Cefixime: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 23, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Cefixime adalah obat antibiotik yang termasuk golongan cephalosporin, bekerja dengan cara membunuh atau mencegah pertumbuhan bakteri.
  • Manfaat Cefixime adalah untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran kemih, otitis media, faringitis, tonsilitis, bronkitis kronis, gonore, dan demam tifoid.
  • Dosis Cefixime untuk dewasa adalah 1 x sehari 400 mg atau 2 x sehari 200 mg. Sedangkan untuk anak-anak adalah 8 mg/kgBB.hari dengan suspensi (sirup).
  • Waspadai risiko efek samping Cefixime yakni diare, sakit perut, BAB hitam, gusi berdarah, sakit dada, panas dingin, hingga kulit terasa panas.
  • Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakan Cefixime untuk ibu hamil dan menyusui.
  • Klik untuk mendapatkan Cefixime atau obat antibiotik lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Cefixime adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri di banyak bagian tubuh. Obat ini termasuk dalam kelas antibiotik yang dikenal dengan golongan cephalosporin. Antibiotik ini bekerja dengan cara membunuh bakteri atau mencegah pertumbuhan bakteri.

Mengenai Cefixime

Golongan

Resep dokter

Kemasan

  • Tablet
  • Kapsul
  • Sirup kering

Kandungan

  • Tablet: Cefixime 100 mg, Cefixime 200 mg.
  • Kapsul: Cefixime 100 mg, Cefixime 200 mg, Cefixime 400 mg.
  • Sirup Kering: Cefixime 100 mg/5 ml,  Cefixime 200 mg/5 ml.

Manfaat Cefixime

Agar penggunaannya tepat guna dan untuk mengurangi perkembangan bakteri yang resisten terhadap obat, maka Cefixime harus digunakan hanya untuk mengobati infeksi yang terbukti atau diduga kuat disebabkan oleh bakteri yang rentan.

Cefixime adalah antibakteri sefalosporin yang ditujukan untuk pengobatan orang dewasa dan anak usia 6 bulan atau lebih yang mengalami infeksi sebagai berikut:

  • Infeksi saluran kemih: ISK tanpa komplikasi yang disebabkan oleh Escherichia coli dan Proteus mirabilis.
  • Otitis media: Otitis media yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, dan Streptococcus pyogenes.
  • Faringitis dan tonsilitis: Radang tenggorokan dan radang amandel yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes.
  • Eksaserbasi akut dari bronkitis kronis: Bronkitis yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae.
  • Gonore: Sakit kencing nanah tanpa komplikasi yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae.
  • Demam tifoid. Sebagai obat alternatif untuk mengobati penyakit tipes, terutama pada ibu hamil yang tidak boleh minum obat tipes lainnya.

Kontraindikasi

Obat cefixime tidak boleh diberikan kepada orang yang alergi terhadap komponen obat, juga yang memiliki riwayat alergi terhadap obat-obat antibiotik golongan cefalosporin lainnya. Beri tahu dokter jika Anda memiliki jenis alergi lainnya, seperti alergi makanan, alergi obat, pewarna, pengawet, atau produk hewani.

Pastikan Anda memberitahu dokter jika Anda memiliki masalah medis lainnya, karena penggunaan Cefixime harus hati-hati terutama pada:

Dosis Cefixime

Dosis Cefixime adalah sebagai berikut:

Dewasa

  • Dosis lazim: Cefixime 400 mg per hari. Dapat diminum dengan cara sekaligus yakni cefixime tablet 400 mg 1 x sehari, atau diminum 2 x sehari 200 mg (setiap 12 jam).
  • Untuk pengobatan infeksi gonokokal tanpa komplikasi: dianjurkan menggunakan dosis oral tunggal 400 mg (diminum sekaligus 1x sehari). Boleh diminum sebelum ataupun setelah makan.
  • Untuk pengobatan infeksi akibat Streptococcus pyogenes: dosis terapi Cefixime harus diberikan selama setidaknya 10 hari.

Bayi 6 bulan ke atas

Dosis obat Cefixime yang dianjurkan untuk anak-anak adalah 8 mg/kgBB/hari dengan suspensi (sirup). Seperti pada dewasa, ini dapat diberikan sebagai dosis harian tunggal atau dapat diberikan dalam dua dosis terbagi, yakni 4 mg/kg setiap 12 jam.

Efek samping Cefixime

Seiring dengan efek baik yang diinginkan, obat ini juga dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan atau disebut juga efek samping. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, namun ketika itu terjadi mungkin memerlukan perhatian medis.

Efek yang lebih sering muncul adalah diare, sedangkan efek samping yang lebih jarang:

Ingatlah bahwa obat cefixime ini boleh diminum hanya ketika dokter merekomendasikan.

Interaksi Cefixime

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain, sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, obat tidak dapat bekerja dengan maksimal atau bahkan menimbulkan racun yang membahayakan tubuh.

Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang sedang Anda konsumsi dan beri tahukan pada dokter sebelum menggunakan obat Cefixime.

Informasi Keamanan Obat

  • Kehamilan. Obat cefixime masuk dalam kategori B untuk semua trimester kehamilan. Artinya, penelitian pada hewan telah menunjukkan bahwa tidak ada bukti yang membahayakan terhadap janin, namun tidak ada studi yang memadai pada wanita hamil (manusia) atau penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk, tetapi penelitian pada wanita hamil tidak menunjukkan risiko pada janin.
  • Menyusui. Tidak ada studi yang memadai pada ibu menyusui untuk menentukan risiko bayi ketika menggunakan obat ini selama menyusui. Pertimbangkan manfaat dan resiko sebelum menggunakan obat ini.

Artikel terkait:


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app