Jenis KB Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Dipublish tanggal: Mar 17, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Apr 21, 2019 Waktu baca: 24 menit
Jenis KB Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Keluarga Berencana (KB) merupakan sebuah program yang memungkinkan sebuah keluarga untuk merencanakan jumlah anak yang diinginkan dan menentukan jarak antar kehamilan. 

Program perencanaan jumlah anggota keluarga ini dilakukan dengan metode penggunaan kontrasepsi untuk wanita dan pasangan suami istri. 

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Birth Control (Kontrasepsi) via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket birth control (kontrasepsi) hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Penggunaan alat kontrasepsi pada wanita yang aktif secara seksual untuk menentukan masa kehamilan dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan wanita. 

Misalnya pada wanita yang ingin menunda kehamilan karena alasan karir atau finansial. Sedangkan bagi pasangan suami-istri, penggunaan alat kontrasepsi untuk mengatur jarak dan jumlah kelahiran, memungkinkan bagi pasangan untuk lebih focus dalam merawat dan mendidik anak.

Terdapat dua jenis pilihan alat kontrasepsi, yaitu non-hormonal dan hormonal. Pemilihan alat kontrasepsi harus disesuaikan dengan kebutuhan wanita atau pasangan. 

Untuk itu, ada baiknya untuk berkonsultasi kepada bidan atau dokter sehingga dapat memilih metode kontrasepsi yang sesuai kebutuhan. Konsultasi pemilihan metode kontrasepsi, memberikan kesempatan bagi wanita atau pasangan untuk mengetahui cara pemakaian alat kontrasepsi yang tepat. 

Alat kontrasepsi yang tersedia, memiliki efektifitas untuk mencegah kehamilan sebesar 99% apabila digunakan dengan benar dan tepat. Pemilihan alat kontrasepsi yang tidak tepat, cara pemakaian yang salah, dan penggunaan yang tidak teratur merupakan beberapa penyebab kegagalan kontrasepsi.

Baca juga: Cara Benar Minum Pil KB

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Birth Control (Kontrasepsi) via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket birth control (kontrasepsi) hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Berikut ini adalah informasi mengenai jenis-jenis metode kontrasepsi yang tersedia:

Metode non-hormonal

Metode non-hormonal dipilih karena alasan agama, budaya, atau keinginan keluarga. Pilihan yang tersedia untuk metode ini antara lain:

Sistem Kalendar

Sistem ini berdasarkan pada pola siklus menstruasi wanita selama 6 bulan untuk kemudian dikurangi dengan 18 dari siklus terpendek (untuk perkiraan hari pertama masa subur) dan dikurangi 11 dari siklus terpanjang (untuk perkiraan hari terakhir masa subur).

Melalui perhitungan tersebut akan didapatkan rentang perkiraan masa subur. Pencegahan kehamilan dilakukan dengan tidak melakukan hubungan seksual selama masa subur tersebut, atau tetap dapat melakukan hubungan seksual dengan menggunakan kondom.

Kelebihan sistem calendar adalah tidak diperlukan biaya yang besar dalam pelaksanaannya. Efektifitas sebesar 97% apabila dapat menentukan rentang masa subur secara tepat.

Kekurangan pada beberapa wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur penggunaan sistem kalendar tidak dianjurkan karena peluang kegagalan yang besar; selain itu, konsumsi obat-obatan tertentu seperti antidepresan, analgesik, dan beberapa jenis antibiotik, dapat mempengaruhi waktu ovulasi dan penentuan masa subur.

Withdrawal (coitus interruptus)

Withdrawal adalah pencegahan sperma masuk ke dalam alat kelamin wanita untuk mencegah terjadinya pembuahan (fertilisasi).

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Birth Control (Kontrasepsi) via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket birth control (kontrasepsi) hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Kelebihan cara ini dapat secara efektif mencegah terjadinya kehamilan sebesar 96% apabila dilakukan secara tepat.

Kekurangan cara ini menjadi sangat tidak efektif karena adanya kesulitan untuk menentukan waktu ejakulasi sehingga seringkali sperma dikeluarkan dalam alat kelamin wanita.

Menyusui (Lactational Amenorrhea Method)

Bagi ibu yang baru melahirkan, baik secara Caesar atau per vaginam, kegiatan menyusui merupakan salah satu metode kontrasepsi sementara. 

Pada saat menyusui, wanita tidak dapat berovulasi karena adanya pengaruh hormon yang merangsang produksi ASI. Hormon prolaktin bekerja atas rangsangan isapan bayi pada puting payudara. 

Produksi hormone prolaktin secara berkebalikan menghentikan produksi hormon untuk ovulasi. Tidak terjadinya ovulasi berarti wanita pada masa menyusui tidak akan mengalami menstruasi. Pada masa wanita tidak mengalami menstruasi inilah, kehamilan dapat dikontrol dan dicegah.

Kelebihan metode ini mempunyai tingkat keberhasilan pencegahan kehamilan sebesar 98 – 99% apabila terpenuhi persyaratan, yaitu: ibu menyusui bayi secara eksklusif, bayi berusia dibawah 6 bulan, dan ibu tidak mengalami perdarahan atau menstruasi selama dua bulan pasca kelahiran.

Kekurangan efektifitas metode ini untuk mencegah kehamilan akan berkurang apabila ibu tidak menyusui secara langsung, atau mencampur pemberian ASI dengan susu formula, usia bayi telah melewati 6 bulan, dan menstruasi telah kembali pasca persalinan.

Baca juga: Obat Penunda Haid Yang Ampuh Dengan Pil KB

Kondom

Kondom adalah alat kontrasepsi yang dapat digunakan oleh pria dan wanita yang dipakai pada saat berhubungan seksual dan bertindak sebagai barrier (pembatas) untuk mencegah terjadinya pembuahan ovum oleh sperma.

