​Morning After Pill, Kontrasepsi Darurat Cegah Kehamilan

Dipublish tanggal: Mei 29, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
​Morning After Pill, Kontrasepsi Darurat Cegah Kehamilan

Morning After Pill, Kontrasepsi Darurat Cegah Kehamilan

Pil kontrasepsi darurat atau juga dikenal sebagai morning after pill merupakan pil hormon darurat yang dikonsumsi wanita untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan seksual. Disebut sebagai pil darurat, karena pil ini dikonsumsi tepat setelah berhubungan seksual yang tidak memakai pengaman seperti kondom.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, anda disarankan untuk mengkonsumsi pil ini maksimal 3 hari setelah melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Selain morning after pil, ada pula alat kontrasepsi darurat seperti Intra Uterine Device (IUD) yang bisa dipilih untuk mencegah kehamilan.

Cara Kerja dari Pil Kontrasepsi Darurat

Seperti namanya, Pil Kontrasepsi Darurat ini merupakan pil hormon dimana di dalamnya mengandung Levonorgestrel progesterone dalam dosis tinggi yang berfungsi untuk mencegah terjadinya pembuahan. Hormon dosis tinggi yang ada pada pil KB darurat ini bekerja dengan cara menunda terjadinya pelepasan sel telur dari indung telur ke tuba falopi (ovulasi). Selain mencegah terjadinya pelepasan sel telur dari indung telur ke tuba falopi, pil kontrasepsi darurat ini juga bekerja dengan mengganggu proses terjadinya pembuahan dengan cara membuat rahim tidak dapat menerima sel telur yang sudah dibuahi sperma melekat di dinding rahim.

Oleh karena prosesnya yang mencegah terjadinya pembuahan, oleh karena itu anda disarankan untuk segera mengkonsumsi pil KB darurat ini tepat setelah berhubungan seksual terutama ketika anda sedang berada dalam masa subur. Jika tidak sedang dalam masa subur, anda bisa mengkonsumsi pil ini maksimal 72 jam setelah berhubungan seksual agar tetap mendapatkan hasil yang optimal.

Keefektifan dari Pil Kontrasepsi Darurat

Satu-satunya metode kontrasepsi yang dapat dilakukan setelah berhubungan seksual adalah dengan mengkonsumsi pil kontrasepsi darurat. Meski anda harus memahami bahwa semakin lama anda mengkonsumsi pil ini maka kemungkinan anda hamil akan semakin besar. 

Keberhasilan pil ini bekerja untuk mencegah kehamilan jika dikonsumsi 24 jam setelah berhubungan seksual adalah 95%. Sementara jika anda menunda mengkonsumsi pil KB darurat dan baru meminumnya setelah 72 jam maka tingkat keberhasilan akan menurun menjadi 89%.

Secara umum, jika dibandingkan dengan pil KB yang memang rutin diminum, tingkat keberhasilan pil kontrasepsi darurat ini tergolong rendah. Oleh karena itu anda tidak disarankan untuk sering mengkonsumsi pil ini. Jika anda dan pasangan memang sedang tidak berencana memiliki momongan maka sebaiknya gunakan pil KB yang rutin atau gunakan metode kalender untuk mencegah kehamilan.

Apakah Mengkonsumsi Pil KB Darurat Mencegah Penularan Penyakit Menular Seksual?

Patut diketahui bahwa pil kontrasepsi darurat tidak bekerja untuk mencegah penularan Penyakit Menular Seksual (PMS). Untuk menghindarkan anda dari tertular Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah dengan berperilaku seksual yang aman dengan tidak gonta-ganti pasangan. Sebelum menikah, anda juga disarankan untuk saling memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter untuk memastikan bahwa tidak tertular Penyakit Menular Seksual (PMS).

Penggunaan kondom juga bisa menjadi salah satu cara untuk melindungi anda dari penularan Penyakit Menular Seksual (PMS). Meski, kondom tidak dapat melindungi anda 100% dari penularan Penyakit Menular Seksual (PMS), namun penggunaan kondom setidaknya mengurangi risiko itu.

Efek Samping Mengkonsumsi Pil Kontrasepsi Darurat

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada wanita seperti muntah, mual, pusing, kepala berputar, lemas, dan nyeri pada bagian payudara. Meski beberapa efek samping ini jarang terjadi dan hanya dialami selama 1 hingga 2 hari saja. Selain itu, siklus menstruasi bisa saja tidak teratur akibat penundaan ovulasi yang dilakukan oleh pil kontrasepsi darurat.


Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app