Tips Memilih Antibiotik yang Tepat untuk Radang Tenggorokan

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Jun 8, 2021 Tinjau pada Mei 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Tips Memilih Antibiotik yang Tepat untuk Radang Tenggorokan

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Radang tenggorokan umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri sehingga membutuhkan antibiotik. Tetapi tidak semua kasus radang tenggorokan diakibatkan oleh infeksi bakteri.
  • Obat antibiotik sendiri hanya dapat dibeli dengan resep dokter. Pemberian antibiotik untuk radang tenggorokan umumnya berkisar antara 7-10 hari.
  • Ada banyak jenis antibiotik yang tersedia di pasaran, namun tidak semuanya cocok digunakan untuk mengobati radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus grup A.
  • Jenis antibiotik yang paling sering digunakan untuk radang tenggorokan adalah Beta-laktam (Penisilin, Amoxicillin), Cephalosporin (Cefadroxil, Cephalexin), dan Makrolida (Eritromicyn, Azytromicin)
  • Ketika mengalami radang tenggorokan ada baiknya untuk periksakan diri dulu ke dokter. Konsultasi online dengan dokter kami
  • Klik untuk mendapatkan obat antibiotik ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Sebelum membahas lebih jauh tentang antibiotik radang tenggorokan, terlebih dahulu perlu Anda ketahui bahwa tidak semua radang tenggorokan membutuhkan antibiotik. Antibiotik untuk radang tenggorokan hanya diperlukan jika disebabkan oleh infeksi bakteri. Lantas, bagaimana cara mengetahui bahwa radang tenggorokan yang sedang kita alami diakibatkan oleh infeksi bakteri - bukan yang lain? 

Hal tersebut tentunya hanya bisa diketahui dengan pemeriksaan langsung oleh dokter. Pasalnya, obat antibiotik juga tidak bisa didapatkan sembarangan karena harus dengan resep dokter.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antibiotik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 24

Dokter akan memberikan antibiotik berdasarkan peta kuman terbanyak untuk mengobati infeksi Anda. Pemberian antibiotik minimal 7-10 hari. Bila tidak kunjung membaik, dokter dapat mengganti jenis antibiotik atau memberikan antibiotik melalui suntikan. 

Jenis antibiotik untuk radang tenggorokan

Ada banyak jenis antibiotik yang tersedia di pasaran. Namun, ternyata tidak semuanya cocok digunakan untuk mengobati radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus grup A. 

Ada tiga golongan antibiotik untuk radang tenggorokan yang paling sering digunakan, yaitu:

  • Beta-laktam (Penisilin, Amoxicillin)
  • Cephalosporin (Cefadroxil, Cephalexin)
  • Makrolida (Eritromicyn, Azytromicin)

Setiap orang mungkin membutuhkan antibiotik untuk radang tenggorokan yang berbeda-beda. Hal ini akan disesuaikan dengan riwayat penyakit dan kondisi masing-masing pasien.

Baca selengkapnya: Jenis-Jenis Golongan Antibiotik dan Fungsinya

Supaya lebih jelas, berikut jenis-jenis antibiotik yang sering digunakan untuk mengobati radang tenggorokan:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

1. Antibiotik golongan beta-lactam

Salah satu antibiotik untuk radang tenggorokan yang paling umum digunakan adalah Penisilin atau obat-obatan seperti Ampicillin dan Amoxicillin. Penggunaan obat ini selama dua minggu menunjukkan hasil yang baik dalam menghilangkan bakteri Streptococcus grup A.

Namun, dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa muncul resistensi bakteri terhadap antibiotik golongan beta-laktam ini. Bila itu terjadi, Anda mungkin membutuhkan jenis antibiotik lain sebagai alternatif. 

2. Antibiotik golongan cephalosporin

Studi tentang antibiotik untuk radang tenggorokan menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik golongan cephalosporin lebih efektif daripada penggunaan antibiotik golongan beta-laktam. Ada banyak golongan cephalosporin yang dapat digunakan, namun biasanya yang diresepkan untuk radang tenggorokan yaitu Cephalexin, Cefadroxil, dan Cefixime. 

Perlu diperhatikan bahwa antibiotik golongan beta-laktam dan cephalosporin tidak dapat digunakan apabila seseorang memiliki alergi terhadap antibiotik tersebut dan membutuhkan pengobatan alternatif. Dalam banyak kasus, radang tenggorokan masih bisa diatasi dengan salah satu dari 2 kelompok antibiotik di atas, namun apabila tidak juga berespon dengan baik maka perlu beralih ke golongan antibiotik yang lain.

Baca selengkapnya: Sudahkah Kamu Minum Antibiotik dengan Benar?

3. Antibiotik golongan makrolida (macrolide)

Alternatif lain untuk pengobatan radang tenggorokan dengan antibiotik dari kelas macrolide, termasuk obat-obatan seperti Erythromycin, Clarythromicyn, dan Azithromycin. Beberapa obat ini lebih menguntungkan, contohnya Azithromycin cukup diminum selama 4-5 hari, tidak perlu sampai 2 minggu berturut-turut.

Meskipun demikian, antibiotik golongan Makrolida juga memiliki kelemahan, termasuk efek samping pada lambung. Namun, efek samping tersebut biasanya dikesampingkan karena manfaatnya yang besar, yaitu membunuh bakteri Streptoccus yang jadi penyebab radang tenggorokan.

Baca juga: Beda Dengan Reaksi Alergi, Ini Dia Efek Samping Antibiotik

Pengobatan antibiotik untuk radang tenggorokan harus diawasi oleh dokter, atau dengan kata lain tidak bisa digunakan sembarangan. Maka dari itu, jika Anda mengalami radang tenggorokan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan jenis obat yang tepat. Dokter akan mempertimbangkan riwayat alergi, efek samping, dan kondisi pasien untuk menentukan jenis antibiotik terbaik guna mengobati radang tenggorokan yang Anda alami. 

20 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Drutz JE. Sore throat in children and adolescents: Symptomatic treatment. https://www.uptodate.com/contents/search.
Pichichero ME. Complications of streptococcal tonsillopharyngitis. https://www.uptodate.com/contents/search.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app