Kondom untuk pria berupa lapisan tipis dari karet atau lateks yang menutup seluruh penis. Sedangkan untuk wanita, kondom terbuat dari bahan polimer yang tipis, lembut, dan transparent untuk dimasukkan kedalam vagina sehingga mencegah masuknya sperma saat ejakulasi.

Kelebihan kondom mempunyai efektifitas pencegahan kehamilan hingga 98% dengan pemakaian yang benar dan konsisten. Sebanyak 85% pria dan 79% wanita memilih penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi karena praktis dan mudah digunakan. Kondom mencegah terjadinya penyebaran penyakit seksual menular dan infeksi, termasuk HIV.

Kekurangan pada beberapa orang dapat mengalami alergi karena bahan pembuatan kondom. Kondom hanya dapat dipakai sekali. Apabila tidak tepat cara pemakaiannya atau kondom rusak (sobek atau kadaluarsa), dapat menyebabkan menyebabkan kegagalan kontrasepsi.

Spermisida

Spermisida adalah metode penggunaan bahan kimia nonoxylnol-9 yang berfungsi untuk mencegah masuknya sperma ke dalam serviks dan merusak sperma untuk menghentikan pergerakan menuju sel telur.

Spermisida dapat ditemui dalam berbagai macam bentuk sediaan misalnya krim, gel, lapisan film tipis, foam, dan suppositoria vagina. 

Penggunaannya adalah dengan memasukkan spermisida ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual. Spermisida dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi tunggal atau dikombinasi dengan diafragma.

Kelebihan spermisida dapat diperoleh dengan harga terjangkau oleh siapa saja tanpa resep dokter, bebas hormone, sangat mudah dan nyaman digunakan.

Kekurangan untuk mencegah kehamilan, spermisida harus digunakan dengan tepat setiap hendak berhubungan seksual. Apabila salah penggunaan, spermisida tidak akan efektif. Efektifitas spermisida berkurang apabila dipakai lebih dari satu jam sebelum berhubungan. 

Pada beberapa orang, bahan aktif spermisida (nonoxynol-9) dapat menimbulkan alergi dan iritasi pada area genital. Spermisida tidak dapat melindungi dari penyakit menular seksual dan infeksi, bahkan dapat meningkatkan resiko tertular apabila terdapat iritasi di area genital.

Diafragma

Diafragma merupakan alat kontrasepsi wanita berupa pembatas kecil berbentuk seperti kubah, yang terbuat dari silicon atau lateks, yang dimasukkan kedalam vagina untuk menghambat masuknya sperma ke dalam sel telur.

Kelebihan diafragma dapat digunakan berkali-kali setiap hendak berhubungan. Tidak mengandung hormon sehingga tidak mengganggu siklus menstruasi. Memiliki sedikit efek samping. Dapat digunakan saat menyusui.

Kekurangan untuk mencapai efektifitas pencegahan kehamilan, diafragma harus dikombinasikan dengan spermisida. Beberapa wanita alergi terhadap bahan pembuat diafragma. Untuk mendapatkan ukuran diafragma yang sesuai, harus berkonsultasi dengan bidan atau dokter terlebih dahulu.

Vasektomi

Vasektomi merupakan metode kontrasepsi non hormonal bagi pria yang dikenal dengan istilah sterilisasi. Disebut dengan sterilisasi karena menyebabkan pria menghasilkan sperma. 

Proses sterilisasi harus dilakukan melalui operasi oleh dokter untuk memotong saluran vas deferens yang berhubungan langsung dengan testis. Testis berfungsi sebagai penghasil sperma. Pemotongan saluran vas deferen mengakibatkan cairan semen yang dihasilkan, tidak mengandung sperma.

Operasi untuk melakukan vasektomi tergolong operasi kecil, aman dari kemungkinan infeksi, dan sifatnya permanen. Permanen artinya tidak mungkin dilakukan penyambungan kembali saluran vas deferens dengan testikel.

Oleh karena itu, diperlukan pertimbangan yang matang sebelum melakukan vasektomi. Vasektomi tidak akan mempengaruhi kemampuan seksual pria, karena pria masih dapat ereksi dan orgasm, berejakulasi, tidak berpengaruh pada hormon dan hasrat seksual.   

Kelebihan vasektomi memiliki efektifitas pencegahan kehamilan yang sangat tinggi. Selain itu, pria yang sudah ber-vasektomi tidak lagi membutuhkan tambahan alat kontrasepsi lain.

Kekurangan untuk dapat melakukan vasektomi, dibutuhkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan metode kontrasepsi lainnya karena memerlukan prosedur operasi. Vasektomi juga tidak dapat menurunkan resiko terjangkit penyakit menular seksual dan infeksi seperti HIV.

Ligasi Tuba/Tubektomi

Tubektomi adalah sebutan untuk metode kontrasepsi permanen bagi wanita. Sama seperti vasektomi, tubektomi dilakukan melalui prosedur operasi untuk menutub saluran tuba falopi sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur agar tidak terjadi fertilisasi. 

Penutupan saluran tuba dilakukan melalui prosedur operasi laparaskopi untuk memotong atau mengikat saluran tuba (dengan klips atau cincin khusus). Dalam menjalani prosedur ini, pasien akan diberikan anastesi umum. Karena bersifat permanen, dibutuhkan pertimbangan matang sebelum menjalani prosedur ini.

Kelebihan tubektomi mampu mencegah kehamilan dengan efektifitas sangat tinggi. Tidak berpengaruh terhadap hormon kewanitaan dan tidak mempengaruhi hasrat seksual wanita.

Kekurangan membutuhkan biaya yang lebih tinggi untuk menjalani prosedur operasi. Setelah operasi selesai, biasanya pasien diminta untuk beristirahat beberapa hari untuk proses penyembuhan. Tubektomi tidak dapat mencegah penularan penyakit menular seksual dan infeksi seperti HIV.

Metode hormonal

Metode hormonal dapat mencegah kehamilan dengan cara mempengaruhi kerja hormon yang berkaitan dengan proses ovulasi pada wanita. Kontrasepsi hormonal dapat terdiri dari kombinasi progestin dan esterogen, atau progesterone saja. Bentuk sediaan yang ada berupa pil, obat suntik, implant, IUD, cincin vagina, dan patch.

Pil KB Progesteron (Progesteron Only Pills/POPs/Pil Mini)

Pil KB Progesteron berisi hanya hormon progesteron yang bekerja mencegah kehamilan dengan cara menebalkan mucus pada serviks sehingga tidak dapat dilalui sperma dan mencegah terjadinya ovulasi. 

Penggunaan pil KB Progesteron efektif mencegah kehamilan hingga 95% apabila diminum teratur pada jam yang sama setiap harinya. Bila merencanakan kehamilan, konsumsi pil KB progesteron dapat dihentikan.

Kelebihan Pil KB Progesteron adalah pil KB ini mudah digunakan, tidak mempengaruhi aktifitas seksual, bisa dikonsumsi oleh ibu menyusui tanpa mempengaruhi produksi ASI, dan bisa dikonsumsi oleh semua wanita dari berbagai usia. 

Penelitian menunjukkan bahwa pil progesteron tidak menyebabkan pertambahan berat badan, depresi, sakit kepala, hipertensi, penyakit jantung, dan kanker.

Kekurangan Pil KB Progesteron harus dikonsumsi teratur setiap hari dan pada jam yang sama. Dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Tidak mencegah tertularnya penyakit menular seksual dan infeksi.

Pil KB Kombinasi (Combined Oral Contraceptives/COCs)

Pil KB Kombinasi berisi gabungan dua hormon yaitu esterogen dan progesteron/progestin. Kombinasi kedua hormon ini menyebabkan penghentian produksi sel telur sehingga tidak terjadi proses ovulasi. 

Apabila dikonsumsi dengan tepat dan berkelanjutan, efektif dapat mencegah kehamilan hingga 95% dan penghentian konsumsi dapat meningkatkan resiko kehamilan.

Dalam setiap kemasan pil KB kombinasi terdapat sebanyak 28 pil dengan 21 pil berisi hormon dan 7 pil tanpa hormon. Ada dua cara untuk mengkonsumsi pil KB kombinasi. Pertama, dengan mengkonsumsi 21 pil hormon dan 7 pil plasebo. 

Periode menstruasi akan dialami saat mengkonsumsi 7 pil konsumsi. Pilihan kedua adalah dengan mengkonsumsi hanya 21 pil hormon dan apabila telah habis, dilanjutkan dengan konsumsi 21 pil dari kemasan baru. Konsumsi dengan cara ini akan menyebabkan tidak terjadinya menstruasi.

Pil KB kombinasi tidak boleh dikonsumsi oleh wanita yang memiliki riwayat penyakit jantung, berusia lebih dari 35 tahun, wanita perokok, obesitas, penderita migrain, dan yang mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan tertentu.

Kelebihan Pil KB Kombinasi mudah digunakan dan tidak mempengaruhi aktivitas seksual. Memiliki kemampuan untuk menurunkan resiko kanker ovarium dan kanker endometrium sebesar 50%. 

Kekurangan Pil KB Kombinasi harus dikonsumsi setiap hari. Tidak dapat mencegah penularan infeksi penyakit menular seksual. Memiliki efek samping berupa pertambahan berat badan, timbulnya jerawat, perubahan 

Implan

Implan merupakan alat kontrasepsi berbentuk batang kecil seukuran korek api atau kapsul yang berisi hormon progesteron yang diletakkan “ditanam” dibawah permukaan kulit pada lengan. 

Setelah ditanam, hormon progesteron akan dilepaskan perlahan-lahan ke dalam tubuh dan bekerja efektif selama 3 tahun untuk mencegah kehamilan.

Kelebihan Implan implant merupakan alat kontrasepsi hormonal yang bekerja dalam waktu panjang (3 tahun), dapat dilepas kapan saja bila hendak merencanakan kehamilan, tidak perlu mengingat jadwal minum pil KB setiap hari, tidak menyebabkan gangguan seksual.

Kekurangan Implan pemasangan implant harus dilakukan oleh dokter. Membutuhkan biaya yang lebih mahal dibanding alat kontrasepsi hormonal lain. Menyebabkan perubahan siklus menstruasi. Tidak dapat mencegah penularan penyakit infeksi menular seksual.

Intra Uterine Device (IUD)

IUD merupakan benda kecil berbentuk T yang dimasukkan ke dalam uterus untuk mencegah kehamilan. Terdapat dua jenis IUD berdasarkan kandungannya yaitu IUD berisi tembaga dan IUD berisi hormon levonorgestrel. 

Pada IUD yang mengandung tembaga, bekerja mencegah kehamilan dengan cara merusak sperma dan mencegah sperma bertemu dengan sel telur. IUD dengan kandungan tembaga dapat digunakan selama 10 tahun. 

Sedangkan IUD dengan levonorgestrel akan secara perlahan-lahan mengeluarkan levonorgestrel setiap hari selama 5 tahun, untuk penebalan mucus pada serviks sehingga sperma tidak dapat membuahi sel telur. 

Pemasangan IUD dilakukan oleh dokter pada saat hari terakhir menstruasi, 6 minggu setelah persalinan, atau saat aborsi.

Kelebihan IUD merupakan metode kontrasepsi hormon jangka panjang sehingga wanita tidak perlu mengingat jadwal minum obat setiap hari. Dapat dilepas bila berencana untuk hamil dan tidak mengganggu kesuburan. Dapat digunakan sebagai metode kontrasepsi emergensi.

Kekurangan IUD pada awal penggunaan dapat menyebabkan periode menstruasi yang lebih panjang dan perdarahan yang lebih banyak. Dapat menyebabkan rasa tidak nyaman saat berhubungan karena adanya benang sisa IUD di vagina. 

KB injeksi/suntik 

KB Suntik merupakan pilihan alternatif kontrasepsi hormonal yang memiliki cara kerja dan jenis yang sama seperti pil KB. Pada KB injeksi yang berisi progesteron tunggal, dilakukan penyuntikan pada otot atau bawah kulit setiap 2 hingga 3 bulan sekali. 

Injeksi progesteron tunggal akan menunda fertilitas selama rata-rata 1 – 4 bulan setelah injeksi. Sedangkan untuk sediaan injeksi yang berisi kombinasi esterogen dan progesteron, dilakukan penyuntikan setiap bulan ke dalam lapisan otot.

Kelebihan KB Suntik KB injeksi memiliki efektivitas tinggi untuk mencegah kehamilan. Penyuntikan dapat dihentikan bila ingin merencanakan kehamilan. Alternative untuk metode kontrasepsi hormonal tanpa harus konsumsi obat setiap hari. Tidak mengganggu aktivitas seksual. Injeksi progesteron tunggal dapat menurunkan resiko terjadinya kanker endometrium sebesar 80%. 

Kekurangan KB Suntik memerlukan bantuan tenaga medis untuk penggunaannya. Pada penggunaan pertama biasanya terjadi perdarahan vaginal yang tidak teratur.

Terdapat kemungkinan terjadinya efek samping berupa penambahan berat badan, berkurangnya kepadatan tulang bila menggunakan injeksi progesteron tunggal. Tidak mencegah penularan penyakit menular seksual dan infeksi.

Patch

Patch merupakan alat kontrasepsi yang ditempelkan pada permukaan kulit, mengandung kombinasi hormon progesteron dan esterogen yang dilepaskan perlahan-lahan ke dalam aliran darah melalui jaringan kulit. Angka keberhasilan ini hingga 99% bila digunakan secara tepat.

Cara kerja patch sama dengan pil kombinasi yaitu mencegah terjadinya ovulasi dan menebalkan mukus atau lendir serviks sehingga mencegah pergerakan sperma kedalam serviks. 

Patch dapat digunakan selama 7 hari, dan pada hari ke 8 dilakukan penggantian patch. Penggantian patch setiap minggu dilakukan berturut-turut selama 3 minggu kemudian hentikan pemakaian patch selama seminggu.

Patch dapat ditempelkan di seluruh jaringan kulit selama kulit dalam keadaan bersih, kering, dan tidak banyak tumbuh rambut. Patch sebaiknya tidak ditempelkan pada area kulit yang luka atau iritasi, area kulit yang bersinggungan dengan pakaian ketat, atau pada payudara.

Setiap penggunaan patch baru sebaiknya ditempelkan pada area kulit yang berlainan untuk mencegah terjadinya iritasi.

Sebelum menggunakan patch, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah diperlukan tambahan alat kontrasepsi lain dan langkah-langkah pencegahan apabila patch terlepas atau lupa diganti. 

Patch tidak dapat digunakan oleh ibu menyusui dengan bayi usia kurang dari 6 bulan, wanita yang merokok dan usia lebih dari 35 tahun, wanita dengan obesitas, dalam masa konsumsi obat tertentu, adanya riwayat pembekuan darah, penyakit jantung, lupus, kanker payudara, dan diabetes.

Kelebihan Patch mudah cara penggunaannya. Hanya perlu diganti setiap minggu dan tidak mengganggu aktivitas seksual.

Kekurangan Patch dapat menyebabkan iritasi kulit, kemerahan, dan rasa gatal. Tidak melindungi dari resiko penularan penyakit menular seksual.

Cincin Vagina 

Cincin vagina merupakan alat kontrasepsi berbentuk cincin dari bahan plastic yang dimasukkan ke dalam vagina. Cincin vagina mengandung kombinasi hormon esterogen dan progesterone dengan cara kerja menghentikan proses ovulasi setiap bulan dan menebalkan mucus serviks sehingga menghambat pergerakan sperma. 

Cincin vagina dimasukkan ke dalam vagina pada hari pertama siklus menstruasi dan dapat bertahan selama 3 minggu. Setelah pemakaian selama tiga minggu, sebaiknya diberikan jeda bebas penggunaan cincin vagina selama seminggu. 

Dalam masa pemakaian cincin vagina, wanita akan terlindungi dari resiko kehamilan. Alat kontrasepsi ini dapat digunakan setelah 21 hari pasca persalinan atau setelah proses aborsi.

Kelebihan Cincin Vagina mudah cara penggunaannya. Dapat dihentikan pemakaian dengan segera bila merencanakan kehamilan. Tidak memerlukan bantuan tenaga medis. Tidak mengganggu aktifitas seksual.

Kekurangan Cincin Vagina tidak dianjurkan bagi wanita usia lebih dari 35 tahun dan perokok aktif. Diperlukan tambahan alat kontrasepsi lain pada saat masa bebas pemakaian cincin vagina. Tidak melindungi dari resiko tertular penyakit menular seksual

Ada banyak pilihan jenis-jenis alat kontrasepsi. Pemakaian yang tepat dan sesuai kubutuhan dapat meningkatkan efektifitas alat kontrasepsi dalam mencegah dan mengatur jarak kehamilan.

 Keluarga Berencana (KB) merupakan sebuah program yang memungkinkan sebuah keluarga untuk merencanakan jumlah anak yang diinginkan dan menentukan jarak antar kehamilan. 

Program perencanaan jumlah anggota keluarga ini dilakukan dengan metode penggunaan kontrasepsi untuk wanita dan pasangan suami istri. 

Penggunaan alat kontrasepsi pada wanita yang aktif secara seksual untuk menentukan masa kehamilan dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan wanita. 

Misalnya pada wanita yang ingin menunda kehamilan karena alasan karir atau finansial. Sedangkan bagi pasangan suami-istri, penggunaan alat kontrasepsi untuk mengatur jarak dan jumlah kelahiran, memungkinkan bagi pasangan untuk lebih focus dalam merawat dan mendidik anak.

Terdapat dua jenis pilihan alat kontrasepsi, yaitu non-hormonal dan hormonal. Pemilihan alat kontrasepsi harus disesuaikan dengan kebutuhan wanita atau pasangan. 

Untuk itu, ada baiknya untuk berkonsultasi kepada bidan atau dokter sehingga dapat memilih metode kontrasepsi yang sesuai kebutuhan. Konsultasi pemilihan metode kontrasepsi, memberikan kesempatan bagi wanita atau pasangan untuk mengetahui cara pemakaian alat kontrasepsi yang tepat. 

Alat kontrasepsi yang tersedia, memiliki efektifitas untuk mencegah kehamilan sebesar 99% apabila digunakan dengan benar dan tepat. Pemilihan alat kontrasepsi yang tidak tepat, cara pemakaian yang salah, dan penggunaan yang tidak teratur merupakan beberapa penyebab kegagalan kontrasepsi.

Baca juga: Cara Benar Minum Pil KB

Berikut ini adalah informasi mengenai jenis-jenis metode kontrasepsi yang tersedia:

Metode non-hormonal

Metode non-hormonal dipilih karena alasan agama, budaya, atau keinginan keluarga. Pilihan yang tersedia untuk metode ini antara lain:

Sistem Kalendar

Sistem ini berdasarkan pada pola siklus menstruasi wanita selama 6 bulan untuk kemudian dikurangi dengan 18 dari siklus terpendek (untuk perkiraan hari pertama masa subur) dan dikurangi 11 dari siklus terpanjang (untuk perkiraan hari terakhir masa subur).

Melalui perhitungan tersebut akan didapatkan rentang perkiraan masa subur. Pencegahan kehamilan dilakukan dengan tidak melakukan hubungan seksual selama masa subur tersebut, atau tetap dapat melakukan hubungan seksual dengan menggunakan kondom.

Kelebihan sistem calendar adalah tidak diperlukan biaya yang besar dalam pelaksanaannya. Efektifitas sebesar 97% apabila dapat menentukan rentang masa subur secara tepat.

Kekurangan pada beberapa wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur penggunaan sistem kalendar tidak dianjurkan karena peluang kegagalan yang besar; selain itu, konsumsi obat-obatan tertentu seperti antidepresan, analgesik, dan beberapa jenis antibiotik, dapat mempengaruhi waktu ovulasi dan penentuan masa subur.

Withdrawal (coitus interruptus)

Withdrawal adalah pencegahan sperma masuk ke dalam alat kelamin wanita untuk mencegah terjadinya pembuahan (fertilisasi).

Kelebihan cara ini dapat secara efektif mencegah terjadinya kehamilan sebesar 96% apabila dilakukan secara tepat.

Kekurangan cara ini menjadi sangat tidak efektif karena adanya kesulitan untuk menentukan waktu ejakulasi sehingga seringkali sperma dikeluarkan dalam alat kelamin wanita.

Menyusui (Lactational Amenorrhea Method)

Bagi ibu yang baru melahirkan, baik secara Caesar atau per vaginam, kegiatan menyusui merupakan salah satu metode kontrasepsi sementara. 

Pada saat menyusui, wanita tidak dapat berovulasi karena adanya pengaruh hormon yang merangsang produksi ASI. Hormon prolaktin bekerja atas rangsangan isapan bayi pada puting payudara. 

Produksi hormone prolaktin secara berkebalikan menghentikan produksi hormon untuk ovulasi. Tidak terjadinya ovulasi berarti wanita pada masa menyusui tidak akan mengalami menstruasi. Pada masa wanita tidak mengalami menstruasi inilah, kehamilan dapat dikontrol dan dicegah.

Kelebihan metode ini mempunyai tingkat keberhasilan pencegahan kehamilan sebesar 98 – 99% apabila terpenuhi persyaratan, yaitu: ibu menyusui bayi secara eksklusif, bayi berusia dibawah 6 bulan, dan ibu tidak mengalami perdarahan atau menstruasi selama dua bulan pasca kelahiran.

Kekurangan efektifitas metode ini untuk mencegah kehamilan akan berkurang apabila ibu tidak menyusui secara langsung, atau mencampur pemberian ASI dengan susu formula, usia bayi telah melewati 6 bulan, dan menstruasi telah kembali pasca persalinan.

Baca juga: Obat Penunda Haid Yang Ampuh Dengan Pil KB

Kondom

Kondom adalah alat kontrasepsi yang dapat digunakan oleh pria dan wanita yang dipakai pada saat berhubungan seksual dan bertindak sebagai barrier (pembatas) untuk mencegah terjadinya pembuahan ovum oleh sperma.

Kondom untuk pria berupa lapisan tipis dari karet atau lateks yang menutup seluruh penis. Sedangkan untuk wanita, kondom terbuat dari bahan polimer yang tipis, lembut, dan transparent untuk dimasukkan kedalam vagina sehingga mencegah masuknya sperma saat ejakulasi.

Kelebihan kondom mempunyai efektifitas pencegahan kehamilan hingga 98% dengan pemakaian yang benar dan konsisten. Sebanyak 85% pria dan 79% wanita memilih penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi karena praktis dan mudah digunakan. Kondom mencegah terjadinya penyebaran penyakit seksual menular dan infeksi, termasuk HIV.

Kekurangan pada beberapa orang dapat mengalami alergi karena bahan pembuatan kondom. Kondom hanya dapat dipakai sekali. Apabila tidak tepat cara pemakaiannya atau kondom rusak (sobek atau kadaluarsa), dapat menyebabkan menyebabkan kegagalan kontrasepsi.

Spermisida

Spermisida adalah metode penggunaan bahan kimia nonoxylnol-9 yang berfungsi untuk mencegah masuknya sperma ke dalam serviks dan merusak sperma untuk menghentikan pergerakan menuju sel telur.

Spermisida dapat ditemui dalam berbagai macam bentuk sediaan misalnya krim, gel, lapisan film tipis, foam, dan suppositoria vagina. 

Penggunaannya adalah dengan memasukkan spermisida ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual. Spermisida dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi tunggal atau dikombinasi dengan diafragma.

Kelebihan spermisida dapat diperoleh dengan harga terjangkau oleh siapa saja tanpa resep dokter, bebas hormone, sangat mudah dan nyaman digunakan.

Kekurangan untuk mencegah kehamilan, spermisida harus digunakan dengan tepat setiap hendak berhubungan seksual. Apabila salah penggunaan, spermisida tidak akan efektif. Efektifitas spermisida berkurang apabila dipakai lebih dari satu jam sebelum berhubungan. 

Pada beberapa orang, bahan aktif spermisida (nonoxynol-9) dapat menimbulkan alergi dan iritasi pada area genital. Spermisida tidak dapat melindungi dari penyakit menular seksual dan infeksi, bahkan dapat meningkatkan resiko tertular apabila terdapat iritasi di area genital.

Diafragma

Diafragma merupakan alat kontrasepsi wanita berupa pembatas kecil berbentuk seperti kubah, yang terbuat dari silicon atau lateks, yang dimasukkan kedalam vagina untuk menghambat masuknya sperma ke dalam sel telur.

Kelebihan diafragma dapat digunakan berkali-kali setiap hendak berhubungan. Tidak mengandung hormon sehingga tidak mengganggu siklus menstruasi. Memiliki sedikit efek samping. Dapat digunakan saat menyusui.

Kekurangan untuk mencapai efektifitas pencegahan kehamilan, diafragma harus dikombinasikan dengan spermisida. Beberapa wanita alergi terhadap bahan pembuat diafragma. Untuk mendapatkan ukuran diafragma yang sesuai, harus berkonsultasi dengan bidan atau dokter terlebih dahulu.

Vasektomi

Vasektomi merupakan metode kontrasepsi non hormonal bagi pria yang dikenal dengan istilah sterilisasi. Disebut dengan sterilisasi karena menyebabkan pria menghasilkan sperma. 

Proses sterilisasi harus dilakukan melalui operasi oleh dokter untuk memotong saluran vas deferens yang berhubungan langsung dengan testis. Testis berfungsi sebagai penghasil sperma. Pemotongan saluran vas deferen mengakibatkan cairan semen yang dihasilkan, tidak mengandung sperma.

Operasi untuk melakukan vasektomi tergolong operasi kecil, aman dari kemungkinan infeksi, dan sifatnya permanen. Permanen artinya tidak mungkin dilakukan penyambungan kembali saluran vas deferens dengan testikel.

Oleh karena itu, diperlukan pertimbangan yang matang sebelum melakukan vasektomi. Vasektomi tidak akan mempengaruhi kemampuan seksual pria, karena pria masih dapat ereksi dan orgasm, berejakulasi, tidak berpengaruh pada hormon dan hasrat seksual.   

Kelebihan vasektomi memiliki efektifitas pencegahan kehamilan yang sangat tinggi. Selain itu, pria yang sudah ber-vasektomi tidak lagi membutuhkan tambahan alat kontrasepsi lain.

Kekurangan untuk dapat melakukan vasektomi, dibutuhkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan metode kontrasepsi lainnya karena memerlukan prosedur operasi. Vasektomi juga tidak dapat menurunkan resiko terjangkit penyakit menular seksual dan infeksi seperti HIV.

Ligasi Tuba/Tubektomi

Tubektomi adalah sebutan untuk metode kontrasepsi permanen bagi wanita. Sama seperti vasektomi, tubektomi dilakukan melalui prosedur operasi untuk menutub saluran tuba falopi sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur agar tidak terjadi fertilisasi. 

Penutupan saluran tuba dilakukan melalui prosedur operasi laparaskopi untuk memotong atau mengikat saluran tuba (dengan klips atau cincin khusus). Dalam menjalani prosedur ini, pasien akan diberikan anastesi umum. Karena bersifat permanen, dibutuhkan pertimbangan matang sebelum menjalani prosedur ini.

Kelebihan tubektomi mampu mencegah kehamilan dengan efektifitas sangat tinggi. Tidak berpengaruh terhadap hormon kewanitaan dan tidak mempengaruhi hasrat seksual wanita.

Kekurangan membutuhkan biaya yang lebih tinggi untuk menjalani prosedur operasi. Setelah operasi selesai, biasanya pasien diminta untuk beristirahat beberapa hari untuk proses penyembuhan. Tubektomi tidak dapat mencegah penularan penyakit menular seksual dan infeksi seperti HIV.

Metode hormonal

Metode hormonal dapat mencegah kehamilan dengan cara mempengaruhi kerja hormon yang berkaitan dengan proses ovulasi pada wanita. Kontrasepsi hormonal dapat terdiri dari kombinasi progestin dan esterogen, atau progesterone saja. Bentuk sediaan yang ada berupa pil, obat suntik, implant, IUD, cincin vagina, dan patch.

Pil KB Progesteron (Progesteron Only Pills/POPs/Pil Mini)

Pil KB Progesteron berisi hanya hormon progesteron yang bekerja mencegah kehamilan dengan cara menebalkan mucus pada serviks sehingga tidak dapat dilalui sperma dan mencegah terjadinya ovulasi. 

Penggunaan pil KB Progesteron efektif mencegah kehamilan hingga 95% apabila diminum teratur pada jam yang sama setiap harinya. Bila merencanakan kehamilan, konsumsi pil KB progesteron dapat dihentikan.

Kelebihan Pil KB Progesteron adalah pil KB ini mudah digunakan, tidak mempengaruhi aktifitas seksual, bisa dikonsumsi oleh ibu menyusui tanpa mempengaruhi produksi ASI, dan bisa dikonsumsi oleh semua wanita dari berbagai usia. 

Penelitian menunjukkan bahwa pil progesteron tidak menyebabkan pertambahan berat badan, depresi, sakit kepala, hipertensi, penyakit jantung, dan kanker.

Kekurangan Pil KB Progesteron harus dikonsumsi teratur setiap hari dan pada jam yang sama. Dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Tidak mencegah tertularnya penyakit menular seksual dan infeksi.

Pil KB Kombinasi (Combined Oral Contraceptives/COCs)

Pil KB Kombinasi berisi gabungan dua hormon yaitu esterogen dan progesteron/progestin. Kombinasi kedua hormon ini menyebabkan penghentian produksi sel telur sehingga tidak terjadi proses ovulasi. 

Apabila dikonsumsi dengan tepat dan berkelanjutan, efektif dapat mencegah kehamilan hingga 95% dan penghentian konsumsi dapat meningkatkan resiko kehamilan.

Dalam setiap kemasan pil KB kombinasi terdapat sebanyak 28 pil dengan 21 pil berisi hormon dan 7 pil tanpa hormon. Ada dua cara untuk mengkonsumsi pil KB kombinasi. Pertama, dengan mengkonsumsi 21 pil hormon dan 7 pil plasebo. 

Periode menstruasi akan dialami saat mengkonsumsi 7 pil konsumsi. Pilihan kedua adalah dengan mengkonsumsi hanya 21 pil hormon dan apabila telah habis, dilanjutkan dengan konsumsi 21 pil dari kemasan baru. Konsumsi dengan cara ini akan menyebabkan tidak terjadinya menstruasi.

Pil KB kombinasi tidak boleh dikonsumsi oleh wanita yang memiliki riwayat penyakit jantung, berusia lebih dari 35 tahun, wanita perokok, obesitas, penderita migrain, dan yang mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan tertentu.

Kelebihan Pil KB Kombinasi mudah digunakan dan tidak mempengaruhi aktivitas seksual. Memiliki kemampuan untuk menurunkan resiko kanker ovarium dan kanker endometrium sebesar 50%. 

Kekurangan Pil KB Kombinasi harus dikonsumsi setiap hari. Tidak dapat mencegah penularan infeksi penyakit menular seksual. Memiliki efek samping berupa pertambahan berat badan, timbulnya jerawat, perubahan 

Implan

Implan merupakan alat kontrasepsi berbentuk batang kecil seukuran korek api atau kapsul yang berisi hormon progesteron yang diletakkan “ditanam” dibawah permukaan kulit pada lengan. 

Setelah ditanam, hormon progesteron akan dilepaskan perlahan-lahan ke dalam tubuh dan bekerja efektif selama 3 tahun untuk mencegah kehamilan.

Kelebihan Implan implant merupakan alat kontrasepsi hormonal yang bekerja dalam waktu panjang (3 tahun), dapat dilepas kapan saja bila hendak merencanakan kehamilan, tidak perlu mengingat jadwal minum pil KB setiap hari, tidak menyebabkan gangguan seksual.

Kekurangan Implan pemasangan implant harus dilakukan oleh dokter. Membutuhkan biaya yang lebih mahal dibanding alat kontrasepsi hormonal lain. Menyebabkan perubahan siklus menstruasi. Tidak dapat mencegah penularan penyakit infeksi menular seksual.

Intra Uterine Device (IUD)

IUD merupakan benda kecil berbentuk T yang dimasukkan ke dalam uterus untuk mencegah kehamilan. Terdapat dua jenis IUD berdasarkan kandungannya yaitu IUD berisi tembaga dan IUD berisi hormon levonorgestrel. 

Pada IUD yang mengandung tembaga, bekerja mencegah kehamilan dengan cara merusak sperma dan mencegah sperma bertemu dengan sel telur. IUD dengan kandungan tembaga dapat digunakan selama 10 tahun. 

Sedangkan IUD dengan levonorgestrel akan secara perlahan-lahan mengeluarkan levonorgestrel setiap hari selama 5 tahun, untuk penebalan mucus pada serviks sehingga sperma tidak dapat membuahi sel telur. 

Pemasangan IUD dilakukan oleh dokter pada saat hari terakhir menstruasi, 6 minggu setelah persalinan, atau saat aborsi.

Kelebihan IUD merupakan metode kontrasepsi hormon jangka panjang sehingga wanita tidak perlu mengingat jadwal minum obat setiap hari. Dapat dilepas bila berencana untuk hamil dan tidak mengganggu kesuburan. Dapat digunakan sebagai metode kontrasepsi emergensi.

Kekurangan IUD pada awal penggunaan dapat menyebabkan periode menstruasi yang lebih panjang dan perdarahan yang lebih banyak. Dapat menyebabkan rasa tidak nyaman saat berhubungan karena adanya benang sisa IUD di vagina. 

KB injeksi/suntik 

KB Suntik merupakan pilihan alternatif kontrasepsi hormonal yang memiliki cara kerja dan jenis yang sama seperti pil KB. Pada KB injeksi yang berisi progesteron tunggal, dilakukan penyuntikan pada otot atau bawah kulit setiap 2 hingga 3 bulan sekali. 

Injeksi progesteron tunggal akan menunda fertilitas selama rata-rata 1 – 4 bulan setelah injeksi. Sedangkan untuk sediaan injeksi yang berisi kombinasi esterogen dan progesteron, dilakukan penyuntikan setiap bulan ke dalam lapisan otot.

Kelebihan KB Suntik KB injeksi memiliki efektivitas tinggi untuk mencegah kehamilan. Penyuntikan dapat dihentikan bila ingin merencanakan kehamilan. Alternative untuk metode kontrasepsi hormonal tanpa harus konsumsi obat setiap hari. Tidak mengganggu aktivitas seksual. Injeksi progesteron tunggal dapat menurunkan resiko terjadinya kanker endometrium sebesar 80%. 

Kekurangan KB Suntik memerlukan bantuan tenaga medis untuk penggunaannya. Pada penggunaan pertama biasanya terjadi perdarahan vaginal yang tidak teratur.

Terdapat kemungkinan terjadinya efek samping berupa penambahan berat badan, berkurangnya kepadatan tulang bila menggunakan injeksi progesteron tunggal. Tidak mencegah penularan penyakit menular seksual dan infeksi.

Patch

Patch merupakan alat kontrasepsi yang ditempelkan pada permukaan kulit, mengandung kombinasi hormon progesteron dan esterogen yang dilepaskan perlahan-lahan ke dalam aliran darah melalui jaringan kulit. Angka keberhasilan ini hingga 99% bila digunakan secara tepat.

Cara kerja patch sama dengan pil kombinasi yaitu mencegah terjadinya ovulasi dan menebalkan mukus atau lendir serviks sehingga mencegah pergerakan sperma kedalam serviks. 

Patch dapat digunakan selama 7 hari, dan pada hari ke 8 dilakukan penggantian patch. Penggantian patch setiap minggu dilakukan berturut-turut selama 3 minggu kemudian hentikan pemakaian patch selama seminggu.

Patch dapat ditempelkan di seluruh jaringan kulit selama kulit dalam keadaan bersih, kering, dan tidak banyak tumbuh rambut. Patch sebaiknya tidak ditempelkan pada area kulit yang luka atau iritasi, area kulit yang bersinggungan dengan pakaian ketat, atau pada payudara.

Setiap penggunaan patch baru sebaiknya ditempelkan pada area kulit yang berlainan untuk mencegah terjadinya iritasi.

Sebelum menggunakan patch, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah diperlukan tambahan alat kontrasepsi lain dan langkah-langkah pencegahan apabila patch terlepas atau lupa diganti. 

Patch tidak dapat digunakan oleh ibu menyusui dengan bayi usia kurang dari 6 bulan, wanita yang merokok dan usia lebih dari 35 tahun, wanita dengan obesitas, dalam masa konsumsi obat tertentu, adanya riwayat pembekuan darah, penyakit jantung, lupus, kanker payudara, dan diabetes.

Kelebihan Patch mudah cara penggunaannya. Hanya perlu diganti setiap minggu dan tidak mengganggu aktivitas seksual.

Kekurangan Patch dapat menyebabkan iritasi kulit, kemerahan, dan rasa gatal. Tidak melindungi dari resiko penularan penyakit menular seksual.

Cincin Vagina 

Cincin vagina merupakan alat kontrasepsi berbentuk cincin dari bahan plastic yang dimasukkan ke dalam vagina. Cincin vagina mengandung kombinasi hormon esterogen dan progesterone dengan cara kerja menghentikan proses ovulasi setiap bulan dan menebalkan mucus serviks sehingga menghambat pergerakan sperma. 

Cincin vagina dimasukkan ke dalam vagina pada hari pertama siklus menstruasi dan dapat bertahan selama 3 minggu. Setelah pemakaian selama tiga minggu, sebaiknya diberikan jeda bebas penggunaan cincin vagina selama seminggu. 

Dalam masa pemakaian cincin vagina, wanita akan terlindungi dari resiko kehamilan. Alat kontrasepsi ini dapat digunakan setelah 21 hari pasca persalinan atau setelah proses aborsi.

Kelebihan Cincin Vagina mudah cara penggunaannya. Dapat dihentikan pemakaian dengan segera bila merencanakan kehamilan. Tidak memerlukan bantuan tenaga medis. Tidak mengganggu aktifitas seksual.

Kekurangan Cincin Vagina tidak dianjurkan bagi wanita usia lebih dari 35 tahun dan perokok aktif. Diperlukan tambahan alat kontrasepsi lain pada saat masa bebas pemakaian cincin vagina. Tidak melindungi dari resiko tertular penyakit menular seksual

Ada banyak pilihan jenis-jenis alat kontrasepsi. Pemakaian yang tepat dan sesuai kubutuhan dapat meningkatkan efektifitas alat kontrasepsi dalam mencegah dan mengatur jarak kehamilan.

 

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Birth Control Pills: Types, Effectiveness, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/birth-control-pills)
List of Birth Control (Contraception) Medications (255 Compared). Drugs.com. (https://www.drugs.com/condition/contraception.html)
Birth control: Types, devices, injections, and permanent birth control. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/162762.php)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app