Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Menyusui

Begini Caranya Meningkatkan Produksi ASI

Update terakhir: SEP 13, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.121.272 orang

Begini Caranya Meningkatkan Produksi ASI

Sebagian besar ibu pasti menginginkan bisa memberikan ASI untuk bayinya. Namun sayangnya, tidak semua ibu memiliki ASI yang melimpah. Banyak ibu yang akhirnya pasrah dan berhenti memberikan ASI pada Si Kecil. Tidak perlu buru-buru putus asa, Anda bisa meningkatkan produksi ASI dengan banyak cara, salah satunya dengan sering menyusui Si Kecil. Ya, semakin sering Anda menyusui bayi,  semakin banyak ASI yang Anda produksi. Jangan selalu terpaku pada jadwal yang kaku. Susui bayi Anda kapanpun dia lapar dan selama yang dia butuhkan, terutama di minggu-minggu pertama setelah kelahirannya. 

Supaya ASI Anda berlimpah, selain sering-sering menyusui, praktikkan juga tips-tips memperlancar ASI ini. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

1. Jangan cemas
Banyak ibu baru berpikir bahwa ASInya sedikit padahal tidak ada yang salah. Sejauh bayi Anda aktif, waspada, dan secara regular pipis dan pup, maka tak ada yang perlu dicemaskan. Ingat, kadang perlu beberapa hari untuk ASI Anda keluar. Sementara itu, bayi Anda minum kolostrum atau susu pertama berbentuk kental yang sangat kaya nutrisi

2. Cobalah beristirahat
Kurang tidur akan berakibat buruk terhadap produksi ASI. Alangkah baiknya jika Anda bisa mengalihkan sebagian pekerjaan rumah tangga ke orang lain. Tidurlah saat bayi tidur. 

3. Cari suporter
Bertemanlah dengan sesama ibu menyusui atau orang lain yang sudah pernah menyusui. Dari mereka, Anda bisa banyak belajar. Jauhi orang yang cuma bisa mengkritik ketika produksi susu Anda sedikit karena kelelahan atau karena masalah lainnya.

4. Jauhi alkohol
Minum alkohol juga berakibat negatif terhadap produksi ASI. Jangan percaya ketika ada yang bilang bahwa bir meningkatkan suplai ASI. Sebuah studi mengungkapkan, setelah minum satu atau dua gelas alkohol, ibu menyusui akan kesulitan mengeluarkan ASI dan jumlah ASI-nya jadi lebih sedikit.

5. Banyak minum air putih
Dehidrasi artinya lebih sedikit ASI. Selalu sediakan gelas atau botol berisi air minum di sisi Anda. Ini akan mendorong Anda mengasup cukup cairan. Konsumsi makanan yang mengandung banyak air seperti sayur dan buah.


6. Makan yang cukup
Untuk menjaga jumlah ASI, Anda perlu 300-500 kalori lebih banyak dari sebelum Anda menyusui. Pola makan ibu menyusui tidak sulit, yang penting cukup dan seimbang. Bersahabatlah dengan sayur, buah, dan biji-bijian. Ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa bawang, bawang putih dan mint dapat membuat rasa ASI jadi berbeda dan bayi sangat menyukainya. Ingat, semakin sering bayi menyusu, semakin banyak produksi ASI Anda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

7. Tunda penggunaan botol
Menggunakan botol khusus bayi ASI, oke saja. Tapi nanti. Pada bulan-bulan pertama kehidupannya, lebih baik bayi menyusu langsung pada ibunya. Isapan yang dilakukan bayi, akan lebih efektif merangsang produksi ASI. 

8. Pijat payudara Anda
Pemijatan pada payudara akan membantu kelancaran produksi ASI. Ketika bayi Anda sedang menyusu dengan tenang, pijatlah payudara bagian atas di dekat leher lalu menuju ke puting. Berhenti, tunggu bayi melakukan beberapa kali isapan. Setelah itu pijat payudara yang satunya. Berhenti lagi, tunggu bayi melakukan beberapa kali isapan. Ulangi.


9. Hati-hati mengonsumsi obat
Beberapa jenis obat dapat memengaruhi ASI. Obat yang bisa mengurangi jumlah ASI adalah antihistamin, dekongestan, obat pencuci perut, alat KB hormonal yang mengandung estrogen dan obat penurun berat badan

10. Konsultasi ke ahli laktasi
Jika Anda mengalami masa-masa sulit menyusui, buatlah janji dengan ahli laktasi. Ceritakan apa yang Anda alami dan rasakan. Bersama-sama, kalian akan bisa mengatasi masalah yang terjadi. (LT)

Ditinjau oleh: dr. Deffy Leksani Anggar Sari

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit