Batuk Saat Hamil Bikin Tak Nyaman? Atasi Dengan Cara Ini

Dipublish tanggal: Sep 12, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Batuk Saat Hamil Bikin Tak Nyaman? Atasi Dengan Cara Ini

Tak hanya makanan, obat-obatan yang dikonsumsi selama kehamilan akan berdampak pada perkembangan janin dalam kandungan. Itulah sebabnya, calon ibu wajib memperhatikan asupan makanan maupun obat-obatannya selama kehamilan. Lalu, bagaimana jika ibu hamil mengalami batuk pilek, apakah boleh minum obat batuk saat hamil? Kalau tidak, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi batuk saat hamil dengan aman?

Cara mengatasi batuk saat hamil

Organ vital si kecil akan mulai terbentuk saat usia kehamilan menginjak 12 minggu kehamilan. Karena itulah pada trimester pertama, ibu hamil tidak disarankan untuk minum obat apa pun demi menjaga tumbuh kembang bayi dalam kandungan.

Iklan dari HonestDocs
Beli PARATUSIN 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Paratusin tablet 3

Begitu juga mulai trimester kedua, ibu hamil juga harus lebih berhati-hati dalam minum obat-obatan. Jika Anda terkena batuk saat hamil trimester pertama atau kedua, sebaiknya sebisa mungkin hindari minum obat batuk apalagi tanpa pengawasan dokter.

Ketimbang buru-buru minum obat, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi batuk saat hamil secara alami, di antaranya:

  1. Mandi dengan air hangat. Uapnya bisa membantu melegakan hidung dan tenggorokan. 
  2. Kumur dengan air hangat, guna meringankan radang tenggorokan (batuk).
  3. Oleskan minyak atau balsem ke area dada, leher dan area bawah hidung agar terasa hangat dan mencegah batuk sering kambuh.
  4. Makan sup ayam hangat, untuk melegakan hidung dan menghilangkan rasa gatal pada tenggorokan karena batuk.
  5. Minum teh rendah kafein dengan campuran lemon atau madu, untuk mengusir batuk saat hamil.
  6. Tidurlah menggunakan bantal yang ditumpuk tinggi. Hal ini dilakukan agar posisi kepala lebih tinggi, sehingga mencegah cairan dahak mengiritasi tenggorokan saat tidur.
  7. Letakkan segelas air, minyak, dan balsem di dekat tempat tidur agar mudah dijangkau jika batuk sedang kumat.
  8. Minum obat batuk saat hamil hanya boleh dengan resep dan pantauan dokter.

Baca Selengkapnya: Obat Batuk untuk Ibu Hamil yang Manjur dan Aman

Tips mencegah batuk pada ibu hamil

Agar tidak mudah terkena batuk saat hamil, pastikan untuk selalu menjaga kesehatan Anda selama kehamilan. Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi dapat membantu menguatkan sistem imun, sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit saat hamil.

Ada beberapa langkah berikut yang bisa membantu mengoptimalkan sistem imun tubuh sekaligus mencegah batuk saat hamil, di antaranya:

  1. Konsumsi makanan sehat, termasuk vitamin kehamilan.
  2. Istirahat yang cukup.
  3. Selalu rileks dan berpikir positif. Hal ini dapat membantu mengusir stres yang bisa memicu berbagai penyakit, termasuk batuk sekalipun.
  4. Cuci tangan sebelum dan setelah makan, juga setelah memegang hewan dan benda kotor.
  5. Olahraga secara teratur. Pilih olahraga ringan seperti jalan santai, berenang, atau yoga.
  6. Memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih minimal 1,5 liter per hari.
  7. Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang batuk atau pilek untuk menghindari risiko tertular .
  8. Gunakan peralatan makan terpisah atau berbeda dengan penderita batuk pilek di lingkup keluarga.
  9. Menjaga kebersihan lingkungan dan rumah, karena batuk juga dapat disebabkan oleh debu yang ada di dalam rumah.

Baca Juga: Tips Memilih Vitamin untuk Ibu Hamil yang Bagus

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Adakah imunisasi untuk mencegah batuk saat hamil?

Tidak hanya pada bayi, imunisasi juga penting bagi ibu hamil terutama saat menginjak trimester ketiga. Salah satu vaksin yang diperlukan oleh ibu hamil adalah vaksin DPT.

Vaksin DPT berfungsi untuk mengurangi risiko terkena difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus pada ibu hamil. Pemberian vaksin ini harus diulang kembali, meskipun Anda mungkin sudah pernah mendapatkannya sebelum hamil.

Sebab bila terus dibiarkan, flu biasa bisa terus berkembang hingga memicu pneumonia, suatu penyakit yang rentan menyerang ibu hamil. Dampak fatalnya, kondisi ini bisa meningkatkan risiko bayi lahir cacat maupun prematur. Karena itulah, vaksin DPT sangat penting untuk mencegahnya. 

Bila Anda sudah melakukan tips mengatasi batuk saat hamil tersebut, tapi batuknya tak kunjung mereda atau bahkan kian parah, segera konsultasikan ke dokter. Terlebih jika Anda mengalami batuk disertai gejala berikut:

  • Muntah yang parah
  • Kesulitan bernapas
  • Sakit kepala
  • Demam tak kunjung reda walau sudah diobati
  • Dada terasa nyeri dan sesak
  • Adanya pendarahan yang keluar melalui vagina saat hamil
  • Lemahnya pergerakan janin di dalam rahim

Jangan remehkan gejala penyakit yang menyerang tubuh saat hamil. Sesederhana terkena batuk saat hamil, segera periksakan diri jika gejalanya tak kunjung membaik meski sudah istirahat cukup.

Baca Juga: Pentingnya Suntik Tetanus Saat Hamil Bagi Kesehatan Ibu dan Bayi

27 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Rennard, B. O., Ertl, R. F., Gossman, G. L., Robbins, R. A., Rennard, S. I. (2000, October). Chicken soup inhibits neutrophil chemotaxis in vitro [Abstract]. Chest, 118(4), 1150-1157 (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11035691)
Pregnant women and influenza (flu). (2017, February 2) (https://www.cdc.gov/flu/protect/vaccine/pregnant.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app