Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Kebiasaan Sehat

Cara Jitu Menangkis Flu

Update terakhir: SEP 15, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.797.671 orang

Cara Jitu Menangkis Flu

Musim hujan kerap diidentikkan dengan menjangkitnya berbagai penyakit. Hal ini dikarenakan perubahan suhu dari panas ke dingin, yang membuat beberapa jenis mikroba yang berada di sekitar kita, berkembang biak dengan pesat. Akibatnya, mikroba-mikroba ini semakin mudah menginfeksi tubuh dan mengakibatkan sakit, salah satunya adalah flu. Meski bukan termasuk jenis penyakit berat, namun terserang flu sangatlah menjengkelkan lantaran aktivitas dan kenyamanan hidup Anda menjadi terganggu. 

Flu merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus yang menyerang saluran pernafasan dan tenggorokan. Virus influenza beredar di seluruh dunia dan dapat menjangkiti siapa pun, baik  orang dewasa maupun anak-anak. Flu sangat mudah menular dari satu orang ke orang lain melalui berbagi alat makan, minuman, kontak langsung serta batuk dan bersin

Sebenarnya flu termasuk penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya. Dengan istirahat dan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang,  Anda bisa sembuh dari flu. Meski begitu, keparahan flu tergantung dari daya tahan tubuh seseorang. Semakin kuat daya tahan tubuh Anda, makin ringan gejala flu yang Anda alami. 

Gejala flu yang perlu Anda waspadai di antaranya pusing atau sakit kepala biasanya disertai demam (≥38◦C), batuk atau sakit tenggorokan, nyeri otot terutama di area punggung, lengan dan kaki serta kelelahan dan hilang nafsu makan. 

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk mencegah flu datang menghampiri atau pun agar flu segera pergi, ada tiga hal yang sebaiknya Anda lakukan. Apa saja? 

- Menjaga kebersihan tangan
Tangan merupakan media yang bisa membuat virus flu masuk ke dalam tubuh. Karena itu, biasakanlah untuk mencuci tangan secara teratur, terutama sebelum makan dan sebelum tidur, setelah batuk, bersin dan setelah Anda membersihkan hidung

Jauhkan juga tangan dari menyentuh mata, hidung dan mulut. Pasalnya, kita sering tanpa sengaja memegang atau menyentuh sesuatu yang menjadi sumber kuman dan virus. Bila tangan yang terkena kuman atau virus menyentuh mata, hidung dan mulut, bisa mengakibatkan seseorang terserang flu. 

- Cukup istirahat/tidur (6-8 jam)
Jangan memandang sebelah mata pada kebutuhan tidur. Pada saat tidur, hormon kartisol meningkat sehingga bisa membantu tubuh untuk melawan infeksi yang potensial, termasuk melindungi Anda dari  penyakit umum seperti flu dan pilek.  Selain itu, kurang tidur juga akan meningkatkan hormon stres yang dapat memicu terjadinya peradangan. Memang, tidak ada formulasi pasti mengenai berapa lama sebaiknya seseorang tidur dan beristirahat. Namun, dalam rata-rata kadar normal untuk tidur, diperlukan 6-8 jam per malam untuk tubuh merasa cukup istirahat dan kembali segar untuk beraktivitas saat terbangun.  

- Tetap TERHIDRASI dengan baik 
Dehidrasi membuat daya tahan tubuh menurun, sehingga mudah sekali terkena flu. Tubuh harus tetap terhidrasi karena cairan tubuhlah yang membantu produksi getah bening, membawa sel darah putih dan sel-sel sistem kekebalan tubuh

Saat dehidrasi tubuh bereaksi dengan memproduksi histamin untuk mengatur distribusi air dalam tubuh. Fungsi lain histamin adalah menjaga sistem kekebalan tubuh. Ketika dehirasi, kerja histamin lebih fokus untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh. Akibatnya, ketika virus menyerang, sistem kekebalan tubuh tidak dapat merenspons ancaman tersebut. Hidung pun mulai meler dan gejala flu lainnya pun muncul.  

Dehidrasi dapat meningkatkan kadar kortisol dan menurunkan produksi sel darah putih, yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Kartisol adalah zat kimia penyebab stres yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal. Tubuh yang terhidirasi dengan baik dapat mengurangi kemungkinan Anda memiliki kadar kartisol yang tidak sehat. 

Dehidrasi juga dapat menurunkan sekresi air liur dan konsentrasi antiobodi immunoglobulin A (IgA) di air liur. Padahal liur berguna untuk melembabkan dan membersihkan mulut serta mencerna makanan, dan mencegah infeksi dengan mengendalikan bakteri dan jamur dalam mulut. Mulut kering adalah suatu kondisi dimana terdapat penurunan sekresi air liur di dalam rongga mulut oleh kelenjar liur. 

Tubuh bisa mengalami dehidrasi karena jumlah cairan tubuh yang keluar lebih besar dari cairan tubuh yang masuk. Cairan tubuh yang keluar bisa berupa keringat, urin dan tinja. Seiring dengan air, sejumlah kecil garam juga akan hilang bersamaan.  Dehidrasi dapat terjadi akibat keringat yang berlebihan, cuaca panas, aktivitas yang berat, diare dan sebagainya. 

Gejala umum yang menandakan Anda dehidrasi di antaranya adalah rasa haus yang terus menerus, mulut kering dan lengket serta rasa kantuk yang datang di siang hari, warna air seni yang pekat, kulit kehilangan kekenyalannya, hingga pusing dan menyebabkan pingsan

Dalam Upaya menghindari dehidrasi, minum air putih saja tidaklah  cukup.  Ganti cairan tubuh yang hilang dengan POCARI SWEAT, karena lebih cepat diserap oleh tubuh sehinga lebih cepat mengembalikan cairan dan ion tubuh yang hilang. Ion dibutuhkan tubuh karena mengandung zat-zat seperti Natrium, Kalium, Klorida dan Magnesium yang berguna untuk membantu proses kerja organ tubuh serta pembentukan tenaga. Ion akan membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh serta menjaga dan mengatur tekanan osmotik agar cairan tetap berada dalam darah dan masuk ke dalam sel sehingga cairan tubuh tidak gampang keluar dan tubuh tidak cepat dehidrasi.

POCARI SWEAT juga tidak menyebabkan berat badan Anda meningkat karena rendah kalori, tanpa pengawet, kafein dan soda. Selain itu, POCARI SWEAT juga diproduksi setelah melalui serangkaian riset atau bukti-bukti ilmiah.  Menjaga cairan tubuh kita dengan baik serta menghindari dehidrasi akan membantu kita menjaga daya tahan tubuh agar kebal terhadap penyakit.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit