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
TheJakartaPost. BREAKING: Jokowi announces Indonesia’s first two confirmed COVID-19 cases. (https://www.thejakartapost.com/news/2020/03/02/breaking-jokowi-announces-indonesias-first-two-confirmed-covid-19-cases.html). 2 Maret 2020
BBC. Coronavirus: South Korea declares highest alert as infections surge. (https://www.bbc.com/news/world-asia-51603251). 23 Februari 2020
TIME. COVID-19 Global Death Toll Surpasses 1,100 as Slower Pace of New Confirmed Cases in Outbreak’s Epicenter Offers Some Hope. (https://time.com/5772481/china-coronavirus-latest/?utm_source=twitter&utm_medium=social&utm_campaign=editorial&utm_term=health_disease&linkId=82543626). 21 Februari 2020

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app