Kebiasaan Sehat

Cara Mengatasi Stress Dengan Menurunkan Hormon Kortisol

Dipublish tanggal: Jul 31, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Agu 4, 2019 Waktu baca: 3 menit
Cara Mengatasi Stress Dengan Menurunkan Hormon Kortisol

Hormon kortisol atau dikenal dengan istilah hormon stress merupakan hormon yang diproduksi lebih banyak ketika Anda sedang mengalami tekanan, baik tekanan fisik maupun emosional. Hormon kortisol sendiri dihasilkan oleh organ tubuh yang disebut kelenjar adrenal.

Fungsi hormon ini sendiri adalah untuk mengatur tekanan darah dan juga berfungsi dalam mengatur sistem kekebalan tubuh ketika Anda sedang dalam kondisi tidak baik, entah karena kondisi fisik maupun mental.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Meski hormon kortisol memiliki berbagai manfaat bagi kinerja tubuh, namun keberadaannya yang terlalu banyak justru dapat menimbulkan berbagai gangguan, seperti gangguan tidur yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, kenali hormon kortisol lebih jauh dan pahami cara menurunkan kadar kortisol yang berlebihan dalam tubuh.

Fakta Hormon Kortisol

Bermanfaat untuk mengendalikan stress dan menyediakan energi tubuh

Hormon kortisol berfungsi dalam mengendalikan tingkat stress pada seseorang. Stres sendiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor dan dapat menyebabkan penurunan kondisi fisik maupun mental. Selain baik untuk mengendalikan tingkat stress, hormon kortisol juga bermanfaat dalam mengatur penggunaan glukosa dan lemak dalam darah untuk metabolisme tubuh. Hormon kortisol juga bermanfaat mengendalikan kadar gula darah yang merangsang pelepasan insulin.

Baca juga: Pentingnya Hormon Insulin Dalam Tubuh

Kadar hormon kortisol paling banyak di pagi hari

Kadar hormon kortisol akan berada dalam jumlah yang paling banyak di pagi hari terutama pada pukul 8 pagi, kemudian secara perlahan jumlahnya akan semakin menurun. Sementara itu, kadar hormon kortisol paling rendah akan terjadi ketika seseorang akan berangkat tidur di malam hari. Hanya saja, tingkat hormon kortisol ini dapat berbeda pada seseorang yang justru aktif atau bekerja di malam hari dan tidur di pagi hari.

Memicu kenaikan berat badan

Ketika tubuh mengalami gangguan terhadap pengeluaran hormon kortisol, maka hal ini dapat memicu gangguan terhadap berat badan dan juga mempengaruhi tempat penyimpanan lemak tubuh. Ketika seseorang mengalami peningkatan kadar hormon kortisol, maka tubuh akan mengalami peningkatan berat badan. Lemak dalam tubuh yang tidak tersimpan dengan baik akan menumpuk di bagian perut sehingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Baca juga: Cara Cepat Kikis Lemak di Tubuh

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Kadar hormon kortisol dapat diketahui dari tes darah

Anda dapat mengetahui kadar hormon kortisol dalam tubuh melalui tes darah. Menjalani tes kadar hormon kortisol penting untuk diketahui, terutama apabila Anda memiliki gangguan pada kelenjar penghasil hormon kortisol, yaitu kelenjar adrenal. Tingkat hormon kortisol yang tinggi juga bisa menjadi penyebab adanya masalah pada kelenjar pituitary.

Jadi hormon kortisol memang dibutuhkan oleh tubuh asal dalam batas yang wajar. Namun ketika jumlah hormon kortisol tidak normal karena adanya gangguan seperti stress, maka hormon ini justru bisa memicu keinginan untuk terus makan makanan yang tinggi kalori dan dapat meningkatkan munculnya berbagai penyakit, termasuk kerusakan pembuluh darah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Tips Menurunkan Hormon Kortisol dalam Tubuh

Bagi orang yang memiliki hormon kortisol cukup tinggi, maka sebaiknya Anda melakukan beberapa tips di bawah ini untuk membantu menurunkan hormon kortisol ke kadar normal.

Lakukan meditasi

Meditasi telah dibuktikan secara ilmiah di Thailand efektif untuk menurunkan kadar hormon kortisol hingga 20 persen. Hasil ini dapat diraih apabila Anda bermeditasi selama empat bulan dan dilakukan secara rutin setiap hari. Selain itu, Anda perlu mengurangi stress yang seringkali menjadi penyebab utama meningkatnya kadar kortisol dalam tubuh.

Baca juga: Manfaat Meditasi Bagi Tubuh

Tidur siang atau tidur lebih awal

Mendapat durasi tidur yang cukup dan mencapai 8 jam per hari sangat direkomendasikan agar tubuh dapat pulih baik karena aktivitas fisik maupun akibat stress yang dialami seharian. Apabila tubuh tidak mendapatkan tidur malam hari yang cukup, Anda disarankan untuk menggantinya dengan tidur pada siang hari. Menurut penelitian di Pennsylvania State University, tidur siang dapat mengurangi kadar kortisol akibat kurang tidur pada malam hari. Dengan memiliki waktu tidur yang cukup, hal tersebut dapat mengurangi kadar kortisol hingga 50 persen.

Baca juga: Tips Mengatasi Insomnia Tanpa Obat Tidur

Mendengarkan musik

Menurut penelitian di Jepang, mendengarkan musik dapat membantu menurunkan kadar kortisol hingga 66 persen. Hal ini terjadi karena musik memiliki efek untuk menenangkan otak terutama saat menghadapi stres sehingga membuat Anda merasa lebih rileks dan juga memudahkan Anda untuk tidur lebih nyenyak. Selain itu, alunan musik yang Anda dengar juga membantu memperbaiki kestabilan kondisi suasana hati, tekanan darah, denyut jantung, hingga suhu tubuh. Selain itu, dengan mendengarkan musik, hal tersebut dapat membantu meningkatkan mood bahagia akibat hormon dopamine sekaligus menurunkan hormon kortisol.

Baca juga: Pengaruh Genre Musik terhadap Perubahan Mood

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Cortisol and antidepressant effects of yoga. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3768222/)
Cortisol: Why the "Stress Hormone” Is Public Enemy No. 1. Psychology Today. (https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-athletes-way/201301/cortisol-why-the-stress-hormone-is-public-enemy-no-1)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit