Keluarga Berencana

Efek Samping Penggunaan KB

Dipublish tanggal: Feb 26, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Jul 19, 2019 Waktu baca: 3 menit
Efek Samping Penggunaan KB

KB atau Keluarga Berencana merupakan suatu program kesehatan yang bertujuan untuk membentuk keluarga yang sehat dengan membatasi jumlah kelahiran. 

Program KB bertujuan untuk menyeimbangkan jumlah penduduk. Pertumbuhan yang seimbang pada masyarakat membantu ekonomi dan kualitas setiap keluarga. Pilihan KB ditentukan sesuai proses usai kehamilan ibu, kelainan persalinan, dan rencana yang diinginkan keluarga untuk membatasi kehamilan tanpa menganggu aktivitas seksual. Penggunaan KB tentu memiliki efek samping yang berbeda bergantung pada jenisnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Postinor 750mcg via HonestDocs

Postinor-2 adalah kontrasepsi darurat yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan jika digunakan dalam 72 jam (3 hari) setelah hubungan seksual tanpa perlindungan atau kegagalan alat kontrasepsi. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Postinor 750mcg tab 1

Program KB pada keluarga dilakukan dengan metode kontrasepsi yang diberikan. Pil KB daat diberikan sesuai usia dan masa kehamilan. 

Terdapat 6 jenis metode kontrasepsi yang dapat diberikan. Metode tersebut antara lain:

  • Hormonal
    KB hormon memilik cara kerja mengentalkan cairan lendir di serviks sehingga menghambat sel sprema pada transportasi gamet ke tuba falopi di organ wanita. KB hormonal terdiri dari hormonal kombinasi dan progestin. KB hormonal dapat berupa pil harian atau dengan suntikan bulanan. Kontrasepsi progestin dapat digunakan pada masa perimenopause yaitu sekitar usia 40 hingga 50 tahun. 
  • Implan
    Pemberian KB implan berfungsi untuk menekan ovulasi sel telur dan mengurangi transportasi sperma yang melaju ke sel telur.
  • Barrier
    Metode barrier berfungsi untuk membatasi pertemuan sperma dan sel ovum. Metode barrier yang dapat diberikan antara lain kondom, diafragma, busa, dan penutup serviks. Metode ini sangat dipilih untuk mengurangi penularan penyakit seksual.
  • IUD (AKDR)
    IUD atau alat kontrasepsi dalam rahim merupakan kontrasepsi jangka panjang dengan metode pemasangan cooper T pada mulut rahim untuk menghalang masuknya sperma ke dalam tuba falopi sehingga menghambat hasil konsepsi sel telur. Selain IUD, metode dengan spiral juga sering digunakan. AKDR tidak mempengaruhi ASI dan dapat langsung di pasang setelah persalinan.
  • Kontrasepsi Mantap
    Kontrasepsi mantap (Kontap) berfungsi menghalang transportasi sel sperma ke sel telur sehingga tidak dapat bertemu. Metode ini dengan memotong dan mengikat tuba falopi (tubektomi) pada wanita atau dengan vasektomi pada pria. Kontrasepsi mantap dilakukan dengan teknik operasi. Kontrasepsi ini lebih dipilih bila pasangan tidak ingin memiliki anak lagi. 
  • Kontrasepsi darurat (kondar)
    Kontrasepsi darurat bertujuan untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan seksual tanpa pelindung. Pemakaian kontrasepsi darurat biasa digunakan pada korban pemerkosaan, terlambat mengonsumsi pil KB, AKDR terlepas (Alat Kontrasepsi Dalam Lahir), penggunaan kondom yang salah. Pemberian kontrasepsi darurat dilakukan sesegera mungkin untuk menurunkan tingkat kehamilan. Beberapa ciri kontrasepsi darurat adalah AKDR-Cu, pil kombinasi, dan pil progestin. Pemasangan kontrasepsi darurat biasanya diberikan dalam waktu 5 hari setelah hubungan seksual.

Pemakaian kontrasepsi dapat menyebabkan efek samping yang menganggu beberapa bagian tubuh. Efek samping yang sering terjadi yaitu:

  1. Nyeri Perut
    Sakit pada perut sering menjadi keluhan pada wanita terutama pada pemasangan KB IUD. KB IUD berpotensi menyebabkan nyeri perut yang disebabkan oleh infeksi karena IUD yang tidak diganti secara berkala. Penggunaan KB hormonal juga memiliki efek samping berupa nyeri perut.
  2. Mual Muntah
    Kondisi mual muntah dapat disebabkan pengaruh efek samping pada kontrasepsi hormonal dan kontrasepsi darurat terutama 2 jam pertama.
  3. Bercak darah (spotting)
    Bercak darah dapat ditemukan di pakaian dalam yang disebabkan oleh penggunaan IUD atau pada kontrasepsi darurat.
  4. Nyeri setelah Operasi Kontrasepsi mantap
  5. Sakit kepala / pusing
    Rasa sakit kepala atau pusing dapat terjadi pada pemberian kontrasepsi hormonal kombinasi dan progestin.
  6. Libido menurun
    Gangguan pada hasrat seksual dapat terjadi setelah pemberian kontrasepsi hormonal kombinasi seperti suntikan depo medroksiprogesteron atau pil.
  7. Gangguan Haid
    Gangguan sangat khas terjadi setelah pemasangan IUD.
  8. Keputihan
    Keputihan sering terjadi akibat infeksi rahim karena IUD atau pemasangan kontrasepsi dengan diafragma.
  9. Pendarahan banyak ( pada pemasangan IUD)
  10. ASI berkurang
    Kuantitas ASI berkurang pada pemberian kontrasepsi tipe kombinasi dan progestin. Kontrasepsi dengan kondom menjadi pilihan untuk ibu menyusui sekaligus mengurangi infeksi menular seksual. 

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Birth Control Pill FAQ's: Benefits, Risks, Side Effects. Drugs.com. (https://www.drugs.com/article/birthcontrolpill-risks-benefits.html)
The Effects of Hormonal Birth Control on Your Body. Healthline. (https://www.healthline.com/health/birth-control-effects-on-body)
Birth control pill: Side effects, risks, alternatives, and the shot. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/290196.php)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit