Clamega 5 mg: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 24, 2020 Tinjau pada Agu 9, 2019 Waktu baca: 3 menit

Clamega adalah obat yang digunakan untuk mengobati diabetes mellitus tipe 2/kencing manis. Clamega mengandung Glibenclamide, obat anti diabetes mellitus tipe 2 yang termasuk ke dalam golongan sulfonilurea. Berikut ini adalah informasi lengkap obat Clamega yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Mengenai Clamega 5 mg

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

Clamega dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • dos 10 x 10 kaplet 5 mg

Kandungan

tiap kemasan obat Clamega mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Glibenclamide 5 mg / kaplet

Manfaat Clamega 5 mg

Kegunaan Clamega (Glibenclamide) adalah untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2 jika kadar gula darah tidak cukup dikendalikan dengan diet, latihan fisik dan penurunan berat badan saja (modifikasi gaya hidup).

Efek Samping Clamega 5 mg

Berikut adalah beberapa efek samping Clamega (Glibenclamide) yang umum terjadi :

  • Efek samping Clamega (Glibenclamide) pada saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare, sembelit dan nyeri pada ulu hati.
  • obat ini juga mempunyai efek samping seperti sakit kepala, demam, kenaikkan berat badan, dan reaksi alergi pada kulit terutama pada orang-orang yang peka.
  • Reaksi alergi seperti gatal, eritema, urtikaria, dan erupsi maculopapular. Jika reaksi ini muncul maka segera hentikan obat.
  • Porfiria, sensitive terhadap cahaya, leukopenia, trombositopenia pernah dilaporkan sebagai efek samping dari golongan sulfonylurea.
  • Hiponatremia atau gangguan keseimbangan elektrolit atau meningkatnya sekresi hormone antidiuretic.
  • Hati-hati dengan resiko terjadinya hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah), terutama jika digunakan untuk jangka waktu lama dan dengan dosis yang lebih tinggi.

Dosis Clamega 5 mg

Obat Clamega (Glibenclamide) diberikan dengan dosis berikut :

  • Dosis awal sehari 2.5-5 mg, sesudah 7 hari kadar gula belum terkendaali, dosis dapat ditingkatkan dengan 2.5 mg setiap kali naik.
  • Dosis tunggal maksimal : 10 mg 1 x sehari.
  • Dosis maksimum adalah 15 mg / hari dalam dosis bagi.
  • Jika obat ini harus digunakan untuk lansia / atau penderita yang sangat lemah : Dosis awal dikurangi menjadi 2.5 mg / hari.
  • Gunakan obat ini setelah makan atau bersama makanan (saat sarapan atau makanan besar pertama).
  • Dosis dan durasi pemakaian akan sangat tergantung dari evaluasi dokter.

Interaksi obat

Clamega (Glibenclamide) berinteraksi dengan obat-obat berikut :

  • Alkohol, siklofosfamid,  antikoagulan kumarin, inhibitor MAO, fenilbutazon, penghambat beta adrenergik, sulfonamid dapat meningkatkan efek hipoglikemia.
  • Obat-obat kortikosteroiddiuretik tiazid, dan adreanalin dapat menurunkan efek hipoglikemia.

Kontraindikasi

  • Jangan digunakan untuk pasien yang mempunyai riwayat hipersensitif (alergi) terhadap Glibenclamide atau obat-obat yang termasuk golongan sulfonilurea dan sulfonamide lainnya.
  • Obat ini juga dikontraindikasikan untuk orang-orang dengan defisiensi G6PD (enzim yang melindungi sel darah merah), karena obat ini bisa menyebabkan hemolisis akut.
  • Orang-orang yang memiliki gangguan pada ginjal, hati, kelenjar adrenal atau kelenjar pituitari sebaiknya tidak menggunakan obat ini.
  • Obat ini juga tidak disarankan jika anda akan menjalani operasi, memiliki infeksi berat, atau usia di atas 70 tahun.
  • Penderita diabetes mellitus tipe 1, prekoma dan koma diabetes atau pasien yang dalam urinenya terdapat senyawa keton (ketoasidosis) dilarang menggunakan obat ini.

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien jika menggunakan obat Clamega (Glibenclamide) adalah sebagai berikut :

  • Obat ini sebaiknya digunakan setelah makan atau bersama makanan, biasanya pada makan pagi.
  • Obat ini tidak boleh digunakan oleh penderita gangguan fungsi hati, ginjal terutama gagal ginjal, dan pasien lanjut usia (di atas 70 tahun).
  • Jangan menggunakan Clamega (Glibenclamide) tanpa resep dokter atau menggunakannya melebihi dosis yang dianjurkan karena obat ini beresiko menyebabkan penurunan kadar gula darah secara drastis (hipoglikemia) yang bisa berakibat fatal.
  • Karena resiko terjadinya hipoglikemia yang ditandai dengan tubuh yang lemah dan pusing, sebaiknya anda tidak menyalakan mesin atau mengemudi selama menggunakan anti diabetes oral seperti Clamega (Glibenclamide).
  • Jika anda sedang hamil atau anda ibu menyusui sebaiknya tidak menggunakan obat ini.
  • Pengobatan disaat stres sebaiknya menggunakan terapi suntikan insulin.
  • Pengaturan pola makan dan aktivitas olahraga mungkin akan membantu proses pengendalian gula darah anda.
  • Jika anda mengalami efek samping yang berat misalnya terjadi reaksi alergi atau anda lemas karena penurunan gula darah yang drastis segera hubungi pihak medis.

Penggunaan obat Clamega untuk ibu hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Glibenclamide kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

penelitian pada reproduksi hewan tidak  menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Hasil studi pada hewan tidak selalu equivalen dengan hasil pada manusia. Mengingat efek buruk yang mungkin terjadi, kebanyakan para ahli menyarankan untuk lebih memilih insulin daripada anti diabetes oral jika digunakan untuk mengontrol kadar gula darah wanita hamil.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Glibenclamide for diabetes. Glybenclamide side effects. Patient. (https://patient.info/medicine/glibenclamide-for-diabetes)
Glibenclamide: an old drug with a novel mechanism of action?. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9451465)
Glibenclamide in patients with poorly controlled type 2 diabetes: a 12-week, prospective, single-center, open-label, dose-escalation study. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3983009/)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app